Vesper Next Generations
SEASON 1 : PEMBENTUKAN KARAKTER
Disarankan membaca Novel Vesper and The Bodyguards terlebih dahulu sebelum membaca novel ini. Terima kasih~
***
Lysa Herlambang, Kim Arjuna, Jonathan Benedict dan Sandara Liu adalah empat mafia muda yang terlahir dari rahim seorang Ratu mafia yang telah menikah sebanyak 5 kali.
Kehidupan mafia yang tak bisa lepas dari dirinya membuat keempat anaknya kini mengikuti jalan kegelapan itu.
Namun, di balik kekejaman dan kebrutalan dunia hitam, masih tersimpan kasih sayang, canda, tawa, haru dan kesedihan di balik kehidupan tragis mereka.
Keempat saudara bersatu untuk memecahkan misteri terbentuknya kerajaan mafia bernama 13 Demon Heads dengan musuh terbesar adalah militer pemerintah dan kelompok mafia leluhur mereka, The Circle.
Mampukah empat mafia muda menguak misteri dan selamat dari gempuran dua kubu yang ingin melenyapkan mereka?
---
WARNING!
Tanggapi kisah ini dengan bijak
Author tidak bertanggungjawab jika ketagihan dengan ceritanya
Jangan lupa like dan komentarnya
Lele Padamu💋💋💋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lelevil Lelesan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tuan Muda Jonathan
Saat semua orang sedang berdebat, tiba-tiba pintu ruang meeting terbuka. Semua orang terkejut melihat kedatangan Jonathan, anak ketiga Vesper.
Jonathan masuk dengan santai. Mengenakan setelan jas rapi dan sepatu vantofel. Menyisir rambutnya ke samping bahkan tercium parfum maskulin dari tubuhnya saat berjalan melewati orang-orang yang duduk di kursi.
"Sudahlah, jangan ribut-ribut. Kali ini Tuan Muda Jonathan akan ikut membantu," ucapnya santai sembari memasukkan kedua tangan di saku celananya.
Jonathan berlagak dan berjalan dengan elegant diikuti oleh Pustakawan Tom yang berjalan di belakangnya. Semua orang dibuat melongo dengan aksinya.
"Om-om The Kamvret pergi saja untuk mencari Red Ribbon membantu Agent O dan K seperti permintaan mama. Untuk urusan bengkel serahkan saja padaku," ucapnya lagi yang kini wajahnya muncul di seluruh layar karena ia berdiri persis di depan kamera.
"Kenapa kau bisa berada di sini?" tanya Kai penasaran.
"Oh, Dara menghubungiku. Katanya Ayah Han sudah kembali dan Kak Arjuna sakit. Sebagai saudara yang baik, aku datang menjenguk dan ikut menyelesaikan masalah yang sedang kalian hadapi."
Semua orang terbengong-bengong mendengar yang Jonathan ucapkan. Mereka yakin jika Ivan mengajarkannya yang tidak tidak.
"Jonathan ...."
"Eits. panggil aku Tuan Muda Jonathan dan akan lebih baik lagi jika kalian memanggilku Tuan Muda Jonathan si anak emas," ucapnya dengan telunjuk sebagai pengingat.
Jonathan duduk perlahan dimana Pustakawan Tom menarik kursi untuknya. Jonathan duduk di antara Han dan Kai. Tempat biasanya Vesper duduk dan bisa melihat semua orang dengan jelas.
Urusan mereka dengan pembagian tugas yang ditinggalkan oleh Vesper belum selesai. Kini makin bertambah dengan datangnya Jonathan yang berlagak seperti orang dewasa.
"Lalu dimana Papi mu Si Ivan itu?" tanya BinBin sebal.
"Oh, dia sedang menjenguk Arjuna. Papi Ivan tahu bahwa dia tidak memiliki hak untuk ikut dalam rapat ini. Sedang aku, aku adalah penerus dari mamaku Vesper. Jadi, aku harus ikut dalam rapat penting ini," ucapnya yang kini meletakkan kedua tangan di atas meja dengan duduk tegap meski kaki kursi harus di naikkan agar Jonathan terlihat.
