Viona Adisti wanita berumur 25 tahun adalah seorang janda yang ditinggal mati suaminya, akibat kecelakaan pesawat ketika itu Azlan selaku suami dari Viona yang menjadi pilotnya.
Viona menikah kembali dengan Zico Wijaya Kusuma 29 tahun, pemilik perusahaan terbesar WK Group selaku suami dari sahabatnya yaitu Alea Anggita Winarti, Alea telah meninggal dunia dan meninggalkan seorang putri cantik bernama Alika Queenara Kusuma.
Alea meminta Zico suaminya agar menjadikan Vio sebagai ibu sambung Alika yang masih berusia enam bulan, bisakah Vio menjadi ibu yang baik buat Alika dan bahagiakah Zico dengan Vio...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indry saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter SSS 30
Keesokan paginya Zico terbangun lebih dulu, matanya mengerjap menyesuaikan dangan cahaya yang masuk kedalam kamar itu, Zico memperhatikan Vio yang masih tidur dengan posisi memeluk dirinya.
Zico juga memperhatikan tubuh polos Vio yang masih terbalut selimut, Zico mencium kening Vio dan memeluk erat Vio yang masih tertidur itu, karna merasa tubuhnya agak berat Vio pun terbangun lalu Zico pura-pura tertidur kembali.
Vio terbangun dan membuka matanya, hal yang pertama dia lihat yaitu wajah suaminya, tiba-tiba fikiran Vio kembali kepada kejadian semalam yang dia dan Zico lakukan, Vio pun tersenyum saat membayangkan apa yang terjadi semalam.
Vio kemudian turun dari ranjang dengan tubuh yang di baluti selimut karna Vio tidak mengenakan pakaian sehelai benang pun, Vio hendak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum memasak, baru satu langkah Vio merintih akan rasa nyeri di bagian bawahnya.
"Awww..." rintih Vio dan sontak saja membikin Zico untuk membuka matanya yang pura-pura tertidur itu.
Zico turun dari ranjang dan segera menghampiri Vio.
"Apa masih sakit..?" tanya Zico sembari merengkuh tubuh Vio.
"Sedikit..." ucap Vio.
"Kamu mau kekamar mandi?" tanya Zico lagi.
"Iya mas" ucap Vio dan kembali merintih saat mencoba melangkahkan kakinya lagi.
"Sini biar mas gendong aja ke kamar mandinya".
"Gak usah mas.." tolak Vio.
"Gak ada penolakan, kamu kan masih sakit gini" ucap Zico dan tanpa aba aba Zico menggendong Vio ala bridal style masuk ke dalam kamar mandi lalu memasukkan Vio ke dalam bath up yang sudah terisi air.
"Apa mau aku mandikan sekalian?" tanya Zico dengan senyuman menggodanya.
"Gak usah mas aku bisa mandi sendiri" tolak Vio dan membalas senyuman Zico dengan menyengir kuda.
Lalu Zico pun meninggalkan Vio di kamar mandi, dan beberapa menit kemudian Vio selesai dengan ritual mandinya, Vio keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono dan handuk yang menggulung rambut basahnya.
Zico melihat Vio keluar kamar mandi.
"Loh sayang kok gak manggil mas kalo sudah selesai" tanya Zico.
"Buat apa mas" tanya balik Vio.
"Buat gendong kamu keluar dari kamar mandi" ucap Zico.
"Aku bisa sendiri mas, ini buktinya"
"Sudah gak sakit lagi..?"
"Udah gak mas.." jawab Vio bohong padahal dia masih merasakan nyeri sedikit walau tak separah tadi, dia tidak mau terlihat manja di depan Zico.
Vio menyuruh Zico untuk segera mandi, Zico pun mengiyakannya dan masuk ke dalam kamar mandi, sementara Vio menyiapkan pakain Zico dan meletakkannya di tepi tempat tidur.
Selesai berpakaian Vio keluar dari kamar dan turun menuju dapur, Vio berniat ingin memasak tapi setelah sampai dapur dia melihat bik Mina baru saja selesai memasak dan sedang menata makanan tersebut dimeja makan.
"Bibik sudah selesai masak..?" tanya Vio dan seketika bik Mina menoleh ke arah Vio.
"Sudah Nyonya" jawab bibik dan tersenyum melihat Vio di depannya.
"Maaf ya bik, Vio agak kesiangan jadi gak bisa bantu bibik" ucap Vio.
"Gak apa apa Nyonya ini sudah jadi tugas bibik" ucap bik Mina dan menorehkan senyum kembali ke Vio.
"Alika belum bangun bik? apa semalam Alika rewel..?" tanya Vio.
