“Lepasin gueee...!” ujar Luna dengan sangat geram menatap nanar ke arah Leon. Pria itu telah terpengaruh obat afrodisiak dosis tinggi yang sengaja di berikan oleh Hana tunangannya.
“Aku.... juga tidak mau melakukan hal ini. Tapi ini sangat menyakitkan, aku... mohon... bantuanmu... kamu tentunya sudah biasa melakukan ini. Aku akan bayar...uuugh... berapa pun nanti” Leon kembali membungkam bibir pink natural Luna dengan menciumnya dengan penuh hasrat.
Luna memberikan perlawanan, namun kedua tangannya di pegangi kuat dan tubuh Leon menekan kakinya membuat Luna tidak bisa bergerak banyak. Pistol di tangannya sudah di buang jauh dari jangkauan Luna oleh Leon, dia benar-benar kewalahan mendapat serangan mendadak dari Leon.
Kembali Luna melakukan perlawanan dengan melakukan upaya terakhirnya.
Apakah Luna akan berhasil mempertahankan kehormatannya? Akankah Leon berakhir di tangan Luna yang ternyata adalah seorang pembunuh bayaran? Ikuti terus kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cacasakura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 30
“untung gua sebelumnya menyimpan di dua flash disk” ujar Hugo memperlihatkan flash disk di tangannya. Leon segera mengambil laptop miliknya, memasang flash disk itu di sana.
Mereka bertiga serius menatapi layar laptop yang memunculkan banyak tulisan, tangan Leon lalu menggeser kursor ke arah Video yang di Dapat Hugo. Video itu sama sekali tidak jelas dengan gambar rusak, tapi samar-samar mereka mendengar suara yang mereka kenali.
“ini seperti suara Simon Miller, lalu suara ini... terdengar tidak begitu jelas....” ujar Adam yang berusaha mempertajam pendengarannya.
“apa hanya ini data-data dari ponsel rusak yang aku dapatkan berikan padamu?” tanya Leon teringat dengan ponsel rusak temuannya di gudang tersembunyi di rumah keluarga.
“sebenarnya masih ada beberapa tapi karena kerusakan yang cukup parah memerlukan beberapa waktu untuk memulihkannya kembali” ujar Hugo, mata adam terus mengawasi laptop. Walau tidak terlihat begitu jelas dia seperti melihat suatu petunjuk.
“bentar Leon, coba mundurkan sedikit video ini” ujar Adam pada Leon. Tangannya segera memundurkan sedikit video itu, dan ikut memperhatikan yang apa yang di lihat oleh Adam.
“ini sepertinya.... tidak begitu asing” ujar Leon memperhatikan dengan seksama. Namun karena video itu kurang jelas mereka bertiga sama sekali tidak mengetahui apa itu.
“kamu perbaiki kembali data-data di ponsel itu, jangan lengah dan tetap waspada” ujar Leon melepaskan flashdisk dari laptop di hadapannya.
“beres, kalo gitu gua bali sekarang sekalian mau siap-siap hadirin pestanya tua Mike” ujar Hugo berdiri dari tempat duduknya.
“pesta tuan Mike?” Leon tampak bingung.
“CEO dari perusahaan MO, kalo kagak salah kita pernah kerja sama ama dia “ ujar Adam mengingatkan Leon pada rekan kerjanya.
“dia juga ngundang lu, noh liat undangannya aja ada di atas meja lu aja kagak lu baca” ujar Hugo menunjuk undangan yang belum terbuka sama sekali.
Leon melangkah menuju meja kerja, tangan kekar itu meraih undangan dan di bacanya.
“gua kagak sabar lagi buat datang ke acara pestanya tuan Mike” ujar Hugo antusias.
“palingan lu ngecengin para cewek-cewek cantik di sana kan?” ujar Adam yang sudah tahu dengan tabiat sahabatnya.
“salah satunya”
“salah satunya?!!” Leon dan Adam menatap tidak mengerti dengan yang di bicarakan Hugo.
“ lu berdua pada ingat kagak dengan tender miliaran yang hampir lepas dari tangan lu berdua, tapi di detik terakhir tender ntu lu berdua yang dapat” Hugo mengingatkan Adam dan Leon dengan tender miliaran yang hampir di dapatkan oleh perusahaan lain. Namun, entah sebab hal apa perwakilan perusahaan itu yang seharusnya datang, tiba-tiba tidak bisa hadir dan membatalkan tender itu.
“lantas?” Leon cuek duduk di kursi kebesarannya.
“ gua dengar kalo tuan Mike juga mengundang perusahaan itu, kalo nggak salah nama perusahaan itu hmmmm...” Hugo mencoba mengingat nama perusahaan itu.
