NovelToon NovelToon
Di Balik Kilau Mutiara

Di Balik Kilau Mutiara

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kehidupan di Kantor
Popularitas:896
Nilai: 5
Nama Author: Rani Ramadhani

Di bawah kilau kemewahan, Sherina Mutiara tetap berpijak sederhana, mengubur rasa cinta pada Darren Mahendra yang kandas oleh perbedaan. Ia lalu meniti jalan hidupnya sendiri di Mutiara Group, tempat ia bertemu Arsya Abrisam—pemuda jenius yang melepas jas dokter akibat luka masa lalu, dingin dan tertutup. Di antara tantangan kerja dan konflik perbedaan pendapat, benih rasa tumbuh di antara mereka, menyembuhkan luka dan mengajarkan arti bangkit. Namun, takdir membawa Darren Mahendra kembali dengan penyesalan, sementara Arsya diuji oleh pilihan tentang menegakkan keadilan atau tetap di tempat. Di persimpangan jalan, Sherina juga harus memilih: kembali pada mimpi lama, atau melangkah maju bersama sosok yang mengajarkannya bahwa cinta sejati adalah tentang tumbuh, bersinar, dan berani menjadi diri sendiri. Sebuah kisah tentang hati yang belajar memilih, dan jiwa yang menemukan cahayanya di balik luka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Hari-hari berlalu dengan perasaan yang masih menggantung di hati Sherina. Meski pengakuan cinta Arsya sudah terdengar jelas, meski ia sendiri tahu betul ke mana arah hatinya berlabuh, namun keputusan akhir itu belum juga bisa ia ucapkan. Ada satu hal besar yang masih mengganjal, masih berdiri tegak sebagai tembok pemisah yang berat yaitu kehadiran Darren Mahendra yang tak pernah berhenti berusaha, kini ditambah dengan dukungan penuh dan harapan besar dari kedua orang tuanya.

Sejak Darren kembali ke Indonesia dan memegang kendali kerja sama strategis dengan Mutiara Group, nama pemuda itu semakin bersinar terang. Keberhasilan, kecerdasan dan ketenarannya di kancah internasional menjadi pembicaraan hangat di kalangan-kalangan bisnis dan sosialita kota.

Dan kabar itu pun sampai jelas ke telinga Hardian dan Ibu Reina, orang tua Sherina, yang sangat mengagumi sosok pemuda muda yang dianggap luar biasa brilian dan berprestasi itu.

Sore itu, seperti biasa, Sherina baru saja tiba di rumah kediaman keluarganya yang megah dan luas setelah menyelesaikan urusan kantor. Ia berjalan melangkah masuk ke ruang tamu yang luas, namun langkahnya terhenti seketika saat melihat sosok yang sudah ada di sana, duduk santai berbincang akrab dengan kedua orang tuanya.

Darren ada di sana. Ia duduk dengan sopan namun berwibawa, mengenakan pakaian rapi yang berkelas, wajahnya tampan memancarkan pesona, dan senyumnya yang ramah seolah selalu mampu memikat hati siapa saja yang melihatnya. Di hadapannya, Hardian tampak sangat antusias, sesekali tertawa mendengar cerita Darren mengenai pengalamannya di luar negeri, sementara Reina menatap pemuda itu dengan pandangan penuh kekaguman dan rasa bangga, persis seperti sedang menatap calon menantu idaman yang sudah lama ia impikan.

"Sherina sudah pulang," sapa Reina dengan nada gembira, segera mengisyaratkan putrinya mendekat. "Lihatlah, Nak. Darren datang jauh-jauh ke sini hanya untuk bersilaturahmi dan menyampaikan sedikit laporan mengenai perkembangan proyek kita. Betapa rajin dan sopan pemuda ini, ya?"

Darren menoleh ke arah Sherina, tersenyum lebar dengan sorot mata yang penuh arti, campuran antara kerinduan dan keyakinan. Ia berdiri perlahan, menyambut kedatangan Sherina dengan sikap yang sangat halus dan beradab.

"Selamat siang, Nona Sherina," ucap Darren lembut, sambil menyalamikan tangan gadis itu dengan hormat namun cukup lama untuk menyampaikan pesan diam-diam. "Maafkan saya datang tanpa kabar lebih dulu. Saya hanya ingin berterima kasih atas segala bantuannya selama ini, dan sekaligus berkesempatan berbincang dengan Bapak dan Ibu yang sangat saya kagumi kebijaksanaannya."

Sherina menarik pelan tangannya kembali, menundukkan wajah sedikit untuk menyembunyikan rasa tidak nyaman dan kebingungan yang kembali menyerangnya. Ia tahu persis tujuan kedatangan Darren ke rumahnya ini. Ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Ini adalah bagian dari usahanya mendekat, bukan hanya kepadanya, tetapi juga merangkul keluarganya, memenangkan hati orang-orang yang paling berkuasa dan paling berpengaruh dalam hidupnya.

