NovelToon NovelToon
Terjebak Ciuman Pertama.

Terjebak Ciuman Pertama.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:204.5k
Nilai: 5
Nama Author: Riska

Berkisah tentang seorang aktris cantik bernama Intan Rahardian berusia 20 tahun. Dalam dunia hiburan namanya sedang melambung tinggi. Namun di balik kesuksesan karirnya, dia sedang diterpa masalah, menghadapi perjodohan dari kedua orang tua. Intan berusaha mencari cara agar bisa terbebas dari perjodohan itu. Dia tak ingin menikah di usia muda, apalagi di saat karirnya sedang melejit. Namun cara yang dilakukan malah mendatangkan masalah besar.

Di hari pertunangannya, aktris cantik itu berusaha melarikan diri dari dalam sebuah hotel bintang lima, yang sudah dipenuhi begitu banyak tamu undangan. Dia di kejar oleh keluarganya, juga keluarga calon suaminya. Di saat hampir tertangkap, tanpa berpikir panjang dia langsung mencium seorang pria, yang datang sebagai tamu penting di depan semua orang temasuk calon suaminya. Dan apa yang dilakukan wanita cantik itu, pada akhirnya menjebak dirinya sendiri dalam sebuah hubungan yang sangat rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Cinta Tak Terbalas.

Kekecewaan kedua orang tua Intan seketika musnah saat mendengar penjelasan Richard. Pria tampan itu diperlakukan semakin istimewa. Dia di ajak makan malam bersama, juga mengobrol sampai lupa waktu. Richard yang masih merasakan pusing karena pengaruh minuman, hanya bisa menjawab semua pertanyaan dari kedua calon mertuanya. Dan saat menyadari kalau istrinya sudah seperti penyidik menanyakan ini dan itu, Rahardian langsung mengajaknya untuk pergi dengan alasan ada urusan lain yang harus dibicarakan berdua. Mereka meninggalkan pasangan muda itu berduaan di ruang tamu.

"Mas,, siapa itu Rara? Apa benar kalian pernah mau di jodohkan?" Ekspresi Intan mulai berubah. Senyuman manis yang sejak tadi menghiasi wajah, kini menghilang dalam sekejap.

"Nggak pernah. Saya saja kaget mendengar hal itu. Mungkin saja, wanita itu berniat ingin menjodohkannya dengan saya. Karena Rara itu keponakannya," jawab Richard sambil menyandarkan tubuh pada sandaran sofa.

"Tapi dia mau tinggal kan dirumah kamu?" Intan terus mencerca Richard dengan pertanyaan.

"Iya, soalnya dia mau kuliah di sini. Saya sih nggak peduli. Karena dia bukan urusan saya." Richard tetap tenang seperti biasa.

"Semua pria pasti akan mengatakan hal yang sama di hadapan wanitanya. Mana ada maling yang mau ngaku. Dan bagaimana kalau dia sampai merayu kamu?" Intan sepertinya mulai khawatir dengan keberadaan wanita bernama Rara.

"Saya bukan pria yang mudah untuk di rayu. Kamu sendiri sudah tahu itu. Hampir setiap saat kita bersama, kamu selalu merayu saya. Tapi saya nggak pernah merespon kan? Apalagi dia yang bukan siapa-siapa nya saya," ucap Richard sambil menatap Intan tanpa ekspresi.

Kata-kata Richard, juga raut wajahnya begitu sama persis. Sampai-sampai Intan jadi bergidik ngeri melihatnya. Intan tidak menyangka, seorang pria bisa sedingin itu saat bersama wanita secantik dirinya. Bahkan, Richard dengan terang-terangan mengatakan, kalau dia tidak pernah terpancing setiap kali dirayu olehnya. Niatnya ingin berdekatan, bermanja pada Richard seketika musnah.

"Saya pulang ya, sudah malam soalnya," ucap Richard dan segera beranjak dari tempat duduknya.

