NovelToon NovelToon
Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Rumah tangga Xena dan Reyhan terlihat sempurna, penuh cinta dan kesetiaan. Apalagi dari dulu hingga sekarang, Reyhan selalu memperlakukan Xena dengan baik. Malah cenderung meratukan istrinya tersebut.

Tapi semuanya hancur ketika terdengar kabar bahwa Reyhan diam-diam menikahi wanita lain demi mendapatkan keturunan karena Xena tak kunjung hamil. Lebih menyakitkan lagi, wanita itu adalah tetangga mereka sendiri yang selama ini terlihat baik di depan Xena.

Dikhianati setelah semua pengorbanannya, Xena memilih pergi. Tapi sebelum itu, ia membongkar identitas dan rahasia besar yang selama ini ia sembunyikan dari suaminya. Saat kebenaran terungkap, Reyhan baru sadar bahwa wanita yang ia sia-siakan ternyata bukan wanita biasa, dan penyesalannya datang ketika semuanya telah terlambat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jemputan Telah Datang

Keesokan paginya.

Reyhan terbangun dengan satu misi yang terus berdenyut di kepalanya. Semalam ia berhasil mengamankan beberapa helai rambut Aksara yang dipotong saat acara tasyakuran. Potongan rambut itu kini tersimpan rapi di dalam dompetnya, siap menjadi kunci jawaban atas keraguan yang menggerogoti jiwanya.

Sebelum melangkah keluar kamar, Reyhan memastikan penampilannya rapi dengan kemeja kerja. Tapi tujuannya pagi ini bukanlah kantor, ia ingin melakukan tes DNA secara diam-diam.

Di ruang tengah, keluarga besarnya sudah berkumpul. Bu Mirna, Tante Rika, dan beberapa sepupunya sedang duduk santai, sementara Nadine tampak sedang merapikan beberapa pakaian Aksara.

Mengingat keributan semalam, Reyhan sengaja memasang topeng paling ramah dan sopan yang ia miliki demi melindungi Xena sekaligus melancarkan rencananya tanpa drama.

"Ibu, Tante, semuanya, selamat pagi. Oh ya, hari ini tidak usah ada yang repot-repot beres-beres rumah bekas semalam, ya. Reyhan sudah pesankan petugas Go-Clean. Sebentar lagi mereka datang untuk membersihkan semuanya sampai tuntas."

Bu Mirna mengernyit, agak heran dengan perubahan sikap anaknya yang mendadak manis setelah mengamuk semalam.

Sebelum ibunya sempat protes, Reyhan merogoh saku celananya dan mengeluarkan beberapa amplop putih tipis. Ia membagikannya satu per satu kepada ibu, tante, dan sepupu-sepupunya dengan gestur yang sangat santun, lengkap dengan sindiran halus yang dikemas dalam nada penuh bakti.

"Ini ada sedikit hadiah untuk kalian. Memang uangnya tidak seberapa, tapi anggap saja ini tanda terima kasih dan sekadar ongkos pulang untuk semuanya yang sudah bersusah payah berpartisipasi di acara kemarin. Mohon diterima, ya," ucap Reyhan. Ada kata ongkos pulang, berarti maksud Reyhan menyuruh mereka untuk segera pulang dalam bahasa yang paling halus. Entah mereka mengerti atau tidak.

Tante Rika, sepupu Reyhan, dan Bu Mirna langsung berbinar begitu tangan mereka merasakan ketebalan amplop tersebut. Tak ada rasa tersinggung karena mereka tak menyadari bahwa Reyhan menyuruh mereka lekas pergi dari rumahnya.

Lagipula, mereka memang punya misi terselubung pagi ini untuk memberi pelajaran pada Xena. Jadi bersikap tenang dan manis di depan Reyhan adalah strategi yang bagus agar pria itu cepat pergi.

"Wah, makasih ya, Rey. Kamu memang anak yang baik," puji Tante Rika, langsung menyelipkan amplop itu ke dalam tasnya.

Reyhan kemudian beralih menatap Nadine. "Nadine, kamu kan sudah beberapa hari di sini dan pasti lelah sekali karena banyak membantu. Maaf ya, hari ini aku tidak bisa antar kamu pulang karena harus bekerja. Nanti aku pesankan taksi online saja untukmu."

