NovelToon NovelToon
THE QUEEN'S RETURN

THE QUEEN'S RETURN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

Clarissa Pratama, istri lemah dari Dominic sang pewaris klan elit, selalu menjadi korban fitnah kejam Helena yang mengincar posisinya. Namun, setelah insiden fatal yang hampir merenggut nyawanya, tubuh Clarissa tidak lagi sama. Jiwa Ratu Victoria, seorang penguasa tangguh dari masa lalu, terbangun di dalam dirinya. Bagi Victoria, intrik domestik klan Pratama hanyalah permainan amatir. Dengan kecerdasan tajam dan wibawa mutlak, Clarissa yang baru mulai membalikkan keadaan. Ia mematahkan setiap perangkap Helena secara elegan, membuat Dominic terpikat sekaligus curiga. Sang Ratu telah kembali, siap mempertahankan mahkotanya dan menghancurkan siapa pun yang berani mengusik ketenangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29. Pembalasan

Serigala Pelabuhan dan Pertumpahan Darah

Ruang kerja rahasia di lantai lima puluh itu mendadak diselimuti atmosfer yang berbeda. Tidak ada lagi gertakan kata-kata atau perdebatan politik yang elegan. Yang tersisa di udara adalah hasrat membunuh yang begitu pekat dan murni.

Clarissa berjalan perlahan mendekati meja Kakek Silas. Gaun malam hitamnya berkibar anggun, namun setiap langkah matangnya memancarkan dominasi Ratu yang tak lagi tertahan. Matanya yang berwarna keemasan menyipit menatap map merah berisi dokumen pembantaian keluarganya.

"Kakek bilang... Tulus yang membocorkan akses keamanan mansion malam ini kepada Konsorsium Hitam?" suara Clarissa mengalun amat merdu, hampir berupa bisikan halus, namun nada dingin di dalamnya membuat bulu kuduk Kakek Silas berdiri.

"Benar," jawab Silas berat. "Tulus bukan sekadar pelayan. Dia memegang lima puluh persen pasukan tentara bayaran di sektor bawah tanah klan. Dia saat ini sedang memimpin pembersihan di area pelabuhan sektor tiga. Dia mengira aku masih terperangkap di mansion."

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Clarissa meraih belati taktis berbilah baja hitam yang tergeletak di atas meja Kakek Silas. Pergerakannya begitu tenang, presisi, dan berbahaya.

Dominic melangkah mendekat, matanya menatap sang istri dengan binar kegelapan yang sama. Pria itu mencabut senjata api bersilencer dari balik jasnya, lalu menarik slide senjata itu dengan satu hentakan kencang.

CLACK!

"Kita tidak akan memakai jalur hukum untuk bajingan ini, Clarissa," ujar Dominic dengan suara berat yang sarat akan ancaman pembunuhan.

"Hukum terlalu lembut untuk manusia yang menghancurkan keluarga kita, Suamiku," balas Clarissa dengan senyuman paling memikat sekaligus mengerikan.

Dermaga Sektor Tiga, Pelabuhan Utama — Pukul 02.00 WIB.

Hujan badai mengguyur kawasan dermaga eksklusif milik Pratama Group. Di balik tumpukan kontainer besi yang menjulang, sepuluh tentara bayaran bersenjata lengkap berpatroli dengan kewaspadaan tingkat tinggi.

Tulus—pria paruh baya yang selama puluhan tahun menjadi tangan kanan Kakek Silas—tidak sedang bersantai. Sebagai mantan instruktur taktis klan, insting mewaspadai bahayanya sangat terlatih.

"Perketat penjagaan! Jika Silas atau dua bocah itu selamat dari gas saraf, mereka pasti menuju kemari!" perintah Tulus dingin seraya mengokang senapan serbu di tangannya.

BLAR!

Suara ledakan mendadak menghantam kontainer utama di sisi timur, memicu kobaran api raksasa yang menyambar

kegelapan malam.

"Musuh di sektor timur! Tembak!" teriak para pengawal Tulus.

Rentetan tembakan menggema sengit.