Semua orang menggeleng kepala. Mereka tak menyangka jika Ivan adalah biang kerok yang membuat Jonathan harus ikut terlibat dalam meeting kali ini.
"Baiklah Tuan Muda Jonathan. Anggaplah kau yang akan mengurus bengkel yang ada di Ceko. Lalu bagaimana cara mengurusnya?" tanya Buffalo penasaran.
"Pustakawan Tom akan menjadi asisten kepercayaanku dan Papi Ivan akan ikut membantuku untuk mengurusnya. Dia sedang bosan dengan segala urusan yang berada di Inggris. Ia ingin sedikit bersenang-senang."
Sontak mulut semua orang menganga lebar. Tentu saja mereka tak menyetujui jika Ivan ikut serta dalam pengelolaan bisnis milik Vesper.
"Tak akan ku izinkan!" teriak Kai lantang.
Namun, Jonathan hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala dengan santai.
"Papi Ivan sudah memprediksi hal ini. Bahwa kalian semua akan menolak kebaikan hatinya dan aku juga sudah tahu kenapa kalian semua membenci Papi Ivan. Terlebih kalian berdua, Ayah Han dan Papa Kai," ucap Jonathan menunjuk dua lelaki di samping kanan kirinya.
Sontak Han dan Kai terkejut karena nama mereka berdua disebut.
"Aku tahu jika kalian berdua mengejar-mengejar mama selama ini, hingga akhirnya mama terpaksa menikahi kalian berdua. Padahal semua orang tahu bahwa mama dan Papi Ivan saling mencintai. Papi Ivan merelakan cintanya untuk kalian berdua. Apa kalian tidak sadar jika Papi Ivan itu lelaki yang sangat bijaksana?" ucap Jonathan serius.
Sontak Han dan Kai yang sudah tidak bisa membendung amarahnya lagi pun berteriak.
"IVANNN!" teriak Han dan Kai bersamaan seperti monster yang siap mencabik-cabik tubuh mangsanya.
Han dan Kai langsung keluar dari ruang meeting saat itu juga. Para bodyguard Vesper kalang kabut menghentikan aksi 2 lelaki yang sudah murka tersebut.
Acara meeting pun terhenti karena kedatangan Jonathan yang malah membawa masalah baru semenjak kepergian ibunya.
Jonathan masih duduk dengan santai sambil berdecak kesal karena tak menyangka jika sikap dua suami ibunya itu sama persis seperti yang dikatakan oleh Papinya, Ivan. Ivan mengatakan jika Han dan Kai akan marah.
Pustakawan Tom hanya bisa menghela nafas sambil memohon maaf kepada seluruh orang yang tampil di teleconference.
Hingga akhirnya, Jonathan yang malah mengambil alih rapat tersebut. Dia menatap seluruh wajah yang muncul di layar dengan elegant.
"Baiklah karena aku juga cukup sibuk dengan kegiatan ku setelah ini, jadi rapat aku tutup saja. Untuk urusan bengkel yang berada di Ceko, aku sungguh-sungguh mengatakannya bahwa aku yang akan mengurusnya," ucap Jonathan serius.
The Kamvret hanya saling memandang karena bagi mereka, itu tetap tidak masuk akal. Jonathan masih berumur 10 tahun dan ia belum tahu apapun tentang mengelola bisnis.
Bagaimana cara mengurus bisnis yang baik dan benar meskipun Pustakawan Tom dan Ivan yang akan mendampinginya.
"Dek Jojo jangan bercanda ah. Bercandanya nggak enak banget loh," tegur Surya sambil mengelus-elus kedua lututnya dengan 2 tangan.
"Meskipun aku baru berumur 10 tahun, tapi tinggiku sama dengan Kak Arjuna yang sudah berumur 14 tahun. Aku sekolah dan aku pintar. Aku juga tampan dan kaya. Aku sempurna, semua orang mengakui itu bahkan mamaku," jawabnya penuh percaya diri.
Semua orang makin frustrasi dengan yang diucapkan oleh Jonathan. Sepertinya tak mungkin bagi mereka untuk menolak keinginan dari anak ketiga Vesper itu. Pustakawan Tom akhirnya ikut bicara.
