KETERANGAN: Di harap kan untuk membaca novel "Wanita Taruhan Elvan" karena novel ini adalah anak nya🤭🤭
Ini adalah lanjutan kisah cinta anak-anak dari ke dua sahabat yang pernah berselisih paham di masa lalu. Dengan ketulusan hati, persahabatan mereka kembali seperti semula hingga mereka menjadi tua dan anak-anak mereka saling jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29.Habis Sudah
Siang itu juga Fandi langsung menghadap Raka untuk memperjelas kenapa anak nya di pecat secara tidak hormat. Panjang sudah masalah! Raka memanggil ke dua anak nya untuk menemui nya di ruangan. Arka dengan santai nya duduk mengahadap papah nya dan Fandi.
"Arka, apa benar kau memecat Viana?" tanya Raka.
"Benar..!" jawab nya singkat.
"Kenapa? kau tidak bisa seenak nya memecat karyawan."
"Viana adalah karyawan yang tidak sopan. Di masuk ke dalam ruangan ku saat aku tidak berada di sana dan gadis bodoh itu merusak barang ku." tukas Arka yang mulai emosi. Sedangkan Fandi hanya diam saja saat mendengar Arka mengatai anak nya gadis bodoh.
"Benar kata Arka pah. Ini adalah contoh yang tidak patut untuk karyawan lain." sambung Allena membela adik nya.
"Sudah selesai kan? inti nya aku tidak mau Viana ada kantor ini!" ucap Arka kemudian pergi begitu saja.
Raka hanya memijat pelipis nya saat melihat sikap anak nya. "Mohon maaf pak Fandi, saya tidak bisa membantu." ucap Raka merasa tidak enak hati.
"Tidak apa-apa pak. Saya mengerti." balas Fandi kemudian undur diri.
Setelah Fandi keluar, tinggallah Raka dan Allena. "Barang apa yang di rusak Viana?" tanya Raka.
"Foto kebersamaan Arka dan Kinara pah." jawab wanita itu.
"Habis sudah...! Kenapa anak itu merusak barang pribadi Arka? ujar Raka menepuk jidat nya.
Di tempat lain, Kinara yang tidak tahu menahu malah sibuk membantu bunda nya di toko kue. Gadis itu nampak bahagia, bunda nya mengajari nya cara membuat kue dengan sangat sabar. Kue ini akan mereka persembahkan untuk para lelaki di rumah mereka.
Di rumah Raka, pria itu menceritakan kejadian hari ini di kantor kepada istri nya. Hana yang tidak bisa berkata-kata hanya mendengarkan setiap cerita dari suami nya.
"Menurut mu kita harus apa?" tanya Raka.
"Harus apa? aku sangat tidak mengerti dengan jalan pikiran anak mu. Hati nya tidak bisa di tebak." ujar Hana.
Raka membuang nafas kasar, "Sudahlah, biarkan dia menentukan jalan hidup nya. Asal jangan berkelakuan aneh-aneh saja di belakang ku." ujar Raka. Pria itu sebenarnya menaruh ke khawatirkan yang sangat besar kepada anak laki-laki nya itu. Raka sangat takut jika Arka akan mengikuti jejak nya seperti dulu.
Beralih ke Viana, gadis itu terus merengek kepada papah nya untuk memohon ke pada Raka agar ia bisa bekerja di perusahaan itu kembali. Di bantu sang mamah, mereka berdua masih mencoba merayu Fandi.
"Papah sangat malu dengan ulah kamu Viana." ujar Fandi.
"Kau kan sudah bekerja sangat lama dengan Raka, seharusnya mereka bisa memaklumi Viana."
"Mah, Viana bukan hanya sekali membuat ulah. Aku sangat malu."
"Halaaah....papah aja yang tidak bisa merayu mereka."
"Pah...kalau Viana bisa menikah dengan Arka, papah juga kan yang enak." ujar Viana.
"Anna, buang jauh-jauh khayalan kamu. Arka itu tidak mudah untuk di dekati."
"Papah ini bukan nya memberi semangat tapi malah mematahkan semangat Viana. Jika kita bisa berbesan dengan keluarga Raka, derajat keluarga kita akan terangkat dan semakin di segani orang." ucap Istri Fandi membuat Fandi semakin jengah. Pria itu memilih meninggalkan anak dan istri nya yang masih sibuk mengoceh di ruang keluarga itu.