NovelToon NovelToon
Beautifully Hurt

Beautifully Hurt

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / Nikah Kontrak
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: PrettyDucki

Narendra (35) menikah untuk membersihkan nama. Adinda (21) menikah untuk memenuhi kewajiban. Tidak ada yang berencana jatuh cinta.

Dinda tahu pernikahannya dengan Rendra hanya transaksi. Sebuah kesepakatan untuk menyelamatkan reputasi pria konglomerat yang rusak itu dan melunasi hutang budi keluarganya. Rendra adalah pria problematik dengan citra buruk. Dinda adalah boneka yang dipoles untuk pencitraan.

Tapi di balik pintu tertutup, di antara kemewahan yang membius dan keintiman yang memabukkan, batas antara kepentingan dan kedekatan mulai kabur. Dinda perlahan tersesat dalam permainan kuasa Rendra. Menemukan kelembutan di sela sisi kejamnya, dan merasakan sesuatu yang berbahaya dan mulai tumbuh : 'cinta'.

Ketika rahasia masa lalu yang kelam dan kontrak pernikahan yang menghianati terungkap, Dinda harus memilih. Tetap bertahan dalam pelukan pria yang mencintainya dengan cara yang rusak, atau menyelamatkan diri dari bayang-bayang keluarga yang beracun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrettyDucki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bahaya Mengintai

Tiga hari kemudian, media sosial ramai lagi. Namira menatap layar ponselnya dengan rahang mengeras. Di TikTok, sebuah akun mengunggah screen recording Instagram Story sepupu Dinda, Noora. Ia memang biasa membagikan momen keluarga tanpa banyak pertimbangan. Momen tiup lilin, suapan kue, hingga ciuman singkat Rendra pada Dinda. Semua terlihat hangat, intim, dan tanpa jarak.

Harusnya hubungan mereka retak setelah kebobrokan Rendra diketahui Dinda. Tapi kenapa mereka terlihat semakin mesra?

Belum habis kesalnya, jempol Namira bergeser ke video lain. Kali ini unggahan ulang foto Dinda yang memegang kue dari akun Instagram yang sama, lengkap dengan caption yang mengejutkan.

'Selamat ulang tahun bumil!'

Perempuan itu hamil?

Dan yang paling membuatnya kesal adalah isi kolom komentar pada postingan-postingan tersebut.

'Gue pernah liat mereka grocery shopping di Kem Chicks. Emang se-sweet itu.'

'Ahhh pasangan favoritku! Gemess 🫶'

'Kok image Rendra berubah jadi suami idaman gini ya? 😍'

Namira merasakan amarahnya mengental.

Membongkar aib Rendra kepada Dinda saja tidak cukup rupanya. Pria itu masih bisa berdiri tegak, memeluk istrinya di depan semua orang, seolah tidak pernah melakukan hal menjijikkan di belakang layar.

Kemudian Ingatannya melayang pada kejadian dua tahun lalu.

 

Flashback Malam Transaksi, Maret 2023

Saat itu malam pertama kesepakatan mereka. Di kamar hotel Presidential Suite, Namira duduk di tepi ranjang. Ini kali keempatnya bertemu dengan Rendra setelah malam-malam panas dan bergelora sebelumnya. Pria itu berdiri di dekat jendela, punggung menghadapnya, sambil bicara lewat ponsel dalam bahasa Inggris bisnis yang terlalu cepat untuk ia tangkap.

Setelah telepon selesai, Rendra berbalik. Wajahnya datar, "Kita perlu bicara dulu sebelum mulai apa-apa." Katanya langsung.

Namira mengangguk antusias. Pria ini sepertinya akan jadi sumber uang baru untuknya.

Rendra duduk di sofa, jauh darinya. Jarak yang sengaja ia ciptakan.

"Ini kesepakatan kita." pria itu meletakkan selembar kertas di atas meja.

"Kamu dapat seratus lima puluh juta per bulan, ditransfer tanggal lima. Saya akan kasih akses ke beberapa event eksklusif buat exposure kamu. Kita ketemu seminggu sekali, atau sesuai jadwal saya. Lokasi saya yang tentukan." Kalimatnya mengalir cepat dan profesional. Mekanis seperti mesin.

Namira menatap kertas itu. Ada poin-poin tertulis rapi di sana.

...___...

