NovelToon NovelToon
After Reuni

After Reuni

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: rachmaraaa

Mita tidak pernah menyangka, satu ajakan sederhana dari suaminya akan mengubah segalanya.
Reuni sekolah yang seharusnya menjadi malam biasa justru membuka luka yang tak pernah ia sadari sebelumnya. Di tengah keramaian, Mita berdiri di samping Rio--namun terasa seperti tidak pernah ada. Terlebih saat Rio kembali bertemu dengan cinta pertamanya... dan memilih tenggelam dalam masa lalu.
Ditinggalkan tanpa penjelasan, Mita justru dipertemukan dengan Adrian-teman lama sekaligus rekan kerja Rio. Sosok yang dulu hanya sekadar kenangan, kini hadir sebagai satu-satunya orang yang benar-benar melihatnya.

Dan Reuni itu mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rachmaraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Ponsel Livy sudah menempel di telinga. Jantungnya berdegup cepat menunggu sambungan tersambung. Namun, baru dua kali dering, panggilan itu langsung ditolak.

Mata Livy membelalak.

Ia buru-buru mengetik lagi.

[Livy : Dri, please jangan cuekin aku. Aku cuma mau ngobrol sebentar.]

[Livy : Aku lagi nggak baik-baik aja.]

[Livy : Aku nggak punya siapa-siapa buat cerita.]

Tidak ada balasan.

Livy menggigit bibirnya pelan. Jemarinya mulai gemetar. Untuk pertama kali, ia merasa benar-benar sendirian.

Suara pintu kamar mandi terbuka membuat Livy refleks menoleh. Rio keluar dengan kaos hitam dan celana training abu-abu. Rambutnya masih basah. Wajah pria itu terlihat jauh lebih tenang dibanding beberapa menit lalu.

Namun ketika melihat Livy duduk sambil menangis memeluk ponsel, langkah Rio melambat. Tatapan Rio jatuh pada layar ponsel Livy yang belum mati.

Nama Adrian terlihat jelas di sana.

Rahang Rio menegang.

“Masih hubungin Adrian?” tanyanya dingin.

Livy buru-buru mematikan layar ponselnya. “Bukan urusan kamu.”

Rio tertawa hambar. “Oh, jadi sekarang Adrian tempat pelarian kamu?”

“Daripada punya suami yang nganggep anak-anak aku beban!”

Kalimat itu membuat Rio diam.

Hening. Untuk pertama kalinya sejak tadi, Rio terlihat menyesal. Ia mengusap wajahnya kasar lalu duduk di sofa seberang Livy.

“Aku emosi tadi,” ucapnya pelan.

Livy tertawa miris sambil menghapus air matanya. “Tapi itu isi hati kamu, kan?”

“Nggak.” Rio menggeleng cepat. “Aku cuma capek.”

“Capek?” Livy menatapnya tak percaya. “Kamu pikir aku nggak capek? Aku ninggalin segalanya demi kamu, Rio.”

Rio menunduk. Dan kalimat itu berhasil menampar egonya.

Ia ingat bagaimana dulu Livy membela dirinya mati-matian. Bagaimana perempuan itu rela dihujat orang-orang demi memilih bersama dirinya. Meski hubungan mereka dimulai dengan cara yang salah, Livy tetap bertahan sampai sekarang.

Rio menghembuskan napas berat.

“Aku minta maaf.”

Livy terdiam.

“Aku keterlaluan tadi.” Rio menatap Livy pelan. “Aku nggak seharusnya ngomong Reza sama Reva itu beban.”

Air mata Livy kembali jatuh.

“Mereka anak-anak, Rio... Mereka nggak pernah minta ada di situasi ini.”

“Iya... aku tau.” Rio mengusap wajahnya frustrasi. “Aku beneran lagi banyak pikiran. Kerjaan kacau. Finansial juga lagi berantakan.”

Livy langsung menatapnya.“Berantakan?”

Rio tertawa kecil tanpa humor. “Kamu pikir hidup aku masih sama kayak dulu? Semua yang aku punya habis buat gaya hidup kita. Cicilan motor gede, kartu kredit, cicilan mobil dan tas kamu, sekolah anak-anak...”

Wajah Livy perlahan pucat.

“Aku bahkan sampe pinjem sana-sini buat nutup kebutuhan.”

“Kenapa kamu nggak bilang?” suara Livy melemah.

“Karena aku gengsi.” Rio tersenyum pahit. “Aku terlalu pengen keliatan hebat di depan kamu.”

Hening lagi.

Kini keduanya sama-sama sadar.

Hubungan mereka dibangun dari ego, gengsi, dan obsesi sesaat.

Rio menatap Livy lama sebelum akhirnya mendekat dan duduk di samping perempuan itu.“Aku minta maaf udah ngilang dua hari.” Suaranya jauh lebih lembut. “Aku cuma pengen nenangin kepala.”

“Kamu sama perempuan lain?” tanya Livy lirih.

Rio memejamkan mata sebentar lalu menggeleng. “Nggak.”

Entah itu jujur atau tidak, Livy tidak tahu lagi harus percaya apa. Namun saat Rio menggenggam tangannya pelan, hati Livy runtuh lagi.

“Aku salah,” bisik Rio. “Aku terlalu sibuk nyalahin keadaan sampai nyakitin kamu.”

Livy menangis tanpa suara.

Rio menarik tubuh Livy perlahan ke pelukannya.“Maafin aku...” ucap Rio lirih di atas kepala istrinya. “Aku bakal coba berubah.”

Di balik pelukan itu, mata Livy perlahan kosong.

