NovelToon NovelToon
Rahasia Pangeran Pecundang

Rahasia Pangeran Pecundang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Epik Petualangan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Mapanji Wijaya seorang pangeran muda dari Istana Wuwatan terkenal dengan sifatnya yang manja, pengecut, suka foya-foya dan gemar berbuat seenaknya. Sebagai putra raja yang seharusnya memiliki sifat mengayomi dan melindungi masyarakat Kerajaan Medang, Mapanji malah menampilkan sifat yang sebaliknya.



Bahkan sampai Nararya Candrawulan, perempuan yang dijodohkan dengan nya, memohon agar perjodohan dengan Mapanji Wijaya dibatalkan saking bejatnya sang pangeran.


Tetapi di balik semua itu, ada sebuah rahasia besar yang ia simpan rapat-rapat hingga tak seorangpun yang tahu. Apakah itu? Temukan jawabannya dalam kisah Rahasia Pangeran Pecundang, hanya di Noveltoon kesayangan kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pisowanan Rutin

Rasanya hampir copot rahang bawah Pangeran Mapanji Wijaya melihat kemunculan ayahnya yang tiba-tiba di keputran tempat tinggalnya. Selama ini ayahnya selalu disibukkan dengan tetek bengek urusan istana, hampir tidak punya waktu untuk mengurus kehidupan pribadi putra putri nya.

Memang benar, Kerajaan Medang nampak adem ayem saja tetapi mereka banyak menghadapi gejolak terutama wilayah raja raja bawahan di wilayah barat yang dihasut oleh orang-orang Sriwijaya. Selain dari itu, beberapa wilayah pesisir timur juga sering bergolak akibat seringnya pemberontakan yang terjadi dalam istana para raja bawahan itu sendiri.

Tentu saja ini memusingkan kepala Sri Lokapala yang merupakan penyangga utama pemerintahan Maharani Sri Isyana Tunggawijaya. Dia kerap keluar istana hanya untuk memadamkan api pemberontakan yang sering terjadi di wilayah pesisir barat seperti Kalingga, Watukura dan Paguhan. Serta mendamaikan perseteruan antara para putra penguasa raja daerah timur yang berulang kali terjadi.

Sebenarnya Sri Lokapala tahu ada perseteruan tak kasat mata antara para putra putra nya yang menginginkan tahta Kerajaan Medang jatuh ke tangan mereka. Mereka berlomba-lomba menonjolkan diri dalam setiap kesempatan. Dia menutup mata dengan harapan akan munculnya calon penerus yang benar-benar layak di masa depan, yang siap bertarung melawan Sriwijaya yang ingin meluaskan wilayah kekuasaan hingga ke Jawadwipa.

Hanya Mapanji Wijaya saja yang tidak menunjukkan adanya tanda tanda ingin menjadi penguasa dengan hidup santai dan berfoya-foya semau nya. Dan inilah yang justru tidak disukai oleh Sri Lokapala alias Pangeran Panji Rawit.

"K-kanjeng Romo...

Ka-kapan pulang dari Paguhan? ", tanya Mapanji Wijaya penuh kegugupan.

" Dasar pemalas..!!!

Jangan menanyakan hal yang tidak penting seperti itu sekarang, belum waktunya! Cepat ganti baju mu dan ikut aku ke Balairung Istana Negara. Sudah waktunya pisowanan rutin, kau masih saja bermalas-malasan. Dasar bocah kurang ajar! ", omel Sri Lokapala sambil meraih daun telinga Mapanji Wijaya dan menjewer nya sedikit keras.

" Wadududuhhhh... Kanjeng Romo, sakit ini! Tolong lepaskan, nanti putus telinga ku.. ", hiba Pangeran Mapanji Wijaya sambil meringis kesakitan.

Huhhhhhh!!!

Sri Lokapala melepaskan jeweran nya sambil mendengus keras. Mapanji Wijaya pun langsung menjauh sambil mengipas-ngipasi daun telinga nya yang memerah agar meredakan sakit.

Dari keempat putra dan lima putri nya, Mapanji Wijaya memang yang paling bandel. Sejak kecil dia memang memiliki tubuh lemah karena sering sakit-sakitan, hingga tumbuh menjadi anak manja karena ini. Dia kerap kali membuat ulah hingga pernah nyaris membakar dapur istana hanya karena lupa memadamkan api setelah membakar belut. Sri Lokapala tahu betul itu adalah bentuk nya mencari perhatian tetapi karena kesibukan yang tidak kunjung senggang, dia mengabaikan nya hingga akhirnya sang pangeran pun kini menjadi seorang berandalan yang di benci oleh masyarakat Kotaraja Watugaluh.

