Assalamualaikum readers ketemu lagi di novel Author lagi, semoga kalian tidak bosan membaca novel Author, Happy reading....
CINTA BISA BERTAHAN DALAM KESEDERHANAAN
TETAPI TIDAK DALAM PENGHINAAN
CINTA ITU SUCI DAN HARUS DI HORMATI
KETIKA RASA HORMAT DALAM CINTA MENGHILANG
CINTA ITU AKAN PERLAHAN PERGI.
Bastian Wirayudha pria berusia 33 tahun harus hidup seperti robot di dalam keluarga istrinya shopia Valentine Grace 30 tahun, kehidupan Bastian di istana mewah milik istrinya tak ubahnya seorang budak, ia harus mengikuti setiap perkataan ayah mertuanya yang dikenal seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan yang besar di bidang ekonomi maupun pemerintahan.
Bastian bukanlah pria miskin, ia juga berasal dari keluarga pengusaha yang cukup mapan, tapi karena strata keluarga Bastian lebih rendah, maka Bastian seperti tidak ada harga dirinya di keluarga istrinya.
suatu hari ia bertemu gadis sederhana yang menyimpan sejuta rahasia, yang menyadarkan dia akan sebuah arti cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 24
Pintu ruang direktur utama terbuka lebar.
Bastian berdiri di depan pintu ruangan dan ia tertegun saat melihat sahabat lamanya yang berdiri dari duduknya setelah melihat dirinya berdiri di depan pintu.
"Marion..."
gumam Bastian pelan.
Sudah bertahun-tahun ia tidak melihat wajah itu.
Wajah seorang sahabat.
Atau lebih tepatnya, mantan sahabat.
Marion tersenyum canggung.
" Hai bro, Lama tidak bertemu."
Bastian masih terdiam beberapa detik sebelum akhirnya ia melangkah masuk dan di ikuti Ghina dalam Andrian.
Ghina semakin terlihat penasaran saat melihat keduanya saling mengenal.
" Semakin menarik " gumam Ghina dalam hati.
" Gimana kabarmu, lama sekali kita tidak bertemu " kata Marion sambil mengulurkan tanganya.
" Baik, seperti yang kamu lihat " Sahut Bastian dingin.
" Kenapa kamu tiba-tiba ada di sini?" tanya Bastian.
" hanya merindukan sahabatku " sahut Marion santai.
Suasana di dalam ruangan mendadak canggung.
Karena di antara mereka ada masa lalu yang belum benar-benar selesai.
Dulu...
Mereka dan Gio adalah sahabat dekat.
Sama-sama merintis mimpi sejak kuliah.
Belajar bersama.
Bekerja paruh waktu bersama.
Bahkan pernah berjanji akan membangun bisnis bersama suatu hari nanti.
Namun semuanya hancur hanya karena satu orang.
Seorang wanita.
Seorang wanita yang di sukai oleh Marion.
Tapi sayangnya cinta Marion bertepuk sebelah tangan, karena Wanita itu malah mencintai Bastian.
Namun cinta wanita itupun ditolak oleh Bastian.
Karena Bastian memang tidak pernah memiliki perasaan apa pun kepadanya.
Bukan karena Marion juga menyukai wanita itu.
Melainkan karena sejak awal ia memang tidak pernah menganggap wanita tersebut lebih dari teman.
Namun penolakan itu membuat wanita itu kecewa.
Dan karena rasa kecewa itulah...
Ia datang kepada Marion.
Sambil menangis.
Sambil mengaku bahwa dirinya telah dilecehkan oleh Bastian.
Saat itu Marion kehilangan akal sehat.
Wanita yang di cintanya di lecahkan oleh sahabat baiknya.
Tanpa memberi kesempatan Bastian menjelaskan.
Tanpa mencari kebenaran.
Ia langsung menghajar sahabatnya sendiri.
Perkelahian besar pun terjadi.
Dan sejak hari itu...
Persahabatan mereka berakhir.
Marion pergi ke luar negeri.
Sedangkan Bastian melanjutkan hidupnya bersama sahabatnya Gio, Keduanya merintis usaha berdua hingga sebesar ini.
Kini.
Bertahun-tahun kemudian.
Mereka kembali bertemu.
Dalam situasi yang sangat berbeda.
Bastian berbalik dan mempersilakan Ghina dan Andrian duduk.
sekilas ia menatap ke arah Arlon yang sedari tadi duduk di sofa.
