NovelToon NovelToon
Aku Dan Bidadari Surgaku

Aku Dan Bidadari Surgaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Tamat
Popularitas:584.9k
Nilai: 5
Nama Author: Titin

Seperti surga, menatap sepasang mata mu penuh keindahan. Andai saja berdua tanpa ikatan bukanlah dosa ingin rasanya menghabiskan waktu sepanjang hari berdua saja dengan mu.

Daffa berdecak kesal, bisa-bisanya dia kecolongan, Kanza adik semata wayangnya mendapat kiriman puisi di kertas merah jambu bergambar hati.

Ingin rasanya dia mencongkel kedua mata yang telah lancang mengirimi Kanza puisi.

Itu terjadi beberapa tahun lalu dimasa kuliah, tapi Kini dialah yang ingin berkirim puisi semacam itu saat sepasang mata indah bak surga mampu menggetarkan relung hatinya.

selamat mbaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30

Gerimis tipis-tipis membasahi tanah yang sudah lama tak di kunjungi hujan. Titik-titik kecilnya yang jatuh ke bumi memercikkan butiran debu. Sendu...

Sesendu hati Anita yang meringkuk di sudut kamar. Keadaannya terlihat sangata kacau, rambut dan baju sudah tak beraturan lagi bentuknya, sayub-sayub terdengar isak tangis Anita .

Sementara seorang lelaki sedang asik menikmati asap putih yang mengepul dari alat hisapnya, dia menghisap barang haram.

"Anita hentikan tangis mu, ini bukan pertama kali kita berbangi kenikmatan, dasar perempuan munafik!" umpatnya geram. Seraya menatap Anita dengan tatapan melecehkan.

Anita menyeka air matanya, dengan tertatih dia berusaha bangkit membawa tubuhnya keatas ranjang. Tubuhnya terasa tak bertenaga lelaki tak berhati ini telah memperlakukan dirinya seperti bina tang, sungguh tak manusiawi.

Sudah lama sekali dia tak pernah lagi mau melayani hasrat lelaki ini, hingga tadi malam entah ada setan apa dikepalanya dia datang ke apartemen Anita. dan hal ini pun terjadi.

Kalau membunuh hukumannya tak seberat itu ingin rasanya dia menghilangkan nyawa lelaki ini agar tak menjadi parasit di hidupnya.

***

Sementara di sebuah rumah mewah, suasana berbanding terbalik. Patimah dan keluarga tengah mengadakan pengajian, sebab besok patimah akan melangsungkan pernikahannya dengan Daffa.

Mamanya mengundang ibu-ibu pengajian beserta ustadz sebagai penceramah mengisi acara pengajian. Di antara tamu yang datang tampak teman-teman Patimah dari pesantren yang juga hadir.

Sementara Daffa juga sudah mempersiapkan tempat Resepsi yang akan di adakan di hotel mewah miliknya. Dan saat ini Daffa tengah berada di dalam kamarnya sedang membaca ayat suci Alqur'an. Rutinitas yang tak pernah dia lewatkan setiap malam.

"Asalamulaikum Daffa, umi boleh masuk?" tanya Umi Kila di balik pintu. Daffa menyudahi bacaannya meletakkan Alqur'an di atas rak, lalu beranjak menuju pintu.

"Silahkan Mi," ucap Daffa mempersilahkan uminya masuk.

"Apa umi ganggu?"

"Gak mi, udah selesai kok."

Kila duduk di sofa yang ada dikamar Daffa di ikuti oleh Daffa. Mata bulat Kila memindai Sosok puntranya. Besok putranya akan menempuh hidup baru dengan Patimah wanita pilihan hatinya. Sebagai ibu tentu saja dia sangat senang dengan rencana itu. Sudah terlalu lama Daffa sendiri melajang hal ini membuat Kila khawatir pada putranya.

Dia yakin Daffanya adalah pria sholeh tapi dia juga yakin setan lebih senang menyesatkan orang-orang soleh menuju jalannya yang kelam.

"Bagaimana perasaanmu Daffa?" tanya Kila seraya menatap lembut putranya.

"Bahagia dan takut Umi," sahut Daffa dengan senyum.

"Takut?"

"Iya umi, Besok saat Patimah sah menjadi istriku, maka tanggung jawab yang sangat besar berada di pundakku. Aku akan dimintai pertanggung jawaban terhadap Patimah dan anak cucuku kelak di  yaumul mahsyar. Umi tahukan betapa dahsatnya tempat itu, mempertanggung jawabkan diri sendiri saja kita belum tentu selamat, apa lagi istri dan anak cucu."

Kila mengusap bahu Daffa lembut, itulah tanggung jawab lelaki begitu besar bukan? tapi masih saja ada wanita yang merasa tak adil pada kentuan Allah. Kenapa wanita di bebani banyak peraturan yang mengharuskan patuh pada suami, dan dihadiahi dosa besar bila melanggar perintah suami. Sebab suami akan bertanggung jawab pada apa yang istri lakukan kelak baik perbuatan baiknya maupun buruknya.

"Itulah kenapa kita wajib mencari wanita sholeh untuk di jadikan istri, dan wanita yang engkau pilih insyaallah termasuk wanita yang sholeh, umi yakin itu.'

"Aaminn, terimakasih mi."

"Daffa, kau tau kan Abi mu begitu menyayangi umi. Kau juga tau betapa kerasnya sipat Abimu. Tapi, pada umi apa pernah kau melihat Abi memperlihatkan sipat kerasnya pada Umi?" Daffa menggeleng. Abinya memang tak pernah menunjukkan sikap kerasnya pada Uminya.

