NovelToon NovelToon
Love Of Passion

Love Of Passion

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Contest / Berondong
Popularitas:30k
Nilai: 5
Nama Author: yuni amelia

Daru seorang anak SMA yang kehidupannya tidak biasa, di balik status pelajarnya dia adalah seorang CEO dari sebuah perusahaan properti terbesar. Daru yang dingin dan keras tidak pernah berniat mencairkan hatinya yang beku.
namun suatu hari dia mengatakan hal yang tidak masuk akal

"aku suka Kaka, jadi mengertilah. tolong lihat aku saja"

sebuah kata cinta yang janggal di lontarkan olehnya kepada wanita yang usianya 4 tahun di atasnya.

saat hatinya mulai luluh, ingatan kelam yang menimpanya saat dia masih kecil muncul satu persatu. alasan membuat dirinya sangat membenci keluarga bahkan almarhum ibunya, namun ingatan itu ternyata keliru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuni amelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

take and give

Bagas mengikuti Rizal dari belakang. dua mobil sudah terparkir di depan rumah utama.

Rizal memasuki mobil pertama di kursi penumpang belakang, sedangkan Bagas masuk ke kursi penumpang depan di mobil ke dua. mobil khusus pengawal.

kedua mobil itupun melaju meninggalkan rumah utama.

mobil melewati jalan panjang yang di penuhi taman di kanan dan kirinya. ekor mata Bagas menangkap sesuatu yang terasa familiar, sebuah motor matic yang terasa janggal ada di satu sisi parkiran.

dia melihat motor itu sampai badannya berbalik ke belakang.

"ada apa bas?" seorang rekan yang duduk di kursi penumpang belakang bertanya

"tidak ada apa-apa" jawabnya singkat

mungkin dia salah lihat, tapi motor itu mirip sekali dengan motor milik adiknya yang selalu bikin dia sakit kepala. tapi untuk apa adiknya ada di rumah ini? ada urusan apa dia ke rumah pemilik Shabil grup.

setelah berfikir cukup lama dan keras akhirnya Bagas memutuskan bahwa dia salah lihat. dia pun kembali memperhatikan mobil yang ada di depannya.

sepanjang perjalanan Bagas sebenarnya merasa bingung kenapa dia harus ikut kepada Rizal, padahal tugasnya memperhatikan dan mengawasi gerak gerik Daru saat Daru ada di rumah. jika seperti ini bukannya bisa di katakan dia mangkir dari pekerjaan nya.

namun dari raut wajah Rizal, Bagas rasa dia memang harus ikut untuk memastikan sesuatu.

mobil sudah sampai di depan gedung maha besar Shabil grup, namun Rizal tidak keluar dan hanya Vian- sekertaris Daru yang keluar dari gedung menuju mobil.

Bagas memperhatikan, Vian membawa berkas dan memberikan berkas itu ke kaca kursi penumpang belakang. Bagas dapat lihat Vian sedang berbicara lewat kaca itu, lalu Vian seperti sedang berfikir dan mengangguk. Vian pun berjalan memutari mobil lalu masuk ke kursi penumpang depan.

mobil Rizal kembali melaju, merekapun kembali mengikuti.

"ngomong-ngomong kita akan kemana lagi?" tanya kembali rekan yang ada di kursi belakang

"entahlah, tugas kita hanya mengikuti" jawab rekan yang di sebelahnya

Bagas merasakan firasat aneh, tapi dia tetap penasaran apa yang sebenarnya terjadi.

mobil terus melaju mereka menuju arah selatan dan memasuki salah satu lapas. mobil pun terparkir dengan rapih.

tidak hanya Bagas, semua pengawal turun dalam keadaan kebingungan dengan pikiran yang sama kenapa kesini, ada apa disini.

meski bingung mereka tetap memperlihatkan wajah sangar dan maskulin cocok dengan jas hitam mereka.

Vian menghampiri mereka

"Bagas kamu ikut dengan saya, dan yang lainnya tolong siaga"

"baik!" jawab mereka serempak seperti anak paskibra

Bagas mengikuti masuk ke lapas, mereka bertiga di kawal oleh 2 sipir mungkin curiga akan melakukan aksi yang berbahaya. apalagi salah satu sipir memasang wajah mengkerut saat melihat Bagas.

Bagas masuk ke sebuah ruangan yang di lapisi kaca. di seberangnya ada ruangan khusus untuk introgasi. mereka dapat melihat apa yang terjadi di ruangan itu tapi tidak sebaliknya.

Bagas melihat Rizal masuk ke ruangan itu, dia duduk sendiri dengan santai dan elegan.

"apa tidak apa-apa jika tuan Rizal tidak di beri pengawalan?" tanya Bagas kepada Vian yang ada di sampingnya

"tidak apa-apa, tenang saja"

beberapa saat kemudian masuk seorang wanita memakai baju tahanan, yang di kawal oleh seorang sipir, tangannya di borgol. tahanan itu duduk di sebrang Rizal dan hanya sebuah meja berukuran sedang yang terbuat dari aluminium yang membatasi mereka. sipir itu pun pergi dan menutup pintu.

meski tidak memakai riasan tapi Bagas yakin bahwa tahanan itu adalah Irene.