TERMS :

Monetary compensation: IDR 150,000,000/month

Meeting frequency: Weekly or as per schedule

No public acknowledgment of relationship

No contact outside arranged meetings

No emotional claims or expectations

Exclusive arrangement (no other partners)

Termination possible with 30 days notice

...___...

"No other partners?" Sebelah alis Namira terangkat.

"Kamu harus bersih. Saya nggak mau tertular penyakit apapun. Kamu juga harus melakukan STD test 3 bulan sekali. Dokternya saya yang tentukan." (STD test : Skrining Penyakit Menular Seksual)

"Fair." Jawab Namira.

"Yang paling penting," Rendra menatapnya tajam, "Kalau kita ketemu di publik, kamu jalan sendiri, saya jalan sendiri. Kita nggak kenal."

"Tapi... kalau orang tau--" Tantang Namira.

"Kita nggak perlu klarifikasi. Kamu single, saya single, nggak ada masalah. Tapi nggak akan ada yang tau kalau kamu jaga jarak. Dan jangan pernah claim ke siapa pun kalau kita punya hubungan spesial. Ini strictly transactional. Clear ?"

Namira menelan ludah. Transactional.

Baiklah. Ia butuh uang. Kariernya mandek. Dan Rendra... tampan, berkuasa, sulit ditolak. Bagian kecil di hatinya berbisik, 'Mungkin saja nanti dia berubah pikiran.'

"Clear." Jawabnya yakin.

Rendra mengangguk, "Bagus. Sekarang kita bisa mulai."

Malam itu, Namira lagi-lagi menyerahkan tubuhnya kepada pria yang bahkan tak mau mengakui keberadaannya di luar kamar. Dan ia menipu dirinya sendiri, meyakinkan bahwa itu cukup.

Lima Bulan Kemudian - Gala Premiere Film

Namira mengenakan gaun merah menyala. Ia berdiri di red carpet, tersenyum untuk kamera. Dari sudut matanya, ia melihat Rendra masuk dengan jas hitam sempurna. Jantungnya berdegup. Dia datang!

Ia tunggu Rendra mendekat. Tapi pria itu bahkan tidak meliriknya. Ia langsung masuk ke ballroom, dikerumuni orang-orang penting.

Namira mencoba mendekati saat di dalam. Berdiri tidak jauh dari circle Rendra, berharap ia akan menyapanya. Saat mata mereka bertemu, Rendra hanya melirik sekilas lalu berpaling. Seolah Namira hanyalah udara.

Namira tetap berdiri di sana, senyumnya beku. Ia baru ingat poin nomor tiga.

No public acknowledgment.

Ia bertahan di pojok ruangan, menatap dari jauh. Wartawan memotretnya. Senyum itu kembali ia pakai, senyum yang menutupi hatinya yang retak.

 

Sembilan Bulan Kemudian (Setelah Seks)

Namira berbaring telentang, nafasnya masih terengah. Di sampingnya, Rendra sudah duduk, mengenakan celananya.

"Rendra..." panggilnya pelan, "I love you."

Hening.

Rendra berhenti sebentar, lalu lanjut mengancingkan kemejanya, "Namira, kita udah sepakat di awal. No emotional claims."

"Tapi..."

"Ini arrangement. You get what you need, and so do I. That's it."

Namira merasakan dadanya sesak.

'Tapi aku benar-benar sayang kamu!' Teriaknya dalam hati.

Namun akhirnya ia paksa dirinya terlihat tak terpengaruh, "Okay, I know."

Rendra meliriknya sekilas, lalu mengambil dompet dari meja. Ia keluarkan beberapa lembar uang, lalu meletakkannya di nakas.

"Buat taksi pulang. Saya pergi sekarang."

Dan ia tinggalkan Namira sendirian di ranjang hotel, dengan tubuh yang baru saja ia pakai dan uang taxi di nakas. Seperti pelacur. Bagi pria itu Namira memang hanya pelacur.

3 Bulan Kemudian (Percakapan Telepon)

Saat itu hujan. Namira menelepon Rendra jam sepuluh malam. Ia kesepian dan butuh seseorang untuk bicara. Ia bertengkar dengan ibu dan adiknya, lalu baru saja ia mendapati manager yang juga sahabatnya menipunya ratusan juta. Ia tertekan dan ingin meluapkan kegelisahannya.

"Rendra... aku boleh ke tempat kamu?"

