Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29
Karena hari masih siang dan belum menunjukkan waktu tengah hari, rombongan berjalan sedikit cepat, mereka semua tidak ingin menginap di tengah tengah hutan serigala yang menurutnya cukup merepotkan, bukan karena takut, melainkan rasa tidak aman bilamana tidur di tengah tengah binatang malam yang kapan saja bisa menyerang .
Yan Qin dengan kudanya melaju tanpa tergesa gesa atau lambat , di sekelilingnya, para bawahan dengan wajah sedikit terantuk antuk ke bawah berbicara riuh .
" Li Pojun laporkan jumlah budak yang telah kita tangkap !"
" siap jenderal... !"
Pria dewasa yang memakai zirah kulit dan pelindung kulit tebal memberi tahu bahwa ada sekitar 15. 600 orang budak, dengan kebanyakan wanita.
" saat sore nanti , data dengan detail asal dan pekerjaan mereka semua masing masing, aku ingin melihat apakah aku bisa menemukan ahli dari berbagai bidang " katanya lagi dengan mata menatap ke arah keringnya ladang pertanian yang terbengkalai.
" tuan , apakah saya bisa mendapatkan bantuan ?" Li Pojun begitu sengsara saat mendapatkan tugas mendata para budak yang berjumlah belasan ribu orang itu .
" tentu , saya sendiri juga akan ikut mendata.. !"
Semua orang terdiam , mereka menghela nafas pelan , tatkala mendengar hal tersebut, mereka secara bersamaan berfikir bahwa tuan mereka benar benar telah berubah.
Setelah beberapa jam berjalan , rombongan tiba di sebuah ladang kering yang sudah ditinggalkan oleh pemiliknya, batang batang gandum terlihat mengering , walaupun sudah seperti di panen , tapi hanya beberapa petak ladang saja yang benar benar di panen , sisanya seperti di potong paksa dan terlihat bulir bulir gandum kering yang tersisa di sebagian batang .
" musim kemarau panjang menyebabkan kekeringan total.. " gumamnya dengan wajah serius.
Walaupun bernama hutan serigala, bukan berarti banyak serigala , melainkan hutan tempat di mana banyak sarang bandit , penyamun dan pelarian putus asa dari berbagai daerah , dan itu sudah terlihat secara jelas dari jalan utama menuju utara .
Di mana , di atas bukit , ada sebuah benteng yang cukup tinggi dengan luas hampir mengelilingi satu bukit, asap putih mengepul di balik benteng, menandakan adanya kegiatan sehari hari para manusia yang tinggal di atas bukit .
" Huan Jing, kutugaskan untuk mengintai benteng di atas bukit itu , apakah ada kegiatan jahat atau hanya sekedar kehidupan masyarakat desa biasa " ucapnya dengan mata menatap ke arah benteng di atas bukit.
" siap jenderal... !!"
Huan Jing dengan beberapa bawahannya segera memacu kudanya ke arah depan dan menghilang di balik tikungan sebelah kiri .
Yan Qin menatap sejenak, lalu kembali melaju santai dengan mata sedikit menutup .
Trap
Trap
Trap
Yan Qin membuka kedua matanya dan melihat Huan Jing datang dengan nafas terburu .
" ada apa ? Apakah ada masalah,?"
" tuan , di atas bukit itu adalah bandit bukit serigala , mereka sangat kejam dan memiliki kedisiplinan yang sangat tinggi , saat kami akan melihat , tiba tiba puluhan anak panah datang menerjang seperti lebah yang terganggu , sangat banyak dan dua saudara telah pergi ke surga!"
" tuan tolong beri aku hukuman.. !!"
" apakah kamu tidak tahu berapa jumlah anggota bandit ?" Tanya Yan Qin tajam.
Huan Jing dengan wajah pucat menggelengkan kepala , wajahnya yang putih begitu pasrah saat merasakan hawa dingin di belakang tengkuknya.
" di mana saudara yang gugur itu?"
" kami tidak sempat untuk membawanya .. tuan beri saya hukuman karena tidak berguna saat melaksanakan tugas ini " Huan Jing menyerahkan senjata pisau besar berukuran setengah meter kepada Yan Qin , guna secara simbolis pasrah dan memiliki hati yang teguh atas hukuman dan hadiah .
