NovelToon NovelToon
Warisan Darah Sang Mafia

Warisan Darah Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Balas Dendam / CEO / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Mereka pikir semuanya telah berakhir sejak kematian Leonardo Valerio. Namun dunia gelap tidak pernah benar-benar melupakan darah yang pernah berkuasa.

Leonardo Valerio memang telah mati, tapi warisan darahnya belum berakhir. Saat ancaman mulai mengincar Alessandro, Nadira dipaksa kembali ke dunia gelap yang pernah menghancurkan hidupnya.

Di balik bayangan, musuh lama bangkit, rahasia lama terbuka, dan sifat dingin Leonardo perlahan muncul dalam diri putranya.

Karena darah mafia tidak pernah benar-benar hilang, dan sang pewaris akhirnya mulai bangkit.

**RED ASHES SEASON II**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Pewaris

Suara denting gelas kristal bertemu satu sama lain, terdengar jelas memecah keheningan di ruangan luas itu.

Ruangan yang dulunya kantor pribadi Leonardo Valerio, kini terasa hidup kembali, bukan karena pemilik lamanya. Tapi karena seorang pemuda yang kini berdiri di balik meja besar mahoni itu.

Alessandro berdiri tegak, kedua tangannya dikaitkan di pinggang, pandangannya tajam menelusuri satu per satu wajah orang-orang yang hadir malam ini.

Ruangan itu penuh, ada dua puluh orang lebih, semuanya nama besar di dunia bawah tanah Eropa dan Asia. Bos-bos keluarga, pemimpin sindikat, pedagang senjata, sampai bankir gelap.

Orang-orang yang dulu bersumpah mati untuk Leonardo, orang-orang yang selama sepuluh tahun terakhir menganggap nama Valerio sudah mati.

Udara terasa berat, bau cerutu mahal, parfum pria, dan sesuatu yang lebih tajam, yaitu bau ambisi dan ketakutan.

"Jadi... ini dia pewarisnya," suara berat terdengar dari ujung ruangan.

Seorang pria tua berwajah keriput dengan bekas luka memanjang di pipi kanan bangkit dari kursinya.

Dia Ivan Rostov, orang tertua di antara mereka, legenda di dunia mafia Rusia. Ia yang dulunya menjadi tangan kanan Leonardo saat perang besar dua puluh tahun yang lalu.

Ivan berjalan mendekati meja, tongkat kayu di tangan kirinya mengetuk lantai setiap langkah.

Matanya yang keriput menatap tajam, mengamati Alessandro dari ujung kaki hingga kepala. Seolah sedang menilai apakah anak muda ini layak bernapas di udara yang sama dengan mereka.

"Banyak cerita yang kudengar tentangmu, Nak," ucap Ivan pelan, suaranya serak tertahan usia. "Katanya kamu cuma anak kecil yang dibawa kabur Nadira. Hidup normal, kuliah bisnis, bersih dari dosa. Tidak pernah pegang senjata, dan tidak pernah tahu bau darah."

Ivan berhenti tepat satu meter di depan Alessandro, ia mendongkak sedikit, karena Alessandro bertubuh tinggi.

"Lalu kenapa tiba-tiba kamu muncul? Buka markas lama ayahmu, aktifkan jaringan yang kami kira sudah mati. Dan membantai tiga pasukan anak buah Viktor dalam dua minggu terakhir?"

Ruangan hening total, semua mata tertuju pada mereka. Tidak ada yang berkedip, udara terasa seperti bisa dipotong.

Alessandro diam, ia tidak terlihat gugup, tidak terlihat takut. Wajahnya datar, dingin, persis seperti topeng yang selalu dipakai Leonardo.

Ia menatap balik mata tua itu tanpa gentar, matanya yang cokelat gelap terlihat hitam di bawah pencahayaan lampu kristal yang redup.

Pelan-pelan Alessandro mengangkat tangan kanannya, ia mengambil sebatang cerutu dari kotak perak di atas meja. Asap putih mengepul keluar, menyelimuti wajah tajamnya.

"Karena," suara Alessandro rendah, berat, dan tenang. "Viktor Karev sudah membuat kesalahan fatal, ia berpikir bahwa karena Leonardo mati, maka Valerio sudah tamat. Ia berpikir keluarga ini tidak punya pelindung lagi."

Alessandro mengambil satu tarikan napas dalam, lalu menghembuskan asap perlahan tepat ke arah wajah Ivan.