Irene begitu berantakan. rambutnya acak-acakan, matanya hitam dan cekung, tubuhnya kurus meski tidak mengurangi keseksian tubuhnya. wajahnya pun pucat, bibirnya kering.

dia melihat sekeliling dengan was-was dan menatap tajam ke arah Rizal

"kenapa kamu melakukan ini?" tanya nya dengan suara seperti berbisik

"kamu tidak tahu?" tanya Rizal balik

"kita sudah sepakat!"

"iya, dan ini kesepakatan kita"

Irene tampak bingung dan seketika raut wajahnya berubah tersinggung

"apa maksud mu? aku sudah melakukan apa yang kau mau! aku suda menandatangani perjanjian kita! harusnya aku mendapatkan beberapa hartamu!"

"ahh soal itu harusnya kamu baca lebih teliti"

Rizal memberikan berkas perjanjian dan menunjuk syarat yang telah di lingkari tinta merah.

Irene melihatnya dan seketika raut wajahnya berubah murka

"apa ini?! aku tidak terima!!!"

"aku memaafkan keluarga mu dengan syarat kamu harus di hukum"

"tidak!! kamu tidak bisa melakukan ini padaku!!"

"oh, tentu aku bisa. aku bisa mendapatkan apapun yang aku mau tanpa harus bersusah payah, kamu tentu paham"

Irene tercengang, dia tidak bisa berkata apa-apa.

"aku mohon Rizal, jangan lakukan ini. tolong bebaskan aku, aku akan melakukan apapun yang kamu suruh" suara Irene mulai pecah

"harusnya kamu jangan mengusik adikku"

"aku melakukan itu karena kamu, aku hanya ingin kamu melihat ku"

Rizal hanya menatap datar, dia lalu mendesah

"kamu tahu jelas, bahwa aku tidak suka wanita licik. dan ini pantas kamu dapatkan"

Bagas melambai kan tangan dan masuk lah sipir yang tadi untuk membawa Irene kembali.

"tidak!! lepaskan aku!! Rizal kamu tidak bisa melakukan ini padaku!! aku lakukan ini karena mencintaimu!! tidak!! Rizal!!"

teriakan histeris itu menghilang seiring pintu introgasi di tutup.

dengan ngeri bagas melihat kejadian itu, dia jadi berfikir berurusan dengan keluarga Shabil tidak baik untuk mentalnya.

Bagas tahu bahwa wanita itu adalah seorang korban, dia hanya ingin di cintai tapi caranya salah. dan dari kejadian ini Bagas tahu betapa besarnya kekuatan keluarga Shabil.

Rizal merapihkan jasnya dan keluar dari ruangan begitu pula dengan Bagas dan Vian.

"nah mari kita ke suatu tempat" ucap Rizal dengan senyum masam

mereka keluar lapas dan sebelumnya sipir yang tadi mendampingi memberi hormat kepada Rizal.

mereka memasuki mobil masing-masing dan segera meluncur ke tempat yang di tuju Rizal.

kali ini mereka melaju lebih jauh, meninggalkan kota Bandung menuju kota Bogor. jalanan berliuk-liuk dengan pemandangan pegunungan yang asri.

jika tidak sedang tugas Bagas pasti menikmati pemandangan ini, dia sangat suka area hijau seperti ini. ingin sekali dia membawa ibu dan ke dua adik nya jalan-jalan tapi pemikiran itu harus di tunda dulu.

mereka memasuki sebuah pedesaan yang lenggang, beberapa penduduk tengah menjemur cengkeh meski bisa di bilang ini sudah terlalu siang untuk menjemur cengkeh.

mereka terus melaju, Bagas melihat jam tangannya yang telah menunjukan pukul 2 siang. sudah 3 jam mereka di perjalanan, dan sekali mereka memasuki rest area untuk makan namun Bagas memakai kesempatan itu untuk beribadah.

mobil pun masuk ke pekarangan rumah yang terletak cukup jauh dari rumah-rumah penduduk tadi. rumah yang hanya berdiri di situ, di kelilingi kebun singkong dan sawah.

sepasang suami-istri paruh baya dan kedua anak kecil keluar menyambut mereka.

Rizal turun, lelaki paruh baya itu menghampiri dengan tergesa-gesa membuat Bagas dan salah satu rekannya segera menahan lelaki itu.

Bagas kira lelaki itu akan menyerang tapi dia malah bersimpuh dengan air mata terurai, istri nya pun mengikuti jejak sang suami.