"Alesan,, bilang saja kamu sedang ditunggu wanita itu." Intan lagi-lagi menuduh.

"Saya ngantuk dan capek banget. Mau tidur." Richard berucap dengan posisi berdiri tegak di hadapan Intan.

"Ya sudah pulang saja!! Ayo sana pergi!!" Intan langsung mendorong Richard dari bagian pinggul untuk pergi, dengan suara yang mulai terdengar anehh. Tapi Richard malah menahan tangannya, dan kembali duduk di sampingnya dalam jarak yang begitu dekat.

"Terus mau kamu gimana? Saya nggak mungkin bermalam di sini. Apa kata orang nanti? Orang tuamu punya kedudukan penting di pemerintahan. Bagaimana pandangan orang, kalau tahu saya menginap di rumahmu?" tanya Richard yang masih berpikiran jernih, walau dalam pengaruh minuman.

"Pokoknya aku nggak mau kamu pulang. Keberadaan wanita itu buat aku nggak tenang."

"Ya sudah, kalau gitu saya akan pulang ke apartemen. Di sana nggak ada siapapun," ucap Richard dengan tatapan sayu.

"Aku ikut," seru Intan sambil memeluk lengan pria tampan itu dengan mata berbinar-binar.

"Intan,, kamu jangan seperti ini dong! Lagian, kedua orang tuamu belum tentu mengizinkanmu ikut denganku ke apartemen. Apa lagi kalau tahu kita berdua saja." Richard terus memberi pengertian. Tapi Intan yang sudah seperti lem lengketnya, enggan untuk melepaskan pelukannya di lengan Richard. Dia terus merengek seperti bocah.

"Pokoknya aku harus ikut. Kalau nggak, kamu tidak boleh pergi dari sini!" Intan malah mengancam.

"Hmmmm"

Richard menarik nafas panjang, dan membuangnya kasar. Pria dingin itu semakin pusing menghadapi kelakuan Intan.

"Ayo ikut aku! Kita bicara di luar!" Richard menarik tangan Intan, membawanya pergi keluar rumah.

"Kamu mau bicara apa sih Mas? Kok bicaranya di luar?" Intan masih saja berbinar-binar, mengharapkan persetujuan Richard untuk pergi bersama.

"Intan,, saya tuh lagi mabuk. Dan saya tidak ingin melakukan apapun padamu, karena kita belum menikah. Saya harus menjaga kepercayaan kedua orang tuamu. Tolonglah mengerti posisi saya!" Richard kembali memberi pengertian pada Intan setelah berada di teras rumah.

"Tapi aku ingin bersama kamu Mas."

"Itu bukan alasan kamu. Kamu ingin ikut karena tidak percaya dengan apa yang saya ucapkan. Sejujurnya, saya tidak mau ada urusan dengan wanita manapun, termasuk kamu. Ada banyak yang harus saya lakukan. Dan saya butuh ketenangan untuk melakukan semuanya." Richard yang mulai habis kesabaran, sudah tak lagi memikirkan perasaan Intan.

Wanita itu segera melepaskan tangannya dari lemgan Richard, dan bergeser sedikit menjauh. Dia sepertinya kecewa mendengar kata-kata Richard.

"Intan,, saya hanya.."

"Sudahlah Mas,, bila perlu kita nggak usah menikah. Sebenarnya aku sedang bimbang untuk menerima tawaran kerja selama setahun di luar negeri. Tapi mendengar ucapanmu barusan, aku jadi ingin pergi biar bisa menjauh darimu. Itu kan yang kamu mau??" Air mata lagi-lagi meluncur dari kedua mata bulatnya.

Mata indah wanita cantik itu sudah seperti langit mendung, yang begitu mudah meneteskan air membasahi bumi. Dan itulah salah satu sifatj dari seorang wanita yang sangat tidak disukai Richard. Pria tampan itu pernah berkhayal memiliki pendamping hidup yang tegas, mandiri, juga kuat dalam hal apapun. Tapi pada kenyataan, dia malah dipertemukan dengan seorang wanita manja, ceroboh, dan lebih parahnya lagi kegenitan.