"Sekarang?" Nada suaranya datar. "Ini di luar jadwal kita."

"Aku tau, tapi--"

"Kita ketemu Rabu. Tunggu sampai hari itu."

"Please... aku cuma mau ngobrol sebentar--"

"Kita nggak punya hubungan di luar arrangement. Saya udah bilang dari awal, no contact outside arranged meetings."

Klik. Telepon diputus.

Namira menatap layar ponselnya yang gelap. Air mata menetes. Dia bahkan tidak boleh menelepon pria itu? Kemudian ia ingat poin nomor empat. Ia bukan pacar Rendra. Ia bukan siapa-siapa. Ia hanya layanan yang dijadwalkan seminggu sekali.

 

Flashback Over

Namira mematikan video. Tapi otaknya terus memutar ulang. Rendra mencium Dinda di depan keluarga. Di depan orang banyak. Di depan kamera. Dengan bangga. Dengan cinta.

Sementara dia?

Dua tahun Namira berbaring di ranjang hotel dengan pria itu. Tapi tak sekalipun Rendra memperkenalkannya pada siapa pun. Tidak sekalipun ia diajak makan di restoran publik. Tidak sekalipun namanya disebut dengan kasih sayang.

Ia adalah rahasia. Komoditas. Barang yang dibayar 150 juta per bulan untuk membuka kaki dan menutup mulut. Dan bodohnya, ia jatuh cinta pada pria yang memperlakukannya seperti transaksi bisnis.

'No emotional claims.' gema suara Rendra di kepalanya.

Tapi bagaimana ia bisa tidak punya perasaan? Bagaimana ia bisa tidak berharap? Setiap kali Rendra menyentuhnya dengan sedikit kelembutan (hanya sesekali), ia kira itu berarti sesuatu. Setiap kali pria itu tersenyum sedikit, (sangat jarang) lalu ia pikir ada celah. Tapi rupanya tidak. Rendra hanya melakukan pekerjaannya. Menjaga aset-nya tetap puas supaya arrangement berjalan lancar.

Tapi sekarang ia lihat bagaimana Rendra memperlakukan perempuan yang benar-benar ia inginkan.

Dinda tidak dibayar. Dinda tidak disembunyikan. Dinda tidak diberi terms and conditions. Dinda adalah istri. Calon ibu dari anaknya. Perempuan yang namanya ia sebut dengan bangga.

Sedangkan dirinya? Ia bukan perempuan istimewa dalam hidup Rendra. Ia adalah pengeluaran bulanan di spreadsheet finansialnya.

Air mata mengalir deras. Tapi di balik air mata itu ada sesuatu yang mulai tumbuh. Bukan hanya sakit hati. Tapi amarah. Pada dirinya yang bodoh. Pada Rendra yang kejam. Pada Dinda yang datang dan mengambil segalanya tanpa perlu berjuang.

Dari awal Namira tau ada perjanjian. Dia bukan naif, tapi ada bagian kecil di hatinya yang terus berbisik, "Kalau aku cukup baik, kalau aku cukup cantik, kalau aku cukup berguna... mungkin dia akan berubah pikiran."

Tapi rupanya tidak. Rendra tidak mencari yang "cukup". Dia mencari yang "tepat". Dan yang "tepat" bukan Namira.

Namira menyeka air matanya, ia tidak menangis lagi. Kini rahangnya mengeras. Jika ia tidak bisa memiliki cinta Rendra, setidaknya ia bisa membuat pria itu merasakan sedikit sakit yang selama ini ia tanggung.

Ia tak peduli lagi pada ancaman kuasa hukum Rendra yang akan membongkar masalah pajaknya jika ia berani menyebut nama Rendra.

Selama ini ia bungkam karena tim Rendra memegang senjata pamungkas. Dokumen transaksi keuangan masa lalunya yang tidak dilaporkan pajak. Di puncak karier mudanya, Namira menerima pembayaran endorsement dan transaksi tunai besar. Semuanya tercatat, tapi tidak dilaporkan ke otoritas pajak.

Jika dokumen itu dibuka, Namira akan menghadapi konsekuensi serius. pajak terutang bisa mencapai milyaran. Pihak berwenang bisa menindaklanjuti dengan pidana pajak, dan transaksi tunai besar itu bisa memunculkan tuduhan pencucian uang. Dan saat ini Namira tidak punya kemampuan untuk menanggung beban finansial itu.