Ia melihat pupil mata pria itu itu sedikit membesar karena kaget. Dulu hanya Leonardo yang berani bersikap kurang ajar pada Ivan Rostov.

"Dan yang paling bodoh..." lanjut Alessandro, ia bersandar santai ke pinggiran meja. Melipat kedua tangannya di dada, tatapannya menyapu seluruh ruangan. "...ia berpikir bahwa darah ayahku tidak mengalir di tubuhku."

Suara denting keras terdengar, salah satu bos mafia Italia di belakang meja menekan gelasnya terlalu kuat, hingga kacanya pecah.

Wajahnya pucat, ia tahu persis nada bicara itu. Tatapan mata itu, aura yang memancar itu. Itu bukan Alessandro, tapi itu Leonardo yang hidup kembali di tubuh yang lebih muda, lebih kuat, dan lebih kejam.

"Kamu membunuh anak buah Viktor, Alessandro," potong seorang pria lain, Santiago. Kartel Amerika Latin. Suaranya terdengar menantang. "Artinya kamu menyatakan perang, dan kami tidak mau ikut terbakar dalam dendam pribadimu."

Alessandro menoleh lambat ke arah Santiago, senyum tipis terbit di sudut bibirnya. Senyum yang tidak sampai ke mata, senyum predator yang sedang melihat mangsa yang belum sadar dirinya sudah mati.

"Dendam pribadi?" ulang Alessandro pelan, seolah sedang berpikir. Lalu ia tertawa rendah, dan menakutkan. "Kamu pikir Viktor hanya mengejarku karena aku anak Leonardo? Kamu pikir dia hanya ingin kepalaku saja?"

Alessandro melangkah maju, sepatu kulitnya menghentak lantai marmer. Setiap langkahnya membawa tekanan berat ke dada setiap orang di ruangan itu.

Ia berhenti tepat di depan Santiago, tingginya menjulang, membuat pria itu harus mendongkak.

"Viktor Karev ingin menghancurkan seluruh warisan ayahku. Jaringan, uang, kekuasaan, dan kalian semua. Dia menganggap kalian hanya sisa-sisa sampah yang harus dibersihkan dari muka bumi, dia sudah mulai memotong jalur perdagangan kalian, membocorkan nama kalian ke polisi, dan membunuh orang-orang kepercayaan kalian."

Alessandro menjulurkan tangan kanannya, jari telunjuknya dingin dan kasar menunjuk ke dada Santiago.

"Dan kamu... Sandiago. Bulan lalu, tiga kapal muatan kokaimu tenggelam di laut Karibia. Siapa yang melakukannya? Polisi? Atau anak buah Viktor yang sudah menyusui barisanmu?"

Wajah Sandiago seketika berubah merah padam, lalu menanti pusat pasi. Mulutnya terbuka, tidak mampu berkata apa-apa.

Kejadian itu rahasia besar, tidak ada yang tahu detailnya, kecuali orang yang punya akses ke data pusat. Data yang dulunya milik Leonardo, data yang sekarang ada di tangan Alessandro.

"Kamu... bagaimana kamu bisa tahu?" bisik Sandiago gemetar.

Alessandro menarik tangannya kembali, memutar badan, dan berjalan kembali ke meja besar itu. Ia duduk di kursi kulit besar berwarna hitam, kursi kekuasaan Leonardo Valerio. Sandaran kursi itu tinggi, menjulang di belakang kepalanya seperti mahkota.

"Aku tahu segalanya," ucap Alessandro datar. Ia merentangkan kedua tangannya di atas sandaran tangan kursi, jari-jarinya mengetuk pelan. "Aku tahu siapa yang setia, siapa yang menjual informasi, siapa yang punya hutang, dan siapa yang sedang berencana untuk menusuk temannya dari belakang."

Matanya menatap tajam satu per satu, menembus jiwa setiap orang di sana.

"Ayahku membangun kerajaan ini bukan dengan belas kasihan, dia membangunnya dengan rasa takut, rasa hormat, dan kesetiaan mutlak. Selama sepuluh tahun kalian berjalan tanpa pemimpin, kalian berantakan, kalian saling makan, kalian lemah, kalian jadi sasaran empuk polisi dan musuh."

Alessandro condong ke depan, sikapnya berubah drastis. Nadanya turun menjadi rendah dan berbahaya.

"Malam ini ada dua pilihan di hadapan kalian. Pertama: Kalian bisa pulang, terus jadi mangsa Viktor. Dan mati perlahan satu per satu sampai nama kalian hilang dari sejarah."

