Codename: Claw, adalah seorang Agent Assassin wanita muda yang berasal dari Asia Tenggara. kemampuan dan kekuatannya jauh diatas rata-rata Agent Assassin lain. walaupun ia bekerja sebagai Assassin, bukan berarti dia adalah seseorang yang jahat. ia bergabung kesebuah Organisasi Rahasia berskala dunia bernama "Balance Keeper", sebuah organisasi yang mementingkan dan menjaga keseimbangan dunia. namun itulah yang menjadi masalah, karena organisasi mereka ada sebuah Organisasi Rahasia lainnya yang ingin menghancurkan Balance Keeper. Mereka meneror anggota Balance Keeper lain dan terus-menerus merusak keseimbangan dunia. dan Claw sebagai Agent Assassin dari Balance Keeper, ingin mengungkap dan menghancurkan mereka. karena salah satu tujuan Claw, adalah membalaskan dendam Ayahnya yang telah dibunuh oleh mereka
ini adalah sebuah Light Novel atau Novel Ringan, yang semuanya spontan dari kepala saya. jadi mohon bantuannya ya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiYA1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 28: The Bright Side
>>Haven Quartet<<
Di suatu hari yang cerah, Maria bersama Sebastian terlihat berjalan disebuah lorong. beberapa orang berlalu-lalang di lorong tersebut, membuat suasananya menjadi sangat hidup
Maria terlihat memakai pakaian yang biasa ia pakai, lengkap dengan jaket jubahnya yang sering ia pakai. Walaupun begitu mereka berdua tidak terburu-buru berjalan, seakan tidak ada misi yang penting
"apa anda yakin untuk mengajak tuan Yohan?" tanya Sebastian yang berjalan disamping Maria
"ayolah, kau sudah tahu kenapa aku mengajaknya bukan?" jawab Maria
"haaah... Baiklah. saya mengerti, nona" ucap Sebastian sebari menghela nafas, seakan ia tahu apa yang Maria maksud
setelah mereka berdua berjalan, mereka telah sampai disebuah ruangan yang pintunya tertutup. Di pintu masuk ruangan tersebut terlihat sebuah tulisan yang bertuliskan "Divisi 5, Tim Intelejen". lalu tanpa mengetuk pintu, Maria langsung membuka pintu tersebut
Isi ruangan tersebut didominasi oleh meja besar yang berada di tengah ruangan. Dan di dinding ruangan, dipenuhi oleh rak buku yang digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen infomasi yang telah didapat oleh Tim Intelejen, Divisi 5
"Yohan... aku perlu kau untuk ikut dengan ku" ucap Maria
Mendengar suara yang familiar, Yohan yang sedang membaca sesuatu di layar komputer pun langsung menoleh kearah Maria
"memangnya ada apa?" tanya Yohan
Maria berjalan memasuki ruangan dan menghampiri Yohan. Dan tanpa menjawab pertanyaan Yohan, ia langsung menarik kerah baju bagian belakang Yohan dan menyeretnya tanpa berusaha sedikitpun
"jangan banyak bicara, dan ikut saja. Jet pribadi ku juga sudah siap berangkat" ucap Maria
"h-hei.. Aku bisa berjalan sendiri" protes Yohan yang diseret oleh Maria
Tanpa mendengar ucapan Yohan, Maria tetap menarik kerah baju bagian belakang Yohan. Lalu ia berhenti sejenak untuk melihat ke belakang, lebih tepatnya ke seorang wanita yang berada di ujung tengah meja dengan tumpukan dokumen di kanan dan kirinya
"Janice, aku pinjam dia sebentar" ucap Maria
Wanita yang Maria panggil dengan nama Janice, tanpa melirik kearah Maria dan masih fokus dengan komputer dan juga kertas dokumennya. ia membuat simbol O dengan ibu jari dan juga jari telunjuk tangan kanannya kepada Maria sebagai jawaban
Setelah mereka keluar dari ruangan, Maria langsung melepas tarikannya dari kerah baju bagian belakang Yohan. Dan tanpa basa-basi, Maria langsung berjalan begitu saja diikuti oleh Sebastian. Yohan yang melihat tersebut, juga langsung menyusul Maria dan berjalan disamping Sebastian
"memangnya kita mau kemana?" tanya Yohan, ia tampak bingung karena telah dipaksa ikut dengan Maria
"kita akan ke salah satu markas lain dari Organisasi. katanya mereka memiliki informasi baru soal mereka (Eclipse), tapi entah kenapa mereka menyuruh ku untuk mengambil informasi tersebut kesana" jawab Maria
"sekalian untuk mengenalkan mu soal markas lain yang kita punya" lanjut Maria
>>3 jam kemudian. Italia<<
Setelah 3 jam perjalanan mereka akhirnya telah sampai di tempat tujuan. Dan sebari Sebastian memarkirkan mobilnya, Maria terlihat sibuk merapikan jaket jubahnya. Sedangkan Yohan terlihat kebingungan karena tempat mereka datangi adalah salah satu gereja terbesar dan memiliki gelar Basilika, gereja tersebut bernama Basilica Umbra Caelestis
"kita sudah sampai" ucap Maria
Maria langsung keluar dari mobil, setelah Sebastian selesai memarkirkan mobilnya. Setelah Maria keluar, Sebastian dan juga Yohan pun juga ikut keluar
"apa kau mau bilang jika, salah markas organisasi itu.... Salah satu Gereja terbesar dunia?" tanya Yohan yang masih bingung
