NovelToon NovelToon
Adikku, Istri Kedua Suamiku

Adikku, Istri Kedua Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:612.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ridz

Dea dijebak oleh kakaknya yang berakhir dia harus ditiduri oleh suami kakaknya yang membuat dia harus mengandung anak dari suami kakaknya dan terpaksa menjadi Madu dari sang kakak hanya karena kebahagiaan sepihak.

Menceritakan Liku-Liku perjalanan kakak adik angkat, yang terjebak dalam hubungan rumit dimana mereka harus berbagi suami yang sama dengan keadaan saling mengikhlaskan.

Zara Aridda sesosok wanita tegar dengan rasa penuh perhatian harus menikahkan suaminya dengan adiknya dikarenakan adiknya telah hamil anak suaminya, namun dia menyimpan rahasia yang besar yang hanya dia yang tahu.

Dea Aninda sesosok wanita yang tak kala tegar nya terpaksa masuk kedalam hubungan pernikahan kakaknya dan menciptakan sebuah keadaan rumit dimana dia terjebak dalam keadaan terpaksa dan kenyataan bahwa dia mulai mencintai suami kakaknya yang kini menjadi suaminya

Siapakah yang akan dipilih Tirta dikala Kedua istrinya sama-sama ingin menyerah

Siapakah yang akan bertahan dalam pernikahan tersebut dan siapakah yang pada akhirnya menyerah

Dan jangan lupa sosok Danu yang selalu ada untuk Zara dan masih menanti cinta Zara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH. 28: Jangan Katakan Apapun

SELAMAT MEMBACA, MAAF KALAU MASIH ADA TYPO, KARENA AUTHOR HANYA MANUSIA BIASA YANG TAK LUPUT DARI KESALAHAN.

"Khilaf, Terdalam Lagi Khilaf nya," - Author

BTW MAU CURHAT AUTHOR SUKA BACA KOMENTAR KALIAN, PADA JADI MOODBOOSTER BUAT AUTHOR! INTINYA THEBESTLAH BUAT YANG MASIH SETIA SAMA NOVEL INI.

OKEY SELAMAT MEMBACA :)

°°°°°

Setelah sudah agak tenang, Dea dan Zara keluar dari rumah Zara dan menuju Taksi online yang mereka pesan, Baik Tirta dan Danu tidak mengetahui bahwa istri mereka akan pergi kerumah sakit, diakibatkan Zara yang selama ini selalu Menyembunyikan semua penyakitnya sehingga terlihat sehat-sehat saja.

"Mas Danu udah tahu belum kalau kakak kena Tumor?" tanya Dea pada Zara.

Dea sudah mengetahui masalah Tumor Zara semenjak Dea dan Zara kembali berbaikan.

"Gak, dek," jawab Zara singkat. "Mas Danu cuma tahu kalau kakak itu mandul jadi gak bisa punya keturunan,"

"Atau mungkin Mas Danu tahu? Dia hanya tahu tentang penyakit Tumor itu tapi dia tidak tahu bagaimana kondisi dan keadaan kakak sebenarnya," lanjut Zara

Dea menatap Zara lemah. "Kakak beneran mandul atau ini efek penyakit kakak? Apa kakak pernah cek ini di dokter selama Kakak menjadi istri Bang Tirta dulu?"

Zara menggeleng selama tujuh tahun, Tirta pun baru tahu penyakitnya sedangkan Danu sudah mengetahuinya sebelum pernikahannya dengan Zara tapi mereka tidak tahu bahwa penyakit itu semakin parah, bahkan Danu sendiri pun juga tidak tahu apa yang tengah menimpa istrinya sekarang sudah membuat istrinya drop.

"Kenapa kakak gak ngomong sama Mas Danu aja?" usul Dea pada Zara.

"Jangan dek, kalau Mas Danu tahu tentang penyakit kakak, entah apa yang bakal dia bilang nanti," jawab Zara memberi jeda. "Mas Danu udah sibuk kerja, kakak gak mau dia kepikiran sama kondisi kakak,"

"Terakhir kakak menyimpan beban sendiri, itu menghancurkan hidup kakak, apa kakak mau kesalahan itu terulang lagi?" ujar Dea menasehati Zara.

"Untuk saat ini, kamu harus janji gak bakal bilang apapun ke Mas Danu," pinta Zara menggenggam tangan Dea.

Dea hanya menghembuskan napasnya menerima pernyataan final kakaknya kalau sudah begini dia harus apa, dia tidak bisa menentang keputusan kakaknya, tak lama setelahnya taksi yang mereka tumpangi memasuki area rumah sakit.

Zara dan Dea segera turun setelah Dea membayar argo-nya, setelahnya Zara dan Dea berjalan beriringan.

Brak!

Zara tersungkur kedepan karena disenggol secara sengaja oleh seseorang yang kini tengah berdiri dihadapan mereka.

