NovelToon NovelToon
Gelang Bima

Gelang Bima

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Ilmu Kanuragan
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: bang deni

satria baru mengetahui jika dirinya hanya seorang anak yang di temukan oleh kakek pandu saat berada di kaki gunung gede, saat kakek Pandu merasa ajalnya sudah dekat ia memberikan sebuah gelang yang ada bersama Satria langit saat ia menemukannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akibat dari Persekutuan

Langkah kaki Baron terdengar berat namun mantap saat ia berjalan menyusuri lorong-lorong batu di dalam kompleks Perguruan Naga Hitam. Suasana di belakangnya kini menjadi sangat hening. Para murid yang tadinya memandangnya dengan sinis atau penuh tantangan, kini menundukkan kepala saat Baron lewat, kekuatan Baron yang luar biasa membuat mereka takluk

Sesampainya di kamarnya, Baron langsung mengunci pintu dari dalam. Rasa gatal kembali datang membuat Baron tak sadar kembali menggaruk punggungnya

" Sebaiknya aku mandi," ucap Baron, ia mengira gatal itu datang karena ia habis bertarung membuat tubuhnya berkeringat, ia membuka bajunya dan masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya

" Apa ini?" Baron kaget saat melihat pantulan di cermin ada bulu hitam di punggungnya , tepat di tempat yang gatal tadi, Jumlahnya tidak banyak, namun cukup jelas terlihat dan terasa saat disentuh. Saat Baron menyentuhnya, rasanya gatal sekaligus panas, dan anehnya, rasanya juga terasa kuat dan kasar.

Baron mencoba mencabut satu helai bulu itu menggunakan jari-jarinya.

Cekik!

"Aduh!" Baron meringis kesakitan. Bulu itu tumbuh sangat kuat dan menancap dalam ke dalam pori-pori kulitnya. Saat ia cabut, rasanya sangat perih dan langsung keluar tetesan darah kecil. Namun, yang lebih mengerikan, hanya dalam hitungan detik, bulu itu tumbuh kembali menggantikan yang tadi ia cabut.

Baron terdiam, ia memperhatikan Bulu itu

" seperti bulu babi" gumam Baron dengan wajah pucat pasi.

Ia teringat ucapan sesepuh keluarga Sutasoma, eyang Sugandi tentang resiko dari kekuatan instan yang ia dapat

" aku harus bertanya pada Nyai Mayang" gumam Baron, namun ia harus menunggu malam Selasa Kliwon saat Nyai Mayang datang menagih janji

Sementara itu, di luar ruangan, Ketua Candra dan Sasmita masih berdiri di pinggir lapangan latihan, membiarkan para murid yang terluka dirawat oleh teman-temannya. Wajah Ketua Candra terlihat serius, matanya menatap ke arah pintu kamar tempat Baron masuk tadi.

"Bagaimana menurutmu, Sasmita?" tanya Ketua Candra memecah keheningan.

Sasmita menghela napas panjang. "Aku tidak tahu harus berkata apa, ketua candra. Anakku... dia berubah total. Dulu dia pemuda yang lemah, pemarah, dan pesimis. Sekarang dia kuat, tapi sikapnya jadi sangat dingin dan angkuh. Dan kekuatannya seperti tak wajar" sahut Sasmita

Ketua Candra mengangguk,

"sepertinya dia mendapat kekuatan dari alam gaib Sasmita" ucap Ketua candra

" Maksud ketua?" tanya Sasmita tak mengerti

" sesepuh keluarga Sutasoma mempunyai hubungan dengan beberapa penguasa alam gaib, aku rasa Baron mendapatkan kekuatan itu dari salah satu penguasa gaib" jawab Ketua Candra

" Sepertinya ia, kalau tidak bagaimana mungkin dalam semalam ia bisa mempunyai kekuatan seperti itu," ucap Sasmita, ia tak tahu resiko bersekutu dengan penghuni alam Gaib, jadi ia tak mempermasalahkan Baron

Baron yang awalnya akan pulang ke rumahnya senin nanti menjadi gelisah dan tak tenang dengan adanya bulu hitam itu, ia memutuskan pulang dan akan menunggu Nyai Mayang di rumahnya walau masih beberapa hari lagi ke malam Selasa Kliwon, ia segera menemui ayahnya dan Ketua Candra untuk berpamitan

" Kenapa buru buru pulang Nak Baron?" tanya Harya

" Maaf paman aku lupa ada tugas kampus yang belum ku kerjakan dan besok harus di kumpulkan pada dosen" jawab Baron berbohong

" Ya sudah, nanti jika urusanmu telah beres secepatnya kemari lagi, " ucap Pak Harya

" Baik Paman, jika tugasku telah beres aku akan segera kemari" jawab baron

Bersama ayahnya ia pulang ke rumahnya , saat sampai di rumah ia langsung masuk ke kamar khusus yang ia sediakan untuk kedatangan Nyai Mayang

Kamar itu sudah siap. Tempat tidur yang besar dan empuk, lemari pakaian yang berisi gaun-gaun mewah, dan bahkan perlengkapan mandi yang mahal sudah tersedia. Sesuai permintaan Nyai Mayang.

"Nyai, semuanya sudah siap. Tunggu saja sampai malam itu tiba," gumam Baron sendirian, matanya menatap kosong ke arah sudut kamar yang remang-remang. "Dan setelah itu, aku akan selesaikan urusan dengan Satria."

