NovelToon NovelToon
My Posesif Bos

My Posesif Bos

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Syafitri wulandari

Deskripsi ~S1~(Alan & Ulan) , ~S2~(Elang & Mentari)

Ulan Diandra Maera. Gadis berusia 25 tahun harus mengalami masa pahit karena masa lalunya yang membuat sang tunangannya harus meninggalkannya untuk selama-lamanya. Hingga dirinya di benci oleh keluarga sang tunangan dan keluarga kandungnya sendiri, hingga datang kembaran dari sang tunangan bernama Alan yang juga ia pernah cintai di masa lalu dan ternyata adalah CEO di perusahaan tempat Ulan bekerja. Alan ternyata bisa membuat hidup Ulan lebih berwarna setelah kebencian yang ia terima dari keluarganya dengan alasan yang sama sekali tidak di ketahui oleh gadis itu.

Alan Mahendra, lelaki 32 tahun yang diam-diam mencintai Ulan sejak dulu, hanya karena egonya membuat Ulan berpaling pada Althaf Mahendra, kembarannya. Alan akan membuat Ulan mencintainya dengan cara lembut maupun kasar.

Akankah Alan bisa membuat Ulan mencintainya seperti dulu?

warning : kisah ini murni dari pemikiran author. Jika ada kesamaan tokoh dan yang lainnya itu hanya sebuah kebetulan yang tidak disengaja. saling mendukung dengan memberikan like, vote, komentar dan tips. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafitri wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

...Happy reading...

*****

"Mama," teriak Ulan dengan keras membuat Alan bingung menatap gadis yang berada di sampingnya. Pria itu melihat ke depan untuk memastikan apa yang di lihat Oleh Ulan. Namun, sayang, tak ada satu orang pun yang ia lihat. Bahkan, Adinda yang Ulan lihat sama sekali tidak ada di depan.

Saat Ulan hendak berlari Alan langsung mencekal tangan Ulan dengan kuat membuat gadis itu menatap Alan dengan marah. "Aku mau bertemu dengan mama, lepaskan!" teriak Ulan di depan wajah Alan. Alan tak bergeming menatap Ulan dengan datar di dalam hati ia merasa miris dengan Ulan karena sangat merindukan ibunya sampai berhalusinasi seperti ini.

"Lihat baik-baik di depan siapa yang kamu lihat!" ucap Alan dengan datar. Dengan rasa kesal yang menguasai dirinya, Ulan melihat ke depan untuk memastikan Alan jika ibunya benar-benar berada di sana dan tersenyum kepadanya. Wajah yang cerah tadi langsung berubah menjadi sendu saat Ulan melihat ke arah depan maupun samping, matanya terus menyelusuri halaman rumah megah yang dulu menjadi tempat ternyamannya, matanya berkaca-kaca karena dirinya tidak menemukan sosok sang ibu yang sangat ia rindukan, walapun ibunya sangat membenci dirinya tetap saja Ulan sangat merindukan seseorang yang sangat berjasa dalam hidupnya.

"Tidak ada orang, kan? Jadi, saya mohon bersikaplah tenang walaupun kau merasa risau, saya pasti bisa menemukan keberadaan mama mu. Sekarang yang harus kamu lakukan adalah bersikap santai dan tunjukkan kamu bisa bahagia walau tanpa mereka yang sudah membuangmu," ucap Alan dengan tegas membuat Ulan menganggung dengan lemah.

"Ayo kita temui papamu!" ucap Alan dengan tegas menggandeng tangan Ulan yang terasa dingin.

Alan dan Ulan sudah di sambut dengan Leo. Jika Leo menyambut kedatangan Alan dengan ramah berbeda dengan Ulan yang Leo sambut dengan tatapan dingin namun mempunyai arti yang cukup dalam dan hanya di ketahui oleh Leo sendiri. sedangkan Alan merasa geram dengan sikap Leo kepada Ulan, dirinya menyaksikan sendiri bagaimana dulu Leo sangat memanjakan Ulan berbeda dengan yang sekarang. Jika hanya kepergian Althaf yang membuat orang tua Ulan membenci Ulan, Alan rasa tidak mungkin pasti ada faktor lain yang membuat orang tua Ulan seperti ini dan Alan harus menyelidikinya tanpa sepengetahuan Ulan.

"Kalian sudah datang, ayo silahkan masuk," ucap Leo dengan suara tegasnya dengan ekor mata yang melirik ke arah Ulan lalu menghembuskan nafasnya dengan berat seakan ada beban berat yang sedang ia pikul sendiri. Ulan menatap ayahnya dengan prnuh kerinduan tetapi rindu itu hanya bisa ia simpan tanpa bisa ia keluarkan biarlah seperti ini asal Ulan masih bisa melihat wajah ayahnya walau harus wajah Saera yang ia lihat juga.

"Ada apa kalian datang kemari? Sepertinya bukan masalah pekerjaan," ucap Leo setelah mempersilahkan Alan dan Ulan duduk serta asisten rumah tangganya yang sudah memberikan minum dan makanan ringan.

Alan memandang Ulan yang sedari tadi terdiam dengan menundukkan kepalanya, gadis itu merasa benar-benar sudah di lupskan saat melihat tidak ada lagi foto dirinya yang terpajang di rumah ini. Apa Leo sudah membuangnya agar Saera tidak mengetahui jika dirinya adalah anak dari Leo? Sungguh miris hidupnya jika harus menanggung semuanya sendiri.

