NovelToon NovelToon
Salah Rahim

Salah Rahim

Status: tamat
Genre:CEO / Duda / Pernikahan Kilat / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:13.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: alya aziz

Arman enggan untuk menikah lagi setelah kematian sang istri, namun sangat ingin mempunyai anak sebagai penerus keluarga.


Teknologi medis yang semakin canggih membuat Arman bisa saja mempunyai seorang anak tanpa harus melalui hubungan badan. Prosedur itu biasa disebut dengan inseminasi buatan. Naas, sel sp*rma Arman yang seharusnya disuntikan ke rahim seorang wanita yang telah disiapkan, malah di suntikan ke rahim Asyifa Khairunnisa.



"Aku tidak pernah melakukan zina seperti yang kalian katakan, aku tidak mungkin hamil!"


Syifa dinyatakan hamil tepat di hari pertunangannya. Sang calon suami yang sudah terlanjur kecewa memutuskan pertunangan begitu saja.


Tepat hari itu pula Arman mengetahui bahwa dokter rumah sakit tersebut telah melakukan kesalahan prosedur inseminasi buatan. Arman pun tidak tinggal diam, ia datang menghampiri Syifa di kediaman orang tuanya.



"Lahirkan anak itu untukku." Arman Alfarizi.


Langkah apa yang akan Syifa ambil selanjutny

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alya aziz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.30

.

.

.

Dengan pandangan sayu, Syifa menatap sang suami yang begitu dekat dengannya. "Apa Mas menginginkan ku malam ini?" kata itu terucap lirih entah sadar atau tidak namun ucapannya membuat seseorang terpaku.

Matanya membulat dengan napas yang tiba-tiba saja tertahan keluar. Arman tiba-tiba menjadi gugup saat mendengar pertanyaan Syifa. "Ehm, aku ... aku ingin ka--"

Ucapannya terhenti ketika mata Syifa tiba-tiba saja kembali tertutup, suara dengkuran halus dari mulut Syifa membuat Arman menghembus napas panjang seraya terlentang. "Astaghfirullah, ternyata dia hanya mengigau. Kenapa aku merasa baru saja di siksa."

Ia kembali menoleh menatap wajah sang istri dari remang-remang cahaya lilin. "Kamu benar-benar berhasil membuat hati ku tak karuan. Berapa lama aku terpuruk, hingga saat menginginkannya begitu menggebu-gebu."

Arman melingkarkan tangannya di atas perut Syifa, lalu mencoba memejamkan mata meski ia pun tak tahu bisa tidur atau tidak malam ini.

~

Pukul delapan pagi setelah selesai sarapan bersama. Syifa mengerutkan kening saat sang suami terlihat begitu santai seolah enggan untuk beranjak, padahal hari ini bukan hari libur. "Mas tidak bekerja?"

Dengan wajah sayu karena kurang tidur, Arman mendogakkan kepalanya melihat sang istri. "Aku mau libur saja." Ia kembali fokus melihat surat kabar pagi ini.

Karena penasaran Syifa pun segera duduk di samping sang suami. "Libur, kenapa?"

Arman kembali menoleh seraya memasang wajah datar. "Kamu benar-benar tidak ingat?"

"Ingat apa? Mas sedang kesal ya, biasanya senyum lima jari, ini dari tadi pagi seperti orang frustasi." Syifa tak henti-hentinya mengerutkan kening karena tidak mengerti dengan ucapan sang suami.

Betapa polosnya istri ku ini, sepertinya aku harus mengajaknya ke suatu tempat, batin Arman.

Akhirnya Arman memasang senyum sambil membelai pucuk kepala Syifa. "Mas tidak kesal, kamu tenang saja. Kamu siap-siap gih, aku mau mengajak kamu ke suatu tempat."

Tentu saja Syifa semakin heran karena tiba-tiba saja Arman ingin libur lalu mengajaknya untuk pergi ke suatu tempat. Rasanya Syifa ingin bertanya tetapi ia yakin suaminya malah akan kesal jika ia terus bertanya. "Baiklah, aku mau sholat Dhuha sebentar."

Arman menggenggam tangan sang istri lalu beranjak dari tempat duduknya. "Ayo sholat bersama.

~

"Maaf Firman, tapi Ayah tidak bisa melanjutkan bisnis bersama kamu," ucap Ayah sambil menyodorkan sebuah map ke hadapan Firman.