Ia berhenti sejenak, membiarkan kata-katanya meresap, membiarkan ketakutan tumbuh.

"Atau kedua: Kalian tunduk, kalian bersumpah setia padaku, sama seperti kalian bersumpah pada ayahku dulu. Karena aku bukan Alessandro lagi, mulai malam ini aku adalah Valerio. Aku adalah Raja yang kalian tunggu-tunggu."

Detik demi detik berlalu terasa seperti jam, napas mereka terdengar berat.

Lalu suara tongkat kayu terdengar lagi.

Tok... Tok... Tok...

Ivan Rostov berjalan mendekat ke arah kursi besar itu, ia berhenti di sisi kiri Alessandro. Pria tua itu menatap wajah muda di depannya lama sekali, seolah sedang melihat hantu yang menjadi nyata.

Ia melihat tatapan kosong namun berbahaya. Rahang yang keras, dan aura dominan yang begitu alami keluar dari tubuh pemuda itu.

Ivan menghela napas panjang, lalu perlahan ia menurunkan tubuhnya dan langsung berlutut.

BUM.

Suara lutut tua Ivan menghantam lantai marmer, yang bergema di seluruh ruangan.

Pria terkuat, tertua, dan paling keras kepala di antara mereka, kini menundukkan kepalanya rendah di bawah kaki Alessandro.

"Leonardo... aku sudah tua," gumam Ivan parau, matanya berkaca-kaca. "Aku kira aku takkan pernah melihat ini lagi, aku kira Valerio sudah mati bersamamu."

Ivan mengangkat kepalanya sedikit, menatap Alessandro dengan tatapan penuh hormat. Sesuatu yang belum pernah ia berikan pada siapa pun, selama dua puluh tahun terakhir, kecuali Leonardo.

"Darahnya memang tak pernah bohong, Tuan Muda. Kamu bukan sekedar anaknya, kamu adalah dia, tapi lebih ganas, lebih pintar, dan lebih berbahaya."

Ivan menundukkan kepala kembali hingga dahinya menyentuh lantai dingin.

"Ivan Rostov, bersumpah setia pada Alessandro Valerio. Sampai darah terakhir di tubuhku mengalir, sampai napas terakhir keluar dari paru-paruku. Hidupmu adalah perintah, dan matimu adalah hukum."

Seolah disambar petir, satu per satu orang di ruangan itu ikut bergerak. Santiago, bos Italia, pengedar senjata, bankir, dan semuanya.

Tanpa suara, tanpa ragu, mereka berlutut serentak. Puluhan orang kuat yang menguasai ekonomi gelao dunia, kini tunduk di bawah kaki seorang pemuda berusia dua puluh tujuh tahun.

Bau kemenangan, bau kekuasaan, dan bau darah terasa semakin pekat.

Alessandro melihat semuanya dari atas, melihat kepala-kepala yang tertunduk rendah. Mendengar sumpah setia yang bergema, jantungnya tidak berpacu cepat.

Ia merasa bangga, tidak merasa senang. Ia hanya merasa benar, seperti semua ini memang takdirnya. Seperti ia terlahir untuk duduk di sini, memegang kendali kehidupan dan kematian orang lain.

Di layar besar di dinding belakangnya, pesan singkat tiba-tiba muncul. Teks hijau menyala di layar hitam:

SYSTEM: HELL SIGMA ONLINE.

STATUS: MASTER CONFIRMED.

WELCOME: HOME, MR. VALERIO.

Sudut bibir Alessandro terangkat lagi, kali ini bukan senyum tipis, dan bukan senyum Leonardo.

Ini senyum Alessandro yang sudah mati rasa, yang sudah menerima siapa dirinya.

Ia merentangkan tangan kanannya, telapak tangan terbuka ke atas.

"Bangkitlah," perintahnya. "Mulai hari ini, kita bersihkan dunia dari sampah. Kita mulai dengan Viktor Karev."

Semua orang bangkit serentak, mata mereka kini membara dengan harapan baru, ketakutan baru, dan kesetiaan baru.

Di sudut ruangan, di balik kaca jendela yang gelap, sosok tinggi besar berdiri diam di dalam bayangan.

Viktor Karev melihat semuanya dari jauh, mendengar sumpah setia itu, dan melihat transformasi itu.

Wajah Viktor keras, rahangnya mengunci kuat. Ada kemarahan, ada rasa sakit, tapi lebih dari itu ada kepuasan aneh yang jahat.