Sepanjang percakapan sore itu, Sherina hanya menjadi pendengar diam. Ia duduk di samping ibunya, mendengarkan bagaimana Darren bercerita dengan begitu luwes dan memukau. Ia menceritakan keberhasilannya membangun karir, jaringan luas yang ia miliki, pandangannya yang luas mengenai dunia bisnis, serta rencana-rencana besar yang ambisius namun cerdas.

Dan semakin lama mendengarkan, semakin jelas terlihat betapa kedua orang tuanya begitu terkesan, begitu mengagumi, dan begitu menyukai sosok Darren. Bagi Hardian, Darren adalah sosok penerus yang hebat, mitra bisnis yang setara, dan pemuda yang memiliki kualitas terbaik yang sangat cocok dan pantas mendampingi putri satu-satunya yang sangat ia banggakan. Bagi Reina, Darren adalah sosok yang sempurna karena tampan, mapan, sopan, berasal dari latar belakang baik, berprestasi di kancah dunia, dan sangat berkarisma.

"Kau tahu, Sherina," ucap Reina saat Darren pamit pulang dan mereka duduk bertiga di ruang tengah, suaranya penuh kekaguman dan harapan besar.

"Sangat jarang kita bertemu pemuda sehebat, secakap, dan sebaik Darren itu. Dia luar biasa, Nak. Luar biasa sekali. Coba lihat, usianya masih muda tapi namanya sudah harum sampai ke luar negeri. Pemikirannya hebat, perilakunya sopan, dan pandangannya luas. Sungguh pasangan yang paling tepat dan sepadan untukmu, menurut pandangan Ibu."

Hardian pun ikut menimpali dengan anggukan setuju, wajahnya tampak sangat serius namun puas.

"Ibu benar, Sherina," tambah Hardian dengan nada tegas. "Dalam dunia kita, kesepadanan itu penting. Bukan soal kekayaan atau jabatan, tapi soal wawasan, kemampuan, dan nama baik. Darren itu adalah sosok yang sangat brilian. Dia bukan hanya mitra kerja yang hebat, tapi dia adalah sosok yang mampu mendampingimu, melindungimu, dan mengangkat derajatmu lebih tinggi lagi. Bagiku, dia adalah calon terbaik yang bisa kau dapatkan. Kami sangat mendukung hubungan kalian. Kami berharap... kau bisa membuka hatimu untuknya. Pemuda sebaik dan sesempurna dia itu sulit dicari lagi, Nak. Jangan sampai kau melepasnya."

Kata-kata itu menghantam dada Sherina dengan berat. Ia tertegun diam, menatap wajah kedua orang tuanya yang penuh harap dan keyakinan itu. Hati Sherina semakin terasa sempit dan sesak. Orang tuanya sama sekali tidak tahu tentang masa lalu mereka. Mereka tidak tahu bahwa dulu Darren pernah menyakiti hatinya sedemikian rupa, bahwa dulu Darren pernah pergi karena merasa terbebani, bahwa dulu Darren lah yang membuatnya merasa dirinya tidak berharga. Mereka tidak tahu itu semua. Bagi mereka, Darren hanyalah sosok pemuda hebat, terkenal, sukses, dan sangat cocok untuk putri mereka. Dukungan dan harapan itu murni lahir dari kekaguman mereka terhadap prestasi dan kualitas diri Darren, bukan karena ikatan sejarah masa lalu apa pun.

Namun justru karena itulah, beban di pundak Sherina menjadi jauh lebih berat dan lebih rumit.

Di satu sisi, ada suara hatinya sendiri yang sudah berteriak lantang bahwa ia mencintai Arsya. Ada kenangan indah, ada ketulusan, ada rasa aman, ada rasa dicintai seutuhnya yang hanya ia dapatkan dari Arsya. Ada pengorbanan, ada perjuangan, dan ada penerimaan tanpa syarat yang begitu dalam. Arsya mungkin tidak bersinar terang seperti Darren, mungkin membawa masa lalu kelam dan kekurangan fisik... tapi di mata Sherina, Arsya lah yang paling berharga, Arsya lah yang membuatnya merasa bahagia dan berarti.

Namun di sisi lain, ada tekanan besar dari keluarga. Ada pandangan orang tua yang menganggap Darren adalah yang terbaik, yang paling pantas, dan yang paling cocok. Ada norma sosial, ada pandangan dunia bisnis, dan ada harapan besar orang tuanya yang tidak ingin ia kecewakan. Ditambah lagi, usaha Darren yang tak pernah berhenti. Pemuda itu datang dengan segala kelebihannya, dengan permintaan maafnya, dengan penyesalannya, dan dengan janji ingin memperbaiki segalanya. Darren berusaha memenangkan hati Sherina, dan ternyata dengan mudahnya ia juga memenangkan hati kedua orang tuanya.