Langkah Bastian tetap tenang, ia langsung duduk di sofa single.
" Kenapa datang ke sini?"
Marion menunduk beberapa saat.
Kemudian menarik napas panjang.
" Aku datang... untuk meminta maaf."
Kalimat itu membuat Bastian sedikit terkejut.
Marion tersenyum pahit.
" Beberapa tahun lalu aku bertemu wanita itu lagi."
Tatapan Bastian berubah.
Dan Marion melanjutkan.
"Aku baru tahu semuanya."
" Dia mengaku."
" Dia berbohong."
Ruangan kembali sunyi.
" Aku menghajarmu tanpa mendengar penjelasanmu."
" Aku memutuskan persahabatan kita begitu saja."
Suara Marion mulai terdengar berat.
" Dan aku menyesalinya."
" Dan maaf kalau aku baru bisa datang padamu dan meminta maaf padamu "
" Munafik...benar-benar manusia munafik " gumam Ghina dalam hati.
" Kita lihat apa rencanamu sebenarnya pria munafik "
Bastian tidak langsung menjawab.
Karena luka dari masa lalu itu memang pernah ada.
Namun waktu telah membuat semuanya terasa jauh.
Marion menatap sahabat lamanya.
" Bastian."
Untuk beberapa detik, ruangan kembali hening.
Ghina terus menyimak percakapan mereka, sambil sesekali memperhatikan mata Marion, yang penuh ke manipulatifan.
Di sisi lain Arlon nampak terkesima dengan Ghina, Arlon terus memperhatikan Ghina, dan itu di ketahui oleh Bastian dan Andrian.
Tapi Ghina tak menyadari hal itu, karena ia sibuk dengan pikiran dan rencananya.
Lalu...
Bastian menghela napas panjang.
" Semuanya sudah lama berlalu."
Marion tersenyum kecil.
" Tapi aku masih merasa bersalah."
Bastian menatap pria di depannya.
" Sudahlah, tidak perlu membahas masa lalu "
" Kapan pulang?"
" Beberapa hari lalu."
" Menetap?"
Marion mengangguk.
" Ya."
" Kamu bekerja di mana sekarang?" tanya Bastian.
Marion tak menjawab, tapi ia malah menatap ke arah Arlon.
" Dia akan bekerja di sini dan dia akan menjadi Asistenku "
Bukan Marion yang menjawab tapi Arlon, tapi matanya terus menatap ke arah Ghina.
Bastian nampak terkejut.
Bastian menatap dingin pada Arlon.
Suasana terlihat semakin tidak menentu.
" Ternyata, wanita itu telah menyiapkan semuanya untuk pria selingkuhannya, dari apartemen, mobil dan pekerjaan, benar-benar licik sekali " gumam Ghina dalam hati.
Namun pada saat ini Bastian sudah tidak ingin ikut campur lebih dalam dengan perusahaan ini, walaupun dia tidak suka dengan keputusan Arlon yang menjadikan Marion sebagai asisten, Bastian hanya m3milih diam saja.
" Baiklah, itu terserah kamu, sekarang aku ingin bekerja, kalian lihatkan kalau aku ada klien saat ini "
" Jadi bisakan kalian meninggalkan ruangan ku " kata Bastian.
Bastian juga merasa risih saat Arlon terus menatap Ghina dengan tatapan yang memuja.
Bastian tahu tabiat kakak iparnya itu, si hidung Belang.
" Siapa Klien kamu itu, kenapa kamu tidak mengenalkan padaku "
Bastian tersenyum miring.
" Ini klienku, jadi tidak ada urusannya denganmu "
" Tapi aku adalah..."
" Tolong silahkan keluar dari ruanganku "
" Tuan Arlon yang terhormat, hari ini aku benar-benar sangat sibuk, bisakah anda dan asisten anda ini keluar dari ruanganku "
" Apa anda tidak ada pekerjaan sehingga sepagi ini anda sudah berada di ruangan ku "
" Bastian jangan kurang ajar kamu, aku adalah kakak iparmu "
Arlon nampak emosi dan langsung berdiri dari duduknya.
" Aku datang kesini ini untuk memberitahumu, cepat selesaikan masalah dengan klien kita yang ada di Surabaya "
Bastian terlihat tenang di kursinya.
" Itu bukan urusanku " sahut Bastian.
Arlon nampak semakin emosi.
" Kamu...."
" Tuan Arlon, jangan mempermalukan diri tuan di depan klienku saat ini " kata Bastian.