"Biarkan Ulan yang menjelaskan semuanya," ucap Alan dengan tegas dan langsung membuat Ulan menatap Alan dengan pamdangan yang sulit di artikan. Leo mengalihkan pandangannya ke Ulan, ia menunggu Ulan berbicara tampaknya gadis itu sangat sulit untuk mengeluarkan kata-kata dari bibirnya.

"Aku ingin Papa, maksud saya Bapak Leo bisa menjadi wali nikah saya dengan Mas Alan. Bagaimana pun anda adalah ayah kandung saya walau anda tidak mengakuinya. Saya hanya ingin anda bisa menjadi wali nikah saya karena saya tidak mungkin memakai wali hakim sedang ayah kandung saya masih hidup," ucap Ulan dengan tegas walau tangannya berkeringat dingin dan jantungnya berdetak tak karuan karena takut ayahnya akan menolak permintaannya.

Leo melotot tak percaya jika Ulan akan menikah dengan Alan. Ingin sekali dirinya memeluk erat tubuh Ulan namun ia tidak bisa bisa, selama 5 tahun Leo menahan semuanya dan harus rela kehilangan putri satu-satunya demi permintaan konyol istrinya untuk menikah lagi dan menutupi apa yang terjadi pada Adinda dari Ulan.

"Coba jelaskan Alan!" ucap Leo yang masih belum percaya jika anak satu-satunya itu akan menikah, belum berakhir penderitaan karena merindukan Ulan sekarang harus rela jika Ulan bukan lagi tanggung jawabnya walau diam-diam ia menafkahi semua kebutuhan Ulan lewat Andra tetap saja ada yang berbeda, dirinya tidak bisa leluasa mengungkap rasa sayangnya seperti dulu.

"Ya, saya akan menikah dengan Ulan maka saya harus memastikan jika andalah yang akan menjadi wali nikah bagi Ulan walau saya sebenarnya bisa membayar wali hakim. Namun, Ulan tetap ingin anda yang menjadi wali nikah Ulan dengan saya. Jadi, anda harus mau karena saya sudah rela-rela datang ke rumah anda di saat saya sedang sibuk," ucap Alan dengan tegas membuat Leo sedikit tersenyum sinis.

"Jika saya tidak mau?" tantang Leo membuat Ulan semakin meremas tangannya, ia sudah yakin akan di tolak jadi dirinya tidak harus berharap banyak walau itu sangat sakit.

"Saya tidak terima penolakan Tuan Leo yang terhormat. Saya pastikan jika anda menolak semua aset perusahaan Bapak menjadi milik saya," ucap Alan dengan tajam karena merasa emosinya terpancing dengan ucapan Leo.

"Hmm baiklah saya akan datang tetapi tidak janji," ucap Leo yang semakin membuat Alan ingin meledakkan amarahnya.

"Jangan membuat saya menjadi tidak sopan dengan orang tua. Anda adalah seorang ayah yang akan menikahkan anak anda tapi seolah anda tidak mempunyai anak. Baiklah jika itu mau anda jangan harap anda bisa bertemu dengan Ulan jika suatu saat anda menyesal dengan perlakuan anda terhadap Ulan karena saya tidak akan mengizinkan Ulan untuk menemui anda begitu pun sebaliknya!" ucap Alan dengan amarah membuat Leo hanya terdiam dengan kemarahan Alan yang menurutnya wajar.

Tanpa sepengetahuan Ulan maupun Alan Saera mendampingi Adinda yang duduk di kursi roda tanpa bisa melakukan apapun bahkan bicara saja sangat sulit bagi Adinda yang bisa ia keluarkan hanyalah air mata penyesalan karena harus membuat putrinya sengsara karena dirinya.

"Itu anak Mbak? Saya fikir Ulan itu wanita yang menyukai Mas Leo. Maafkan saya Mbak saya tidak tahu," sesal Saera menatap Adinda yang menangis tanpa suara. Saera mengusap air mata Adinda dengan lembut, Saera tidak pernah merasakan berada di posisi Adinda. Namun, rasa sakitnya dapat Saera rasakan.

"Mbak mau bertemu dengan Ulan?" tanya Saera dengan lembut tetapi Adinda hanya bisa menggeleng keras yang membuat Saera mengerti jika Adinda tidak ingin bertemu dengan Ulan terlebih dahulu.

1
Lismardiana
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Lismardiana
aq tdak suka elang kek gitu
Lismardiana
ya aq setuju dengan sikap ulan...
Lismardiana
jijik lihat tingkah alan
Lismardiana
😭😭
Lismardiana
ia aq setuju alan ego
Lismardiana
kata nya ngk mau ketauan sm orang.. tp sikap nya sera pasti leo atau dinda tau
Lismardiana
ia bnar tu klo aq mah langsung resing..
Vivi Yanti
bagus crta y bikin penasaran trus
In hope
ceritanya bagus banget
Dewi Lestari
seru
Ladyicha Haruna
kenapa kesannya kasar yaaa
BIRU
tega banget ibunya menikahkan anak nya dg cucu ART nya.
evita vita
klo aku jd ulan kyx g sanggup menjalani sdh sakit,,trs dsalahkan pdalah dia hnya gadis lemah yg perlu rangkulan
evita vita
ceria untuk menutupi luka itu memang sulit,,apa lg hrus ttp tliat kuat pdhl lemah
S Aisyah S
hooh tanya mbah gugle aja mantari😁😁
S Aisyah S
novel terseru yg pernah q baca .. wow
S Aisyah S
perriihhhh... nyut nyut rasanya 😢
Meily Agustin
kok ngepel sih mank lantai 🤣, ngelap kali mksdnya..
S Aisyah S
kembaran kah ulan & alan ini??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!