Mereka mengancam akan bongkar semua itu jika Namira buka suara ke media soal transaksi seks dan andil Rendra dalam kehancuran kariernya.

Tapi saat ini ia tidak peduli. Ia terlalu marah. Ia benci pada Rendra yang memperlakukannya seperti kotoran. Dan benci pada dirinya yang masih menyimpan cinta setelah semua yang ia alami. Akan ia buat hidup Rendra menjadi tidak tenang seperti hidupnya.

"Oke." gumamnya dingin. "Karena kamu main cantik, aku kasih kejutan yang lebih..."

Ia duduk sedikit membungkuk di tepi ranjang, lampu kamar redup menyorot setengah wajahnya. Jemarinya bergerak lincah di layar ponsel. Sesekali berhenti, menghapus kata, lalu menggantinya dengan kalimat yang lain. Senyumnya samar, tapi matanya menyala seperti sedang menonton seseorang yang ia benci jatuh ke jurang. Malam itu, ia mulai merangkai skenario yang akan mengusik hidup Rendra.

...***...

1
CumaHalu
Mana ada politikus yang bersih, kalau ada udah pasti boong😁
⛧⃝ 𓂃Luo Yi⧗⃟
Ceritanya bagus, alurnya juga tertata rapi. Cuma saran aja ya, kalau bisa buat paragrafnya lebih ringkas aja biar pembaca gak bosen terkesan menumpuk dan panjang. Tapi selebihnya bagus.. Semangat thor
⛧⃝ 𓂃Luo Yi⧗⃟: siap.. Semangat terus berkarya. Kita sama" belajar 🤗
total 2 replies
Nadin Alina
Rendra Lo serius?
Nadin Alina
Astaga semua udah di rencanakan dengan matang ya, sampai" bikin narasi Rendra menolok perempuan begitu😭
Bulanbintang
Dinda ketemu laki modelan Rendra?😭
Saila Alka
Dinda.....kamu harus punya stok kesabaran yang sangat sangat penuh !!
Saila Alka
semoga hadirnya Dinda membuat perubahan pada Rendra !!
Alyanceyoumee
Politik dunia lain yang sulit di jamah. semoga ada keajaiban yang melindungi Dinda.
Cahaya Tulip
Weh..kasihan Dinda dapat suami model begitu..moga tobat setelah resmi bareng Dinda 🫣
Adifa
Dinda berumur 21 tahun di sandingkan dengan om om kyk Rendra 😤
TokoFebri
benar. orang politik itu semuanya terstruktur. dibalik senyumnya yang ramah bisa jadi tersimpan sebuah strategi khusus.
Dinda, sekali nyemplung hati hati gabbisa keluar loh ya
TokoFebri
Thor, saran saja. kata asing di miringin ya.
PrettyDuck: wah iya kak. tadinya aku miringin emang. tapi waktu udah jadi dialog full aku ngerasa bacanya pusing karena aku mix indo-inggris dalam 1 kalimat. tapi nanti ku pertimbangkan lagi. makasih sarannya ❤️
total 1 replies
Alyanceyoumee
busyeet Dinda, lelaki dihadapanmu sangat.... lain. dia berbeda. menakutkan tapi memikat.😌
Nadin Alina
Berat banget jadi Dinda yang harus nikah sama Rendra. Kesel dengar Brata bilang butuh seseorang yang tidak punya agenda😡. Saran Din, nggak usah pake hati menjalankan pernikahannya walaupun sulit ya soalnya harus hidup sama orang yang nggak kita mau dan nggak kita cinta
Bulanbintang
Baru baca, udah dikatain. 😭
Awalan yang bagus, bikin greget juga sama tokohnya yang redflag.😏
CumaHalu
Dari awal ketemu aja udah mengatur sedemikian rupa. Buat Dinda kalo mau aman ga usah pake hati, dan jalani pernikahannya sedingin mungkin.
CumaHalu
Aku mengerti apa yang di rasakan Dinda, tapi mau gimana lagi. yang ngotot minta perjodohan ini pak brata.
Cahaya Tulip
Waah..dinda bakal dikendalikan penuh ini, alasan aja itu ruang untuk keputusan sendiri 🫣
TokoFebri
om, di hadapanmu itu wanita 21 tabun. jadi jangan mencecar pertanyaan berat untuknya plis
TokoFebri
yakin ga pengen punya anak?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!