“perusahaan Nandra corp. Perusahaan baru yang mampu bersaing kuat dengan perusahaan Alden W corp. Aku sangat penasaran CEO di balik perusahaan itu” ujar Leon merasa tertarik
“ gua dengar dari gosipnya juga, kalo pemegang perusahaan itu adalah generasi muda bertalenta yang menduduki orang terkaya nomor tiga di dunia” Hugo memperlihatkan ponsel pintar miliknya yang berisi data terbaru tentang Nandra Corp. pada Adam dan Leon. Mereka bertiga semakin tertarik dengan orang di belakang perusahaan Nandra Corp.
***
Di sebuah cafe tepatnya di mall ternama, Sarah, Dion, Luna dan Kiandra tengah menikmati makan siang sambil mereka berdiskusi tentang tugas. Hampir dua jam mereka berada di sana pelayan serta pemilik cafe sudah sangat mengenal baik Luna cs, Jadi mereka tidak masalah jika Luna cs akan duduk berlama-lama di cafe itu.
Bahkan mereka akan sengaja mengosongkan meja itu atau meminta tamu yang semula duduk di sana untuk pindah agar Luna cs bisa duduk santai di meja favorit mereka.
“Haaaatsyiiiimmm” Luna mendadak merasa hidungnya gatal dan bersin.
"lu lagi sakit Lun?” tanya Sarah menatap Luna yang menyeka hidungnya.
“ Kagak, Cuma hidung gue gatal aja” Luna melanjutkan aktivitasnya.
“biasanya kalo bersin ada yang bicarain kamu sekarang” ujar Dion menatap layar laptop miliknya.
“palingan juga si mak lampir dendam ama kamu dan menyiapkan rencana buat balas dendam” ujar Kiandra sambil tersenyum manis.
"bener juga kata lu Kia, Lun lu musti hati-hati ama mak lampir ntu” Sarah membenarkan ucapan Kiandra.
“tenang aja... kalo tu mak lampir bikin ulah... gue udah menyiapkan hadiah terbaik buat dia” ujar Luna tersenyum smirk. Dion memperhatikan jam di lengannya, sudah menunjukkan pukul tiga siang menjelang sore.
“aku cabut dulu, hari ini aku ada keja part time” ujar Dion menyimpan laptop dan barang-barang miliknya.
“ oce... ati-ati...” ujar Kiandra melambaikan tangan, matanya terfokus pada layar laptop miliknya.
“eh... Dion gue ikut juga.... nebeng ya ampe bengkel mobil. Tadi gue dapet pesan kalo mobil gue udah beres” ujar Sarah ikut membereskan barang miliknya. Dia pun pamit sambil bercipika dan cipiki dengan Luna juga Kiandra, lalu menghampiri Dion yang melangkah menuju kasir cafe.
Kiandra menyenggol tangan Luna dan langsung memperlihatkan laptopnya. Sebuah undangan pesta dari tuan Mike untuk pemilik perusahaan Nadra corp. Yang tidak lain adalah Luna dan Kiandra sendiri.
“gi mana? Kamu mau menghadirinya?” tanya Kiandra.
“nggak tertarik... nanti suruh si Jason yang menghadirinya” ujar Luna meraih ponselnya membuka game kesukaannya.
“mau sampai kapan kamu di balik layar Luuun... udah saatnya kita tunjuk diri di mata dunia dan melebarkan sayap dengan mengenal pengusaha lainnya” ujar Kiandra serius menatapi laptopnya.
“sama sekali tidak tertarik, ketemu ama bapak-bapak tua yang membosankan dan karakter mereka yang suka menjilat udah buat aku mau muntah sekarang”
Kiandra hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Luna yang setengah hati menjalankan perusahaan mereka. Sebuah kode bermunculan di laptop Kiandra dengan berbagai tulisan dan angka-angka.
Dia memberi tahu Luna dengan menepuk lembut pundaknya, mata Luna menatap ke arah Kiandra yang menunjukkan layar laptop miliknya. Ada yang berusaha untuk menghilangkan video rekaman rektor itu, mereka berdua hanya tersenyum melihatnya. Jari jemari Kiandra menari cantik di atas laptopnya,
“ perlu bantuan?” ujar Luna pada Kiandra, mata di balik kaca mata tebal itu kembali fokus pada game nya.
“sepertinya kita biarkan saja Lun?!” Kiandra menatap laptopnya dengan mata berbinar senang. Luna kembali berhenti memainkan game nya saat mendengar ucapan sahabatnya.
“Whyyyy?!” tanya Luna menatap Kiandra yang tersenyum senang.
“look..” ujar Kiandra memperlihatkan sebuah email dari klien mereka dengan target adalah rektor itu.
“impresive... “ Luna segera memberesi semua buku dan barang-barang miliknya.
“balik sekarang?” tanya Kiandra yang juga ikut memberesi barang-barang miliknya. Luna mengangguk menjawab pertanyaan Kiandra, setelah beres mereka melangkah menuju kasir dan membayar tagihan mereka.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
mohon maaf karya Author terlambat up karena ada sedikit masalah teknis. Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
tetap sehat
dan terus berkarya tor
lanjut up lagiiii....🙏♥️
tangguh