Warning+++ cerita Dewasa!
Bijaklah dalam memilih bacaan
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Itulah pepatah yang tepat ditunjukkan untuk Valeno Waradhana, yang mengikuti jejak sang daddy di masa mudanya.
Bagaimana tidak, karena setiap malam Valeno selalu ditemani wanita yang berbeda untuk memuaskan nafsunya di atas ranjang.
Tinggal jauh dari kedua orang tua dan juga kedua saudaranya, membuat Valeno leluasa melakukan apa yang di inginkannya.
Hingga Valeno harus menerima perjodohan saat dirinya kembali ke Indonesia, dengan Fillea Abraham gadis yang ditemuinya di club malam. Yang membuat kesepakatan dengan dirinya.
Fillea Abraham gadis arogan yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu.
Karena kesepakatan keduanya harus menjadi sepasang suami istri dan terjebak di dalamnya.
Saat keduanya baru menyadari bahwa keduanyalah yang di jodohkan oleh kedua orang tua masing-masing.
Bagaimana keduanya menjalani rumah tangga karena perjodohan?
Akankah ada cinta yang tumbuh di antara keduanya? Atau sebaliknya?
Cover by Enka Idris
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30 Kepo
"Ini juga ponselku jangan sekali kali kamu membuka ponselku," ujar Fillea yang langsung mengambil ponsel miliknya yang baru saja di rebut oleh Valeno. "Ingat Leno kita menikah hanya…" ucapan Fillea berhenti saat mulut Fillea di bekap boleh Valeno.
"Kamu ingin orang tua kita mengetahui yang sebenarnya? Diamlah, ada orang lain disini selain kita berdua," bisik Valeno sambil mengangkat dagunya menunjuk ke arah sopir yang sedang sibuk mengendarai mobilnya.
"Iya aku tahu," ucap ketus Fillea setelah melepas tangan Valeno.
"Pak Leno, kita sudah sampai," ucap sopir tersebut sambil menghentikan mobilnya tepat di depan lobby hotel bintang lima.
"The prince," ucap Fillea saat sopir tersebut membukakan pintu mobilnya. "Pantas saja kamu mengenal Leno, kamu anak buahnya?"
"Betul yang ibu katakan, saya sudah bekerja dengan pak Leno hampir sepuluh tahun sejak hotel ini berdiri, silahkan bu," jelas sopir tersebut sambil mempersilahkan Fillea untuk masuk ke dalam hotel menyusul Valeno yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam.
"Aku ingin kamar terpisah dengan mu, aku tidak sudi kalau harus satu kamar denganmu," ujar Fillea saat dirinya sudah meng sejajar kan jalannya dengan Valeno tapi tidak dihiraukan oleh Valeno yang langsung masuk ke dalam lift yang baru saja terbuka. "Leno kamu ini punya telinga atau tidak sih?"
"Berisik kamu bisa diam atau tidak? Kamu mau papah kamu terkena serangan jantung kalau dia tahu kita tidur terpisah di hotel ini dan mengetahui semuanya, di hotel ini banyak anak buah daddy jadi aku juga tidak mau mengambil resiko," jelas Valeno sambil menatap ke arah Fillea dengan tajam, membuat Fillea langsung menghembuskan nafasnya kasar dan langsung mengikuti Valeno keluar dari dalam lift menuju kamar hotel yang hanya khusus untuk pemilik hotel jika sedang berkunjung.
"Wow gila ini sungguh luar biasa Leno arsitekturnya yang begitu klasik tapi mewah, aku harus mengacungi jempol untukmu dengan kemewahan hotel milikmu," ujar Fillea sambil mengagumi keindahan arsitektur kamar hotel tersebut,"
"Jangan norak begitu, kamu CEO perusahan paman Malik yang bergerak di bidang kontruksi, pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan beginian,"
"Iya aku tahu, tapi ini luar biasa,"
"Sudah jangan banyak bicara kamu lapar atau tidak biar nanti pelayanan membawakan makanan untukmu,"
"Aku tidak lapar aku ingin tidur saja, agar aku besok kembali fit, saat aku harus pergi menonton langsung motoGP, aku sudah tidak sabar," ujar Fillea yang langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang ukurannya sangat luas.
"Aku akan keluar, tidak lama lagi aku akan kembali,"
"Ini sudah hampir jam tiga pagi, kamu mau kemana?"
"Jangan suka kepo, kamu sendiri bukan yang bilang, kita jangan pernah mencampuri urusan pribadi masing-masing," ujar Valeno sambil tersenyum sinis.
"Ya sudah sana pergi, kalau bisa jangan kembali lagi agar aku bebas tanpa ada dirimu Valeno Wardhana," ucap ketus Fillea yang langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Jam menunjukkan pukul sembilan pagi waktu Italia saat Fillea membuka matanya sambil menguap dan juga menggeliat, tatapan matanya langsung tertuju pada tempat tidur tapi tidak mendapati ada Valeno.
"Mungkin dia sedang berada di kamar mandi," ucap Fillea yang langsung menuju kamar mandi.
"Leno masih lama atau tidak? Aku sudah tidak tahan! teriak Fillea di depan pintu kamar mandi tapi tidak ada sahutan dari dalam, membuat Fillea langsung mengangkat kedua alisnya saat dirinya mendorong pintu kamar mandi yang tidak terkunci dan Fillea langsung masuk ke dalam sambil mengedarkan pandangannya tapi tidak mendapati ada Valeno didalamnya.
"Kemana dia pagi-pagi, ah masa bodoh mau kemana dia juga aku tidak peduli,"
Fillea yang sudah keluar dari kamar mandi, mengedarkan pandangannya kembali ke seluruh penjuru ruangan kamar hotel yang begitu luas dan tidak mendapati keberadaan Valeno. Hingga terdengar suara pintu kamar hotel yang dibuka oleh seseorang.
"Mungkin itu Leno," ucap Fillea dengan senyum yang terukir dari kedua sudut bibirnya.
*
*
*
Bersambung................
JD ingat kisah hidupku yang ditinggal bercerai orang tua,,aku jg adekku ketika itu msh blm TK,,dan BPK merawat kami berdua
pus kus...kek aneh wae rasane.
kakak ipar mario...👍