Karena ini pertama kalinya ia sadar, permintaan maaf saja mungkin tidak akan pernah cukup mengembalikan semuanya seperti dulu lagi.

。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。

Rio memeluk Livy lebih erat. Tangannya mengusap punggung perempuan itu pelan, seolah dirinya benar-benar suami yang penuh penyesalan.

Padahal di dalam kepalanya...

Bayangan Tiara justru terus berputar.

Hotel mewah di daerah Puncak itu masih terasa jelas. Aroma parfum Tiara yang menempel di sprei. Tawa perempuan itu saat mereka makan malam sambil minum wine mahal. Bahkan kartu kredit yang hampir limit karena semua pengeluaran dua hari itu pun masih ada di saku dompetnya.

Rio memejamkan mata sesaat. Ia tahu dirinya brengsek.

Tapi ia juga tahu satu hal, ia belum siap kehilangan Livy.

Bukan karena cinta sepenuhnya. Melainkan karena hidupnya akan jauh lebih rumit kalau Livy pergi.

“Maafin aku ya...” ulang Rio lirih sambil mencium pucuk kepala Livy.

Livy terisak kecil dalam pelukannya.

“Aku cuma takut kehilangan kamu,” ucap Rio lagi dengan suara dibuat serak penuh emosi.

Kalimat yang sama. Yang dulu pernah ia ucapkan pada Mita.

Livy perlahan melepas pelukan itu lalu menatap wajah suaminya. “Kamu serius mau berubah?”

Rio mengangguk cepat tanpa ragu. “Iya.”

Kebohongan lain. Karena beberapa menit sebelumnya, saat masih di kamar mandi, Rio sempat membaca pesan dari Tiara.

[Tiara : Udah sampe rumah?]

[Tiara : Aku kangen.]

[Tiara : Next month kita kemana lagi ya? Yang kemarin kurang lama 😘]

Rio bahkan sempat tersenyum membaca pesan itu. Namun sekarang, pria itu memasang wajah penuh penyesalan di depan Livy.

“Aku janji bakal lebih perhatian sama kamu dan anak-anak,” katanya lembut.

Livy menatap Rio cukup lama. Entah kenapa, hatinya masih terasa sakit.Tatapan Rio memang terlihat tulus. Tapi perempuan selalu punya firasat. Dan firasat Livy saat ini mengatakan...

Ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh suaminya.

Rio menangkup wajah Livy dan menatapnya lama. "Kamu ngapain hubungin Adrian? Jangan ganggu orang yang lagi menikmati masa-masa pengantin baru."

Livy tersenyum tipis. "Habisnya kamu tega sama aku. Aku nih nggak ada tempat cerita. Aku butuh kamu, aku takut kalau kamu selingkuh. Dan... Password handphone kamu kenapa diganti?"

Deg!

Ketahuan.

"Oh, itu karena ke riset gitu. Nggak tau tiba-tiba mati, karena aku kan nggak bawa charger. Terus pas hidup, nggak ada password. Kaya ke setting baru gitu. Foto-foto dan kontak aja banyak yang hilang." Rio berdusta. Kepalang tanggung, mending kecebur sekalian.

Livy ingin mempercayai suaminya. Karena hanya Rio satu-satunya sumber dananya selama ini. Ia mengusap lembut wajah suaminya.

"Lain kali cerita kalau kamu ada masalah. Soal keuangan, kita bicarakan baik-baik, gimana enaknya. Kalau emang kamu pusing banget, aku bisa jual tas-tas ku. Kita pelan-pelan perbaiki, kita bayar utang satu-persatu." Livy melihat mata Rio berkaca-kaca.

"A-aku minta maaf ya, Mi. Karena belum bisa buat kamu dan anak-anak bahagia." Rio memulai kebohongan lagi untuk menutup kebohongan lainnya. "Aku janji, akan berubah dan berusaha untuk mencari tambahan uang untuk bayar utang. Yang penting, kamu jangan nuduh-nuduh aku terus ya. Kamu harus percaya kalau suami kamu ini lagi kerja." Rio mengecup kening istrinya lembut.

Livy mengangguk, walau sebenarnya firasat nya tidak enak.

"Anak-anak sama papanya, kan?"

Livy mengangguk lagi.

"Kita bercinta yuk!" Rio menggendong Livy dan membawanya ke atas ranjang, mengungkung tubuh Livy di bawah tubuhnya.

[]

1
riza
aah... selamat 🥰 penasaran deh sama reaksi Tiara sama rio
riza
gila sih... perasaanku diacak² kamu Thor 🤭
riza
kasian Livy kena karma. Tiara 🤬
riza
sayangnya laki² yg kayak Adrian cuma ada di novel aja 🤭
riza
ini tuh selalu bikin gregetan. bisa aja nih authornya. pas Adrian Mita dibuat baper. Rio dmlivy binbikin gregetan 🥰
riza
karma pelan² datang ke rumah tangga Livy dan Rio
riza
lucu 🤭
riza
merinding 🤭
riza
kak aku tuh suka bgt sama Adrian 🥰 setiap baca, rasanya kaya aku itu Mita nya 🤭
riza
mau Adrian 🥹
milku
bagus ceritanya. bikin senyam senyum sendiri si Adrian dan Mita. pokoknya nggak nyesel deh
milku
selamat ya Mita dan adrian😍
riza
livy keknya stres dia 🤭
riza
mampus
riza
bukan Turing namanya ih
riza
gacor bgt pasutri ini 🤭🔥
riza
haduuh 🧐
riza
mudah²an nggak terjadi apa-apa sih sama Mita 🥺
riza
kok nyesek ya 🥺
riza
iya betul 🥺 sebelum semua terlambat, mending di obrolin dari skrg 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!