NovelToon NovelToon
System Toko Sepuluh Ribu Alam

System Toko Sepuluh Ribu Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Ruang Ajaib
Popularitas:34.6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Hao Qi hanyalah seorang mahasiswa yatim piatu miskin yang tercekik hutang rentenir dan selalu dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya.

Namun, nasibnya berubah drastis ketika ia tanpa sengaja mengaktifkan Sistem Toko Sepuluh Ribu Alam di ponsel bututnya. Melalui sistem rahasia ini, Hao Qi bisa menjual barang-barang murah sehari-hari seperti mi instan dan korek api gas ke berbagai dimensi lain dengan bayaran selangit berupa koin sistem, emas batangan, pil penempa tubuh, hingga teknik bela diri kuno.

Sambil menyembunyikan identitas dan kekuatan barunya, Hao Qi mulai melunasi hutangnya, menyadari keberadaan energi Qi di dunia modern, dan melangkah naik untuk menghancurkan para orang sombong yang dulu meremehkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

"Tap... Tap... Tap..."

Suara langkah kaki Hao Qi menggema pelan di trotoar yang sepi. Angin malam berhembus cukup kencang, membawa hawa dingin musim gugur yang menusuk kulit. Namun, pemuda itu hanya mengenakan jaket bertudung tipis, kedua tangannya santai berada di dalam saku celana.

"Hmm~ Hmm~"

Hao Qi bersenandung kecil. Senyuman tak pernah lepas dari wajahnya. Ia sengaja berjalan menjauhi area kampus yang ramai dan terang benderang, mengarahkan langkahnya menuju Distrik Barat Jiangjing yang didominasi oleh deretan gudang dan pabrik tua yang sudah lama ditutup.

Jalanan di sini rusak dan berlubang. Lampu jalan banyak yang mati, menyisakan kegelapan yang pekat di sela-sela bangunan beton raksasa.

"Sistem, sepertinya umpanku sudah digigit,"

Hao Qi berbisik pelan pada dirinya sendiri. Pendengarannya yang tajam telah menangkap suara deru mesin dua buah mobil van yang mengikutinya dari jarak tiga ratus meter sejak ia keluar dari area indekos. Mobil-mobil itu melaju dengan kecepatan rendah, menjaga jarak agar tidak terlihat mencolok, mematikan lampu depannya saat memasuki area pabrik.

"Mereka cukup sabar juga menungguku sampai ke tempat sepi ini. Baguslah, aku juga tidak ingin ada polisi yang mengganggu acara kita malam ini."

Hao Qi berbelok tajam memasuki halaman sebuah pabrik tekstil yang sudah runtuh sebagian atapnya. Lapangan beton di depannya dipenuhi ilalang tinggi dan rongsokan besi berkarat. Tempat ini benar-benar terisolasi dari dunia luar.

Ia menghentikan langkahnya tepat di tengah lapangan beton tersebut. Hao Qi membalikkan badan, menatap ke arah gerbang pabrik yang terbuka lebar, lalu tersenyum lebar.

"Ckiiiit!"

Dua mobil van hitam besar melesat masuk melewati gerbang dan mengerem mendadak, menciptakan suara decitan ban yang keras beradu dengan aspal berdebu. Sorot lampu jauh dari kedua mobil itu langsung dinyalakan, menembak lurus ke arah Hao Qi, mencoba menyilaukan matanya.

"Brak! Brak! Brak!"

Pintu geser kedua van itu terbuka kasar. Delapan orang pria berpakaian serba hitam melompat turun. Mereka tidak membawa tongkat biliar atau pipa besi seperti preman jalanan biasa kemarin. Tangan mereka menggenggam parang panjang yang bilahnya memantulkan cahaya lampu mobil.

Dari kursi penumpang depan van pertama, turun seorang pria bertubuh kurus tinggi dengan bekas luka melintang di pipi kirinya. Ia mengenakan jaket kulit hitam dan sepasang sarung tangan kulit yang ketat. Pria ini tidak membawa senjata tajam, hanya memutar-mutar sebuah pemantik api besi Zippo di tangannya.

"Klik... Clak... Klik... Clak..."

Pria berjaket kulit itu melangkah maju, membelah barisan anak buahnya. Matanya yang sipit menatap Hao Qi seperti menatap seekor kelinci yang terjebak di sudut ruangan.

"Kau punya nyali juga, Bocah," pria itu membuka suara. Nada suaranya serak dan dingin. "Atau kau memang terlalu bodoh? Sadar sedang diikuti, tapi malah lari ke tempat mati seperti ini."

Hao Qi mengangkat tangan kanannya untuk menghalangi sedikit silau lampu mobil. Alih-alih gemetar ketakutan, ia malah tertawa renyah.

"Hahaha!"

"Selamat malam, Paman-paman! Tempat ini memang sepi, tapi aku tidak sedang mencoba lari. Aku sengaja mengundang kalian ke sini. Kalau kita mengobrol di dekat kampus, nanti tetangga kosku bisa terganggu." Hao Qi menyapa dengan nada yang sangat ramah dan ceria.

Pria berjaket kulit itu menghentikan gerakan pemantik apinya. Keningnya berkerut. Laporan yang ia terima dari Kakak Ketiga semalam mengatakan bahwa pemuda ini sangat berbahaya. Tapi melihatnya langsung, ia hanya terlihat seperti mahasiswa biasa yang tidak tahu bahaya.

