hallo, saya sun sarang putri bungsu dari pasangan sun siwan dan hayega dinata, sun siwan yang tak lain adalah ayahku pembisnis pakaian dan ibuku hayega adalah seorang dokter.
anak pertama mereka kembar yaitu sun saga si paling tua 10 menit dan sun sagi , dan anak berikutnya ya saya si cantik sun sarang.
kakak pertama saga dia mengikuti gen sang ibu yaitu dokter dan kak sagi dia ikut jejak sang ayah yaitu pembisnis,
sedangkan aku? yah aku sekolah kedokteran tetapi kalian tau aku tidak mau jadi dokter , dan sekarang pekerjaan ku cukup tidak jelas,
kadang produser, kadang vidiografer dan kadang yah cuman tidur aja.
aku gak suka ribet apalagi di atur orang lain dan ternyata aku juga harus ngalamin pase di mana aku harus merendah dan mengontrol semua yang aku lakukan,
saat bertemu dengannya semuanya tampak salah, tidak seharusnya aku menyetujuinya kan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita zahara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. weekend
Hari² berikutnya cukup sibuk setelah berita itu beredar aku tak lagi menjumpai li zhan bahkan untuk sekedar menjenguknya,
Yanqi tidak melarangku tetapi aku tau diri dan menghindari gosip itu untuk melindungi diri,
setelah hampir seminggu tidak memiliki waktu dan tibalah hari jum'at , sesuai kesepakatan setiap weekend kita akan syuting di villa WTM,
"apa yang harus ku bawa?" tanyaku ketika yanqi memintaku bersiap2,
"alat mandi kita bisa pakai bersama ada milikku di sana tidak perlu bawa,,, mungkin pakaian dan juga pakaian tidur" ujarnya sambil menunjuk sebuah kotak yang ada di nakas,
Aku berjalan mengambil kotak itu karna tak ada gambar ataupun tulisan di atasnya, kotaknya tidak terlalu besar berwarna putih,
"bawalah aku sangat menantikan kau nanti malam mengenakannya" ujarnya lagi tampak meyakinkan,
Dan aku membukanya dengan percaya diri, sebuah lingery berwarna putih yang cukup tipis bahkan kalau di pakai sudah tergambar dengan jelas hanya menutupi sebagian kemaluan dan payudara,
"kau gila, aku tak akan pernah memakainya,,," ujarku lantas memasukannya kembali ke dalam kotak,
"wahhh bukankah itu sangat bagus, itu hadiah pernikahanku dari lee bang,,," jelasnya dengan sedikit tertawa mungkin dia juga merasa malu.
Sekitat pukul 2 sore setelah bersiap kita pun pergi ke villa tanpa asisten dan yanqi lah yang mengemudikan mobil sport merah yang selama ini tidak pernah ia kenakan kemana pun,
"kenapa hari ini dia di pakai,,," tanyaku mencoba menghilangkan keheningan,
"dia di takdirkan hanya untuk di naiki nyonya yanqi yang cantik" ujarnya penuh percaya diri sembari mengedipkan sebelah matanya,
"wah tampaknya kau begitu percaya diri" ujarku sarkas,
"yahh jangan gitu dong, sejak kapan kamu jatuh cinta?" ujarnya sambil mengambil sebelah tanganku dan menggenggamnya, sedangkan tangan lainnya dipakai mengemudi,
"siapa yang bilang aku jatuh cinta padamu? Apa ini salah satu taktik mu" ujarku sambil mendekati wajahnya,
Dan dengan tak tau malu nya dia mengambil kesempatan dan mengecup bibir ku,
"itu kamu yang nyodorin yah,,," ejeknya,
Sialan memang tadinya aku hanya ingin balas menggodanya karna mungkin dia tidak akan macam² karna sedang mengemudi,
Taunya dia begitu beringas melihat kesempatan yang mungkin bagian dari rencananya,
melihatku tampak kesal dia malah terkekeh dan balik mengusap kepalaku dengan lembut ,
"maaf sayanggg,,, aku benar² sudah begitu menyukaimu" ujarnya lagi kini dengan lembut dan begitu maskulin.
setekah 40 menit perjalanan kita pun sampai di vila WTM, di sana sudah terparkir beberapa mobil member yang sudah hadir bersama istri dan juga beberapa yang sudah punya anak di bawanya juga,
"hallo attee,,, antittt" ujar seorang gadis kecil berwajah seperti barbi dalam kartun, lucu sekali berlari menghampiriku,
"heiiii,,," sebelum dia sampai ke arahku yanqi lebih dulu menggendongnya,
"nono... Ate atitttt" gadis kecil itu menolaknya dan menujuk ke arahku,
"boleh aku menggendongnya,,," terlihat jelas tatapan kaget di wajah yanqi saat aku menjulurkan tanganku untuk menggendongnya,
"aku pikir kau tidak menyukai anak kecil ,,," ujar yanqi sambil merangkul pinggangku yang menggendong gadis itu,
"ya tuhaaan maaf kan dia sarang,,, dia suka menempel dengan wanita² cantik" ujar lin shui ketika aku masuk menggendong putrinya,
"wahhh putrimu benar2 pemilih, dia bahkan selalu menangis bila ku gendong" kini runa ikut menimpali,
Dia sudah datang bersama suaminya dan kini sedang bersantai di sofa, yanqi mengajakku untuk berbenah di kamar terlebih dahulu sebelum bergabung dengan mereka.