Follow Akun IG: Oni_RA
ANINDYA VANISHA atau sering di panggil anin, harus menikah dengan kakak iparnya yang bernama KENATH ABRAHAM.
Cobaan cinta dan pengorbanan masa mudanya pun harus ia perangi demi meraih cinta sejati.
Suatu peristiwa yang menimpa kehidupan anin, membuat hidup anin berubah begitu cepat, bahkan senyum di bibir anin, cinta dan bahagia semua telah di renggut oleh satu peristiwa yang terjadi dalam sehari. peristiwa yang tak terduga merubah kehidupan anin dan menjatuhkan dirinya dengan sangat tajam.
Penasaran dengan kisah nya????
Dari pada penasaran, mending baca langsung deh...hehehe....
Jangan lupa LIKE, VOTE dan KOMEN POSITIF agar menambah semangat author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oni_C, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episod 29
Anin terus menatap diri nya di cermin sambil menangis.
"Kamu tidak boleh nangis anin..tidak boleh" Anin menyemangati diri nya sendiri.
"Kamu harus kuat anin!!!" Anin menghapus air matanya dengan kedua telapak tangan.
"Aku akan berusaha.. aku yakin semua kesabaran pasti berbuah manis" Anin langsung mengganti semua pakaian nya dan langsung tidur untuk melupakan semua perlakuan kenath terhadapnya.
❤❤❤
Pagi hari anin bangun lebih awal untuk memasak sarapan kenath. anin sudah melupakan semua kejadian yang terjadi tadi malam, anin hanya berharap agar kenath segera berubah bersikap lebih baik pada dirinya.
Kenath tampak keluar dari kamar dan sudah rapi dengan baju kerja nya. kenath langsung duduk dan anin mengambil makanan ke piring untuk di santap kenath.
"Mas...apakah hari ini bibi pulang?" Tanya anin memecahkan suasana hening.
"Emm..."Jawab kenath sambil makan.
Selesai makan kenath menyapu bibir nya dengan tisu dan langsung bangkit dari tempat duduk nya.
"Mas..." Anin mengulurkan tangan nya untuk mencium tangan kenath.
Kenath mengulurkan tangan nya dan anin pun mencium tangan kenath.
"Mas...berhenti sebentar" Anin menghapus sisa makanan di tepi bibir kenath.
Kenath yang merasakan itu langsung mencekram tangan anin dan menatap anin dengan tatapan tajam, lalu kenath melepaskan tangan anin dengan kasar dan memilih untuk pergi meninggal anin.
"Huuuffftttt.." Anin menghembuskan nafas dan mengelus dada nya.
"Ntah sampai kapan aku akan bertahan dengan semua ini" Ucap anin melihat mobil kenath pergi.
Di dalam mobil kenath hanya melamun, pikiran nya tertuju pada anin, saat anin tersenyum, menyiapkan makan nya dan saat anin yang baru saja tadi mengambil sisa makanan di bibir kenath.
"Siaallaannn" Kenath mengepal tangan nya saat pikiran nya di hantui oleh sosok anin.
"Wanita itu tidak pernah takut pada ku" Gumam kenath di hati.
❤❤❤
Hari sudah mulai sore terlihat bibi yang mulai kembali untuk bekerja.
"Nyonya...maafin bibi ya... Bibi libur terlalu lama" Bibi menggandeng tas yang berisi pakaian.
"Tidak apa apa bi.... bagaimana keadaan keluarga bibi di kampung? sehat?" Tanya anin.
"Alhamdulillah sehat nyonya" Jawab bibi.
"Bibi segera ke kamar, setelah itu masak ya, biar anin bantuin juga" Ucap anin.
"Baik nyonya" Bibi langsung berjalan ke arah kamar nya.
Saat itu juga anin melihat kenath memasuki rumah dengan raut wajah yang susah di baca.
Saat anin ingin menyapa nya, kenath mulai bicara.
"Ikut aku ke kamar" Ucap kenath Sambil berjalan melewati anin yang menyambutnya.
Anin mengekori kenath untuk masuk ke kamar nya.
"Ada apa mas?" Tanya anin saat berada di dalam kamar kenath.
"Kenapa kau belum hamil juga?" Tanya kenath kedua tangan nya masuk ke saku celana dan menatap luar ruangan melalui jendela kaca.
Deg anin bingung ingin menjawab apa.
"Kau mandul?" Kenath berbalik menatap anin yang diam.
"Jangan buat aku marah..cepat JAWAB" Nada tegas kenath.
"Anin tidak mandul mas...mungkin belum saat nya" Jawab anin.
Kenath masih menatap anin yang berdiri mematung.
"Siap kan air mandi ku" Ucap kenath berjalan ke arah tempat tidur.
Anin langsung memasuki kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk kenath.
"Mas air nya sudah siap" Anin keluar dari kamar mandi dan melihat kenath yang sedang bersandar di balkon tempat tidur sambil mutar mutar ponsel nya.
sdah retak susah untuk di sembuhkan
dia benar2 menyesal