Kisah seorang Angel yang tidur dengan seorang pria di dalam kamar hotel. Pria itu adalah Devan seorang pengusaha sukses namun sudah memiliki istri dan sangat mencintai istrinya.
Ayah Devan menyuruh untuk Devan agar mempertanggung jawabkan perbuatannya, dia harus menikahi Angel karena sudah tidur bersama Angel.
Karena berita itu Angel di cap sebagai wanita pelakor dan penggoda suami orang padahal dia tidak ada sedikitpun niat untuk menjadi wanita pelakor dan wanita penggoda.
Bagaimana kisah mereka?
Mengapa Angel bisa tidur dengan Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ding-dong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Balik lagi kok sebentar
Devan dan Angel benar-benar terkejut mendengar ucapan Clara.
"Sayang kamu ngomong apa sih masa dia ikut ke rumah, dia disini saja sayang" ucap Devan.
"Mas sengajakan tidak mau bawa dia ke rumah, biar bisa bermesraan dengan dia disini agar tidak ada yang mengganggu mas" ucap Clara yang sudah terbakar api cemburu.
"Biar mas tidur sekamar dengan dia" ucap Clara lagi.
"Clara sayang kamu hanya salah paham saja, walaupun kita sekamar tapi kita hanya tidur saja nggak ngapain-ngapain kok" ucap Devan.
"Iya mba Clara, aku dan kak Devan nggak pernah ngapa-ngapain, kak Devan sangat mencintai mba Clara," ucap Angel juga karena tak ingin Clara salah paham.
"Tuhkan sayang kamu dengar sendiri kan, mana mungkin dia mau berbicara seperti itu, kalau kita ada hubungan macam-macam" ucap Devan.
"Memang kalian pikir aku bodoh, mau percaya begitu saja dengan omongan kalian, aku yakin kalian hanya bersandiwara saja, pokoknya aku mau Angel ikut mas" ucap Clara dengan keyakinannya.
Angel dan Devan pun saling pandang.
Angel sebenarnya ingin keluar dari rumah itu, tapi dia tidak mau kalau harus ke rumah Devan dan Clara, dia lebih baik tinggal di tempatnya di kurung saja daripada harus ke rumah Devan dan Clara, begitu pikir Angel.
"Sayang sudahlah, ayo kita pulang tidak usah membawa Angel" ucap Devan lagi.
"Ya sudah aku mau disini saja kalau gitu" ucap Clara.
"Ya udah ayo kita bawa Angel," ucap Devan.
"Angel ayo ikut dengan kita" ucap Devan.
"Mas kok kamu lembut banget sih sama dia, seharusnya mas kasar dong" ucap Clara kesal karena melihat Devan mengajak Angel dengan ucapan yang sangat lembut.
"Sayang mau kasar gimana sih, kan cuma mengajaknya saja," ucap Devan.
Lagian aku kan sebenarnya nggak bisa kasar sama wanita, hanya karena Angel yang sudah mencari masalah denganku makanya aku begitu, tapi kenapa aku tidak melihat sedikitpun dia itu wanita penggoda sih, dia nggak menggodaku sama sekali malahan dia takut, heem bikin pusing saja batin Devan.
"Ayo Angel ikut dengan kita" ucap Devan lagi.
"Kak aku disini saja kak" ucap Angel takut-takut karena dia sangat tidak mau kalau sampai Devan marah.
"Hee wanita tidak tahu diri, kamu sengaja yah tidak mau ikut dan tinggal disini, supaya kamu bisa enak-enakan, di sayang-sayang dengan suamiku, iyakan" bentak Clara.
"Enggak kok mba, aku hanya tidak mau saja berada di rumah mba Clara dan kak Devan karena aku tidak pantas, aku lebih pantas disini" ucap Angel.
"Tidak usah banyak alasan, kamu harus ikut dengan kita" ucap Clara.
"Ikut saja Angel karena itu semua kemauan istriku" ucap Devan.
"Tidak usah mengemasi pakaianmu, karena akan ada orang yang aku suruh untuk mengemasinya" ucap Devan.
Angel pun akhirnya ikut bersama Clara dan Devan di rumah utama.
######
Mama Devan mengernyitkan keningnya bingung begitu melihat Devan dan Clara datang bersama Angel, mama Devan tidak memikirkan sama sekali bahwa Angel akan datang ke rumah utama.
Mama Devan merasa kasian melihat Angel yang sedikit kesusahan untuk berjalan dan juga kemerah-merahan di tubuhnya dan memar juga.
Angel langsung salam dan mencium tangan mama Devan begitu berada dekat dengan mama Devan.