Nadine yang merupakan pekerja kantoran dan kebetulan sedang mengambil cuti melahirkan, langsung mengangguk patuh. "Iya, Mas. Nggak apa-apa kok. Memang rencananya hari ini aku mau langsung pulang ke rumah."

"Aduh, Nadine sayang, ini Ibu sudah siapkan oleh-oleh banyak banget buat kamu bawa pulang. Kamu harus sering-sering ke sini ya." Ujar Bu Mirna sembari banyak memberi buah tangan.

Tak mau kalah, salah satu sepupu perempuan Reyhan langsung mendekati Nadine, memasang wajah sok kenal sok dekat. "Mbak Nadine, denger-denger di kantor Mbak lagi berkembang ya? Kalau nanti cuti melahirkannya sudah selesai dan ada lowongan kerja di sana, tolong kabari aku ya, Mbak. Pengen banget deh bisa kerja satu kantor atau minimal satu jaringan sama Mbak Nadine yang hebat ini."

Nadine hanya tersenyum canggung sambil mengangguk-angguk kecil. Setelah memastikan semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing dan mengira situasinya sudah aman, Reyhan berpamitan dengan tergesa-gesa.

Ketika mobil Reyhan tak lagi terlihat, senyum ramah di wajah Bu Mirna dan Tante Rika lenyap.

Xena keluar dari kamar dengan pakaian kasual, berniat menuju dapur. Tapi baru beberapa langkah ia mengayunkan kakinya melewati koridor dekat kamar mandi, tiba-tiba..

BYUURR!

Sebuah air dingin yang kotor jatuh tepat di atas kepala Xena. Ia basah kuyup dalam sekejap. Tante Rika, Bu Mirna, dan sepupu Reyhan langsung mengulum tawa, berusaha berpura-pura tidak tahu meski suara cekikikan mereka terdengar jelas di telinga Xena.

"Aduh, kayaknya ada kode alam tuh, disuruh mandi," celetuk sang sepupu sambil menutup mulutnya, menatap Xena dengan pandangan menghina. "Jorok sih, lagian pagi-pagi begini kok belum mandi. Makanya ketimpa apes."

Xena tidak berteriak. Ia tidak menangis. Dengan sangat santai ia mengusap wajahnya yang basah kuyup, lalu merapikan rambutnya yang lepek ke belakang.

Matanya menatap datar ke arah ember yang menggelinding di lantai. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Xena berjalan ke arah kamar mandi, mengambil sebuah ember lain yang berisi air bekas pel lantai yang keruh dan berbusa. Xena mendekati sepupu Reyhan yang masih asyik tertawa.

Tanpa aba-aba,

GEBYUUURRR!

Xena menyembor seluruh air bekas pel itu tepat ke wajah dan baju sepupu Reyhan.

"AAAKKKHHH! Apa-apaan ini?! Kotor tau!" jerit sepupu Reyhan histeris, melompat-lompat kegelian karena air itu mengotori baju.

"Waduh, gak kelihatan kalau ada orang di situ. Habisnya, itu muka atau kandang sih? Nyaru banget sama lantai kotor, sampai gak bisa dibedain."

"Kurang ajar kamu ya, Xena! Dasar perempuan gila!" caci Tante Rika, langsung pasang badan membela anaknya.

Adu mulut pun pecah. Makian demi makian dilayangkan pada Xena, namun Xena tetap santai membalas setiap cercaan dengan tatapan dingin dan senyum sinis yang justru membuat tensi darah keluarga Reyhan naik ke ubun-ubun.

Di tengah-tengah kekacauan yang makin memanas, ponsel di saku Xena bergetar. Ia mengangkatnya, mengabaikan teriakan Bu Mirna yang sedang mencak-mencak.

"Halo? Iya, bagaimana?" tanya Xena tenang.

Suara di seberang telepon memberikan laporan. Rupanya itu laporan setiap urusan Xena sudah rampung tanpa terkecuali.

"Bagus. Terima kasih," jawab Xena singkat lalu menutup telepon.