"Maaf jika saya lancang. Hanya saja ucapan Tuan Muda Jonathan yang mengatakan ingin mengurus bengkel yang berada di Ceko itu benar. Saat itu ada saya ketika Nyonya Vesper mengatakan bahwa bengkel itu nantinya akan diberikan kepada Jonathan ketika ia sudah dewasa nanti. Saya rasa ini hal yang baik bagi Tuan Muda Jonathan untuk mencoba bisnis di usia yang masih sangat muda," ucap Pustakawan Tom sopan.
Akhirnya, 4 anggota The Kamvret yang bertanggung jawab dengan bengkel itupun merelakannya untuk kali ini saja sampai anggota Red Ribbon yang berada di Indonesia ditemukan.
Karena tak ingin agenda rapat menjadi kacau balau berikut dengan pembahasannya akibat hadirnya Jonathan, akhirnya One mengambil alih untuk menutup rapat di hari itu.
Semua orang pun mulai mematikan sambungan teleconference satu persatu. BinBin, Dominic dan Jeremy yang masih duduk di tempat itu hanya saling menghela nafas.
Awalnya mereka bertugas untuk memastikan jika Jonathan tidak ngobrak-abrik acara rapat, tapi sepertinya gagal dilakukan.
"Bagaimana Paman BinBin, Om Dominic dan Om Jeremy? Aku sudah sangat pantas 'kan menggantikan posisi mama?" tanya Jonathan dengan mata berbinar penuh keyakinan.
Jeremy, Dominic dan BinBin yang sedang pusing itu tak ingin menambah beban di pikirannya, hanya bisa mengangguk mengiyakan.
Akhirnya, Jonathan keluar dari ruang meeting ditemani oleh Pustakawan Tom, Dominic, Jeremy dan juga Paman BinBin.
Mereka menyusul ke ruang perawatan Arjuna dimana anak kedua Vesper itu masih mendapatkan perawatan insentif untuk kesembuhannya.
Terlihat Han dan Kai dipegang erat di luar ruang perawatan dengan Ivan yang ikut dipegangi kuat oleh Seif.
"Kalian seperti anak-anak saja berkelahi, memalukan," ucap Jonathan sembari berdecak-decak.
Ivan yang terkena pukul di hidung karena terlihat darah menetes di salah satu lubang hidungnya itupun hanya terkekeh.
Sedang Han dan Kai, wajah mereka sudah memerah dengan tangan mengepal siap untuk menghajar Ivan lagi.
"Ayo Papi Ivan, kita istirahat. Kita akan bertemu lagi saat makan malam nanti. Sampai jumpa Ayah Han, Papa Kai. Tuan Muda ingin istirahat dulu," ucap Jonathan sembari menggandeng tangan Ivan pergi meninggalkan semua orang menuju ke kamarnya.
"Ivan pasti sudah mencuci otak Jonathan selama ia tinggal bersamanya. Kita harus menyingkirkan Ivan, Han," ucap Kai dengan nafas menderu.
Namun, tiba-tiba Pustakawan Tom buka suara. Dia mengatakan apa yang Jonathan sampaikan saat mereka pergi dari ruang meeting.
Sontak Han dan Kai kembali marah besar. Mereka sudah yakin jika ini adalah sekenario dari Ivan, tapi Pustakawan Tom meyakinkan jika Ivan hanya bermaksud baik untuk membantu mereka yang sedang kekurangan orang.
Han dan Kai tak bisa berpikir jernih. Mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamar. Terlihat Liu masih menunggu Arjuna di ruang perawatan dengan penuh perhatian.
Para bodyguard Vesper pun kembali berkumpul dan menginformasikan agar melakukan rapat lanjutan minggu depan.
Orang-orang yang terhubung melalui teleconference tadi diminta untuk mengirimkan pilihan pekerjaan yang bisa mereka kerjakan.
Mereka pun segera mengirimkan yang diminta oleh Eiji hari itu juga. Segera para bodyguard Vesper memilah-milah pekerjaan tersebut yang disesuaikan dengan lingkup pekerjaan dan wilayah mereka.
------
kwkwkw krn gak rank 20 besar 1 eps aja. kl di 4YM 1 eps adw dobel ya. lele pengen crazy up jdi biar bln dpn adw tamat sesuai jadwal😁