Percintaan mereka awalnya begitu kuat , walau dengan di tentang kedua orangtua , mereka kekeh untuk tetap bersama .Walau pertentangan itu sangat kuat , mereka mampu mengatasinya .Tetapi satu peristiwa , menyebabkan dunianya abu abu bahkan hitam .
Bram Gunawan , seorang CEO sukses, masa lalunya membuatnya pernah mengalami keterpurukan .Satu peristiwa menyebabkan dia harus melepaskan isteri yang dia cintai.
Ana Laura Geraldine , seorang wanita berusia 28 tahun , menikah dalam usia muda , dan memutuskan bercerai 23 tahun.
Dia harus memutuskan bercerai dari suaminya , karena rasa bersalah pada dirinya yang begitu besar . Tahun tahun penghukuman itu dia lakukan, tanpa ada mengurangi rasa sakit dan sedih.
Bahkan mengunjungi sebuah makam pun mereka selalu berbeda waktu .
Apakah mereka akan kembali bersama lagi ? Usaha apa yang di lakukan Bram untuk meraih hati mantan isterinya ?
Simak kisah ini .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lima Bulan
Pekerjaan Ana semakin dia kurangi, apalagi Ana mudah lelah , sejak kehamilannya , Ana lebih banyak mengerjakan gambar dan Bram yang menangani masalah kontrak . Perusahaannya semakin berkembang .
Bram tetap bisa membagi waktunya , antara pekerjaan dan memperhatikan Ana , dimasa kehamilannya.
Ana bahagia , papinya mengunjunginya bersama mas Angkasa.Papi Ana memutuskan, membangun hotel di Jerman, dan mereka menyerahkan pembangunan Hotel pada perusahaan Bram, dan Ana. Ana dan Bram akan men desain nya sendiri, sesuai permintaan sang papi .
Ana melihat papi dan mas Agungnya keluar dari puntu kedatangan luar negeri .
Ana melambaikan tangannya , sang pali menyambut Ana dengan pelukannya .
" Baby nya sudah keliatan, " ujar sang papi mengusap air matanya yang berkaca - kaca .
" Kalau mami kamu masih ada , dia sangat bahagia, melihat perut buncitmu nak."
" Mami pasti liat pi, dari Surga , " ujar Ana menunduk, menegarkan dirinya.
Andai mami nya ada , pasti kdi saat kehamilan ini, dia banyak cerita, dan maminya pasti banyak nanya macam - macam. Ana bersyukur, mertuanya , sangat menyayanginya. Mami Bram , sering menanyakan kabarnya, memberitahunya , makan apa aja , dan Ana banyak belajar , dari sang mertua. Peran mami nya , di ambil alih oleh sang mertua .
" Bram, bagaimana bisnis kamu nak?".
Bram memeluk sang mertua.
" Baik pi, Ana banyak membantu Bram , kami pasangan yang solid dalam mendesain banyak bangunan, " ujar Bram tersenyum dan kemudian memeluk sang abang ipar Angkasa.
" Bagaimana kabar mas ?".
" Baik ,Bram," ujar Angkasa .
" Kamu sehat An, "ujar mas Angkasa.
" Sehat mas".
" Gimana kabar mbak mas ?".
" Sehat An, lagi sibuk kerja dan membagi waktu dengan anak."
Bram mengendarai mobil, Ana dan papinya duduk di kursi belakang .
" Banyak banget perubahan kota ini nak , papa ingat, waktu pertama kali ngantar kamu, kuliah disini, mami mu sangat senang, liat puteri bungsunya sudah besar, cantik dan pintar."
" Papi ingat, mas mu datang , di hari kedua, mas Sky dan mas Angkasa, kita di bawa kedua mas mu jalan kemana - mana . Saat wisuda juga , papi ingat, Bram datang dengan lamaran tiba - tibanya ."
" Kalau di ingat ,gugup nya Bram , lucu ya pi," ujar Angkasa.
Ana tertawa , memori nya mengingat, Bram kikuk dan terlihat menggemaskan , saat melamar dirinya di depan kedua orangtuanya.Ana masih ingat, Bram di ledekin teman - teman Ana.
" Sarah, Ratih , Bian , Adit , dan Gerald , sampai tertawa , melihat Bram kaku seperti robot."
" Seperti robot dek , tapi buat kamu terharu, sampai berkaca - kaca matamu dek ".
" Benar mas".
" Perjuangan kalian sangat panjang, mas selalu mendoakan kalian selalu di limpahi kebahagiaan, bayi kalian sehat, Ana sehat melahirkan , semua sehat , tanpa kurang sesuatu apapun."