Arlon kembali melihat Ghina dan Andrian yang masih duduk dengan tenang di kursinya.
Arlon mendekati Ghina dan menyerahkan kartu namanya.
" Nona Cantik, namaku Arlon Tan, putra pertama dari pemilik perusahaan ini, dan aku adalah pewaris utama di perusahaan ini "
Dengan percaya dirinya ia memperkenalkan dirinya seperti itu pada Ghina.
mungkin ia mengira Ghina akan tertarik dengan dirinya, jika ia adalah seorang pewaris dari keluarga Tan.
Ghina hanya menatap kartu nama itu dan ada sedikitpun keinginan untuk mengambil kartu itu.
" Ambillah ini kartu nama saya, nona cantik bisa menghubungi aku jika kamu membutuhkan bantuanku " kata Atlon kembali.
Melihat itu Bastian langsung mencengkeram kuat sandaran tangan sofa itu.
Ghina tersenyum tipis dan ia masih duduk dengan tenang di kursinya.
" Masukkan kembali kartu anda, karena aku tidak akan membutuhkan bantuan anda " jawab tenang Ghina.
Wajah Arlon seketika seperti tertampar, namun sesaat kemudian Arlon tersenyum tipis.
" Gadis yang menarik " gumam Arlon sambil melempar kartu namanya ke atas meja.
" Kita akan bertemu lagi gadis cantik " kata Arlon.
" Tuan Arlon dia klienku, tolong hargai dia "
Arlon hanya tertawa kecil dan kemudian pergi melangkah ke luar.
Marion menatap ke arah Bastian.
" Bas, nanti aku hubungi kamu lagi, banyak yang ingin aku ceritakan padamu, senang bertemu kembali denganmu " kata Marion dan kemudian melangkah pergi menyusul Arlon.
Bastian nampak menghela nafas lega setelah kepergian mereka.
" Maaf, membuat kalian masuk dalam situasi ini "
" Pak Bastian bersahabat dengan pria tadi " tanya Ghina.
Bastian mengangguk pelan.
" Dulu .." sahut Bastian .
" Tunggu dulu, dari tadi aku perhatikan kamu sering memperhatikan Marion...."
Mendengar itu Ghina menjadi salah tingkah.
" Sepertinya kamu mengenalnya "
" Mana mungkin, ini baru pertama kali kami melihatnya ..iya kan Kak " kata Ghina.
Andrian hanya mengangguk pelan, ia sudah tak ingin berkomentar apa-apa, ia hanya akan mengikuti alurnya si anak kodok saja .
" Kalau begitu...."
" Apa kamu menyukainya?" tanya Bastian dengan menatap tajam ke arah Ghina.
Tatapannya seperti tak rela saja kalau ghina harus menyukai pria lain.
" Mana mungkin, aku menyukai dia, dia buka tipeku "
" Lantas seperti apa tipemu " tanya Bastian.
" Seperti Bapak ..."
Andrian hanya menghela nafas berat saat melihat ketidak maluan si anak kodok.
Sedangkan Bastian entah kenapa hatinya berbunga-bunga saat mendengar jawaban Ghina.
Andrian serasa ingin menghilang dari dunia ini.
######
.
Jangan main- main dengan Keluarag Manggala & Narendar apalagi Keluaraga dari bestiè sebelahnya yang sekaligus jadi besan Manggala yaitu keluarga Pradipta ( Dio Fandi Pradipta ) semua keturunan dari tiga keluarga besar adalah bibit premium.. 🥰🥰🥰
Bastian akan lebih kaget lagi jika tahu siapa Ghina sebenarnya.. belum lagi ketangGuhan dalam. bela dirinya yang bergelar sabuk hitam malah mungkin melebihi itu.. jadi walaupun keluarga Tan mau bikin ulah pada Ghini atau Bastian.. siap- siap aja akan di kerangkeng di bawah tanah milik pribadi kelurga besar Ghina..
Yakinlah Bastian.. langkah yang kau ambil sudah tepat Bahakan kamunakan dapat kebahagiaan yang tidak kamu bayangin sebelumnya.. begitupun dengan anakmu Vallen.. akan mendapatkan kasih sayang yang Tulus dari Ghina & Keluarga besarnya...
Keberanianmu sangat gentle sebagai perempuan yang bermartabat Ghina.., Mantap + KeReeenNn...👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘
menyesal tiada guna ...