NovelToon NovelToon
Pendekar Dewa Siluman

Pendekar Dewa Siluman

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Epik Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:5.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: kemal costa

Jaka Sakti, seorang anak yang terlahir dari desa kecil, namun ia dilahirkan dengan takdir yang kuat.

Ia dipilih oleh Dewa Suci untuk meneruskan warisannya. Jaka berkelana ke seluruh dunia untuk menemukan 10 Siluman Dewa Suci yang akan menjadi gurunya dan memberikannya kekuatan yang tiada tara.

Aku, Jaka Sakti, Seseorang yang akan berada di puncak, bukan hanya tanah kelahiranku, melainkan mendominasi seluruh dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kemal costa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 28 - Berburu Siluman IV.

Jaka mengambil crystal siluman berwarna merah berukuran kepalan tangan orang dewasa dari perut siluman tersebut. Ia kemudian membelah tubuh siluman itu menjadi dua bagian.

Bagian badan ke kepala ia buang, lalu bagian perut ke ekor ia kuliti dan membakar daging bagian belakang siluman itu, lalu setelah daging tersebut matang serta agak sedikit gosong, Jaka memotong daging tersebut ke ukuran yang lebih kecil dan memasukkannya ke dalam mulut.

"Ini daging apa karet? Mengapa keras dan alot seperti ini? Tetapi rasanya tidak terlalu buruk."

Setelah Jaka menyantap beberapa potong daging siluman, ia merasakan ada aliran energi baru di tubuhnya, yang menjadikan tubuhnya terasa lebih berstamina dan lebih kuat.

"Ternyata khasiat yang diberikan daging siluman terhadap perkembangan tubuhku tidak buruk, persis seperti apa yang dikatakan oleh Zhurong, aku harus mencari lebih banyak daging siluman esok hari."

Jaka kemudian menambah jumlah kayu bakar ke dalam api unggun yang sudah ia buat sebelumnya, yang di mana api unggun tersebut dibuat untuk membakar daging siluman sebelumnya, kemudian ia duduk bersila dan bersandar di bawah salah satu pohon untuk bermeditasi mengembalikan tenaga dalamnya yang terkuras akibat pertarungan sebelumnya serta sekaligus beristirahat.

**

Ke esokan harinya saat mentari mulai bersinar, Jaka tersentak saat merasakan adanya nafsu membunuh di sekitarnya. Ia baru pertama kali merasakan nafsu membunuh yang besar semenjak ia memulai petualangannya.

Betapa terkejutnya Jaka ketika ia menoleh ke belakang. Ia melihat sepasang mata merah tengah menatapnya. Kedua mata Jaka berpapasan dengan sepasang mata merah tersebut.

Sepasang mata merah menyala yang tak lain adalah milik seekor Siluman Singa Bermata Darah, yang di mana Siluman tersebut merupakan siluman seribu tahun. Memiliki mata merah menyala, sepasang tanduk besar, serta dua pasang tanduk kecil, serta memiliki badan yang sangat berotot hingga menampakkan urat-uratnya dan kuku-kukunya yang tajam bak belati.

Tanpa basa-basi Siluman itu langsung melayangan cakarnya ke arah wajah Jaka. Jaka terkesiap, ia dengan cekatannya menghindari serangan siluman tersebut, membuat cakar siluman itu kini menghantam pohon besar yang tepat berada di belakang Jaka, membuat batang pohon tersebut hancur, terbelah dan tumbang.

Jaka membelalakkan kedua matanya. "Gila!! Aku tak bisa membayangkan seperti apa jadinya, jika serangan itu mengenai ku? Aku pasti sudah mati!"

Serangan dahsyat tersebut membuat Jaka cukup waspada terhadap siluman tersebut, ia kemudian mengambil jarak lebih jauh sebab ia tak ingin tertimpa oleh batang pohon yang tumbang akibat serangan siluman itu.