Wajah Firman terlihat datar, ia sudah menduga ini akan terjadi, namun ia pikir tidak akan sakit nyatanya begitu sakit ketika ia benar-benar tidak lagi di harapkan.

Ia meraih map itu dengan segala perasaan hancur yang terlihat jelas. Setelah ini ia tidak tahu lagi apa yang harus ia perbuat untuk kembali membawa Syifa ke sisinya.

"Apa Pak Arman yang meminta Ayah untuk membatalkan kerja sama kita?"

Ayah menundukkan kepalanya, ia tak bisa memungkiri hal itu. "Ya, Arman meminta Ayah untuk mengurus perusahaan cabang, kerjanya ringan dan tidak memakan waktu, sekali lagi Ayah minta maaf."

Firman mulai tertunduk lemas.

"Firman, Ayah tahu kamu sangat mencintai Syifa tapi kamu sudah tidak bisa memiliki dia lagi. Jujur hari itu Ayah sangat kecewa kepada kamu, tapi karena Ayah sudah menganggap kamu anak, kita lupakan saja masalah di masa lalu, sekarang kamu mulailah hidup baru, yakinlah dengan atau tanpa Syifa kamu juga bisa bahagia."

Firman tidak bisa menahan air matanya. Di ruangan sunyi itu air matanya menetes saat segala penyesalan hanya bisa di ratapi tanpa bisa di perbaiki. "Wanita mana yang pantas menggantikan posisinya di hati saya."

Ayah menepuk pundak Firman beberapa kali, ia tahu pasti begitu berat tetapi semua pasti bisa terlewati. "Kamu pasti akan menemukan wanita yang sebaik dia atau mungkin kamu akan menemukan yang lebih dari dia. Ayah pamit."

Ayah beranjak meninggalkan ruangan ruko yang baru saja akan Firman jadikan kantor pertamanya. Setelah kepergian Ayah, bukannya berhenti, tangis Firman semakin pecah.

Bahkan setelah aku menantang takdir, kamu tak juga perduli. Apa yang harus aku lakukan Syifa saat aku bukan lagi surga yang kau rindukan, batin Firman.

Tutur cinta yang mengucap satu nama hanyalah kiasan dunia sementara penentu segalanya adalah sang pencipta alam semesta.

Bisikan lirih di sepertiga malam, kini sudah memberi jawaban. Ya, jawaban dari segala doa yang di langitkan tidak selalu sesuai dengan harapan, karena Allah memberi sesuai apa yang hambanya butuhkan bukan yang di inginkan.

Bersambung 💕

1
tati st🌼🌼
terus terang aku baru tau ada karya otor di sini
pretty girl's
luar biasa
Issya Anissya
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Issya Anissya
sangat bagus sekali
Ambu Purwa
ada ada saja kamu syfa
Ambu Purwa
padahal.syfa jangan katakan dulu hamil tapi bikin kejutan donk ke suamimu
Ambu Purwa
bahagia syfa punya suami hebat
Ambu Purwa
sehat selalu ya debay
Ambu Purwa
lannht swmoga aeman lukuh
Yuningsih Nining
aiiih 🤣🤣🤣belut sawah kayak kepincut belut si devan aja
masih Utuhh ktnya sehari lemmes 🤣🤭
Yuningsih Nining
🤣🤣Gagal unboxing dach padahal abis puasa wou cm brp hari
kata syifa selamat selamat dach ahhahaaa
Yuningsih Nining
nyesal kan, nyesel kamu firman fir'aun kata devan, itu akibat gamau denger penjelasan syifa , tp yng lebih kuat syifa bln BerJodih sm kamu tp sama Arman
Ambu Purwa
biarkan waktu yg menjawab
Ambu Purwa
jawab iya arman biar firman ga ada celah masuk dengan dalih cinta
Ambu Purwa
pasti menyesal ya.ga berguna lagi wong syfa dah nikah bro
Ambu Purwa
boleh syfa bikin tuh arman jatuh cinta sampai klepek2
Ambu Purwa
semoga syfa menjadikan arman bucin 7 keliling
Ambu Purwa
shila ada maksud tertwntu dan ingin jadi nyonya arman Alhamdulilah jalan membelokkan akhirnya gagal
Ambu Purwa
memang menggemaskan
Ambu Purwa
firman kalah stak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!