Saat membuka matanya, Clarissa Wilson tidak mengingat, kapan dia telah menikah dengan Stephen Sylvester, lelaki yang sudah lama ia suka.
Clarissa ingat, kalau ia baru saja menyatakan rasa sukanya pada Stephen, di acara kelulusan Sekolah mereka, tapi.. kenapa tiba-tiba saat membuka mata, ia sudah memiliki seorang putri berusia lima tahun bersama Stephen?
Apa yang sebenarnya terjadi? Clarissa merasa ada yang ia lewatkan, begitu ia terjatuh saat ingin memeluk Stephen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 10.
Clarissa melihat Stephen membuka kulkas, dengan cepat ia melangkah, dan berdiri di depan kulkas yang telah dibuka Stephen.
Dan mereka pun berdiri begitu dekat saling berhadapan.
Clarissa menatap mata Stephen.
"Kapan kamu bisa berhenti membuat masalah denganku?" kaki Stephen mundur satu langkah kebelakang.
"Stephen, dulu aku sudah melakukan banyak salah padamu, tapi aku tidak ingin bercerai darimu! aku susah payah mengejarmu, aku... !"
"Kamu pikir aku akan memaafkan kamu, mendengar apa yang kamu katakan ini? Clarissa, aku tidak mengerti selama dua hari ini, apa yang sebenarnya sedang kamu rencanakan!" Stephen maju satu langkah memandang Clarissa dengan nanar.
Clarissa mengedipkan matanya.
"Kalau kamu masih menyakiti Aurora lagi, aku tidak akan memaafkanmu!"
"Aku janji! aku tidak akan menyakiti Aurora lagi! aku akan buat Aurora menerima ku lagi!" jawab Clarissa tersenyum, lalu melangkah maju semakin dekat pada Stephen.
"Kamu pikir aku percaya padamu!" Stephen meragukan janji Clarissa.
Lalu tangannya mengambil botol air mineral yang ingin ia ambil dari dalam kulkas.
Karena jarak berdiri mereka yang dekat satu sama lain, membuat tubuh Stephen nyaris menempel ke tubuh Clarissa.
Stephen dapat menghirup aroma tubuh Clarissa, dan bibirnya nyaris menempel di kening Clarissa.
Botol air mineral yang akan ia ambil nyaris jatuh, karena dekatnya tubuh mereka satu sama lain, membuat tangannya dengan cepat menahan botol itu agar tidak terjatuh.
"Kamu masih mencintai ku!" ucap Clarissa.
Stephen memandang Clarissa, dan berusaha terlihat biasa saja untuk menutupi rasa gugupnya, yang tiba-tiba datang.
Clarissa membalas tatapan mata Stephen, dengan tatapan lembut penuh cinta.
Mereka saling menatap beberapa detik.
Stephen kemudian mengalihkan tatapan matanya ke dalam kulkas, "Aku tidak cinta lagi padamu!"
Mata Clarissa nanar menatap wajah Stephen, dia berbohong! bisik hati Clarissa mengamati perubahan pada wajah Stephen.
Waktu sekolah dulu, kalau dia berbohong, wajahnya pasti memerah! sekarang juga masih sama! bisik hati Clarissa tersenyum memandang wajah Stephen.
Stephen mengambil botol air mineral, lalu berbalik dari sana, meninggalkan Clarissa yang masih berdiri di depan kulkas yang terbuka.
Clarissa berlari mengejar Stephen, lalu menghamburkan tubuhnya memeluk Stephen dari belakang.
"Stephen, aku akan mengejar kamu lagi!" katanya dengan nada yang terdengar begitu senang, "Aku janji, seumur hidupku hanya mencintai kamu saja!"
Clarissa semakin erat memeluk Stephen, dan menempelkan pipinya ke punggung Stephen sembari tersenyum senang.
"Aku hanya mau menggunakan uang kamu saja, dan tidur diranjang kamu!"
Stephen melepaskan tangan Clarissa dari memeluk pinggangnya, "Lepaskan!"
Ia ingin mengatakan sesuatu, tapi mulutnya tidak terbuka untuk mengatakan apa yang ingin ia katakan.
Clarissa menatap Stephen, dan mengamati raut wajah Stephen yang masih merona.
Hatinya semakin senang dapat membaca raut wajah Stephen.
Clarissa sedikit berjinjit pada ujung kakinya meraih wajah Stephen, lalu ia mengecup pipi Stephen pada ujung bibir Stephen.
Stephen terkejut dengan ciuman tiba-tiba Clarissa, membuatnya semakin tidak dapat bicara memandang Clarissa.
Clarissa melemparkan senyuman manisnya melihat wajah terkejut Stephen.
"Ciuman ini, hutangku padamu!" Clarissa mengerlingkan matanya memandang Stephen yang termangu menatapnya.
Lalu ia pergi dari sana, meninggalkan Stephen yang masih termangu.
Stephen mengedip-ngedipkan matanya tidak percaya, lalu tangannya perlahan menyentuh pipinya yang baru saja dicium Clarissa.
Sudut bibirnya bergerak sedikit, menyunggingkan senyuman tipis, yang nyaris tidak terlihat.
Bersambung.......
ihhh gemesss deh kenapa gk saling jujur gtu. atau komunikasi kek bir gk salah paham... 😭
memang benar sekertaris nya ettan berbohong.baru aj mulai baikan udah mau salah paham lagi...