Yan Qin berfikir beberapa saat, ia memikirkan konsekuensi bila membunuh bawahannya secara langsung, ia juga butuh kekuatan mata mata dan Huan Jing adalah kandidat yang sempurna untuk departemen mata mata , sehingga keheningan dan ketegangan terus berlanjut.
Ia sedikit menarik nafas pelan , " Setelah tiba di tempat tujuan , kamu dan lainnya akan saya hukum secara resmi dan sekarang belum waktunya.. !" Kata Yan Qin dengan nada datar .
Huan Jing langsung berlutut dengan cepat, di susul oleh para bawahannya yang juga ikut bersujud, mereka semua merasa khawatir pada awalnya, terutama dengan temperamen sang atasan yang tidak menentu .
Namun sekarang mereka tahu bahwa sang atasan tidak hanya tidak mengeksekusi mereka secara langsung, melainkan memberikan amnesti terselubung, yang di mana itu artinya , pengampunan secara perlahan .
Mereka para anggota intelijen memiliki pisau di masing masing leher , bilamana mereka tidak memberikan jasa atau prestasi perang, maka amnesti itu akan hilang dengan sendirinya dan eksekusi menjadi kenyataan.
Sehingga mereka dengan cepat memberikan penghormatan disertai tekad untuk meraih prestasi perang.
" ini hanya sekali, bila kedua kalinya , kalian semua dari bagian pengintai rahasia melakukan kesalahan dan kecerobohan, maka hukum Da Qian mulai berlaku " ucap Yan Qin dengan nada tenang.
" siap jenderal... terimakasih atas pengampunannya !"
Yan Qin tidak berkata. Matanya kemudian mengalihkan pandangannya ke arah bukit yang ada di dalam jarak satu kilometer dari tempatnya berdiri.
" sekarang aku berikan tugas kedua untuk kalian , kalian harus menyusup ke dalam benteng di atas bukit itu , menyamar menjadi seorang pedagang dari selatan, dan tugas ini sangat berat dan juga berbahaya, apakah kalian sanggup.. !!"
" kami sanggup tuan , demi menebus dosa kami yang besar , kami akan memastikan bahwa tugas ini pasti berhasil " kata Huan Jing tegas .
" bagus , kamu memiliki semangat yang tinggi ,pergilah .. !!"
Kelima belas pria berpakaian biasa dengan cepat berbalik dan berjalan ke belakang, mereka secara seksama mempersiapkan penyamaran sebagai pedagang , dan Huan Jing memutuskan untuk menjadi pedagang kain , karena di dalam rombongan , kain adalah barang yang paling banyak.
Kelima belas orang itu memisahkan diri, mereka sudah bertekad dalam hati untuk membalas kematian rekan mereka yang telah gugur saat pengintaian pertama beberapa waktu yang lalu.
Sementara itu rombongan Yan Qin terus berjalan, semakin jauh meninggalkan area jalan Jushan, dan telah tiba di sebuah tempat yang cukup aman untuk mendirikan tenda.
Yan Qin segera turun dari kudanya , menatap ke arah area bawah yang cukup dalam , dan juga melihat bahwa beberapa pohon kering runtuh secara alami.
" tempat yang ideal untuk menginap , Cai Mu berikan aku peta .. !!" Kata Yan Qin mengulurkan tangannya ke arah pemuda yang ada di dekatnya.
Dengan sigap, Cai Mu memberikan selembar kertas kusam yang menjadi barang satu satunya yang berharga bagi seluruh rombongan, karena tanpa kertas tersebut, mereka tidak akan bisa berjalan sejauh ini.
Yan Qin membuka lipat demi lipat kertas tersebut, dalam sekejap memperlihatkan tanda , jalan dan nama kota yang cukup buram bagi pandangannya.
" Setelah melewati hutan serigala ini , kita akan memasuki Kabupaten Qiwei , kemudian berjalan menuju kota Lingshan , kota Nanli, kota Xianin dan setelah itu baru memasuki prefektur Bingzhou, tempat tujuan kita , namun kita tidak akan memasuki kota Datong seperti yang tertulis di piagam perintah kekaisaran, melainkan kota kosong di utara perbatasan, kota Yinxizhou, tempat itu adalah titik awal kita membangun kekuatan " ucapnya dengan wajah yang begitu jelas terlihat sedikit lelah.
" tuan , apakah kita akan memberontak ?"