"Nona kecil belum bangun Nyonya, alhamdulillah nona kecil tidak pernah rewel bersama bibik" jawab bik Mina dan tak lupa dengan senyumannya ke Vio.
Bik Mina tersenyum terus ke arah Vio sebenarnya ada maksud, karna bik Mina melihat ada beberapa tanda merah yang menempel di leher Vio, dan bik Mina yakin itu pasti perbuatan Zico Tuan nya alias suami Vio.
"Yaudah bik sekali lagi Terimakasih ya udah memasak buat mas Zico dan aku, aku permisi mau ke kamar Alika dulu barangkali putri kecilku sudah bangun" pamit Vio.
"Iya Nyonya sama-sama dan silahkan" jawab bibik sembari menganggukkan kepalanya dan tak hentinya senyum ke Vio.
Vio yang diberi senyuman seperti itu tak merasa curiga sama sekali, dia terus melangkahkan kakinya menuju kamar Alika, setelah sampai Vio masuk kedalam kamar dan melihat Alika yang sudah bangun dan tengah asik bermain dengan mainan yang tergantung dalam box bayinya itu.
"Wahhh putri kecil mami sudah bangun ya..?" ucap Vio di balas dengan ocehan ocehan lucu dan juga tawa dari Alika.
Vio menggendong Alika dan membawanya kekamar mandi lalu Vio memandikan Alika, setelah itu Vio mendandani Alika dan membawanya keluar kamar.
Saat keluar kamar Vio dan Alika berpapasan dengan Zico yang juga keluar dari kamar dengan pakain yang sudah rapi ingin kekantor.
"Selamat pagi putri kecil papa" ucap Zico yang menghampiri Vio dan Alika.
"Selamat pagi papa" balas Vio dengan menirukan bahasa anak kecil.
"Sayang, kamu kebutik hari ini?" tanya Zico.
"Iya mas dan aku ajak Alika juga, gak ada kerjaan yang mendesak sih aku cuma mau memantau keadaan butik aja, kasian Fani mengurus nya sendirian mas" ucap Vio.
"Yaudah, yuk mas kebawah kita sarapan dulu, nanti kamu telat kekantor lagi" imbuh Vio.
"Kan aku bosnya telat juga gak apa apa gak ada yang marah juga, lagian hari ini tidak ada miting dan pertemuan penting dengan klien jadi bisa berangkat santai" jelas Zico tersenyum melihat Vio.
"Oh ya sayang apa kamu yakin turun sperti itu" ucap Zico dan menunjuk leher Vio yang banyak tanda kepemilikan dari Zico.
Seketika Vio memegang lehernya lalu meraba-raba ada apa disana.
"Memangnya kenapa mas sama leherku" tanya Vio.
"Tadi pas ngikat rambut ngaca nggak?" tanya Zico balik dan tersenyum lalu tak menjawab pertanyaan Vio.
"Tidak sempat mas aku buru-buru pengen masak buat kamu, jadi aku ikat rambutnya sambil turun kebawah, memang nya ada apa sih" ucap Vio dan bertanya kembali.
"Kamu kekamar lagi aja terus ganti bajunya, kamu mau kebutikkan biar mas antar, dan Alika siniin biar mas ajak kebawah duluan" ucap Zico dan mengambil alih Alika dari gendongan Vio.
"Baiklah mas" ucap Vio sambil memindahkan Alika ketangan papanya.
Zico dan Alika turun, sementara Vio masuk kembali kedalam kamarnya, sampai dikamar Vio langsung menuju meja riasnya lalu Vio pun melihat dirinya dari pantulan kaca, seketika Vio menganga melihat leher yang ditunjukkan oleh suaminya tadi.
"Astaga banyak banget tanda merahnya, apa tadi bibik terus tersenyum padaku karena tanda ini? aduh malu sekali aku... berangkat kerja pake baju yang mana ya biar bisa menutupi leherku" bibir Vio tak henti henti nya mengumpat ke bodohannya sendiri dan mengacak acak lemari mencari baju yang pas buat di pakai kebutik.
Lima belas menit kemudian Vio turun dengan pakaian yang menutupi lehernya lalu rambut panjangnya digerai begitu saja dan make up tipis yang menambah kecantikan dirinya, Vio turun kebawah menyusul suami dan anak angkatnya tersebut.
.
.
.
.
.
Happy Reading guys😘
Jangan lupa ya buat dukung terus karya author, dan terimakasih buat kakak kakak yang selalu mendukung dan menyemangati author baru ini😁😁
See you next chapter 😘😘😘
#CemangattThor😍