Namun, ledakan itu hanyalah pengalih perhatian. Dari balik bayangan kontainer barat, Dominic bergerak bagaikan bayangan maut. Dengan gerakan fisik yang teramat cepat dan efisien, Dominic menerobos barisan pengawal.

KRAK!

Satu gerakan memutar leher yang mematikan melumpuhkan pengawal pertama, disusul dua tembakan bersilencer yang menembus dada dua tentara bayaran lainnya sebelum mereka sempat menarik pemicu.

Tulus yang menyadari situasi langsung berbalik cepat. Bukannya panik, Tulus justru menyeringai licik. Ia menarik pemicu bom asap beracun dan melemparkannya tepat ke arah Dominic, lalu melepaskan tembakan beruntun.

DOR! DOR! DOR!

Dominic terpaksa berguling di atas lantai besi yang basah untuk menghindari peluru, bahu kirinya terserempet serpihan peluru yang merobek jas mewahnya.

"Kau terlalu naif, Dominic! Aku yang melatih sistem pertahanan klan ini selama tiga puluh tahun!" teriak Tulus sinis sambil bergerak mundur menuju sudut kontainer tertutup, bersiap menembak Dominic dari posisi tersembunyi.

Namun, Tulus melupakan satu hal: Ratu di papan catur ini.

SRAK!

Dari atas atap kontainer setinggi empat meter, sosok Clarissa melompat turun dengan presisi gila. Gaun hitamnya menyapu udara badai saat ujung tumit sepatu stiletto tingginya menghantam telak bahu Tulus!

DUAGH!

Tulus terdorong kencang, senapan serbunya terlepas dan jatuh ke genangan air hujan. Pria tua itu meringis murka, menyapu darah di bibirnya, lalu mencabut sangkur militer bergerigi dari pinggangnya dengan kecepatan yang mengejutkan untuk pria seusianya.

"Bocah tengil!" geram Tulus, langsung menyabetkan sangkur itu mengincar leher Clarissa.

Sabetan cepat itu menyayat lengan gaun Clarissa, meninggalkan garis merah yang menyemburkan darah segar di kulit mulusnya.

Namun, Clarissa bahkan tidak mengedipkan mata. Binar keemasan di matanya berkilat dipenuhi pemicu gila.

Bukannya mundur, Clarissa justru maju menerobos jarak tembak. Ia mencengkeram pergelangan tangan Tulus yang memegang sangkur, menahannya dengan seluruh tenaga fisiknya, lalu menghantamkan siku kanannya tepat ke rahang Tulus!

TAK!

Tulus tersentak kaku, kepalanya terdongak. Di detik yang sama, Dominic yang sudah bebas dari kepungan pengawal meluncur keras dari belakang, menendang bagian belakang lutut Tulus hingga pria tua pengkhianat itu berlutut paksa di atas lantai besi.

BRUK!

"Aaggh!" Tulus mengerang murka, berusaha membalikkan keadaan dengan mencabut pisau cadangan di boot-nya.

Namun Clarissa bergerak lebih cepat. Tanpa keraguan, ia menginjak pergelangan tangan Tulus dengan tumit stiletto-nya hingga tulang tangan pria itu terdengar retak.

KRAK!

"AAGGGHHH!" Jeritan histeris Tulus akhirnya pecah, menggema di tengah deru hujan badai. Pisau di tangannya terlepas sepenuhnya.

Clarissa berlutut di hadapan Tulus yang kini terkunci kaku dalam cengkeraman lengan tegap Dominic dari belakang. Lengan Clarissa yang berdarah tak menyurutkan keanggunan dinginnya. Ia mencengkeram rahang Tulus dengan kasar, memaksa pria pengkhianat itu menatap langsung ke dalam manik mata keemasannya.

"Kau bertarung dengan cukup gigih, Tulus," bisik Clarissa amat merdu, namun sarat akan intonasi eksekutor. "Tapi permainanmu berakhir malam ini."

Tulus meludah darah, menatap Clarissa dengan binar kebencian yang masih menyala.

