NovelToon NovelToon
Looking For Murder

Looking For Murder

Status: tamat
Genre:Action / Misteri / Mafia / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Bas_E

Kisah ini adalah kisah seorang perwira menengah kepolisian Osaka yang bernama Takagi Fujimaru, 35 tahun, bersama rekannya Kaoru Usui, 30 tahun, yang mengungkap kasus pembunuhan berantai. Kasus ini terinspirasi dari kisah nyata pembunuhan berantai yang terjadi di Hongkong pada tahun 1982. Dalam bekerja mereka dibantu seorang dokter ahli forensik yang bernama Keiko Kitagawa, 35 tahun. Bagaimanakah kisah perjuangan mereka mengungkap kasus dan menemukan pelaku yang sesungguhnya ?
Selamat membaca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bas_E, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Shuji Tetsuya

September 2012, di sebuah rumah kecil di Osaka

Bunyi botol pecah, membuka kesunyian pagi itu.

Prank..

Tak lama kemudian

Plak..

"Dasar istri tidak berguna !!! Berikan aku uangmu !!!" Suara seorang pria menggema.

"Aku tidak mempunyai uang lagi!!" Jawab seorang wanita tak kalah sengit.

"Bohong !!!" Bentak sang pria.

Terdengar bunyi orang melempar sesuatu.

Duk..

"Apa yang kau lakukan, breng sek!!" Suara wanita kesakitan.

"Lepaskan tanganmu, sia lan !!" Suara pria membalas makian.

Duk !!!

"Kur ang a jar, kau!!" Hardik wanita itu kembali.

"Itulah akibatnya kalau menghalangiku. Mau ku lempar sekalian kau ke luar !!" Teriak sang pria

Hening...

"Sia lan !! Di mana kau simpan uang mu, pela cur!!" Lanjutnya

"Sudah ku bilang, aku tidak mempunyai uang, breng sek!!" Jawab wanita itu kembali

"Aku tidak percaya !!!. Hei.. berikan itu padaku !!"

"Jangan kau ambil. Itu satu-satunya peninggalan orang tuaku yang masih tersisa.!!" Rengekan sang wanita memohon.

"Masa bodoh. Sini berikan padaku, dasar *** *** !!" Jawab lelaki itu tak peduli

Plak..

Suara tamparan kembali terdengar

"Kembalikan padaku, breng sek !!" Teriak wanita itu lagi.

Kriet.. Brak.

Terdengar bunyi pintu dibuka dan dibanting.

Langkah kaki terdengar melewati pintu kamar. Shuji Tetsuya duduk di lantai dengan menutup kedua telinganya. Langkah kaki itu semakin menjauh.

Brak .. Pintu depan dibanting dengan kuat. Merupakan tanda bahwa sang ayah telah meninggalkan rumah mereka. Setelah pria itu pergi, Shuji bergegas menuju kamar ibunya.

Kriet.. Dibukanya pintu kamar perlahan. Ruang tidur yang pengap dan gelap itu terlihat berantakan. Pakaian yang ada di lemari baju, bertebaran di lantai. Botol minuman keras tergeletak pecah di sudut ruangan.

Ibunya meringkuk di lantai dekat tempat tidur. Shuji segera berlari ke arah wanita yang telah melahirkannya itu.

"Ibu... Kau tidak apa-apa?" Wanita itu hanya diam membisu. Matanya terlihat kosong menerawang. Rambutnya berantakan dengan wajah bekas lebam di sana sini.

"Ibu.. Bicaralah. Katakan sesuatu" Shuji mengguncang tubuh ibunya, namun wanita itu tetap diam membisu

"Ibu. Aku mohon, bicaralah.."

Dengan menguatkan tekad, Shuji mengangkat tubuh ibunya ke atas ranjang. Membaringkannya dan menutup tubuh itu dengan selimut. Dengan hati-hati, ia membersihkan pecahan botol yang berceceran di lantai kamar. Membereskan semua bekas kekacauan yang ditinggalkan ayahnya.

Shuji Tetsuya hanya seorang siswa kelas 3 di SMA Osaka, yang bisa melanjutkan sekolahnya dengan beasiswa. Ayahnya seorang pemabuk dan penjudi. Karena kegemarannya inilah kehidupan rumah tangga keluarga mereka berantakan. Entah bagaimana caranya mereka masih bisa bertahan hidup hingga saat ini.

Shuji pergi ke dapur dan melihat persediaan beras mereka yang hanya tinggal segenggam. Dengan melepaskan nafas berat, ia mengambil beras itu dan menanaknya menjadi bubur. Setelah jadi, bubur itu di masukkan ke dalam mangkuk, dan di bawanya ke kamar ibunya beserta segelas air.