"Sial!! Aku tak akan bisa melawannya, kekuatannya sangat jauh di atasku, mengimbangi seorang Pendekar Agung, siluman seribu tahun memang bukanlah tandinganku, lebih baik aku melarikan diri."

Saat Jaka berniat untuk melarikan diri, Siluman itu kembali menyerang Jaka. Ia tampak berlari cepat ke arah Jaka, lalu kembali melayangkan cakarnya pada Jaka.

Jaka membuang tubuhnya ke samping, ia bergerak menggunakan teknik meringankan badannya, membuat ia berhasil menghindari serangan tersebut tanpa luka sedikit pun.

Saat melihat ada sedikit kesempatan, Jaka mulai berlari menjauh setelah mengindari serangan siluman itu.

Melihat Jaka yang ingin melarikan diri, siluman tersebut mengaum dengan kerasnya dan langsung mengejar Jaka.

Jaka berlari dengan kencangnya menggunakan teknik meringankan tubuh, ia berlari secepat mungkin seperti orang kesetanan. Jaka mencoba menoleh ke belakang sambil berlari untuk melihat jarak antara ia dan siluman itu.

Jaka terkejut bukan main, siluman itu kini berada tepat di belakangnya. Siluman itu berlari dengan sangat cepat mengimbangi, bahkan sedikit melebihi kecepatan dari kecepatan lari yang Jaka miliki.

"Apa-apaan?! Mengapa ia bisa berlari secepat ini! Sialan!!" Jaka menambah kecepatan larinya.

Siluman itu berhasil mengimbangi kecepatan lari Jaka dan berada tepat di belakang Jaka, ia kemudian mulai menyerang Jaka, berniat menerkam Jaka menggunakan taringnya.

Jaka menghindari setiap serangan yang dilancarkan siluman itu dengan susah payah, ia bergerak ke arah kiri dan kanan, serta melompat demi menghindari setiap serangan siluman itu, karena jika sekali saja Jaka terkena salah satu dari serangan siluman itu, bisa dipastikan Jaka akan mendapatkan luka yang sangat serius, lalu keadaan akan semakin memburuk dan yang paling terburuk adalah mati di tangan siluman itu.

Melihat Jaka yang berhasil menghindari setiap serangan yang ia lancarkan, membuat siluman itu menjadi geram, ia kembali mengaum dan mengarahkan aura pembunuh yang ia miliki ke arah Jaka. Setelah aura pembunuh itu mengenai Jaka, membuat Jaka menjadi terintimidasi dan langkah nya semakin lambat.

Siluman itu tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, ia terus menerus menyerang Jaka dengan gencar. Jaka sangat kewalahan menghindari setiap serangan itu, dan tak jarang beberapa serangan yang dilancarkan siluman tersebut hanya berjarak beberapa senti dari tubuh Jaka, namun Jaka masih tetap berhasil menghindar, dengan kemampuan dari latihan menghindar serta kepekaan insting yang ia pelajari selama ini.

Jaka semakin kewalahan dan memilih melompat ke salah satu pohon yang berada di sekitarnya. Ia melompat ke arah pohon itu, berniat mengambil jarak yang lebih jauh dari siluman tersebut dan aura pembunuh yang siluman itu miliki.

"Kurang ajar! Gerakanku menjadi lambat, aku hampir saja tak sempat menghindar, jika terus menerus seperti ini, aku akan segera mati," umpat Jaka setelah berada di salah satu batang yang ada di atas pohon.

Siluman itu tak dapat memanjat ataupun melompat, ia menatap Jaka dari bawah dengan geram, kemudian ia mulai menghancurkan batang pohon yang Jaka hinggapi, membuat tubuh Jaka bergeming dan hampir jatuh.

Jaka memutuskan untuk melompat dari satu pohon ke pohon yang lain, namun siluman itu dengan gigihnya mengancurkan setiap pohon yang Jaka gunakan untuk bertengger. Siluman itu menghancurkan setiap pohon menggunakan cakar dan tanduknya.