Devan terkejut melihat itu semua karena Clara tidak melakukan itu, mama Devan pun sangat senang karena dia melihat Angel yang seperti itu padanya terlihat jelas kalau Angel sangat menghormatinya, sedangkan Clara hanya mencebikan bibirnya melihat itu.
Tukang cari muka, kamu akan menderita disini Angel batin Clara.
"Hallo tante, saya Angel" sapa Angel begitu selesai mencium tangan mama Devan.
Mama Devan pun tersenyum ramah dan itu sangat tidak di suka oleh Clara.
"Kamu istri Devan juga kan?" tanya mama Devan walaupun dia sudah tahu.
Angel hanya tertunduk diam karena tidak tahu mau jawab apa, Angel tahu kalau dirinya tidak di anggap istri oleh Devan.
"Nama kamu Angel, iya kan?" tanya mama Devan lagi.
"Iya tante" jawab Angel.
"Berarti kamu istri Devan juga, jadi jangan memanggilku tante kamu panggil aku mama juga yah" ucap mama Devan lalu tersenyum lembut.
"Tapi saya hanya pelayan disini dan maaf seharusnya saya memanggil Nyonya bukannya tante" ucap Angel yang teringat dengan keinginan Clara di dalam mobil, kalau dia ingin Angel menjadi pelayan di rumahnya.
"Loh kok gitu sih sayang, aku ini mertua kamu juga jadi kamu menantu aku juga sama dengan Clara, jadi kamu harus memanggilku dengan panggilan mama yah" ucap mama Devan.
"Dan jangan menganggap dirimu sebagai pelayan, anggaplah dirimu sebagai menantu di rumah ini juga, kamu pintar memasak?" tanya Mama Devan.
Angel tidak memasukan di dalam hatinya ucapan mama Devan karena dia tetap tahu diri.
"Iya dia pintar" jawab Devan.
"Mas kamu kenapa ikut menjawab" ucap Clara kesal.
"Dan mama kenapa sih baik pada wanita penggoda seperti dia, terus mama juga ingin di panggil dengan panggilan mama sama wanita ini, mama nggak mikirin perasaan aku tahu nggak" ucap Clara.
"Dia ini hanya akan jadi pelayan di rumah ini ma, bukan menjadi menantu" ucap Clara lagi.
"Sayang kamu nggak boleh berbicara seperti itu, mungkin hanya ada kesalahpahaman saja, karena mama lihat dia ini tidak ada ciri-cirinya wanita penggoda kok, lihat cantiknya saja natural begini dia pasti tidak memakai make up sekarang, biasanya wanita penggoda itu selalu bermake up tebal dengan lipstik tebal, dan juga pakaiannya sexy-sexy sedangkan dia tertutup begini nggak sexy-sexy," ucap mama Devan.
"Iya sih ma" ucap Devan spontan sambil melihat wajah Angel yang tetap cantik walaupun ada memar dan juga tidak bermake up sama sekali.
Clara semakin kesal.
"Mas kamu sudah gila yah, ngapain kamu ikut-ikutan haa" bentak Clara lalu segera berjalan menuju anak tangga untuk segera ke kamarnya.
Devan segera menyusul Clara.
"Sayang kamu pintar masak beneran?" tanya mama Devan.
"Iya tante lumayan" jawab Angel.
"Panggil mama dong" ucap mama Devan lagi.
"Iy.. iya ma" ucap Angel terbata-bata.
"Gitu dong, kamu mau menemani mama nggak buat kue?" tanya mama Devan.
"Mau banget ma" jawab Angel antusias karena memang dia suka memasak dan dia juga teringat dengan kebiasaannya bersama mamanya, kalau dia sedang berada di rumah.
"Benarkah, ayo sini ikut dengan aku sayang" ucap mama Devan yang tak kalah antusiasnya.
Mama Devan langsung senang dengan Angel karena mau di ajak memasak, karena selama ini Clara tidak pernah mau, Clara hanya senang kalau berbelanja saja. Jadi mama Devan kesepian di dapur walaupun banyak pelayan, karena dia ingin memasak bersama menantunya dan baru kali ini kesampaian walaupun bersama menantunya yang lain.
"Clara sayang kamu jangan marah dong, maafkan mas. Mas nggak bermaksud memuji dia kok" rayu Devan.
"Bohong kamu mas" bentak Clara.
"Sayang aku nggak bohong, jangan marah lagi yah" ucap Devan sambil memeluk Clara dari belakang.
"Cium kalau gitu" rengek Clara.
Devan pun langsung mencium bibir Clara.
Clara langsung mendorong pelan tubuh Devan agar berbaring di tempat tidur.
"Emm sayang aku keluar dulu yah mau menunjukan kamar Angel, aku lupa sayang, aku balik lagi kok sebentar" ucap Devan lalu beranjak dari tempat tidur dan berjalan cepat untuk keluar dari kamar.