"Akhirnya..." bisik Viktor pelan pada dirinya sendiri. "Akhirnya kamu menjadi monster yang sesungguhnya, Alessandro. Sekarang... permainan yang sebenarnya baru saja dimulai."

Di dalam ruangan, Alessandro menatap lurus ke depan, menembus dinding, menembus malam.

Ia tahu Viktor ada di luar sana, sedang mengawasinya. Ia tahu ibunya, Nadira akan menangis jika melihatnya sekarang. Dan ia tahu, wanita yang mulai ia cintai akan takut setengah mati jika tahu siapa dia yang sebenarnya.

Tapi itu tidak penting lagi, karena malam ini Alessandro bukan lagi manusia biasa.

Malam ini, Raja Baru telah dimahkotai, dan mahkotanya terbuat dari duri, darah, dan dosa.

1
☕︎⃝❥virgo93
si ale msih pnya sisi baik🥰 jgn jdikan dia mnster thor aku gk relaa😫
Lorenzo: kayaknya akaaa, deh🤔
total 3 replies
Vie
ga apa2 setengah2 juga ale, karena kalau 100% km jadi monster maka kamu akan kehilangan dirimu seperti ayahmu, dan itu adalah hal yang paling ditakuti oleh ibumu....
Vie
duh.... jadi ikutan tegang 😱😱😱😱😱
Vie
duh.... jadi ikutan tegang 😱😱😱😱😱
Vie
iiihhh makin seru dn penasaran aja..... lanjut kak.... 👍👍👍👍
Vie
lanjut thor.. 👍👍👍
☕︎⃝❥virgo93
keren banget thor🥰
Vie
dan kamu bodoh baru menyadari semua itu setelah apa yang terjadi disekitar kamu dan ibumu
Vie
aku agak bingung deh.... bukanya viktor ini yang selalu mengincar ale dan juga semua peninggalan ayahnya dan yang menghancurkan beberapa gudang kemarin, tapi kenapa masih ada disisi alesandro? apa aku yang salah ini viktor yang lain
Vie
dan akan keluar kemana... sedangkan kalian selama ini bersembunyi pun teta saja ketahuan, apalagi sekarang.. tidak ada cara lain selain melawan dira... kamu kalau takut ale menjadi seperti ayahnya, itu tidak bisa dihindari karena memang dia adalah anaknya, tapi kamu setidaknya bisa terus menemaninya disisinya agar dia tidak kehilangan dirinya sendiri seperti ayahnya, karena kamu adalah ibunya...
Vie
tau rasa kan. disuruh pindah gak mau, dan sekarang kamu jadi target seseorang yang sudah pasti kamu tau akan seperti apa, kamu hanya ketakutan... dasar keras kepala.... dan justru kamulah yang menjadi kelemahan dan juga ketakutan terbesar bagi ale tau.... dongkol deh sama si nadira .
Vie
bagi ale tidak ada jala lain... dia harus bersembunyi seumur hidupnya dan selalu dalam ketakutan karena dia sedang menjadi mangsa para mafia, atau dia menerima dan menjadi kuat, lalu membasmi semua ketakutan itu agar hidup tidak lagi menjadi mangsa.. setelah semua usai dan menjadi kuat baru dia bisa memutuskan apakah dia akan terus melanjutkan hal itu atau mau berhenti....
Vie
kamu itu seorang ibu yang takut pada kenyataan yang tidak pernah bisa dipungkiri, tapi selalu saja mengatakan ale mirip dengan ayahnya.... bagaimana gak mirip karena dia adalah anaknya, dan semua tidak bisa ditutupi oleh apapun, karena darahnya asa dalam tubuhnya... dan kamu selalu mengatakan hal itu seperti mengingatkan ale bahwa dia benar2 anaknya Aleandro bukan untuk menjauhkanya dari semua itu....
Vie
lanjut kak.... 👍👍👍👍
☕︎⃝❥virgo93
semngat dek comelku..🥰
Lorenzo: mkasih akaa😚😚
total 1 replies
☕︎⃝❥virgo93
ahhh nanggung banget upx thor.🤭lgi seru2 baca eh udah abis aj ayuk semagat untk up selanjutx🥰
Vie
aahhh.... akhirnya nongol juga lanjutanya.... 🥰🥰🥰🥰
Vie
lanjut kak.... makin seru aja... penasaran aku.... 👍👍👍
viandranovel
saling mampir bg 🙏
☕︎⃝❥virgo93
lnjut dek🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!