NovelToon NovelToon
Misi Bertahan Hidup: Jangan Jadi Gadis Miskin!

Misi Bertahan Hidup: Jangan Jadi Gadis Miskin!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Bagaimana rasanya menjadi seorang CEO sukses di era modern, lalu dalam sekejap mata terbangun di dalam gubuk bobrok era dinasti kuno?
Itulah nasib sial yang menimpa Lin Wan. Jiwanya merasuki tubuh seorang gadis berusia delapan belas tahun yang hampir mati kelaparan, hidup bersama ibu yang sakit-sakitan, adik kecil yang menangis kelaparan, serta paman serakah yang berniat menjual mereka demi utang judi.
Bagi Lin Wan, menyerah bukanlah kamusnya. Berbekal otak bisnis modern, kecerdasan taktis, dan tekad baja, ia bersumpah untuk mengubah nasib.
Berhasilkah Lin Wan menjadi wanita yang bisa berubah kaya, atau justru takdir membawanya pada takdir yang tak pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Di Balik Tirai Sutra Biru

Udara di sudut Pasar Kecamatan Sungai Besi mendadak membeku. Debu-debu jalanan yang beterbangan seolah tertahan oleh keheningan mendadak yang menyelimuti ratusan pasang mata pengunjung pasar.

Semua orang menahan napas, tidak ada yang berani bergeming, bahkan suara lalat pun seakan lenyap di hadapan rombongan misterius berbalut tandu megah berlapis sutra biru tua itu.

Di dalam tandu, sang pangeran kerajaan yang sedang menyamar sebagai pengawas jalur perdagangan memakai jubah polos berkualitas tinggi dengan tatapan mata setajam elang, baru saja melontarkan pertanyaannya.

Ajudan pribadi sang pangeran, seorang pria paruh baya bertubuh tegap bernama Jenderal Pengawal Zhao yang menyamar sebagai manajer karavan dagang, segera melangkah maju. Dengan gerakan sigap, ia menghampiri kerumunan tempat Lin Dehai mencengkeram pergelangan tangan Lin Wanru.

Sesaat kemudian. "Lapor yang Mulia," ucap Jenderal Zhao dengan suara tegas melaporkan situasi yang ia saksikan kepada sang pangeran di balik tirai. "Ada masalah keluarga terkait utang piutang. Pria paruh baya itu berniat membawa seorang gadis remaja dan menjualnya secara paksa ke rumah bordil karena keluarganya tidak mampu melunasi utang."

Di dalam tandu, Pangeran penyamar itu sedikit memiringkan kepalanya. Alisnya yang tebal terangkat sebelah, menunjukkan ekspresi ketidaksukaan yang mendalam terhadap praktik biadab semacam itu di bawah wilayah kekuasaannya.

Di masa pemerintahan istana yang sedang berbenah, tindakan lintah darat memperjualbelikan manusia secara terang-terangan di pasar umum adalah sebuah noda hukum yang tidak bisa dibiarkan.

Tanpa keraguan sedikit pun, titah mutlak itu keluar dari bibir sang pangeran:

"Pastikan bayarkan utangnya, dan peringatkan pada laki-laki itu untuk tidak pernah mengganggu keluarga itu lagi," perintah putra mahkota dari balik tandu dengan nada dingin yang mengandung wibawa seorang penguasa.

Lin Dehai yang tadinya berwajah beringas dan merasa di atas angin, mendadak membeku. Ia mendengar jelas percakapan antara pengawal karavan mewah itu dengan orang penting di dalam tandu.

Sebelum Lin Dehai sempat memproses apa yang sedang terjadi, Jenderal Zhao sudah berdiri tepat di hadapannya. Sang jenderal menatap Lin Dehai dengan sorot mata membunuh, hingga membuat preman-preman bayaran itu mundur ketakutan tanpa berani mengangkat wajah.

"Tuan dari rombongan kami telah mendengar semuanya," ucap Jenderal Zhao dingin sambil merogoh kantong kain di balik jubahnya. Ia melemparkan sebuah kantong kecil berisi kepingan perak murni yang berdenting nyaring langsung ke dada Lin Dehai.

Cling!

Lin Dehai secara refleks menangkap kantong tersebut dengan tangan gemetar. Ia membuka ikatannya, dan matanya langsung membelalak selebar-lebarnya.

Di dalam kantong itu terdapat lima keping perak murni berkilau, jumlah yang jauh melampaui tuntutan utang palsunya yang lima tael perak! Itu adalah kekayaan yang bisa membuat seorang petani hidup makmur selama berbulan-bulan.

"Lima tael perak tunai untuk melunasi seluruh utang keluarga gadis ini hingga lunas tak bersisa," tegas Jenderal Zhao dengan suara menggelegar. "Mulai detik ini, utang itu batal secara hukum!"

Lin Dehai terperangah. Otaknya yang serakah mendadak berdengung senang karena menerima uang sebanyak itu. Namun, sebelum senyuman lebar sempat mengembang sempurna di bibirnya, Jenderal Zhao melangkah mendekat, dan mencengkeram bahu Lin Dehai dengan cengkeraman tenaga dalam yang membuat pria gempal itu menjerit kesakitan.

"Dan dengarkan baik-baik peringatan dari Tuan kami," bisik Jenderal Zhao di telinga Lin Dehai dengan nada mengancam yang membuat bulu kuduk berdiri. "Jika kau atau anjing-anjing sewaanmu berani menginjakkan kaki mendekati keluarga mereka lagi, atau mengganggu gadis ini walaupun sehelai rambut... kepala kalian akan tergantung di gerbang kota besok pagi. Pergi!"

