[Baca Season 1 Agar Paham Alur]
Season 2 Dari Cewek Berandal SMA
Genre: School, Comedy, Slice Of Life
Hari hari baru Vani dan ketiga orang temannya ( Agnes, Putri, Awani) di kelas Dua SMA, yang mereka jalani dengan suka riang dan tentunya banyak rintangan yang menghadang
[Next.. Jan lupa baca Cewek Berandal SMA 3]
_____________________________________________
WARNING!!
Cerita ini hanyalah Fiktif Belaka
____________________________________________
Bantu Author dengan Like, Comment dan Vote :)
Makasih dah Baca (≡^∇^≡)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Varha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CBS2_029
"Tes.. Tes.. Tes.."
"Woy! Jangan cipratin air" Teriak Agnes terbangun saat ia merasakan wajahnya terkena cipratan air. ia bangkit dari tidurnya, "Anjirrr, gerimis" Teriaknya saat melihat cuaca awan yang mendung disertai gerimis kecil, "Woy, bangun.. Ujan nih.."
"Woahh.. Paan sih, gaje" Ucap Vani yang masih mengantuk
"Zrasssshhhhh....." Hujan lebat turun
"Hujan!" Teriak Agnes. Dengan cepat ia berlari berteduh di depan pintu rooftop
"Anjirr" Teriak Vani yang tiba tiba tersadar saat terkena air hujan. Mereka bertiga bangun dari tidur dan langsung berlari menghampiri Agnes, "Baru bangun udah kehujanan aja" Ucap Vani
"Langitnya mendung banget, gelap. sekarang jam berapa?" Tanya Agnes. Vani melihat jam tangan yang ia kenakan
"Njerr, Jam enam" Ucap Vani terkejut
"Woy! Yang bener aja jam enam" Ucap Awani yang ikut terkejut
"Njerr, kita tidur berapa lama" Tanya Awani
"Dari jam sepuluh sampai jam enam, nyenyak amat tidur kita" Ucap Vani sambil tertawa kecil
"niatnya tidur siang, malah sampai sore" Sambung Agnes
"Zrasshhh..."
"Turun kuy, bisa kedinginan kalau kita disini terus" Ajak Putri
"Yokay, bajuku juga basah nih" Ucap Vani
"Udah jam pulang kita langsung cabut aja" Ucap Putri.
"Klek.." Vani mencoba membuka pintu rooftop dengan menarik ganggang pintu secara berulang ulang, "nggak bisa dibuka" Ucap Vani dengan muka datar
"Dorong g*blok!" Ucap Agnes ngegas. Vani mencoba mendorong pintu. Namun usahanya sia sia
"Tetep nggak bisa" Ucap Vani
"Njerr, yang bener aja kamvang!" Ucap Putri
"Kita kekunci?" Tanya Awani
"Sepertinya gitu" Ucap Vani dengan muka datar
"kalian tahu nggak? Karma itu pasti bakalan kejadian" Ucap Agnes sambil tertawa kecil
"Wkwk, maksudmu ini karma kita gara gara dulu kunci in pak Azka di atap" Sambung Vani sambil ikut tertawa kecil
"pastinya iya" Ucap Awani
"Bhakss.. Ahahahaaa... Kita kena karma wkwk" Ucap Vani sambil tertawa
"ahahahaa, jadi gini rasanya di kunci in di atap, trus kena hujan deras" Ucap Agnes sambil tertawa
"Kalian berdua, kenapa seneng amat kekunci disini. Cari ide woy, dingin tahu" Ucap Putri yang kedinginan
"abisnya gokil sih. Kita kena getah ulah yang kita buat dulu" Ucap Vani sambil tertawa
"Yang ngunci dulu kan kamu!!" Ucap Putri
"Slow mamank, di situasi begini jangan marah marah" Ucap Vani
"Emosi akutuh" Ucap Putri sambil tertawa kecil
"Nah, sekarang gimana kita turun" Ucap Agnes yang mulai cemas
"Hum.. Berdasarkan apa yang aku lakukan di masa lalu, setelah kunci in pak Azka di atap, trus aku buka lagi atapnya. Mungkin aja bakal ada yang buka pintu atap ini" Jelas Vani
"Yang bener aja njerr, udah jam enam. Pastinya udah sepi lah, gaada orang" Ucap Awani
"Tunggu aja keberuntungan, tetap tenang" Ucap Vani tenang
"Oke, kali ini kita ikut cara kamu, gara gara gaada cara lain" Ucap Agnes
Beberapa menit kemudian...
