NovelToon NovelToon
My Ex Brother In Law

My Ex Brother In Law

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Beda Usia
Popularitas:892
Nilai: 5
Nama Author: MeNickname

Rasa yang tidak seharusnya ada itu kian tumbuh pada Carol, dari sebuah kekaguman berubah menjadi cinta. Carol mengubur semua itu dalam-dalam karena cinta itu tidak akan pernah bisa dia gapai. Sampai suatu hari dimana ternyata semesta seperti memberinya sebuah kesempatan. Dan Carol tidak mau menyia-nyiakannya, dia berjuang mendapatkan sesuatu yang sebelumnya terasa sangat mustahil itu. Dia mengambilnya meski harus menghadapi banyaknya sudut pandang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeNickname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Sean sudah diperbolehkan masuk, sekarang dia sedang duduk di meja pantry sambil menunggu Andrew yang sedang mandi.

Sean duduk sambil menyantap roti sebagai sarapan, cukup lama sampai akhirnya Andrew keluar dari kamar dengan penampilan yang sudah lebih rapi dari sebelumnya.

"Sekarang jelasin, kenapa kau ada disini?"

"Oke, kenapa aku ada disini itu karena Carol menghubungiku dia bilang dia sakit jadi dia meminta tolong supaya aku menggantikan dia disini. Tapi setelah melihat keadaanmu seperti tadi dan banyaknya botol-botol si4lan yang sudah kosong itu, sekarang aku paham sepertinya memang sedang ada masalah lain disini."

Andrew menghela nafas kemudian dia duduk di seberang Sean. Dia juga mengambil sepotong roti dan memakannya.

"Sekarang jelasin, ada masalah apa?" tuntut Sean balik.

Andrew terlihat bingung harus mulai darimana sebelum akhirnya dia menjelaskan semua yang terjadi pada dia dan Carol selama disini. Sean hanya diam mendengarkan sampai selesai.

"Aku gak tahu harus gimana." tutup Andrew di akhir ceritanya.

"Oke tapi maaf Andrew, sedikit kata aja."

"Apa?"

"Kau T0LOL, benar-benar t0lol!!" kesal Sean setelah mendengar semua penjelasan dari mulut pria itu.

"Kenapa kau malah menyalahkan aku?" protes Andrew lagi, dia tidak terima.

"Cewek itu emang sulit, bro. Itulah kenapa kita sebagai cowo harus banyak-banyak peka, bukan masalah beda usianya."

"Dia jelas marah karena kau bilang dia berlebihan. Sedangkan kau juga sama, malah lebih parah daripada dia."

"Oke, konsep keduanya itu memang berbeda. Semua orang juga tahu bagi seorang Andrew pekerjaan itu diatas segalanya. Tapi seenggaknya coba posisikan diri kau sebagai dia. Apa kau bakal terima gitu aja? Pasti enggak kan?"

"Seharusnya kau itu bujuk dia, yakinin dia. Bukan cuma minta maaf dan masalahnya dianggap selesai. Kau sudah kenal dia bertahun-tahun kau jelas lebih tahu, apa yang dia mau apa yang dia suka dari cara kau memperlakukan dia."

"Satu lagi perihal pelacakan, wajar dia marah. Sedikit besarnya dia pasti merasa tidak nyaman karena privasinya diganggu. Semua itu dilakukan tanpa persetujuan dia. Jadi stop lakuin itu dan berhenti nyalahin dia."

"Kali ini aku dukung Carol, emang duda bingung kaya kau itu harus diberi pelajaran biar tahu rasa!" sungut Sean dengan segala kekesalannya.

Andrew menghela nafas, dia terlihat memegangi kepalanya yang terasa ingin pecah.

"Jadi, apa yang harus aku lakukan? Apa aku balik.."

"Enak saja kau, aku sudah jauh-jauh datang kesini dan kau bilang ingin balik?" protes Sean.

"Kau bilang aku salah, aku mau masalah ini cepat selesai."

"Kita tetap disini, bereskan pekerjaannya dulu. Sementara biarkan dulu. Carol pasti butuh waktu untuk menenangkan diri. Dan kau juga. Jernihkan dulu pikiran, baru kau temui dia."

"Tapi Carol.."

"Dia pasti aman."

Andrew menghela nafas berat, dia tidak bisa membayangkan sekecewa apa Carol padanya.

"Maaf, Carl." bisiknya dalam hati.

Sementara di belahan kota lain gadis yang menjadi topik pembahasan pagi tadi sedang tertidur pulas di atas kasur.

Bahkan saat pelayan datang mengantarkan makanannya ke kamar, Carol tidak terusik sama sekali.

"Sedang apa dia?" tanya Calie, dia baru saja datang dan mendapat kabar jika Carol sudah pulang jadi dia ingin menemuinya namun dia malah berpapasan dengan pelayan yang baru saja keluar dari kamar Carol.

"Nona Carol masih tidur Nona, dia kelihatan lelah. Tidurnya pulas sekali."

"Oh baiklah. Nanti saja aku menemuinya."

Pelayan itu membungkuk sebelum akhirnya pamit turun.

1
MamDeyh
Duda gk zelaaas
MamDeyh
Ribet bgt sih.. Tinggalin aja. Ngapain jg jd merendahkan diri buat cowok.😒
Ruwi Yah
menarik alur ceritanya semangat updatenya kak
Ruwi Yah
sebagai atasan kamu harus tegas ndrew jangan sampai sikapmu disalah artikan oleh sekretaris seksimu
Ruwi Yah
sekali kali jual mahal dikit Carl
MamDeyh
Km jd kelihatan murahan dg begitu.. Kalo mau membuktikan dia apakah ada perasaan dg pergi menjauh. Bukan kek wanita ...😒
Ruwi Yah
masih nyimak alur ceritanya
Ruwi Yah
lanjut
Ruwi Yah
Terima kasih upnya kak
MamDeyh
Lanjuut
Ruwi Yah
mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!