"Kamu pergi saja Mas! Dan aku pastikan tidak akan lagi mengganggu ketenangan kamu," seru Intan sambil melirik ke arah Richard, yang mulai sibuk dengan ponselnya. Dalam hati dia berkata.

'Dia pasti tidak akan membiarkanku pergi. Aku pura-pura saja berkata demikian, biar dia tahu kalau aku juga bisa membuat satu keputusan. Tapi bagaimana bila dia mengiyakannya?'

Keyakinan Intan sedikit goyah, saat menyadari kalau Richard bukanlah pria bodoh yang mudah untuk dibohongi.

"Ayo kita pergi! Kita akan tidur di rumah. Saya tidak bisa membawamu ke apartemen." Richard pun menarik tangan Intan menuju mobilnya.

Intan seketika tertawa di dalam hati. Dia semakin yakin, kalau Richard pun takut kehilangannya, walaupun dia selalu bersikap dingin padanya. Mereka berdua pergi tanpa sepengetahuan kedua orang tua Intan. Richard melajukan mobilnya, melintasi jalanan sepi menuju rumahnya. Sementara Intan yang sedang di mabuk asmara, kembali memeluk lengannya sembari tersenyum bahagia. Tapi tidak berapa lama, dia kembali kepikiran dengan ucapan Richard di teras rumahnya tadi.

"Mas,, Mas Richard.." Intan mulai bersuara, setelah terdiam beberapa saat.

"Hmmm." Richard bersuara tanpa kata.

"Apa kamu benar-benar nggak menginginkan aku? Kalau memang seperti itu, mengapa kamu mau melamar ku? Apa semua hanya demi Oma? Aku tuh sangat mencintai kamu Mas. Dan aku sangat takut kehilangan kamu." Ucapan Intan, yang sedikit menyentuh perasaan Richard.

Pria tampan itu memang belum bisa memastikan perasaannya. Karena itulah dia tidak ingin merusak Intan sebelum ada kepastian. Jauh di dalam dasar hati, dia masih berharap pernikahan itu tidak pernah terjadi. Namun dia sama sekali tidak berdaya untuk menggagalkan semuanya.

1
Mirna Hadhnuu
yang ini di lanjut dong kakak
Lina Marlina
/Good/
Nopi Agustin
ini tentang keluarga rahardian, bukan permana
I Ka
sangat bagus ceritanya 👍🏼👍🏼❤️
Risna Tanjung
akak Riska ngapa nggak up lg sih 😔padahal karyamu semua awk suka ❤❤❤deh
Intan nur aini
udah mau 2025
Intan nur aini
2024
Nopi Agustin
ini cerita anaknya dinda sama raka bukanyah penasaran sama kisah anak nya
Nopi Agustin: bukan
total 1 replies
@ Mmh adil @
bagus
Emmy More
sangat bgus
Silvi Grassiia Sisilia
kok gak di lanjutin lg kak
Destri Yanti
ayolah thor tiap buka noveltoon selalu nyempetin buka novel ini kirain dah up lagi😭😭
Toto Suharto
kapan lanjut lagi upnya kak riska...ga sabar nunggu no tice upnya...
𝕹
thor kpn lanjut novel cinta dalam perjodohan 3 ak penasaran bgtt
❣️yu_chan❣️
novel ini ceritanya bagus kenapa gak diterusin Kk Riska..😞
鬱𝐭𝐫𝐢𝐜𝐭𝐳❀∂я࿐
lanjut thorr..
Siti Rohani
sabar intan kalau jodoh kalian panti segera nikah kok
musita
cerita bagus dan menarik.
Sarah Harona
saya suka karyamu thor sangat mnarik di tunggu lnjutanya ya thor sdh saya vote
Kurnianingsih
Nyimak dulu ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!