"tidak kurang dan juga tidak lebih. Aku akan menjelaskannya nanti, setelah kita didalam" jawab Maria
Dan tanpa bicara panjang lebar, Maria langsung berjalan untuk memasuki gereja dengan diikuti Sebastian dan Yohan dari belakang. Setelah mereka bertiga memasuki gereja, langsung terdengar suara nyanyian yang sedang berlangsung
Didalam gereja tersebut terdapat banyak sekali pengunjung yang sedang khusyuk berdoa di kursi jemaat. Dan di Altar atau panggung khusus yang berada di ujung tengah aula utama gereja, terdapat seorang wanita yang begitu cantik sedang memimpin ibadah
"ini jelas-jelas terlihat seperti gereja pada umumnya" gumam Yohan dengan pelan
Tidak lama setelah itu, seorang pendeta laki-laki langsung menghampiri Maria, pendeta tersebut memberikan salam dengan hormat kepada Maria yang juga dibalas oleh Maria. Lalu pendeta tersebut menunjukkan jalan menuju markas asli dari gereja basilika tersebut
mereka berempat menaiki lift menuju bawah tanah. saat mereka sampai dan pintu lift terbuka, suasana tempat bawah tanah tersebut sama seperti Haven Quartet. Banyak para anggotanya berlalu-lalang, dan beberapa dari mereka menggunakan pakaian pendeta
"selamat datang, di Eden Haven. Atau bisa dibilang, sisi terang dari Organisasi Balance Keeper" ucap Maria
"apa maksudmu dengan sisi terang?" tanya Yohan sebari melirik kearah Maria
"jika Haven Quartet adalah markas bagi para agen Assassin yang rela mengotori tangan mereka dengan darah, Eden Haven adalah mata yang mengamati dunia ini" jawab Maria
"lebih jelasnya, Eden Haven adalah yang bertugas untuk mengamati keseimbangan dunia. Mereka mengumpulkan informasi tentang apa yang terjadi di seluruh penjuru dunia. lalu setelah itu informasi tersebut akan dikirim ke tim intelejen di HQ, dan HQ akan menetapkan siapa yang akan menjadi target yang harus dibersihkan" ucap Maria
"lalu kenapa kami menyebutnya sebagai sisi terang?. Itu karena Eden Haven menggunakan gereja yang ada di seluruh dunia sebagai penyamaran, yang juga beroperasi sebagai gereja pada umumnya. dan gereja ini adalah pusatnya, kurang lebih seperti itu" ucap Maria lagi
Maria menjelaskan itu semua sebari berjalan mengikuti pria pendeta tersebut yang menunjukkan jalan. Saat penjelasan Maria selesai, mereka berempat telah sampai di sebuah pintu ruangan yang besar. Dan tanpa basa-basi, pria pendeta tersebut langsung membuka pintu tersebut dan mempersilahkan Maria, Sebastian dan juga Yohan untuk masuk
bagian dalam Ruangan tersebut terlihat seperti ruang kerja dari pimpinan dari markas ini. Ruangan tersebut besar, dilengkapi dengan banyak rak-rak buku dan juga foto serta lukisan yang terlihat tua. namun walau begitu, ruangan tersebut memancarkan aura suci yang tak bisa dijelaskan
"kalian tunggu lah disini, sampai paus menyelesaikan ibadahnya" ucap pria pendeta tersebut
Setelah Maria, Sebastian dan juga Yohan masuk kedalam ruangan. Pria pendeta tersebut, menutup pintu tersebut lalu pergi. sedangkan Maria dan juga Yohan langsung berjalan dan duduk di sofa yang sudah disediakan untuk tamu. Disisi lain Sebastian hanya berdiri di belakang sofa yang diduduki Maria
"paus di Basilika ini adalah seorang perempuan bukan? Kalau tidak salah namanya...." ucapan Yohan terhenti karena dipotong oleh Maria
"Evelyn. Orang-orang lebih mengenalnya sebagai Mother Evelyn atau Mater Ecclesiae (Bunda Gereja). wanita pertama yang menjabat sebagai paus, di era sekarang" ucap Maria
"dia orangnya seperti apa?" tanya Yohan
"kau akan tahu sendiri" jawab Maria dengan singkat
Lalu tak lama setelah itu, pintu besar tersebut tiba-tiba dibuka oleh seorang pendeta wanita yang poni rambutnya menutupi setengah wajahnya. Dan Saat pintu tersebut terbuka, pendeta wanita lain memasuki ruangan
Itu adalah Evelyn dan yang membukakan pintu adalah asistennya. Wajah Evelyn begitu cantik dan hanya melihatnya saja, orang-orang akan tahu jika Evelyn adalah wanita yang begitu ramah, tubuhnya ramping namun berisi. Pakaian yang dipakai Evelyn adalah pakaian yang sering dipakai oleh paus pada umumnya
Yohan yang melihat kedatangan Evelyn pun menjadi agak gugup, mengingat orang yang 1 ruangan dengannya adalah seorang paus dari salah satu gereja Basilika terbesar di dunia. Tetapi ada satu hal yang membuat Yohan penasaran, Yaitu mata dari Evelyn. Evelyn terlihat selalu menutup kedua matanya, Yohan merasa hal yang aneh dari itu. Seakan Evelyn menyembunyikan sebuah rahasia. Dan saat Evelyn duduk di kursinya, suasana ruangan tersebut langsung berubah seketika seakan menyuruh semua orang yang berada di ruangan tersebut untuk memperhatikan nya