"Ibu... Ini aku buatkan bubur. Ibu makan ya.." Shuji menyendok bubur panas itu dan meniupnya.

"Ibu.. Bukalah mulutmu." Bubur di dalam sendok menggantung di udara menunggu ibunya membuka mulut.

"Ibu.." Tidak ada respon apapun dari wanita itu. Perempuan itu hanya terdiam membisu dengan menatap kosong langit-langit kamar.

Shuji melihat jam di dinding kamar, telah menunjukkan pukul Pukul 8 pagi. 1 jam lagi sekolah akan di mulai. Shuji meletakkan mangkuk bubur di atas nakas.

"Ibu, aku harus ke sekolah. Buburnya nanti dimakan ya." Shuji meletakan mangkuk itu di atas nakas. Ia bergegas menuju kamar mandi, berkemas diri dan segera berangkat sekolah.

Dengan menahan lapar, Shuji berangkat sekolah. Hanya sebotol air mineral saja yang bisa ia minum untuk mengganjal perutnya yang kosong.

Melangkahkan kaki lebih lebar Shuji berangkat ke sekolah agar ia tidak terlambat sampai di kelas. Sepanjang perjalanan ke sekolah, tentu saja ia berpapas dengan teman-teman sekolahnya, tapi tak satu orangpun yang sudi menyapa dirinya. Karena ia bukanlah siswa kaya dan populer, yang menjadi idola teman-teman seusianya.

Duduk di pojok depan kelas, Shuji membuka buku, mengulang mata pelajaran yang telah lalu sambil menunggu kedatangan guru mata pelajaran. Ia sangat takut beasiswanya di cabut, jika nilai pelajarannya anjlok. Ia tidak memperdulikan aktifitas yang dilakukan teman sekelasnya yang asik bersenda gurau.

Mata pelajaran hari ini adalah sains. Bu Gina Ayumi memasuki kelas dengan anggunnya. Kelas yang semula gaduh, mendadak sunyi, begitu mendengar suara high heels beradu dengan lantai keramik kelas.

Klotak .. Klotak.. Klotak..

Aroma citrus seketika memenuhi ruang kelas. Dengan melemparkan senyuman, Bu guru Ayumi memulai kelasnya. Menerangkan materi pelajaran dan memberikan tugas. Ia sesekali berkeliling kelas, memeriksa tugas yang sedang dikerjakan para siswa. Saat berkeliling itu, diam-diam ia meninggalkan kertas di atas buku Shuji. Dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa, Ayumi kembali ke tempat duduknya.

***

1
ramanda
tubuh yusa diambil alih sota sebelum akhirnya bertemu mbak kunti dan dibanting sampai pingsan selama dua bulan. mungkin.
ramanda
aku rasa biksu itu bukan hantu atau biksu asli, tapi kepribadian baru yusa.
ramanda
wow dua bulan di dalam hutan dan masih hidup ? bagaimana cara dia bertahan hidup ?
ramanda
fuji pemilik gunung kembar kesayangan geo.
ramanda
Subhanallah .. sungguh anak yang malang.
ramanda
jadi selama ini ayahnya tau tapi menutupi fakta, dan ibunya .. sama sekali tidak tau penyakit mental anaknya. 😥
ramanda
padahal sekolah di jepang baru mengajarkan calistung ketika anak berada di sekolah dasar. atau sekitar usia 7 tahun.
ramanda
apakah ren adalah kepribadian lain dari yusa ?
ramanda
tak bisa berkata kata menyaksikan adiknya berdebat dengan dirinya sendiri.
ramanda
pelakunya mengidap penyakit kepribadian ganda. apakah yusa juga yang melakukan pembunuhan terhadap cho, ayumi, dan adriana ?
ramanda
yusa ? memiliki kepribadian ganda atau alter ego ?
ramanda
pelaku mengenal hikari ?
ramanda
benjorka. benjiro bjorka.
ramanda
perempuan mengucapkan love you kepada perempuan lain akan terdengar biasa saja sejauh kita tidak tau kalau mereka menyimpang.
ramanda
sora kah ? hahaha
ramanda
doa baik saja belum tentu dikabulkan apalagi doa buruk 🤣
ramanda
aku sudah curiga saat dia bilang tentang pilihan hidupnya dan benci lelaki. ternyata memang menyimpang.
ramanda
yang benar usia takagi 39 atau 35 tahun ?
ramanda
kalau melakukan pelepasan di dalam, besar kemungkinan ditemukannya DNA tetsuya.
ramanda
ternyata diam2 perempuan juga berimajinasi ke arah sana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!