Siapa lagi kalau bukan sosok Viona yang entah mengapa bisa ada disini.

"Wah kebetulan sekali kalian ada disini? Apakah kau datang untuk mengecek seberapa parah penyakitmu? Kabari aku kalau penyakit wanita ini semakin parah, karena aku akan membuat pesta besar jika itu terjadi," hardik Viona yang membuat Dea geram.

Dea membantu Zara berdiri dan hendak mendorong Viona sebelum pergelangan tangannya ditarik oleh Zara yang mengodenya untuk menghentikan langkahnya.

Viona berjalan mendekati Zara dan Dea dengan senyum penuh kemenangan di wajahnya. "Aku akan membuat hal yang lebih buruk lagi dari ini, jadi siapkan dirimu Zara,"

Zara tidak menanggapi Viona dan memilih menarik tangan Dea untuk berjalan, disaat Dea berjalan disamping Viona, Dea langsung mencengkram kuat lengan Viona yang membuat Viona mengadu.

"Aku memang tidak bisa melakukan hal fatal, tapi kalau kau menyakiti kakakku, kupastikan kau harus belajar berjalan tanpa kaki, perhatikan langkahmu Nona," ancam Dea berbisik.

Viona yang mendengar itu hanya terdiam dan memperhatikan punggung Zara dan Dea yang sudah menghilang dari pandangannya karena mereka berdua memasuki rumah sakit.

Sesampainya didalam rumah sakit, Zara harus menjalani pemeriksaan ronsen dan beberapa pemeriksaan lainnya mengenai kesehatannya, setelahnya ia dan Dea disuruh menunggu di ruangan dokter yang menanganinya sembari menanti hasil lab yang masih diproses.

"Bagaimana kalau sakit kakak semakin parah?" tanya Zara khawatir.

"Optimis kak, gaada yang gak mungkin selagi kita optimis," hibur Dea menguatkan Zara.

Suasana didalam ruangan itu mendadak dingin karena perasaan kalut Zara setelah pemeriksaan. Sementara Dea hanya melirik arlojinya, yang sebentar lagi adalah waktu makan siang.

Dokter yang tadi memeriksa Zara masuk ke ruangan tersebut dan membawa kertas berisi hasil Lab Zara.

"Bagaimana dok?" tanya Zara penasaran.

Dokter tersebut membenarkan kacamatanya dan menarik napas dalam. "Saya takut untuk mengatakan ini, melihat kondisi bu Zara saya sudah menebaknya tapi saya tidak berpikir kalau ini akan terjadi,"

Zara mengerutkan keningnya. "Kenapa Dok?"

"Penyakit Tumor Rahim, Bu Zara sudah mempengaruhi tahap kesuburan Bu Zara dan harus segera menjalani operasi, dan kabar buruk lainnya Bu Zara menderita kanker darah," jawab dokter tersebut.

Bagai disambar petir, Zara hanya terdiam kaku menerima kenyataan bahwa ia menderita kanker darah, menderita tumor saja dia sudah menderita dan kini dia harus menerima kenyataan pahit tersebut.

Bahu Zara bergetar, Dea yang melihat itu langsung memeluk kakaknya dari samping, sementara itu dokter tersebut hanya terdiam melihat reaksi Zara.

"Apakah bisa disembuhkan dok?" tanya Dea.

"Kemungkinannya sangat besar, karena kanker darah Bu Zara baru menginjak stadium awal dan belum mempengaruhi kesehatan secara menyeluruh, rutin berobat jalan bisa memperbesar kemungkinan ibu untuk sembuh, tapi hal ini akan mempengaruhi kesuburan ibu, tapi saya ingin memberikan angin segar bahwa peluang Bu Zara untuk hamil masih besar dengan berobat jalan tentunya," jawab Dokter tersebut.

"Baik Dok, saya ingin melakukan obat jalan yang dokter katakan," jawab Zara.

"Baiklah Bu, Ibu bisa datang kesini senin depan dan melakukan cuci darah pertama sebelum obat jalan yang akan ibu lakukan, saran saya adalah ibu harus mengontrol pola makan dan jangan terlalu bekerja berat," ujar Dokter itu pada Zara.

Zara pun mengiyakan saran dokter tersebut dan pamit pada dokter tersebut, Dea dan Zara berjalan keluar dari rumah sakit tersebut, mereka berpisah disana karena Zara akan mengantarkan makan siang untuk Danu dan Dea akan mengantar makan siang untuk Tirta.

"Jaga rahasia ini yah," pinta Zara sebelum Dea pergi.

Dea hanya tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya dan masuk kedalam taksi meninggalkan Zara disana.

Sementara Zara harus pergi ke restoran untuk mengambil Sop buntut pesanannya, dia baru tahu kalau makanan kesukaan suaminya adalah Sop buntut.

Zara tengah duduk dimeja makan restoran tersebut sebelum seseorang yang hari ini selalu menganggunya datang dengan senyum psikopatnya.