" Mas masih merasa bersalah, kenapa mami harus pergi ninggalkan kita."
" Mas merasa sangat bersalah."
" Mas sangat menyayangi mami, semua sudah takdir Tuhan, kita gak bisa berbuat apa - apa mas ".
" Kita makan dulu ya pi, mas, An."
" Mas bawa jalan aja ya , mau kemana singgah makan."
" Ke resto favorit mami dan papi aja".
" Boleh, " ujar papi Ana.
" Masih banyak gak Bram , yang dekati Ana?".
" Masih lah mas, pesona Ana mas ".
" Perut gedek gini , mana ada yang kepikat sih mas, mas ada - ada aja, yang benarnya mas Bram di dekati pelakor mas, "ujar Ana menahan senyum.
" Pelakor menjamur , hati - hati Bram."
" Gak macam - macam pi, beneran. Bram setia sama Ana dan baby kami".
" Good boy nak , penggoda itu banyak nak, apalagi jaman sekarang, banyak artis, model, orang awam ngejar , mau cara singkat , nyari suami, walau menyakiti hati isteri dan anak pria yang dia tuju."
" Uang , harta dan cinta , paket komplit tanpa perjuangan, tanpa usaha , bisa dapat rejeki nomplok, walau jadi isteri simpanan, isteri siri, atau isteri kedua, ketiga atau ke sekian," ujar Ana .
" Punya suami itu , di doakan An, agar dijauhkan dari yang jahat, berjalan di jalan yang benar.Suami isteri harus peka, hati - hati , boleh berteman , tetapi batasan dari pertemanan ada. Karena komitmen dan perasaan , kesetiaan juga."
" Papi dulu pernah di goda cewek ?".
" Pernah nak, tetapi orang jaman dulu , gak seganas jaman sekarang. Udah jelas di labrak isteri sang pria , masih gak punya malu, malah bangga dan ngatain gak bisa jaga suami . Lain lagi moral yang menurun, egois , ngumpul teman boleh, tapi kalay ke ranah sesat baiknya berpikir, anak dan isteri di rumah gak tahu apa - pa perilaku suaminya di luar, perilaku papinya di luar ."
" Jadi pria itu harus tegas , batasan ada , yang buat papi setia sama mamimu, papi ke ingat , mami mu menemani papi dari saat susah , sampai kami berhasil sukses .Mami mu bisa menerima kekurangan papi, ngurus papi, masak, jagain kalian, kalau pulang , mami belum mandi, yah papi yang jagain kalian. Mami kalian pulang kerja , pasti udah langsung beresinnkalian, walau ada pekerja di rumah, mami kalian selalu rajin masak . Papi kalau pulang kerja udah santai, mami kalian gak, sampai pukul 9 baru bisa santai ."
" Papi akan bantuin mami, dan itu sudah membuat mami bahagia."
" Mas Agung juga gitu ?".
" Ya dek . Mas belum banyak bisa bantu mbak mu, sejak kecelakaan, baru pulih jalan, karena terapi, mbak mu menyemangati mas, anak - anak juga."
" Kalau Bram gimana dek ?".
Bram tersenyum.
" Yang jawab Ana aja ya mas".
" Mas Bram selalu pulang kerja mijitin dan usap punggung Cloe , kami kadang masak bersama , kadang yang masak hanya mas Bram , Ana tinggal nikmati , hehehe.Bersih - bersih rumah bersama , mas Bram rawat kaptus Ana ."
" Cinta itu, tumbuh apabila kita saling dalam satu hubungan, bisa menerima kekurangan dan kelebihan , terutama kelemahan dan kekurangan, saling melengkapi, " ujar papi Ana.
Mereka pun bersantap di restoran, Ana sangat bahagia , bisa ngumpul dengan papi dan mas nya .
💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛
Jangan lupa
Like
Vote
Koment
keegoisan wanita
* pemeran utama wanita selalu dibenarkan dan kesalahan tidak dianggap salah, ngugat cerai suami (kesalahan fatal),
*pemeran utama pria selalu disalahkan dan dibuat menderita dan akan mengemis cinta
*pelakor dilaknat dan dibuat jahat
*pebinor (sangat banyak dinovel ini) dan semua dianggap benar
* intrak pemeran utama pria dengan wanita lain (pelakor) menjijikan
* intraksi pemeran utama wanita dengan pria lain (pebinor) akan dibenarkan dengan berbagai alasan, persahabatan lah, persaudaraanlah
Ayar yg selalu mengingatkan kita bahwa apa yg ada didunia semuanya fana.
Tuhan yg memberi maka Tuhan juga yg akan mengambil.
🥰🥰🥰🥰