"Umi mau begitulah kelak kau memperlakukan Patimah. Kalau kau ingin saudara perempuanmu di perlakukan baik oleh suaminya, maka perlakukanlah istrimu dengan baik, tidak ada satu perbuatan yang luput dari balasan, mau itu baik ataupun buruk."

"Pasti umi, aku akan memperlakukan dia dengan baik, seperti abi memperlakukan umi," sahut Daffa dengan senyum. Bulir bening tampak di sudut matanya, bahagia rasanya melepas Daffa berumah tangga. Selama ini dia dilanda risau sepanjang hari karena setatus Daffa, dia khawatir Daffa terbujuk rayuan setan melakukan hal yang tak semestinya.

"Trimakasih Daf, Umi bangga padamu."

"Sama-sama mi."

"Ya sudah istrahatlah, besok kau butuh banyak tenaga saat resepsi," ujar Kila seraya beranjak bangkit.

Daffa menatap punggung uminya yang pergi meninggalkan kamarnya. Wanita yang sangat dia kagumi sepanjang hidupnya. Wanita yang tak pernah memperlihatkan kemarahannya pada orang lain. Atau mungkin uminya tak memiliki rasa yang bernama Amarah.

Daffa melihat jam di pergelangan tangannya pukul 12:05 , apa Patimah sudah tidur?

"Asalamulaikum Imah."

"Wa'alaikumsalam mas."

"Belum tidur sayang?" tanya Daffa dengan suara yang begitu lembut. Membuat desir halus mendera jantungnya.

"Belum mas, mas sendiri kenapa tidak istrahat?"

"Tunggulah sebentar, aku ingin melepas rinduku sesaat, bolehkan?"

"Tentu saja boleh mas," sahut Patimah dengan pipi merah merona, untung saja mereka cuma melakukan panggilan suara, Daffa tak dapat melihat pipinya yang merona.

"Mas,"

"Iya sayang."

"Tadi seseorang mengantar hadiah pernikah kerumah."

"Pernikahan kita baru besok, kenapa secepat itu dia memberimu hadiah sayang?"

Patimah menghela napas dalam, semoga Daffa tidak marah dengan apa yang akan di utarakan Patimah nanti.

"Dia temanku mengajar mas, dua minggu lalu dia menyatakan isi hatinya padaku. Dia tidak tau kalau aku sudah bertunangan dengan mas," tutur Patimah hati-hati.

"Hmmm kau membuat hatiku di landa cemburu Imah."

"Maaf, tapi aku merasa tidak tenang mas sebelum cerita ke mas."

"Dia kasih kado apa?"

"Bantal Hati mas, terus di bantal dia tulis namanya."

Apa! wah ini anak ngajak perang rupanya!

"Berikan ke bibik bantalnya sayang, aku gak mau bantal itu ada di kamar kamu!"

"Ke bibik mas?"

"Iya! dari pada dibuang kan sayang, bagus dikasih ke bibik. Itung-itung nemeni bibik mimpi," ujar Daffa dengan senyum lebar memperlihatkan giginya yang putih.

"Baiklah calon suamiku, entar aku kasih bantalnya ke bibik. Terus bunganya di apain mas?"

"Bunga?"

"Iya dia juga bawain aku buket bunga mas."

What? sok romantis banget sih dia. Tunggu aja kalau udah jadi istri tiap hari akan ada tukang bunga nganterin buket bunga ke Patimah.

"Kamu kasih ke bibik juga deh sayang. bibik kan gak pernah dikasih bunga."

"Bibik lagi mas?"

"Ya kalau bibik gak mau, kasih ke tong sampah juga boleh," ujar Daffa keki.

Patimah tersenyum geli, terbayang olehnya wajah keki Daffa, tapi yang jelas masih tetap tampan walaupun keki.

"Mas,"

"Hem."

"Semua barangnya udah di ambil bibik," ujar Patimah dengan suara lembut.

"Satu lagi, nama yang ngasih sekalian buang jauh-jauh gak perlu dikenang lagi."

"Kalau itu udah duluan aku kerjain mas, mas tenang aja."

"Bagus," ujar Daffa. Ya ampun Daffa segitunya cemburumu, cuma kado kan?

.

Happy reading.

1
falea sezi
keguguran aja klo bisa trs dpet anak triple ehh malah di angkat rahim mood baca jd anjlok
falea sezi
males klo ada poligami mending cerai aja kasian donk musuh dafa tp Fatimah yg jd korban
falea sezi
lah np mesti angkat rahim
falea sezi
ngidamnya lebay ne nona kaya
falea sezi
heleh lebay nunggu murid ujian uda kek guru aja ne bocil
falea sezi
salah sendiri di nikahin nolak nunggu ini itu kapok dava ketemu? mantan
falea sezi
riko sombongnya g inget istri lu jg anak pembokat/Drowsy/
moral hazard
terharu
duoNaNa
semoga menginspirasi
duoNaNa
masyaAllah
duoNaNa
lhah...knp aku yg baca juga greget ikut ga tahan 🤣🤣🤣
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻
Srianriani Jaya
aku suka semua karyamu Thor 😍😍😍
sukses sll 😇😇😇
Rama's mom
cerita yg banyak memberi pelajaran hidup bagaimana hidup sebagai muslim yg baik
Fitriyani
knp mesti sampai d angkat rahimnya sih thor,,knp g cm keguguran aja gt...🤭
icha
cerita author bgs kyknya,
bobo
masyaallah cb d dunia nyata byk daffa daffa ky gni..pst krywan byk yg sejahterq
Nelda Yesti
sedih srkali
aira aira
bagus banget
AZura Hasan
jgn kasih kesempatan buat perusk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!