Siluman itu terlihat sangat geram, ia berteriak, menggeram dan mengaum, menghancurkan setiap pohon dengan seluruh tenaganya berharap Jaka akan terjatuh dari pohon itu.

"Mengapa ia menjadi lebih gila? Aku harus bisa meloloskan diri darinya, sebaiknya aku berlari ke arah goa tempat Zhurong berada, mungkin ia bisa membantuku," ucap Jaka dengan tetap melompat dari satu batang pohon ke batang pohon lainya.

Jaka terus melarikan diri, ia mengarah ke goa tempat Zhurong berada. Ia mengetahui di mana letak goa tersebut berada, karena ia sempat memetakan daerah yang ia lalui sebelumnya.

Saat Jaka sudah berada dekat dan melihat goa tersebut, Jaka kemudian turun dari pohon. Saat kedua kakinya mendarat, ia langsung berlari sekencangnya.

Melihat Jaka yang sudah berada di tanah, membuat siluman itu mengerahkan seluruh tenaga yang ia miliki untuk berlari lebih cepat, dan berharap bisa meraih dan menghabisi Jaka.

Jaka tak lagi menoleh ke belakang untuk melihat jarak antara ia dan siluman itu, ia hanya fokus berlari dengan kencang untuk bisa secepatnya sampai ke dalam goa.

Siluman itu berhasil mengimbangi kecepatan lari Jaka kemudian mengarahkan tanduknya kepada Jaka, jarak antara tanduknya dan punggung Jaka hanya beberapa senti saja serta hampir mengenai Jaka.

Saat tanduknya sudah hampir mengenai Jaka, siluman itu menghentikan serangannya dan berhenti berlari. Ia hanya terdiam melihat Jaka yang sudah berhasil masuk ke dalam goa, ia terlihat sangat geram dan mengaum dengan kerasnya.

"Grooooaaarrr!!"

Siluman itu lalu berbalik arah dan berlari menjauh dari area tersebut.

1
merah putih
menurut riwayat zuhrong, mestinya dia tidak ada rasa takut menghadapi apapun. tp knp masih takut kpd siluman yg lbh kuat.
Sang M
Host sampah payah. criita sampah.
Sang M
mmemalukan dancok Host cecurut sampah kok banyak omong. langsung bantaii. haddeh payaj Thor imi
Sang M
skip lewat
Sang M
skip
Sang M
haddeh bosan proses host u/ raih puncakvterlalu lama dan momen gak penting ditampilkan
Raimon
Judul bab ...Keajaiban dari langit....keajaiban apaan....Begoo....kalau kekuatannya bertambah 50 lingkaran itu baru namanya keajaiban....Kalau sadar dari pingsan setelah 3 hari irumah biasa....disebelah ada yang 3 bulan pingsan baru sadar....
Raimon
Judul bab ...Keajaiban dari langit....keajaiban apaan....Begoo....kalau kekuatannya bertambah 50 lingkaran itu baru namanya keajaiban....Kalau sadar dari pingsan setelah 3 hari irumah biasa....disebelah ada yang 3 bulan pingsan baru sadar....
Jak 09
Luar biasa
Andi Lala
kerennn,,
Pedang neraka
Zhilong ??? ANAK NAGA dari Qing Ruo ? 🤔🤔
Pedang neraka
Pastinya kota BUKIT TINGGI dan restoran Padang :: SALERO BASAMO 🤣🤣
nina hariah
cerita nya bagus dan menarik
Tauhid
tinggal ikuti alur aja
Hadian Purnama
Kecewa
~•Insan Biasa•~
Satria jingga perkasa atau logo 99🤭😂
dewa_curhat
ok
dewa_curhat
sue, sambil beriklan hahahaha
dewa_curhat
zhia apa zahra.
zhia kan umi kepala suku bintang
Djohan Andrea
nama nya dulu gunung kembar....identik dg masyarakat nya yg cewek semua .....Lanjutkan....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!