Posisi Sherina kini terjepit di antara dua pilihan yang sama beratnya, namun sangat bertolak belakang. Di satu sisi ada cinta sejati yang tulus namun penuh kekurangan dan ketidaksempurnaan di mata orang lain. Di sisi lain ada kesempurnaan, ada dukungan keluarga, ada kesepadanan sosial, dan ada masa lalu yang menyakitkan namun kini datang kembali dengan penawaran baru yang memikat.

Setelah percakapan itu selesai, Sherina masuk ke dalam kamarnya dengan langkah gontai dan hati yang kacau balau. Ia duduk di tepi tempat tidur, menatap ke luar jendela yang menghadap ke taman luas rumahnya. Pikirannya melayang kembali ke wajah Arsya, wajah yang penuh cinta namun juga penuh rasa rendah diri dan ketakutan. Ia teringat perkataan Arsya saat mengakui perasaannya, ketakutan pemuda itu bahwa ia tidak cukup baik, tidak cukup sempurna, dan tidak pantas bersanding dengannya.

Kini, mendengar langsung penilaian orang tuanya, melihat betapa mereka begitu mengagumi Darren dan begitu mendukungnya... Sherina menyadari betapa besarnya ketakutan itu. Di mata dunia, di mata keluarganya, di mata standar kesempurnaan dan kesepadanan... Darren memang jauh lebih baik. Darren memang jauh lebih pantas. Darren memang sosok yang ideal.

Dan hal itu justru membuat posisi Sherina semakin sulit dan hatinya semakin bimbang. Ia mencintai Arsya, ia ingin bersama Arsya, ia tahu kebahagiaannya ada di sana. Namun ia juga harus berhadapan dengan kenyataan bahwa keluarganya tidak akan mudah menerima hubungan itu, bahwa banyak hal yang harus ia lawan jika ia memilih Arsya, dan bahwa ia harus berjuang sendirian meyakinkan orang lain bahwa pilihan hatinya itu benar, meski terlihat tidak masuk akal di mata mereka.

Di tengah kekacauan hati itu, ponselnya bergetar pelan. Sebuah pesan masuk dari Darren:

"Bapak dan Ibu sungguh orang tua yang hebat, Sherina. Semakin lama saya di sini, semakin saya yakin bahwa tempat saya memang ada di sini, di sampingmu, dan bersama keluargamu. Saya akan menunggu keputusanmu, dan saya akan terus membuktikan bahwa saya layak menjadi pendampingmu, seperti apa yang Bapak dan Ibu harapkan."

Sherina meletakkan kembali ponselnya dengan tangan gemetar. Tekanan itu semakin mendesak, dan semakin menyulitkan. Ia merasa berada di persimpangan jalan yang paling sulit dalam hidupnya. Di satu sisi suara hatinya berteriak memanggil nama Arsya, namun di sisi lain suara harapan keluarga dan kesempurnaan Darren bergema keras memenuhi telinganya. Dan di tengah-tengah itu semua, ia sadar, keputusan yang harus ia ambil nanti bukan hanya menentukan masa depannya sendiri, tapi juga akan menyakiti salah satu dari dua pria yang sama-sama mencintainya, dan mungkin juga mengecewakan harapan orang-orang yang paling ia cintai dalam hidupnya.

Namun ia tahu... ia tidak bisa berlari selamanya.

1
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Elisabeth Ratna Susanti
suka yang tegas dan berani seperti ini
Elisabeth Ratna Susanti
teduh banget pastinya kalau kita menatap wajahnya 🥰
Elisabeth Ratna Susanti
top banget👍
Elisabeth Ratna Susanti
aku suka bau tanah yang basah terkena hujan.....rasanya membawa damai 🥰 aku suka hujan🥰
Rocean: baunya enak memang kak. candu dan damai 😍
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
semakin seru👍
Siti Sarfiah
semangat bekerja , siapa tau di Divisi pembangun produk ada cowok yg naksir sherina🤭
Siti Sarfiah
bangkitlah dengan usahamu sendiri , tunjukkan pada nilai yg engkau capai semangat terus
Siti Sarfiah
wujudkan tekadmu , suatu saat akan terwujud apa yg engkau cita"kan , semangat💪
Siti Sarfiah
tunggu daren menyelesaikan pendidikannya d luar negri nanti kembali untuk sherina juga
Siti Sarfiah
sukses selalu , terus berjuang dan lanjut lagi ceritanya
Siti Sarfiah
tetap rendah hati dan semangat
Siti Sarfiah
masya Allah anak sultan yg rendah hati👍
namice
aku mampir kak
namice: 👍👍, semangat kak💪💪💪
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
keren banget pemilihan diksinya 🥰👍
Elisabeth Ratna Susanti
like plus subscribe plus iklan 👍
Rocean: mantappp🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!