"Kau... dan klan Pratama... tidak akan pernah bisa menang melawan Konsorsium Hitam... Merekalah yang membantai keluargamu... dan mereka akan memburu kalian sampai—"

JEB!

Clarissa menancapkan belati taktis baja hitamnya tepat menembus dada Tulus, memotong kalimat pengkhianat itu untuk selamanya.

Mata Tulus mendelik lebar. Napasnya terhenti seketika saat Clarissa memutar gagang belati itu dengan dingin, sebelum akhirnya tubuh Tulus terkulai lemas tak bernyawa di dalam cengkeraman Dominic.

Suasana dermaga mendadak hening, hanya disisakan oleh suara deru angin dan hujan badai.

Dominic melepaskan jasad Tulus, lalu berdiri melangkah mendekati Clarissa. Matanya menatap cemas pada luka sayatan di lengan istrinya. Pria itu menyobek kain kemejanya sendiri, lalu mengikat lengan Clarissa dengan lembut dan protektif.

"Kau terluka, Clarissa," bisik Dominic rendah, matanya berkilat penuh emosi dan rasa hormat yang mendalam atas keberanian istrinya.

Clarissa mendongak, menyunggingkan senyuman tipis yang sarat akan dominasi dan dendam membara. "Ini hanya goresan kecil untuk menyingkirkan seorang pengkhianat, Suamiku. Perang kita dengan Konsorsium Hitam... baru saja dimulai."

1
Nawi
ini cerita penuh dgn taktik dan teka teki GK sih thor
Senja_Puan: Betuuul sekali kak😄
total 1 replies
Nawi
siapa ya kira cewek ini🤔🤔🤔 penasaran thor lanjut
Senja_Puan: Ayo tebak kak, sudah punya nama yang dicurigai belum?
total 1 replies
Yasa
sayang banget kurang rame pembaca dan yang Like. padahal ceritanya oke dan gereget
Yasa
Idih si uler
Senja_Puan: uler ga tuh🤣
total 1 replies
Yasa
huaaaa deg degan
Senja_Puan: tarik nafas sebentar
total 1 replies
Yasa
Suka banget sama victoria/Angry/
Yasa
cerdas dan badas👍
Senja_Puan: makasih kak
total 1 replies
Nawi
hihihihi lucu bos yg di takuti jdi kucing congek😄
Senja_Puan: kalau udah bucin mah ya gitu kak🤣
total 1 replies
Nawi
benar " pertarungan dgn perhitungan 💪
Nurhartiningsih
lah
Senja_Puan: lah juga kak
total 1 replies
Nawi
bagus alur ceritanya thor
disini memainkan strategi dan taktik
Nawi
ini baru nama strategi,lanjut thor
Senja_Puan: lanjut kak Nawi
total 2 replies
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁𝓑𝓪𝓫𝔂💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
tatapan keemasan sang ratu Victoria selalu z ada, mulai dari chap pertama and maybe sampai last chap🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁𝓑𝓪𝓫𝔂💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
terlalu banyak kalimat aura dominasi, intimidasi, tubuh sang ceo, ratu Victoria dan blablablabla
dan setiap chap pasti ada semua kalimat tsb🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
bisa di kurangi kah kalimat tsb???
Senja_Puan: Bisa kakak, terima kasih ya masukannnya😍
total 1 replies
Janet Janet
hahahaa, Dominic jadi tunduk ama bininya
Senja_Puan: jadi SSTI gak tuh
total 1 replies
Thewie
ternyata pak tulus tidak tulus
Senja_Puan: Tertipu oleh namanya ya😄
total 1 replies
Thewie
salah lawan kau kek🤭
Senja_Puan: Saya akan lawan kak😄
total 1 replies
Thewie
pengen belajar senyuman yang mematikan
Senja_Puan: Nah coba belajar sama Victoria kak🤣
total 1 replies
Anonim
Lanjut
Senja_Puan: lanjut lagi bacanya kak
total 1 replies
Anonim
Lanjutkan
Senja_Puan: thanks kak ,selalu memberikan dukungan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!