Melihat Xena yang mengabaikan mereka demi sebuah telepon, Bu Mirna makin meradang. "Kamu itu benar-benar menantu durhaka ya! Sudah keterlaluan kasarnya! Hebat kamu ya, bikin ribut di rumah ini!"

Nadine yang sejak tadi menonton tiba-tiba berdiri dan berjalan mendekat dan mencoba menjadi pahlawan kesiangan.

"Sudah, Ibu, Tante, jangan diperpanjang lagi. Kasihan Mbak Xena. Mungkin Mbak Xena lagi banyak pikiran. Biar Nadine saja yang minta maaf kalau kehadiran Nadine di sini membuat Mbak Xena tidak nyaman."

"Kamu tidak perlu membelaku, Nadine. Aku tidak butuh dikasihani oleh orang-orang yang berada di sini. Bukankah Reyhan memintamu untuk segera pulang?"

Mendengar Xena mengusir Nadine, Bu Mirna dan Tante Rika langsung meledak. Mereka merasa harga diri mereka diinjak-injak oleh menantu yang selama ini mereka cap mandul dan tidak berguna.

"Kurang ajar! Berani-beraninya kamu mengusir Nadine! Dia itu ibu dari cucuku! Kamu itu yang harusnya sadar diri, perempuan mandul tidak tahu diuntung!" teriak Bu Mirna histeris. Tante Rika bahkan sudah maju, mencengkeram lengan Xena yang basah dan menariknya secara kasar agar Xena berlutut dan meminta maaf pada Nadine.

"Minta maaf gak kamu sama Nadine?! Ayo minta maaf! Kalau tidak, saya seret kamu keluar dari rumah ini!" ancam Tante Rika dengan mata melotot.

Di tengah kepungan orang-orang kasar itu, Xena sama sekali tidak membalas cengkeraman tersebut dengan fisik. Ia hanya mengalihkan pandangannya ke arah jam dinding yang berdetak di ruang tengah.

Sedikit lagi. Xena menyunggingkan senyum tipis yang membuat Bu Mirna merinding seketika.

Sepupu Reyhan datang bawa gunting hendak memotong asal rambut Xena sebagai bentuk pelajaran, akan tetapi sebelum gunting itu menyentuh rambut Xena, seseorang masuk dari pintu utama.

Jemputan Xena telah datang.

Bersambung.

1
rain✨
Tjih
rain✨
Bebek kali ah netes
MULIANA 💦
aku juga gak sabar 🤭
MULIANA 💦
gak usah membandingkan bu. lah, ini pilihan ibu sendiri /Proud/
MULIANA 💦
mending jangan deh, jangan /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
heleh, kok mainnya dukun sih bang /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
tapi sayang, kamu cari muka dengan orang yang salah 🤭
〈⎳ FT. Zira
jangan menyesal loh ya Xena🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
berpikirkan mak...🤧🤧 masih nanya🤧🤧
〈⎳ FT. Zira: astaga... typo... berpikirlah maksudnya
total 1 replies
sunaryati jarum
Bener tebakan emak, semoga proses cerai langsung putus.Setelah masa Iddah habis langsung nikah
sunaryati jarum
Dokter Ibra,ya
sunaryati jarum
Baru ditinggal Xena beberapa hari di rumah Rayhan kacau keadaan rumah dan keuangan.Bu Mirna langsung merasa kecewa
Teteh Lia
mulai kelihatan perbandingan na
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
PD amat
Zenun: ehehehe
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
nama Grup nya kayak nama bus lintas sumut-jakarta, ALS
Zenun: oh iya kah😁
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesama makhluk menjijikkan ga usah saling ngatainlah
〈⎳ FT. Zira
tamparan keras buat ibu mertua kalo suara hati Nadine terdengar
Zenun: lama-lama kedengeran juga
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
astaga Reyy...pikiranmu ini perlu di reset kyknya
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
sunaryati jarum
Yang minum benda pelet dari dukun Nadine,dia jadi gila karena makin terpesona dengan Reyhan.🤣🤣🤣
Zenun: ehehehe iya ya
total 1 replies
MULIANA 💦
eh, sampai kayak gini
Zenun: ya begitulah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!