21+
Sinara perempuan 24 tahun mendekati
seorang lelaki yang sudah beristri.
apa jadinya kelanjutan kisah percintaan
yang terlarang tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuyuwe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#29
Pak Erik yang baru masuk ke dalam kamarnya langsung tertuju ke arah satu titik yang ada di depannya.Ia merasa seperti memiliki istri yang sesungguhnya. Bagai mana tidak melihat kekasih tercintanya yang hanya mengenakkan handuk sehelai di tubuhnya karna baru selesai mandi, di dalam kamarnya pula, dengan punggung putih nan bersihnya itu sudah terekspos nyata di hadapannya, ia merasa sangat bergairah, kini ia langsung mendekati Sinara yang masih berdiri membelakanginya karna menghadap lemari pakaiannya.
Pak Erik dengan sigap sudah memeluk Sinara dari belakang, tangannya yang nakal sudah menyentuh gunug kembar yang masih berbalut handuk di tubuh Sinara, tidak lupa bermain-main di situ, ia mengelanyut-lanyut manja di punggung Sinara menciuminya berulang-ulang, membuat Sinara merasa geli, kini Sinara mengigit bibir bawahnya, menahan suara desahannya yang hendak keluar, dengan tubuhnya yang sudah mengelinjang.
Pak Erik yang melihat itu tersenyum.
"Kamu sengaja ya begini, biar aku
terggoda hmm!?" Kepala Pak Erik masuk keceruk leher sinara.
"Eng, enggak,.!! "
"Terus, kenapa begini kalo bukan menggoda,!? " Pak Erik menunjuk ke dada Sinara, jarinya memutar-mutar di sana.
"Kamu kalo ngomong sama aku kenapa suka gagap begitu,!? Aku itu kekasih kamu lo, bukan hantu,!!" Pak Erik menarik pinggul Sinara untuk menghadapnya.
"Aku hanyaa, , hanya dek dekan, kalo di dekat kamu, " Sinara menunduk wajahnya terasa panas.
"Oloh-oloh sampai merah gitu pipinya, ,kamu sebegitu cintanya ya sama aku,!?? " Pak Erik mengucapkannya dengan mata mereka yang sudah saling memandang.
Ihh udah tau naya, kan malu aku jadinya.
Sinara hanya mengangguk.
"Aku juga mencintai mu sayang,, sangatt mencintai mu,.jadi jangan gugup-gugup lagi ya., Oh ya Mulai sekarang kamu panggil aku dengan sebutan sayang saja ya,,!? "
"Haa,!?"
"Iya kamu nggak suka,!?kita itu udah jadi pasangan sayang, masa panggilanya bapak, Kan nggak lucu."
"Haa, nggak nggak suka kok. "
"Bagus, terus kenapa sekarang kamu belum pakai baju, kamu memang sengaja kan menggoda yayang mu ini, iya kan,,!?" Mata sebelah Pak Erik berkedip membuat Sinara mengeleng-gelengkan kepalanya, tersenyum malu.
"Nggak, aku nggak tau mau pake baju apa, kam- say sayang sih bawa-bawa aku kesini tapi bajunya enggak,.! " Wajah Sinara cemberut.
Pak Erik sangat bahagia mendengar Sinara menyebutkan kata sayang untuknya.
"Hahaha, ya maaf,. Kamukan bisa pake baju ayang sementara sayangg, ," Pak Erik mencubit hidung Sinara.
"Ihh, Besar semua, lihat tu tu, " Sinara menunjuk ke arah lemari baju Pak Erik yang sudah di buka-bukanya.
"Coba sini biar ayang lihat, " Pak Erik mengutak atik pakaiannya yang ada di lemarinya.
"Ini,, baju ini aja ya dulu,!? "
"Haa itu,,!? "
"Apa kamu mau,mengenakan handuk seharian!? Ayang sih suka-suka aja,, " Pak Erik tersenyum bahagia.
"Ihh,, iya dch iya " Sinara hanya pasrah, dari pada nggak pake baju sama sekali, malah bikin masalah lagi untuknya. karna Pak Erik hanya memberinya baju kaos nan besar. Berbanding terbaik dengan pakayan yang sering ia kenakkan.
"Tapi nggak ada,, nggak adaa, , " Mata Sinara turun naik menatap dadanya.
"Apa,,!? " Alisnya terangkat matanya menatap arah mata Sinara bingung.
Ihh, kok nggak ngerti sih, jadi laki peka dikit ngapa.
Dengan terpaksa Sinara menyebutkannya juga.
"Nggak ada celana dalam dan bra aku gimana, masa aku polos begini,!! Ihh nyebelin dch, nggak ngrti-ngerti. " Bibir Sinara manyun, karna kesal.
Pak Erik mengaruk-garu keningnya yang tidak gatal itu.
"Haa,, hee,. Ya, maaf., mana ayang ngerti sayangg. Ya nanti kita beli yang banyakkk sekali, buat kamu, malah totoh-tokohnya juga nanti kita beli kalo kamu mau,, ayang nggak masalah kok,. cup, cup, cuppp,, tapi hari ini nggak usah pake dulu aja ya,,nggak apa-apa ya sayang, Malahan bagus kalo nggak pake yang heee,." Pak Erik dengan senyum mengodanya, membuat Sinara geleng-geleng kepala.
"Ihh tambah lucu dch kalo udah cemberut gitu bikin gemess "
"Maunya sekarang, nggak enak yang kalo nggak pake,, " Sinara dengan suara manjanya. membuat Pak Erik semakin gemas.
"Ya nanti kita beli ya,, oloh, oloh, "
Pak Erik memeluk Sinara,. Yang masih berdiri di tempatnya
"Sayangg, , "
"Emhhh, "
"Ayang,,?? "
"Apaa sihh,!? tangannya jangan di situ dong,.!"
Like😘😘