Bintang Utara
Harimau Putih, Phoenik Merah, Naga Biru, Kura-Kura Hitam, dan Kirin Hitam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andryano Shevchenko Limbong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap. 29 Penjelasan
Keesokan paginya di markas Assosiasi Pedagang Sakti terjadi keributan yang sebelumnya tidak pernah terjadi dalam sejarah assosiasi.
"Apa yang menyebabkan terjadi keributan tadi malam." Tanya salah satu Tetua assosiasi.
"Kenapa mereka bertarung?" Tanya yang lain lagi.
"Apa hubungannya dengan Ketua dan Manajer Ye?"
"Kenapa kita tidak meminta keterangan darinya?"
Begitulah pertanyaan yang terus keluar dalam rapat dadakan di Assosiasi Pedagang Sakti. Saat ini Ye Xingwang dan Ye Xiatian masih belum sadarkan diri. Mereka masih tertidur dejgan lelap di ruang perawatan assosiasi.
Sedangkan, Li Wang berada di salah sisi ranjang Ye Xiatian menatap wajah wanita cantik itu dengan lekat dan penuh rasa kesedihan di matanya.
Li Wang tidak menyangka kepulangannya akan membuat Ye Xiatian akan terluka terlebih lagi Ye Xiatian ingin melindunginya dan tetap memanggil dirinya Kakek. Sehingga Li Wang merutuki kebodohannya yang membuat Ye Xiatian terluka parah.
Wu Bai juga setia menemani Li Wang yang menjaga Ye Xiatian di ruang perawatan walau, Li Wang menyuruhnya untuk beristirahat dan menjaga Shui Hailang yang belum sadarkan diri karena pengaruh racun milik Xiao Hei. Tapi, Wu Bai selalu menolak.
"Bai'er. Kenapa kau tidak pergi beristirahat dan menjaga Saudari yang terluka? Biarkan Guru yang menjaga Xia'er dan Saudara Ye." Ucap Li Wang
"Maaf Guru, aku tidak bisa membiarkan Guru larut dalam kesedihan. Aku sudah menyuruh beberapa Senior dari assosiasi untuk mencari murid dari Senior yang terluka." Jelas Wu Bai.
"Ohh.. Setidaknya pergilah beristirahat sebentar supaya kau bisa prima saat kita memulai kembali latihan seperti biasa."
"Tapi.... Baiklah aku akan menuruti perintah Guru." Balas Wu Bai tersenyum lembut.
Wu Bai langsung melangkah pergi meninggalkan ruang perawatan untuk segera beristirahat di kamarnya. Walaupun sebenarnya ia tidak bisa beristirahat dengan tenang karena keadaan Li Wang yang sangat mengkhawatirkannya.
"Xia'er kau harus bertahan dan kau juga harus memaafkan kakek." Li Wang mengeluarkan air matanya.
Wu Bai sampai di depan pintu kamarnya dan memandang sekitarnya yang terlihat berbeda tanpa kehadiran Li Wang.
'Huh..... Kuharap Guru dapat kembali ceria seperti semula." Wu Bai berharap dan menghela nafas yang panjang. 'Kuharap Senior juga bisa kembali seperti semula dengan cepat.'
"Bagaiman jika aku melihat keadaan Senior sebentar saja." Wu Bai memutuskan.
Wu Bai tidak jadi memasuki kamarnya dan melangkahkan kakinya menuju ruangan khusus Shui Hailang.
Saat Wu Bai ingin memasuki ruangan khusus ia mendengar tangisan yang sangat keras dari dalam. Tangisan keras yang Wu Bai dengar sepeeti tangisan seorang perempuan.
Wu Bai memasuki ruangan khusus dan melihat ada 2 orang di dalam ruangan.
◇◇◇
Beberapa pendekar dari assosiasi langsung mencari keberadaan dari Shu Lantian. Sebenarnya, mereka tidak sudi disuruh oleh seorang anak kecil yang tidak jelas statusnya di Assosiasi Pendagang Sakti.
Tapi, setelah melihat ada hubungan antara Li Wang dan Wu Bai membuat mereka akhirnya mau menerima permintaan dari Wu Bai.
Mereka sedang mencari Shui Lantian dan tanpa menunggu berapa lama. Mereka akhirnya menemukan penginapan tempat Shui Lantian menginap.
