NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja 2

Pewaris Makam Para Raja 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Beranjak dari takhtanya sebagai penguasa berdarah di perbatasan selatan.

Lin Xiao kini melangkahkan kaki ke dalam pusaran konspirasi mematikan Kota Awan Suci, tempat di mana eksistensi Jiwa Murni berkeliaran layaknya prajurit biasa dan Empat Sekte Suci mengendalikan langit.

Di musim kedua ini, tirai misteri Makam Para Raja perlahan ditarik lebih lebar melalui sebuah ekspedisi menegangkan ke dalam reruntuhan dimensi kuno yang tidak hanya menguji batas kekuatannya untuk menembus ranah Jiwa Murni, tetapi juga menguak luka, penyesalan, serta masa lalu dari para roh kaisar yang bersemayam di dalam tubuhnya.

Ditemani oleh Xue Mingyue, raksasa setia Meng Shan, dan seorang gadis bercadar misterius yang menyimpan rahasia terdalam dari pusat benua, Lin Xiao harus menyeimbangkan ambisi penaklukannya dengan ikatan emosional yang semakin kuat, membuktikan bahwa di balik arogansi dan kekejaman seorang Kaisar Bayangan, terdapat jiwa manusiawi yang terus berjuang mendobrak takdir para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Ruangan lantai sembilan itu mendadak dipenuhi oleh gelombang suara yang berdengung dengan frekuensi yang sangat mematikan.

Pria tua buta itu hanya mengetukkan tongkat kayunya ke lantai, namun getarannya langsung mengunci setiap sudut dimensi ruang tersebut.

Teng. Teng.

"Teknik bayanganmu mungkin bisa menipu mata, tapi tidak bisa menipu riak suara dari detak jantungmu sendiri." ucap Penjaga Paviliun Langit itu dengan nada meremehkan.

"Di bawah persepsi Jiwa Suara milikku, kau sama telanjangnya dengan bayi yang baru lahir."

Lin Xiao yang sedang bersembunyi di dalam bayangan rak buku tiba-tiba merasakan kepalanya berdenging hebat.

Gelombang suara itu menembus pertahanan fisiknya dan langsung menyerang ranah kesadarannya.

"Teknik serangan jiwa yang cukup menjengkelkan." gerutu Lin Xiao terpaksa keluar dari penyamaran bayangannya.

"Tapi kakek tua, apakah kau yakin telingamu itu cukup cepat untuk mendengar datangnya kematian?" tantang pemuda itu menyeringai tajam.

Wush.

Lin Xiao melesat maju dengan kecepatan penuh, mengayunkan pedang peraknya lurus ke leher pria tua tersebut.

Namun sang penjaga hanya memiringkan kepalanya sedikit, membiarkan tebasan mematikan itu lewat beberapa milimeter dari kulit keriputnya.

Trang.

Tongkat kayu di tangan pria tua itu berputar dan menghantam tulang rusuk Lin Xiao dengan kekuatan yang melampaui logika.

Hantaman itu membawa energi Transformasi Jiwa setengah langkah yang langsung meremukkan pelindung aura Jiwa Murni milik Lin Xiao.

Bugh.

Lin Xiao terlempar mundur hingga menabrak rak buku kuno yang langsung hancur menjadi serpihan kayu.

Darah segar mengalir dari sudut bibir Lin Xiao, organ dalamnya bergetar hebat akibat serangan yang bercampur dengan frekuensi jiwa tersebut.

"Hanya ini kemampuan dari penyusup yang berani masuk ke sekte kami?" ejek pria tua buta itu menggelengkan kepalanya pelan.

"Aku bahkan belum melakukan pemanasan, kakek." balas Lin Xiao mengusap darah di bibirnya dengan punggung tangan.

Di dalam Dantiannya, Lin Xiao memicu Niat Pedang Haus Darah hingga ke batas maksimal.

Aura merah pekat meledak dari tubuhnya, bercampur dengan kekuatan ruang dari Kaisar Ilusi Bintang.