"tuan terima kasih telah memaafkan kami, maafkan kesalahan anak kami" ucap lelaki itu dengan Isak

Rizal menghela nafas lalu memegang pundak lelaki itu

"berdirilah" ucapnya

mereka masuk ke rumah rumah itu, Rizal dan Vian duduk di kursi bersama sepanjang suami istri itu, kedua anaknya masuk ke kamar masing-masing, Bagas masuk ke dalam dan yang lain berjaga di luar

"kalian tidak perlu seperti tadi, aku hanya melakukan tugasku"

"tapi tetap saja, kami merasa lega tuan mau memaafkan kami"

"tidak, aku hanya memaafkan kalian tapi tidak dengan anak pertama kalian"

pasangan itu saling lirik dengan gugup

"maafkan anak kami tuan, kami telah salah. sebenarnya dia tidak seperti itu, meski dia bukan anak kami tapi kami sangat menyayangi dia" kali ini giliran sang istri yang berbicara

"aku tahu, tapi dia harus menanggung apa yang telah dia perbuat"

"tapi.."

"aku kesini bukan untuk berdebat, aku hanya ingin melihat bagaimana kehidupan kalian. setelah ini aku akan melepaskan kalian, rumah ini dan sawah yang ada di sebrang rumah kalian aku beri untuk kalian. hiduplah dengan layak tanpa memikirkan hal yang telah berlalu"

"jangan berfikir untuk mengambil kembali apa yang telah kalian berikan" ucapnya dengan tajam

sepasang suami-istri hanya diam kadang mereka saling pandang

"hubungan kita hanya sebatas bisnis pak. semacam take and give. anak anda telah mengambil apa yang perlu dan saya juga akan mengambil apa yang perlu di ambil. karena dia telah kelewat batas jadi hanya ini yang dapat saya beri" lanjut Rizal dengan tegas

"selebihnya Vian yang akan mengurus sisanya, aku harap kalian bisa hidup dengan layak"

Rizal berdiri diikuti sepasang suami-istri itu

"terimakasih sekali lagi tuan, kami akan hidup dengan kayak"

Rizal hanya menatap lalu pergi meninggalkan mereka, Bagas mengikuti dan Vian mulai berbicara dengan mereka seraya memberikan sebuah berkas.

1
Ria Kristianti
duuhhh patah hati pak? 😅😅
Ria Kristianti
mas daru 😍😍😘😘
Ria Kristianti
napas fa napas, nanti daru kelimpungan 🤣🤣
makane tho nak dikandani ojo ngeyel 😏
Arandra
meskipun up nya jarang2. tapi aku tetap nungguin lanjutannya kak. semangat untuk kak author 💪
Yuni Amelia: terimakasih atas dukungan nya 🤗
total 1 replies
Ria Kristianti
kek nya seru kalo bagas yg mergokin adek nya pacaran sama cwo breng... 🤣🤣🤣
Ria Kristianti
wkwkwkwkwk
ngakak 🤣🤣🤣
Sulastri
ayo author 💪💪 nungguin nih makin seru
Sulastri
jadi pingin ngintip 🤣🤣🤣🤣
Ria Kristianti
yg bikin galau sama2 kakak adek pula 😅😅
Ria Kristianti
wkwkwkwk
yg lg pada patah hati 🤭
Ria Kristianti
sabar aja pak, sambil berusaha menangin hati nya 😌🤣🤣🤣
Ria Kristianti
pantes cover nya baru, ternyata masuk dlm kontrak baru 🥳🥳

ayo semangat up nya thor 💪🥰
q masih nungguin lanjutan novel ini 😍
Yuni Amelia: hehe iya nih, makasih udah setia membaca dan memberi dukungan untuk Daru dan kawan2 🤣🤗
total 1 replies
Ria Kristianti
pepet aja tuh ketua kelas bal, daripada ngarepin pacar mu yg selingkuh😅😅🤭
Ria Kristianti
modus 🤣🤣
Ria Kristianti
dasar bocah 🤣🤣🤣
Ria Kristianti
untung g keceplosan kalo itu adalah kamu yah?
kan malu nya double kalo iya 🤣🤣🤣🤣
Ria Kristianti
pengen minta creji up atau setidak nya sehari up 1x tp nyadar othor nya selow nya kebangetan jd.. dah lah 🙈🙈

walo begitu Q masih tetep nunggu kelanjutan cerita ini 😍😍

sehat selalu thor 😇😇
Ria Kristianti
yah nanti jgn menyesal aja kalo apa yg dikatakan daru bener 😏

lupa apa kalo daru itu siapa 🙄
Ria Kristianti
next
Ria Kristianti
𝚑𝚞𝚞𝚏𝚏𝚏𝚝𝚝𝚝𝚑𝚑𝚑𝚑 𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚞𝚍𝚞 𝚜𝚊𝚋𝚊𝚛 𝚗𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚞𝚙 𝚗𝚘𝚟𝚎𝚕 𝚒𝚗𝚒😌

𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝 & 𝚝𝚎𝚝𝚎𝚙 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚢𝚊 𝚝𝚑𝚘𝚛 😇😇
𝚚 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚞𝚙 𝚖𝚞𝚑😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!