"Dayang, cepat bantu bendara mu ganti baju...!

Aku akan menunggu nya diluar. Kalau sampai lama, aku hukum kalian berdua", titah Sri Lokapala pada dua dayang istana yang berdiri dekat pintu kamar tidur.

" Sendiko dawuh Gusti Lokapala... ", jawab kedua dayang istana itu penuh hormat.

Segera setelah Sri Lokapala keluar, dua dayang istana bergegas membantu Pangeran Mapanji Wijaya berganti pakaian. Tak berapa lama kemudian, Mapanji Wijaya sudah siap dan mengikuti langkah sang ayah ke Pendapa Agung Kerajaan Medang.

Puluhan punggawa istana sudah duduk di tempatnya masing-masing dengan tenang. Para perwira tinggi juga sudah duduk bersila rapi sesuai dengan urutan kepangkatan mereka. Bahkan Maharani Sri Isyana Tunggawijaya alias Dewi Widowati pun juga nampak duduk di singgasana emas Kerajaan Medang saat Sri Lokapala bersama dengan Mapanji Wijaya memasuki tempat itu.

"Hormat kami Gusti Sri Lokapala... ", ucap semua orang langsung berjongkok dan menyembah pada Sri Lokapala, bahkan Maharani Sri Isyana Tunggawijaya pun bangkit dari singgasana emas.

Begitu Sri Lokapala duduk di kursi pendamping raja dan Pangeran Mapanji Wijaya duduk di sisi kiri Maharani Sri Isyana Tunggawijaya, semua orang pun segera kembali duduk di tempatnya masing-masing tanpa suara sedikitpun.

"Kepulangan ku hari ini ada yang ingin aku kabarkan pada Yayi Maharani... ", ucap Sri Lokapala dengan penuh wibawa.

" Apa itu Kangmas Lokapala? Cepat katakan biar kami semua turut mendengar nya ", sahut Maharani Sri Isyana Tunggawijaya segera.

"Ada kabar baik, Yayi...

Pemberontakan Paguhan telah berhasil kita tundukkan. Aku mengangkat Rakai Tanda Mpu Adikara sebagai raja daerah baru disana. Dia jujur dan setia, layak untuk menjadi bawahan kita kedepannya", lanjut Sri Lokapala.

" Aku juga tahu itu Kangmas...

Apa masih ada yang perlu Kangmas Lokapala sampaikan lagi dalam pisowanan ini? ", Sri Isyana Tunggawijaya menatap wajah suaminya dengan penuh rasa cinta.

" Aku juga membawa satu kabar bahagia lagi.

Rakai Kalingga Mpu Sada ingin menjalin hubungan kekerabatan dengan Istana Watugaluh. Putri nya yang bernama Nararya Candrawulan sudah cukup usia jadi dia meminta aku menjodohkan Putri Nararya Candrawulan dengan salah satu dari putra putra ku. Aku pikir ini bagus juga karena dengan adanya ikatan kekerabatan akan membuat Kalingga setia pada Medang, Yayi.

Nah Setyaki, Jayanegara dan kau Wijaya..

Siapa diantara kalian bertiga yang mau menikah dengan Putri Nararya Candrawulan dari Kalingga?", Sri Lokapala menatap kearah 3 putranya yang kini ada di pisowanan itu.

Pangeran Mapanji Setyaki yang paling tua diantara mereka pun segera menghormat pada Sri Lokapala dan Maharani Sri Isyana Tunggawijaya.

"Mohon ampun beribu ampun Kanjeng Romo, Kanjeng Maharani...

Ananda pernah mendengar bahwa Putri Nararya Candrawulan adalah seorang putri ksatria, menguasai ilmu silat dan memanah, juga merupakan salah satu pilar kekuatan perang Bhumi Kalingga. Andai ananda belum punya calon istri, ananda tentu gembira dengan perjodohan ini. Mohon ampun, ananda tidak bisa berjodoh dengan Putri Nararya Candrawulan ", tegas Pangeran Mapanji Setyaki.

Hemmmmmmmm...

" Jayanegara....