"Put, kamu bawa handphone?" Tanya Vani sambil menoleh ke arah Putri di samping Kirinya
"Nggak" Ucap Putri. Setelah itu Vani menoleh ke arah kanannya, "Kamu nes?" Tanya Vani
"Di tas" Ucap Agnes
"Anjirrr, nggak bakal ada yang datang seorang pun" Ucap Vani kesal, "Keburu gelap, trus hujan nggak reda reda lagi"
"Njerr.. Katamu suruh tenang" Ucap Putri dengan muka datar. Saat Vani menoleh ke arah Putri, tidak sengaja ia melihat jepit rambut kawat yang di gunakan putri. ia mendapatkan sebuah ide, "Muehehehee" Tawa kecil Vani
"Njirr kenapa kau! Barusan marah marah, sekarang ketawa tawa" Ucap Putri terkejut
"help! pasien RSJ lepass" Teriak Awani
"Yang bener aja woy, pasien RSJ", "Put, bisa pinjam jepit rambutmu itu?" Tanya Vani sambil tersenyum
"Nggak" Ucap Putri menolak
"Woy! Maksa ini, kasih sini!" Ucap Vani ngegas
"Ngegas njirr, mau buat apa sih?" Ucap Putri sambil melepas jepit rambutnya. ia memberikannya pada Vani
"Kayak di film film lah, buka pintu terkunci pake kawat" Ucap Vani sambil menerima jepit rambut dari putri
"Emang kamu bisa?" Tanya Agnes
"Nggak" Jawab Vani singkat
"Njirr, sia sia" Ucap Agnes
"Apa salahnya coba, percaya deh sama aku" Ucap Vani sambil tersenyum
"Percaya sama kamu sesat" Ucap Agnes dengan muka datar
Setelah mencoba beberapa menit membuka pintu dengan jepit rambut, Vani akhirnya berhasil membuka pintu rooftop
"Wah, kebuka" Ucap Putri terkejut
"Hehe" Ucap Vani bangga. ia membuka pintu tersebut dengan lebar dan masuk ke dalam
"Vani emang hebat" Ucap Putri takjub sambil menggeleng gelengkan kepalanya
"Tapi caramu kelamaan, biasanya di film film sekali coba nggak sampai satu menit, kamu sampai seperempat jam" Ucap Agnes
"Yang penting kebuka kan, susah tau" Ucap Vani
"Kuy turun" Ajak Putri. Mereka berempat menuruni tangga. Di tengah tangga mereka berhenti menuruni tangga karena mendengar sesuatu
"Drrtttt... drtttt...", "Eh tunggu, ada yang telpon" Ucap Awani yang berdiri paling belakang di antara mereka. mereka bertiga menoleh ke arah Awani
"Njirr, kamu bawa handphone?" Tanya Agnes terkejut
"Oh iya nih, dari pagi aku bawa terus" Ucap Awani sambil menunjukkan handphonenya
"Woy! Kenapa nggak bilang dari tadi! Susah payah aku buka pintu atap pake jepit rambut" Ucap Vani ngegas
"Kan kalian nggak tanya, jadi nggak bilang" Ucap Awani
"Gelud kuy!" Ucap Agnes ngegas
"Ayok War kita!" Sambung Vani ngegas
"Udah kalian berdua, yang penting kita udah berhasil keluar kan" Ucap Putri menenangkan mereka berdua
"Hm.. Oke lah! Berhubung aku baik hati dan tidak sombong, ku maafkan" Ucap Vani
"Aku juga" Ucap Agnes
"Ngapain kamu ngikut" Ucap Vani
"Terserah aku lah, mulut mulutku juga" Ucap Agnes
"Woy! Udah! Mau pulang nggak sih, tinggalin mampos kalian" Ucap Putri ngegas
"Iya iya, cerewett" Ucap Agnes
Mereka berempat kembali ke kelas mereka untuk mengambil tas mereka
senior apaan itu mau ngajak ke jalan yg benar
dia aja blm bnr kok😑😏😏
Awas sja, klo sampai mereka berantem gegara omongan mu😡😡😡
Makanya kalau bicara tuh di rem dikit biar gak kelewatan, mwahaha😆🤙🤙