Georgia Savanah Almeera menerima konsekuensi di usir dari rumah oleh papa nya karna telah menolak untuk di jodohkan.
Tanpa gentar sava memilih untuk meningalkan rumah yang sudah delapan belas tahun dia tinggali.
Pada akhirnya di usia 19 tahun Sava menerima pinangan seorang pemuda sederhana bernama Emieer Sadiq.
Belum lama menjalani pernikahan dengan pria yang di cintai nya. Savanah harus menerima kenyataan pahit. Saat suami yang baru menikah dengan nya satu tahun, tewas dalam sebuah kecelakaan saat ia sedang berjuang melahirkan buah cinta mereka.
Bagaimna selanjutnya kisah tetang Savanah. Bagaimna ia bisa bertahan hidup tanpa pria yang di cintainya. Dan apa Sava bisa menemukan pria lain, penganti belahan jiwa nya yang kini telah tiada.
ikuti kisahnya ya gaess ini cerita pertama ku, maklum jika masih banyak Typo 🤗😍🙏💐
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Watilaras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sunday Morning
flashback on
Hujan deras yang mengguyur sejak subuh, kini meninggal jejak jejak genagan air di tiap jalanan yang berlobang. Sehingga menciptakan pantulan cermin di lobagan yang berair.
Jalanan yang basah di jalan raya membuat para penguna jalan harus memelankan laju kendaraan mereka agar tak tak gelincir. Udara segar dan cuaca yang dingin menjadi selimut pagi yang masih sunyi kala itu.
Bau udara yang basah terasa begitu menusuk kulit, membuat setiap orang enggan untuk bagun awal dan akan lebih menikmati bagun terlambat di Minggu pagi yang masih lengang.
Dan si sebuah ruangan yang tak terlalu besar, yang hanya muat di pakai dua orang. Emieer dan Sava nampak masih meringkuk saling ber pelukan di bawah hangat nya selimut tebal warna cream.
Sava nampak menempelkan kan tubuh nya dengan rapat pada sang suami. Berbantalkan tubuh Emieer, Sava meringkuk dengan posesif di dada Emieer yang telanjang. Skin to skin yang menentramkan. Walau waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi, belum ada tanda-tanda atau pergerakan dari kedua insan yang masih terlelap itu.
Dan di luar sana kembali terdengar deruan demi deruan air hujan yang kini menguyur kembali.
Suara air hujan yang jatuh, menimbulkan keberisikan di atas genting. Udara dingin kembali menguasai.
🍁🍁🍁🍁🍁
Perlahan Emieer nampak mengerakan tubuh nya. Begitu menyadari Sava yang masih terlelap dalam dekapannya, Emieer seolah tak berani untuk mengusik sang istri yang masih nyenyak dalam tidur.
Merubah sejenak posisi tidurnya, Emieer meraih sebuah batal untuk di letakan di balik punggung sebagai penyangga tubuh nya. Dengan masih mendekap Sava, Emieer mendaratkan ciuman lembut di dahi sang istri.
Awal nya Emieer hanya mencium sekali,tapi karna terlalu gemas Emieer akhirnya mencium berulangkali kening sang istri.
"Emieer, kamu menganggu ku tidur." keluh Sava, berbicara dengan suara serak khas bagun tidur.
kemudian ia kembali membernarkan posisi kepala nya di dada Emieer dan melingkarkan tangannya ke perut suami nya itu.
"Maaf sayang, habis aku gemas sama kamu." balas Emieer, yang kini malah membelai belai punggung Sava yang terexpose, karna sedari semalam Sava hanya tidur mengenakan bra nya saja.
Merasakan sentuhan jari jemari Emieer yang menari nari di punggung nya, menimbulkan sensasi berbeda di rasa oleh Sava. Walau dia memejamkan mata nya, Sava sebenarnya sangat menikmati sentuhan tangan Emieer yang menari di punggung nya.
"Jangan pura pura memejamkan mata sayang. Aku tau kamu sudah bangun." selidik Emieer.
Tak tahan lagi, Sava kini bergerak. Kemudian mengeliat untuk sesaat. Dengan pelan ia mencoba bangkit dengan satu tangan meraih selimut untuk menutupi dada nya.
Sava bangkit hanya untuk menengok ke arah jendela kaca, untuk memastikan apakah memang sudah pagi apa masih gelap.
"Ha.Di luar hujan deras Emieer."ucap Sava.
Tapi bukan nya ikut terbangun, Emieer malah menarik dengan pelan sang istri untuk kembali rebahan di rajang.
"Hai, sudah pagi. Ayo bangun," ucap Sava. Tapi Emieer malah sudah berada di atasnya.
"Boleh kan?" ucap Emieer. Yang kini sudah mengungkung sang istri dengan posisi dia di atas, menguasai Sava. Sava nampak diam membeku sambil menatap bola mata sang kekasih hati dan juga suami itu. Dan Sava pun sudah paham, apa yang di inginkan sang suami.
"Sekarang?" tanya Sava. Dan itu membuat Emieer semakin gemas.
"Aku lagi ingin sekarang, masa nanti." balas Emieer yang kemudian menyentuhkan ujung hidung mancung nya ke arah hidung Sava.
"Apa karna di luar hujan, jadi kamu menuntut untuk di hangatkan!" jawab Sava menantang.
Kemudian satu jari telunjuk nya menyentuh bibir Emieer. Emieer yang di perlakukan seperti itu semakin naik libidonya.
"Kata dokter kan boleh, janji aku kan pelan." ucap Emieer menggoda. Kemudian Emieer bergerak ke arah perut buncit Sava dan mencium degan takzim perut buncit Sava yang di dalam sana ada buah cinta mereka berdua.
"Papa akan menegok mu sayang." ucap lirik Emieer. Dan kemudian ia kembali ke arah wajah Sava dan mendaratkan ciumannya dengan lembut ke bibir sang istri.
Sava yang terbuai dengan ciuman sang suami menjadi terpancing juga libidonya. Dengan Menyusup kan jari jemari ke rambut Emieer, Sava membalas ciuam demi ciuman yang Emieer lancarkan.
Dan akhirnya walau di luar sana hujan sedang deras deras nya. Mereka pun juga sedang bertukar keringat membanjiri tubuh Sava dan Emieer. Bertukar peluh dan leguhan. Sudah tidak ada lagi aroma keringan mu. Ataupun aroma tubuh mu, yang ada adalah aroma tubuh kita,keringat kita berdua. 😜
🍁🍁🍁🍁🍁
Karna Sava dalam kondisi hamil,mereka tidak berlama lama dalam bercinta. Setelah saling melepaskan pelepasan masing-masing, mereka kembali terkulai lemas.
Mereka tidak tidur kembali. Mereka hanya rebahan di tempat tidur. Sesekali tangan Emieer membelai rambut panjang Sava.
Mereka terjaga dengan pikirannya masing-masing, sambil di iringi suara gemericik air hujan yang tak kunjung reda.
bab 30
yeah 😬🤭😁
cinta tulus harus dipisahkan karena maut 😭
baru baca novel pertama nya seru dan menarik 🥰