"Domain Ilusi Bintang: Gravitasi Penekan Jiwa!" rapal Lin Xiao merentangkan tangan kirinya ke arah sang penjaga.

Brak.

Tekanan gravitasi ratusan kali lipat menghantam pria tua itu dari segala arah secara bersamaan.

Tubuh sang penjaga seketika membungkuk, kakinya amblas ke dalam lantai kayu pagoda akibat beban yang luar biasa berat tersebut.

"Gravitasi? Kau menguasai hukum alam tingkat tinggi?!" seru sang penjaga untuk pertama kalinya menunjukkan nada terkejut.

"Aku menguasai cara untuk mengirimmu ke neraka!" raung Lin Xiao melesat menembus tekanan gravitasi tersebut.

Sring. Cras.

Lin Xiao memadukan Niat Pedang absolutnya dengan distorsi ruang, menciptakan medan tebasan yang tidak bisa dihindari oleh indra pendengaran.

Pedang perak itu berhasil merobek bahu pria tua tersebut, menyemprotkan darah yang bercahaya keemasan ke udara.

"Aaaarrghh! Bajingan kecil!" jerit sang penjaga mundur dengan wajah menahan sakit yang luar biasa.

Memanfaatkan celah sedetik itu, Lin Xiao melesat ke arah pilar kristal di tengah ruangan.

Pemuda itu meraih ketiga gulungan emas yang berisi teknik terlarang sekte dan langsung melemparkannya ke dalam cincin penyimpanan.

"Jangan harap kau bisa membawa lari pusaka itu!" raung pria tua itu meledakkan seluruh energi Transformasi Jiwa setengah langkahnya.

Gelombang kejut dari amarah monster tua itu menciptakan pisau-pisau suara yang merobek udara di seluruh lantai sembilan.

Lin Xiao tahu bahwa dia tidak akan bisa bertahan dari serangan skala penuh tersebut tanpa membongkar seluruh rahasia Makam Para Rajanya.

"Sampai jumpa di turnamen nanti, kakek tua!" teriak Lin Xiao memicu sisa energi apinya dan melemparkannya ke dinding pagoda.

Duarr.

Ledakan raksasa menghancurkan separuh dinding lantai sembilan, mengirimkan puing-puing api yang berjatuhan ke halaman sekte di bawah.

Asap tebal dan kekacauan itu memberikan waktu sepersekian detik bagi Lin Xiao untuk merobek dimensi secara paksa menggunakan tangan kosongnya.

Wush.

Namun tepat sebelum tubuh Lin Xiao sepenuhnya masuk ke dalam portal dimensi itu, sebuah gelombang pisau suara berhasil menembus punggungnya.

Serangan itu langsung merobek fondasi jiwanya, memberikan luka dalam yang luar biasa menyiksa sebelum portal itu tertutup rapat.

Sementara itu, di kamar VIP lantai lima Paviliun Teratai Merah.

Xue Mingyue sedang mondar-mandir dengan cemas, matanya terus menatap ke arah balkon yang terbuka lebar.

"Dia sudah pergi terlalu lama, ini tidak seperti biasanya." gumam gadis pewaris es itu menggigit bibir bawahnya.

Tiba-tiba, ruang udara di tengah kamar itu berdistorsi dengan sangat kasar.

Bruk.

Tubuh Lin Xiao terlempar keluar dari portal dimensi buatan dan jatuh terjerembab ke atas karpet tebal kamar tersebut.

Pemuda berjubah hitam itu langsung memuntahkan seteguk darah hitam pekat yang berbau anyir.

"Lin Xiao!" jerit Xue Mingyue berlari dan langsung memangku kepala pemuda itu di atas pangkuannya.

Gadis yang biasanya sedingin es itu kini memancarkan kepanikan yang sangat manusiawi, tangannya bergetar saat menyentuh wajah Lin Xiao yang pucat pasi.

"Apa yang terjadi padamu? Siapa yang bisa melukaimu separah ini?!" tanya Xue Mingyue buru-buru menyalurkan energi es penenangnya.