Mendengar ancaman maut dari pengawal karavan bangsawan berpangkat tinggi itu, nyali Lin Dehai dan preman-premannya rontok seketika.

Mereka tidak peduli lagi pada gengsi atau rasa malu. Sambil memegang kantong perak di dadanya, Lin Dehai melangkah pergi beserta anak buahnya, menerobos kerumunan penonton pasar tanpa menoleh ke belakang lagi.

Dengan tersenyum puas karena membawa rezeki nomplok lima tael perak, sang lintah darat itu melarikan diri dari tempat kejadian.

Begitu ancaman itu pergi, cengkeraman ketegangan di udara seketika mencair.

Lin Wanru yang terduduk lemas di atas tanah berdebu dengan tubuh lebam dan bibir berdarah, merasakan beban berat di pundaknya mendadak terangkat.

Ia mengangkat kepalanya perlahan dan menatap ke arah tandu sutra biru yang mulai bergerak maju meneruskan perjalanan dagangnya, meninggalkan jejak wibawa yang luar biasa di tengah pasar.

"Pangeran kerajaan... atau bangsawan tinggi istana," batin Wanru menganalisis cepat di balik sisa kesadarannya. "Bantuan tak terduga ini menyelamatkanku dari skenario terburuk hari ini."

"Wan-er...!"

Sebuah suara isakan penuh kepedihan memecah lamunannya. Nyonya Lin, yang tadinya tersungkur karena didorong, segera merangkak menghampiri putrinya.

Wanita paruh baya itu langsung merengkuh tubuh kurus Wanru ke dalam pelukannya dengan tangisan yang begitu pilu dan pecah sejadi-jadinya.

"Wan-er... Ya Tuhan... anakku... kau selamat..." tangis Nyonya Lin tersedu-sedu, sambil mendekap kepala Wanru erat-erat di dadanya, dan membiarkan air matanya membasahi rambut kotor dan pakaian putrinya yang penuh debu. "Ibu hampir mati ketakutan... Ibu pikir kita akan kehilangan segalanya..."

Lin Bao, yang berlari mendekat bersama sang ibu, ikut membenamkan wajahnya di pangkuan kakaknya sambil menangis sesenggukan. "Kakak... jangan tinggalkan aku... hiks..."

Dengan sisa-sisa tenaga di tubuhnya, Wanru mengangkat tangan kecilnya yang bergemetar. Ia membalas pelukan ibu dan adiknya, seraya mengusap punggung mereka dengan penuh kelembutan.

Meski sekujur punggungnya terasa remuk akibat hantaman tadi, sudut bibirnya menyunggingkan seulas senyuman kemenangan yang tulus.

"Ibu... Bao-er... jangan menangis lagi," bisik Wanru. "Kita sudah bebas. Tidak ada lagi yang bisa menjual kita. Hari ini... kita memenangkan kebebasan kita."

Bersambung...

1
Osie
jangan jangan ini pemuda sosok.sang putra mahkota...hhmmmmm pucuk dicintai ulam jalan jalan nih🤣🤣
Aurora: xixixi...bener banget kok jadi tikih ya😅🤭
total 3 replies
Osie
andai wanru saat transmigrasi dibekali ruang dimensi duuhh pasti cepat ahli dlm segala bidang wanru..eh banyak maunya aku ya..hehehe


😄😄😄😄😄🤣😄😄
Aurora: biar jadi masukan buat cerita kedepannya 🤗😃
total 3 replies
Osie
lah jadi gila dehai gegara kekayaan wanru🤣🤣🤣nah disini nih warung kudu jadi ahli bela diri biar bisa hempasin si dehaii songong nih
Aurora: lihat saja tanggal mainnya 🤗
total 1 replies
Osie
btw nih desa hutan batu kagak punya kepala desa ya thor..kok bisa warga dah heboh tapi yg selesaikan masalah sendiri tanpa bantuan kepala desa
Aurora: yes, betul... semoga cerita ke depannya makin seru dan makin di sukai
🤗
total 3 replies
Osie
thor bikin wanru ahli bela diri donk kalau bisa jadi master bela diri..biar lebih komplit keahliannya
Aurora: bisa di pertimbangkan sih... tapi jiwa modern nya juga ga bisa bertarung 😅🤭
total 1 replies
Fauziah Daud
mantap
Fauziah Daud
trusemangattt
Osie
laki modelan dehai nih kudu dibasmi sampai g bernapas lagi..benar benar sampah yg kudu ditanam
Iyus Iyus
baguuuss
Iyus Iyus
mampus tu
Osie
keluarga lin warung kudu jd konglomerat ..no cinta cintaan ya thor kudu sukses n kaya raya dulu..cinta cintaan no kesekian ratus dah
Aurora: pengen ikutan nimbrung dan meninggalkan jejak typo ny 😅😅 gak papa biar rame🤭
total 3 replies
Osie
aura ceo jaman modern emang gak kaleng kaleng..kena mental dah duo penjaga rumah lelang
The Dream26: Novel 'RUMAH' telah hadir, karya spektakuler dan seru untuk di nikmati, penasaran?, mampir ya kak
total 1 replies
Osie
eh sdh dipenghujung cerita ternyata..msh ada lanjutannyakah? ceritanya bagus banget
Aurora: cerita masih berlanjut kak... nantikan episode selanjutnya ya... 🤗
total 1 replies
Dewi Habibah
lanjut 😍
Aurora: siap kakak...🤗
total 1 replies
Dewi Habibah
Bagus sekali ceritanya
Aurora: terima kasih... nantikan terus update episode selanjutnya ya...🤗
total 1 replies
Siskasuryaningsih
Baru baca thor tetap semangat yo,,, 💪💪💪
Aurora: siap kakak...🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!