Di bawah kulit bajunya, bulu-bulu halus itu kembali terasa gatal, seolah menegaskan bahwa ikatan itu makin erat, dan perubahan itu makin nyata. Baron tidak menyadari, bahwa di balik kekuatan yang ia banggakan itu, ia perlahan kehilangan kemanusiaannya selapis demi selapis.

Sementara di desa Munjuk,  setelah memberi arahan untuk latihan ia kembali bekerja, membersihkan kebun coklat dari gulma. Di vila Hadi dan Bimo terus berlari, Rani dan Niken yang menjadi pengawasnya

" Ayo semangat! lelet amat kaya kurang makan, padahal sudah ngabisin dua piring" teriak Niken yang melihat Bimo berjalan bukannya berlari kecil

" Aduuuh kak Niken jangan galak galak dong" Keluh Bimo sambil mulai berlari

" Kak jangan terlalu galak kenapa sama Bimo" ucap Rani pelan

" He he he, biarin aja, Bimo kalau ga di kerasin jadi pemales," sahut niken sambil tertawa kecil

Rani menggelengkan kepala melihat kelakuan kakak sepupunya itu

Setelah lima putaran Hadi dan Bimo duduk beristirahat, Rani mengantarkan air minum untuk mereka

"Makasih, Ran," ucap Hadi sambil tersenyum tipis.

"Sama-sama. Gimana, kemajuan latihan hari ini? sepertinya ada kemajuan?" tanya Rani sambil duduk di sebelah Hadi yang sedang mengurut-urut pahanya yang terasa kram.

" sepertinya ada, kemaren tiga putaran saja sudah ngos ngosan, ini lima putaran ga terlalu cape seperti kemarin" jawab Hadi

" perasaan gw mah sama aja" celetuk Bimo sambil meminum air yang di bawa Rani

" Elo mah bukan lari soalnya tapi jalan di tempat" sahut Hadi, Bimo nyengir mendengarnya

" Eh, Satria kok belum pulang yah, ini udah mau magrib " Niken berkata dengan khawatir

" iya yah, tapi semoga saja Satria ga apa apa" ucap Hadi sambil menatap langit yang mulai gelap

" Dah pada mandi sana, kami mau masak buat makan malam" tegur Niken , ia mengajak Rani untuk masak

Di kebun Coklat, Satria yang sedang bekerja tak sadar jika hari telah menjelang magrib, ia terus membersihkan rumput liar yang tumbuh di sekitar pangkal pohon coklat, di kakinya bending dengan ukuran dua kilo masih di pakainya, namun gerakannya tak menjadi lambat

" eh, udh gelap saja" Satria baru sadar saat cuaca sudah gelap, ia dengan cepat membereskan peralatannya, karena jika malam banyak binatang buas keluar dari hutan atau turun dari gunung

" Groook"

"Grooook"

baru saja ia membereskan peralatan kerjanya , dari rimbunya semak terdengar suara babi hutan yang sangat keras, dan tak lama dari suara ngorok seekor babi hutan yang besar keluar menatap Satria

" Sial," gerutu Satria , rumahnya masih jauh, sedangkan di kebun itu semuanya pohon coklat , kalau ia naik ke pohon coklat akan sia sia karena di tubruk bisa roboh

Satria melepas Bending di kakinya, dan bersiap melawan

" Grrrrrrr"

Namun dari kejauhan terdengar geraman lain, Babi hutan itu mundur mendengar geraman binatang buas itu, dan melarikan diri masuk ke dalam hutan yang berbatasan dengan kebun coklat

Satria juga dengan cepat mengambil bendingnya dan melarikan diri juga ke arah rumahnya , tanpa bending di kakinya gerakannya seperti angin, ia melesat cepat

1
Dewi kunti
bimo pamer sama Bimo piye Iki kang
Blue Angel: tandain kak biar nanti saya revisi
total 1 replies
Dewi kunti
mentang2 beli nasi Padang ada bila sambel nya
Dewi kunti
menundukkan kepala,kok kepalane ketinggalan siiiich kan gak bs cuci mata
Dewi kunti
heeeehhh jari nya main ketetangga,Hadi ya😤
Blue Angel: tangannya ke gedean jadi salah pencet 🤣🤣🤣🙏🙏🙏
total 1 replies
Dewi kunti
kaget dan terkejut😤😤😤😤😤
Dewi kunti
tak tunggu updatenya,Yen iso Ojo gur sak bab to🤭🤭🤭🤭
Blue Angel: sesok tak up date 2 bab, 🙏🙏🙏🙏
total 2 replies
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus Thor
Aman Wijaya
ajian lembu sekilan.mantab lanjut terus
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut
pendekar angin barat
semangat thor
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor
Aman Wijaya
mantab Baron bercumbu dengan babi montok dan semlohe . lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll lanjut
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor
Was pray
aji lembu sekilan milik satria macet kah? kok terkena peluru satria nya? jangan2 udah luntur... 🤣🤣🤣
Was pray
katanya satria udah punya aji lembu sekilan? kok takut sama kestol? 🤣🤣
Was pray: waduh.... parah tuh satria... harusnya dia udah menguasai baru diajarkan pada oranf lain. .Kan otomatis di sini posisi satria sebagai pelatih/guru. .. masak guru belum punya kemampuan di suatu bidang udah diajarkan pada orang lain... harus satria udah menguasai dengan sempurna baru diajarkan pada orang lain karena dia udah mengalami proses menguasai ilmu itu sampai berhasil jadi bisa membimbing jadi dan Bimo agar berhasil menyerap ilmu tersebut, dirinya masih awam mnau membimbing orang lain
total 4 replies
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor 💪💪💪 terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!