Mereka juga terkejut setelah tahu. Sebenarnya, siapa yang mereka cari tahu keberadaanya. Mereka tidak tahu bahwa Shui Lantian perempuan cantik yang sangat terkenal di dunia persilatan dan sedang menggunakan topeng tepat berada dihadapan mereka terlebih lagi menurut kabar burung Shui Lantian adalah calon penerus dari Perguruan Teratai Biru yang dilatih oleh Ratu Laut Kabut.
Mereka langaung mengatakan apa tujuan mereka mencari Shui Lantian. Di sebuah restoran
"Maaf Nona Shui, ada sebuah kabar yang ingin kami katakan." Salah satu pendekar memulai pembicaraan dengan Shui Lantian.
"Kalian siapa apa yang kalian inginkan dariku." Shui Lantian menatap curiga 3 pendekar dihadapannya. Dikepalanya masih ada Shui Hailang yang belum kembali.
"Tenang Nona Shui. Kami berasal dari Assosoasi Pedagang Sakti" Pendekar menenangkan. "Kami hanya ingin mengatakan Ratu Laut Kabut berada di assosiasi."
"Assosiasi Pedagang Sakti!?" Nafas Shui Lantian memburu. "Apa yang telah terjadi dengan Guru?!" Shui Lantian bertanya dengan tidak sabaran.
"Nona Shui dapat melihat sendiri di assosiasi nanti. Sekarang kami akan kembali ke assosiasi kalau Nona Shui ingin melihat keadaan Ratu Laut Kabut silahkan ikuti kami bertiga." Ketiga pendekar langsung berdiri.
Shui Lantian sangat bingung, ia tidak tahu apakah ini adalah jebakan atau bukan ia bingung.
'Itu tidak penting keselamatan Guru adalah yang paling utama' Shui Lantian langsung mengangguk dan mengikuti ketiga pendekar assosiasi.
Mereka berempat akhirnya berada di de0an gerbang Assosiasi Pedagang Sakti.
"Kalian bawa aku ke tempat Guru." Oerintah Shui Lantian kepada ketiga pendekar.
Mereka langsung mengangguk karena salah satu perintah Wu Bai adalah membawa Shui Lantian langsung menuju tempat Shui Hailang.
◇◇◇
Wu Bai langsung menghampiri kedua perempuan tersebut. Shui Lantian langsung mengarahkan pedangnya ke leher Wu Bai. Ia langsung mengarahkan pedang milik Shui Lantian untuk diturunkan dari lehernya.
Wu Bai juga membalasnya dengan senyum lembut dan hangat ia bisa melihat kesedihan yang sangat mendalam dari Wajah Shui Lantian walaupun tertutupi oleh topeng.
Wu Bai langsung mendekati Shui Lantian dan melepaskan topeng miliknya. Wu Bai sekarang bisa melihat dengan jelas kesedihan mendalam dari wajah Shui Lantian yang cantik.
Wu Bai akui kecantikan milik Shui Lantian tiada taranya dari semua wanita yang pernah ia lihat sampai sekarang.
"Tenang saja, Senior akan baik-baik saja. Guru telah memastikan ia akan selamat dari racun milik Senior Hei." Wu Bai mengelus kepala Shui Lantian dengan lembut.
Shui Lantian langsung memandang Wu Bai dengan tatapan menyedihkan dan memohon agar Wu Bai menolong Ratu Laut Kabut, Shui Lantian. Wu Bai langsung memahaminya dan menganggukan kepalanya.
"Wu Bai." Wu Bai memperkenalkan dirinya.
"Shui Lantian dari Perguruan Teratai Biru." Membalas perkenalan Wu Bai.
"Aku akan menjelaskan kejadian yang sebenarnya terjadi."
tidak usah buat cerita baru kalau tidak jelas
tdk ada hareem kah?
Bukan cerita yg buruk, cerita nya bagus tapi sangat kecewa dgn penuturan dan penempatan otor pd tata kata dan bahasa., jd tdk ba bisa lanjut baca nya lagi ...
Pembaca dan penulis akan saling take and give, pembaca akan senang dan nyaman bila mana cerita bagus, baik itu alur nya maupun penempatan kata, bahasa/kalimat nya dan akan mengapresiasi kepada penulis dgn hormat (karena tdk mudah membuat cerita yg bagus) dan penulis akan mendapatkan penghargaan dan kebanggan atas karya nya yg di sukai byk pembaca.. ini hanya saran saja, walau cerita nya sudah tamat tapi gak ada yg tau siapa saja bisa berhenti ditengah jalan 😊