"Hai Zara, kita ketemu lagi, pasti kamu mau pesanin Sop Buntut yah buat Danu?" tanya Viona pada Zara.

Zara hanya memalingkan wajahnya dan menatap tajam wanita tersebut. "Mau apa kamu kesini? Saya sedang tidak ingin cari perkara dengan kamu,"

"Siapa bilang aku cari perkara? Aku cuma bilang, kalau aku lo yang ngenalin Danu dengan Sop buntut, ups aku lupa bilang yah kalau aku sahabatnya Danu juga? Jangan pikir kamu doang sahabatnya, aku lebih tahu semua hal tentang Danu, kamu tahu rumah yang kamu tempati sekarang? Itu aku yang saranin Danu buat beli rumah itu, jadi kamu cuma sebatas nyonya dirumah itu, karena bayang-bayang kedekatakanku dengan Danu akan selaku hadir dalam pernikahan keduamu," jawab Viona tersenyum sinis.

"Jadi kamu cuma ibarat dapat sisa-sisa dari semua hal yang udah pernah aku lakuin bareng Danu, kami memang tidak pernah menjalin hubungan, itu mungkin akan terjadi seandainya kamu tidak pernah hadir dalam kehidupan dia," lanjut Viona.

"Ngomong apa sih kamu? Belum puas juga bermimpi? Sampai kapan pun kamu gak akan pernah dapatin suami saya, selagi saya masih bernapas, jangan merendahkan harga diri kamu Viona, ah saya lupa, kamu memang tidak memiliki harga diri kan?" balas Zara pada Viona.

"Itukan menurut kamu? Liat saja siapa yang akan menang disini Zara, bersiaplah menerima takdirmu," jawab Viona berjalan meninggalkan Zara disana.

- TBC

Pelakor Ada Dimana-mana

Suami Digembok

1
Puji Rahayu
nyong we milu mumet leh ngrasake lahh...
mubeng2 wae..ra uwis2...😃😃😃
Ibelmizzel
zara Danu hadeh....
Ibelmizzel
zara egois seolah dia yg korban disini seolah2 dia terluka dan yg paling tersakiti orang2 menyalahkan adiknya padahal dia yg menyusun sekanariony
Surabaya Honda
W.O.W wonderful Thor,, CHIAYOO 👍
Surati
bagus
Dyah Oktina
mertua thor... bukan menantu..
Dyah Oktina
bukannya mblnya aston martin ya???? apa dah d jual d ganti honda brio 🤭
Dyah Oktina
kayaknya hanya ada d dunia halu 🤭
Dyah Oktina
setuju zara sama danu... tapi zara harus terus terang dgn keadaannya... kla engak ... ngak setuju juga zara dgn danu... kasihan danu.. akhirnya terus aja akan seperti pernikahan pertama
Dyah Oktina
kla zara sama danu... kasihan juga danu ngak bakal punya anak dari zara
Dyah Oktina
kla zara sama danu... kasihan juga danu ngak bakal punya anak dari zara
Mega Mkf
yaaa,,, ush kebaca,ujung2nya zara bakalan sm danu,kompor jg si danu,ibaratnya ai danu pebinor,,, jd males lanjut bacanya.
Mega Mkf
mampus kau zara,egois dan ngk punya harga diri,,, demi bahagiaan suami adik sndri kau jd kan korban,,,,
Mega Mkf
seharusnya zara mendapatkan hukuman yg berat bgt itu,manusia munafix,hanya dalam khayalan sj si emg sptri ini novel2,yg pelakunya msh menemukan kebahagiaan,,, dan aku paling ngk suka yg selalu dan selalu mengatas namakan kebahagiaan bersama,kl ke bahagiaan knp mesti di awali dgn keburukan,bukan kah keindahan dan kebahagiaan itu di dasari dgn ke jujuran,,,,
Ana Susana
❤️👍
Yusnita Nenvawaty Sihombing
sidea sedikit2 lari aja kerjanya.. punya bakat jadi atlet lari x ya😁😁
Hera sasuwe
ceritanya bagus
Hera sasuwe
konfliknya puter2 dit4 itu ya cari bahagia n bahagiain orang kok gitu2 amat ya jalannya rumit sendiri jadinya
umi b4well (hiatus)
Hem
Mega
lama jd aneh kisahnya,di vonis mandul tp bisa hamil,emang hanya kuasa allah yg tau,tp mustahil shi,dulu sm tirta kemana aja mbak zara,,, pdhl tirta tokcer lho sm dea 1x lsg jd,,, dasar zara perempuan munafix,bilang aja udh bosen sm tirta dan mau nikah sm danu pakai embel2 ini lah itu lah,,, hanya ada di novel aja shi yg bisa bgni,di reall ngk bakal ada jg shi,,, maaf thorr aku berhenti bacanya udh sebel bgt sm zara wanita sok baik,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!