Lin Xiao terbatuk pelan, memaksakan sebuah senyum arogan meskipun rasa sakit sedang menggerogoti jiwanya.

"Hanya berdebat kecil dengan pria tua buta yang menjaga perpustakaan mereka." jawab Lin Xiao dengan napas tersengal.

"Dia memukul punggungku dengan tongkatnya karena aku mengambil buku tanpa izin." candanya mencoba mencairkan suasana tegang tersebut.

Xue Mingyue meneteskan air mata kemarahan, merasa sangat kesal dengan pria yang masih bisa bercanda di ambang kematian ini.

"Tutup mulutmu yang bodoh itu dan biarkan aku menghentikan kerusakan pada jiwamu!" isak Xue Mingyue mengerahkan seluruh kekuatan Jiwa Murninya.

Meng Shan yang baru saja masuk dari pintu depan langsung membelalakkan matanya ngeri melihat kondisi tuannya.

"Tuan! Saya akan mencari tabib terbaik di kota ini sekarang juga!" panik Meng Shan berbalik arah.

"Jangan pergi ke mana-mana, raksasa bodoh." perintah Lin Xiao dengan suara serak menahan kepergian Meng Shan.

"Luka jiwa tingkat ini tidak bisa disembuhkan oleh tabib jalanan, mereka hanya akan membongkar identitas kita."

Lin Xiao merogoh saku jubahnya dengan tangan yang bergetar hebat.

Dia melemparkan tiga gulungan emas yang memancarkan pendaran cahaya suci itu ke atas lantai.

"Misi kita malam ini sukses besar, Xue'er." bisik Lin Xiao menatap mata biru gadis yang sedang memangkunya.

"Kita mendapatkan kunci untuk menjatuhkan para dewa dari langit."

Xue Mingyue menatap ketiga gulungan emas itu dengan perasaan campur aduk antara kagum dan benci pada kecerobohan Lin Xiao.

"Kau mempertaruhkan nyawamu sendiri hanya demi beberapa gulungan tua ini, Lin Xiao." bisik gadis itu mengusap keringat di dahi pemuda tersebut.

"Nyawaku selalu menjadi taruhan yang paling murah di setiap meja judi yang aku datangi." balas Lin Xiao memejamkan matanya perlahan.

"Sekarang biarkan aku tidur sebentar, aku butuh waktu untuk menyatukan kembali jiwaku yang sedikit retak ini."

Kamar mewah di Paviliun Teratai Merah itu kembali hening, hanya menyisakan suara isakan tertahan dari Xue Mingyue.

Sang Ratu Es bawah tanah itu memeluk tubuh bosnya dengan sangat protektif, bersumpah dalam hati akan membunuh siapa pun yang menyentuh pria ini lagi.

Penyusupan malam itu berakhir dengan kemenangan yang sangat mahal bagi kelompok Paviliun Malam Kematian.

Namun tiga gulungan teknik terlarang itu akan menjadi kartu as paling mematikan yang akan membalikkan keadaan di Turnamen Empat Sekte Suci nanti.

1
VirgoRaurus 31Smile
cincin kan di pakai di jari... kenapa Meng Shan pakai peluk mayat segala, kalau cuma mau ambil cincin....
VirgoRaurus 31Smile
emangnya orang koma itu pasti tubuhnya kaku ya ..
Muh, Manan
mc lemah banyak ngomong..
VirgoRaurus 31Smile
menikah dg siapa... bukankah calon pengantin pria sudah mati...?
Salafudin
lanjut....
Hironimus Dachi
cadassss
aliff mocet
bagusssss
sutrimo trimo
semangat thir lanjut💪💪💪💪
Hironimus Dachi
mantaps
Bambang Hartono
lanjut Thor... semangat
VirgoRaurus 31Smile
mati aja belum kok terbaring kaku... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
mencabut pedang es nya ke arah leher MC... maksudnya gimana Thor...?
Ironside
Request tambahkan makam raja insect Kak /Smile/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Busetttt, ditunggu insect nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!