"Namaku Gao," pria itu memperkenalkan diri dengan angkuh. "Bos Zhao mengirimku untuk menjemputmu. Karena kau sudah berbaik hati mencari tempat yang sepi, aku akan memberimu dua pilihan. Patahkan kedua kakimu sendiri dan ikut kami dengan patuh, atau kami yang memotong tangan dan kakimu lalu menyeret tubuhmu ke hadapan Bos."

Hao Qi menggelengkan kepalanya pelan, masih mempertahankan senyum lebarnya.

"Paman Gao, pilihan yang kau berikan itu terlalu ekstrim. Bagaimana kalau aku beri pilihan ketiga? Kalian semua berlutut dihadapanku dan ceritakan di mana Bos Zhao kalian bersembunyi, lalu aku akan membiarkan kalian pulang jalan kaki dengan selamat."

"Sialan ini mulai kurang ajar!"

Salah satu anak buah Gao yang berbadan gempal langsung naik pitam. Ia mengangkat parangnya tinggi-tinggi.

"Kak Gao, jangan buang waktu ngebacot dengan sampah ini! Biar kucincang mulutnya!"

Gao mengangkat tangannya, memberi isyarat agar anak buahnya itu maju.

"Habisi dia. Sisakan satu napas untuk Bos."

"Wush!"

Pria gempal itu berlari menerjang Hao Qi. Jarak sepuluh meter di antara mereka dipangkas dalam beberapa detik. Ia mengayunkan parangnya secara diagonal, mengincar bahu kanan Hao Qi dengan niat membelah tulang selangkanya.

Hao Qi tidak berkedip. Matanya menatap ayunan parang itu. Di matanya, kecepatan parang itu sangat lambat.

"Hah..."

Hao Qi menghela napas pendek. Energi hangat dari perutnya langsung mengalir ke kedua kakinya.

"Langkah Angin."

"Swosh!"

Hao Qi menghilang dari tempatnya berdiri. Pria gempal itu hanya menebas udara kosong. Momentum tebasannya membuatnya sedikit terhuyung ke depan.

"Hah?! Ke mana dia?!" Pria itu berteriak bingung.

"Aku di sini, Paman."

Suara itu terdengar tepat dari arah punggungnya.

Sebelum pria gempal itu sempat berbalik, tangan kanan Hao Qi sudah mendarat dengan mulus di tengkuknya. Bukan sebuah pukulan, melainkan cengkeraman yang sangat kuat pada titik saraf.

"Krek!"

"Ugh!"

Mata pria gempal itu langsung memutih. Tubuhnya ambruk ke lantai beton dengan suara berdebum keras, kehilangan kesadaran seketika.

"Brak!"

Tujuh orang lainnya, termasuk Gao, terbelalak kaget. Mereka tidak melihat bagaimana Hao Qi bisa berpindah ke belakang teman mereka secepat itu.

"Apakah itu sebuah ilusi?! Tembak dia kalau perlu!" teriak salah satu preman yang mulai panik.

"Jangan pakai senjata api di sini, bodoh! Suaranya terlalu keras! Serang saja dia secara bersamaan!" perintah Gao dengan wajah memerah menahan marah.

Tujuh pria bersenjata parang itu langsung menyebar, membentuk formasi melingkar untuk mengepung Hao Qi. Mereka menerjang serentak dari segala arah, menutup semua ruang gerak pemuda itu.

"Trang! Wush! Wush!"

Tebasan parang datang bertubi-tubi bagai hujan yang mematikan. Namun, Hao Qi seperti sedang menari di tengah badai. Ia memiringkan bahunya, menunduk, dan menggeser kakinya dengan sangat rileks.

1
Dell AliNka
lah pake beli vila kok masih sisa 5 jt
Hadi Hadi
sikat
Pecinta Gratisan
mantap💞 thor
Pecinta Gratisan
bantai thor
Pecinta Gratisan
mantap thor⚡🔨 cerita nya💞
Riyanganz
👍👍
Riyanganz
ceritanya menarik,semoga aja kedepannya ga monoton ceritanya
Orimura Ichika
nggak bisa nabung 🗿
Orimura Ichika: penasaran Thor sama lanjutannya🤭
total 2 replies
Gege
lucuan versi bogelnya jiuer ...🤣🤣
Aoooo: cute sekali /Drool/
total 1 replies
Aisyah Suyuti
good
Sebut Saja Chikal
yaah nunggu lg 😅
Hadi Hadi
up up up up up 😍😍😍
Gege
mantabbb...selalu apik dan epic updetannya
Orimura Ichika
oke juga
Manusia Biasa
nah itu berarti bakal ada kemungkinan perkembangan plot ke orang dunia lain, apa mc dapat Heroine dari dunia lain kayaknya lucu wkwk😂
Manusia Biasa
wkwkw nama saya adalah pemilik toko😭😭
Manusia Biasa
dan kalian gak tahu yang dihadapi itu MC🗿
Manusia Biasa
Menarik kak. karya ini punya potensi sih, semangat terus nulisnya
Manusia Biasa
itu senter mbak😂
Manusia Biasa
kalau ini dari dunia Isekai pasti🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!