Bagaimana dengan mu? Kau bisa menikah dengan Nararya Candrawulan? ", Sri Lokapala mengalihkan perhatiannya pada Mahamantri I Hino, Pangeran Mapanji Jayanegara yang juga putra sulung Maharani Sri Isyana Tunggawijaya yang duduk di kanan nya.

Pemuda berusia 21 tahun itu terdiam beberapa saat lamanya sembari mengerutkan dahi.

'Siapa yang tidak tahu nama besar Nararya Candrawulan? Perempuan itu adalah perempuan kejam yang pernah membantai para perampok Alas Roban tanpa ampun. Aku dengar dia juga tidak terlalu cantik. Ah tidak! Aku tidak mau dinikahkan dengan nya', batin Pangeran Mapanji Jayanegara.

"Mohon ampun Kanjeng Romo..

Ananda sudah punya pujaan hati sendiri, putri Maharesi Mpu Matswa dari Pertapaan Sekipu yang ada di wilayah Panawijen. Ananda sudah berjanji dalam hati hanya akan bersanding dengan nya. Kalau pun ada perempuan lain, itu hanya bisa menjadi selir saya. Apa dia bersedia untuk menjadi seorang selir? ", alasan Pangeran Mapanji Jayanegara yang membuat Sri Lokapala menghela nafas.

" Itu juga tidak mungkin. Mpu Sada menginginkan kekerabatan yang setara, menjadikan putrinya selir jelas merupakan penghinaan terhadap nya.

Bagaimana ini? ", Sri Lokapala mengelus jenggot nya yang mulai memutih.

Para pejabat negara langsung berbisik, membicarakan masalah pelik ini. Mereka juga bingung mau bagaimana menghadapi permasalahan yang dihadapi oleh istana.

Pangeran Mapanji Jayanegara langsung menganggukkan kepalanya dengan halus. Rakryan Kanuruhan Mpu Kertawahana yang melihat nya segera mengerti.

"Mohon ampun Gusti Lokapala. Jika diperkenankan, hamba punya satu usulan.. "

Ucapan Rakryan Kanuruhan Mpu Kertawahana ini sontak menghentikan bisik-bisik para bangsawan yang hadir dalam pisowanan rutin itu. Sri Lokapala segera mengangkat tangannya sebagai tanda persetujuan.

"Katakan Rakryan Kanuruhan Mpu Kertawahana, apa yang kau usulkan? "

"Selain Gusti Pangeran Mapanji Jayanegara dan Gusti Pangeran Mapanji Setyaki, bukankah Gusti Lokapala masih punya putra yang lain? Hamba lihat Gusti Pangeran Mapanji Wijaya juga sudah cukup umur, sudah layak untuk memiliki seorang istri. Hamba rasa Putri Nararya Candrawulan cocok dengan nya", ucap Rakryan Kanuruhan Mpu Kertawahana sembari menghormat.

HAAAAAHHHHHH??!!!

"Aku..????! ", seru Pangeran Mapanji Wijaya sambil menunjuk dirinya sendiri.

" Tentu saja...

Gusti Pangeran Mapanji Wijaya sudah berumur 19 tahun, sudah pantas untuk menikah. Mendapatkan istri putri dari Kalingga, itu adalah anugerah dari kehidupan sebelumnya. Bukankah semua pejabat yang ada disini juga berpikir demikian? ", ucap Rakryan Kanuruhan Mpu Kertawahana sambil menatap penuh rasa benci pada putra kedua Sri Isyana Tunggawijaya itu.

" Ucapan Rakryan Kanuruhan ada benarnya, Gusti Lokapala..

Sebagai seorang pangeran, dia seharusnya juga ikut membantu kesulitan yang dihadapi istana ini. Hanya urusan menikah dengan putri dari Kalingga, apa susahnya? ", sambung Mapatih Mpu Garung yang segera di sahut oleh para pejabat negara lainnya.

" Iya, tinggal menikah saja apa susahnya sih? "

"Pangeran itu harus mengutamakan kepentingan kerajaan, bukan cuma memikirkan kepentingan pribadi.. "

"Berkorban sedikit apa beratnya? Pangeran Mapanji Wijaya kan hanya menikah saja, tidak harus ikut berperang.. "

Mendengar hiruk-pikuk para pejabat negara, Sri Isyana Tunggawijaya langsung bangkit dari singgasana emas nya dan berkata,

"Sudah diam!

Aku akan membuat keputusan... "

1
pendekar angin barat
mantap
Amit
ajian tameng waja dean
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!