NovelToon NovelToon
THE EAGLES OF DEATH

THE EAGLES OF DEATH

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Badboy / Tamat
Popularitas:448k
Nilai: 4.9
Nama Author: lisaautmptri

SEASON 1
"DIAM MENAKUTKAN, BERGERAK MEMATIKAN." Semboyan dari sebuah gank remaja SMA Taruma Bangsa.
Orang bilang, masa SMA adalah awal dari sebuah perjuangan. Putih Abu menjadi saksi, pahit manis kehidupan tanah suci pendidikan.

SEASON 2

Bagi Nabila, Zein adalah segala nya. Zein adalah hidup nya.

Bagi Zein, cinta dan ungkapan perasaan itu dua hal yang berbeda. Dia bukan orang yang pandai mengungkapkan perasaan melalui ucapan atau perbuatan.

Bagi inti 'The Eagles' persahabatan adalah segala nya, susah senang kehidupan akan mereka jalani bersama. Menjalani kehidupan dengan tujuan masing-masing? Boleh saja, namun 'The Eagles' tetap menjadi prioritas.

Siap mengikuti kisah percintaan dan persahabatan mereka? Jangan lupa klik favorite untuk mendapat notifikasi saat update.

Akun ig @_lisaautmpri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisaautmptri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

THE EAGLES OF DEATH 29

Semua guru sudah berkumpul di kantor untuk menyelesaikan permasalahan video yang menggemparkan satu sekolahan. Masalah ini benar-benar serius, jika sampai terdengar keluar tentu saja akan mencoreng nama baik sekolah ini. Terlebih lagi kasus video mesum ini melibatkan ketua OSIS yang selama ini selalu di bangga-banggakan oleh para guru.

Gibran dan Zein sudah lebih dulu berdiri di hadapan semua guru, tinggal menunggu Putri yang sedang di jemput oleh pak Budi. Semua guru sudah terbiasa dengan kelakuan nakal Zein, jadi tidak banyak yang berkomentar. Sedangkan Gibran, beberapa guru perempuan tadi bahkan terduduk lemas karena tidak percaya murid kesayangan mereka berbuat hal sekeji itu.

Setelah beberapa lama, Putri datang bersama pak Budi. Gadis itu nampak urakan, baju seragam nya tak tertata rapi lagi. Pun dengan rambut dan riasan wajah nya. Putri berdiri di antara Zein dan Gibran, ketiga nya hanya menunduk dalam menunggu apa yang akan diucapkan para guru.

Kepala sekolah juga akhir nya datang, dengan begitu di mulai lah rapat untuk menangani kasus ini.

" Bisa jelaskan pada saya apakah yang di video itu benar-benar kalian?" suara kepala sekolah santai namun tegas, sudah jelas pertanyaan itu di tujukan untuk siapa.

Tidak ada yang menjawab, Putri sudah sesenggukan menahan tangis nya. Dari raut wajah nya nampak jelas gadis itu ketakutan.

" Bukan saya pak, bukan saya," hanya kata itu yang mampu di ucapkan Putri.

" Gibran, jelaskan" perintah kepala sekolah yang berdiri di paling depan.

" Kalian itu masih murid SMA, bisa-bisa nya kalian melakukan hal mesum seperti itu. Terlebih lagi di tempat umum?"

" Pak, pelan-pelan, kita harus bicara santai," bu Nining selaku guru BK berkomentar.

Sedangkan guru yang lain hanya diam menyimak. Di luar sana banyak murid yang sudah heboh, bahkan ada yang merekam dengan ponsel nya.

Bu Nining sudah berdiri di belakang Putri, menepuk hangat pundak nya agar merasa sedikit tenang. Wanita itu tampak ingin mengatakan sesuatu, namun ragu.

" Pak, saya rasa masalah ini terlalu sensitif untuk di bahas disini," bu Nining mengedarkan pandangan menatap ruang guru. Terlalu banyak orang, Gibran dan Putri tentusaja butuh privasi untuk membahas hal seperti ini.

" Lebih baik kita ke ruang BK saja pak, mungkin akan lebih baik bicara di sana." kepala sekolah mengangguk setuju, akhir nya hanya ada beberapa guru bersangkutan yang ikut ke ruang BK. Wali kelas Putri dan Gibran, Ibu Nining selaku guru Bimbingan Konseling, kepala sekolah, dan beberapa guru lain.

Zein juga disuruh ikut, namun pemuda itu disuruh menunggu di luar selagi mereka membahas masalah video itu.

" Ayo di minum dulu Putri," suara ibu Nining masih terdengar jelas di dalam sana, Zein menyenderkan punggung nya ke tembok, menatap langit yang mulai mendung.

" Bisa kamu ceritakan apa yang terjadi dengan kalian? Jangan takut nak, ceritakan semua yang kamu rasakan. Biar kita bisa mencari solusi untuk masalah ini," bu Nining membujuk Putri perlahan, sedangkan Gibran masih duduk diam tidak mau buka suara.

Putri melirik Gibran sekilas, ada rasa cemas dan takut tergambar jelas di wajahnya. Bu Nining menepuk pundak nya sekali lagi.

" Jangan takut, percaya sama ibu," tersenyum memberikan Putri dukungan.

" Saya..., saya di..,"

" Dia menggoda saya bu, saya khilaf!" suara lantang Gibran terdengar. Gibran berdiri, sepertinya sudah siap menceritakan semua nya.

Kepala sekolah yang sejak tadi sudah duduk diam mengamati, mempersilakan Gibran untuk buka suara.

" Awal nya..," Gibran menatap Putri, sorot mata nya tak bisa dijelaskan.

" Saya bantu dia saat MOS, sebagai ketua OSIS tentu saja saya harus melakukan kewajiban saya dengan baik. Saat itu dia ada sedikit masalah, jadi saya bantu dia untuk mengurus formulir nya ke bagian administrasi...," semua diam menyimak cerita Gibran dengan seksama.

" Sejak saat itu kami jadi dekat, dia juga sering minta antar saya saat pulang. Singkat cerita nya, malam itu kami kehujanan dan dia menyuruh saya mampir di rumah nya. Dan, dia..," Gibran menunjuk Putri, gadis itu sudah menangis dalam dekapan ibu Nining.

" Dia, mengajak saya melakukan hal itu pak,"

" Bukan, bukan seperti itu pak!" Putri memotong pembicaraan, tapi Gibran tak memberinya kesempatan.

" Saya khilaf pak, sumpah saya tidak sengaja melakukan hal itu. Setelah hari itu dia selalu mengajak saya mengulangi nya lagi, bahkan saat di sekolah pun dia sering menemui saya pak."

" Ibu, bukan seperti itu cerita nya," Putri menangis tersedu, memegang tangan ibu Nining ingin menyanggah.

" Tenang ya, nanti setelah Gibran cerita ada giliran kamu," mengelus pipi Putri dan mengusap air mata nya.

Gibran menceritakan sampai sejauh mana hubungan nya dengan Putri, termasuk video kemarin malam yang sudah beredar luas itu. Tentu saja cerita nya sudah di poles sana-sini, menyudutkan Putri yang sudah menggoda dan membuat nya melakukan hal tidak terpuji itu.

Zein yang sejak tadi masih di luar tentu saja mendengar semua nya, pemuda itu masih berdiri dalam diam. Sesekali tersenyum namun, gurat kemarahan terlihat jelas saat mendengar cerita Gibran yang jelas menyudutkan Putri.

Sekarang giliran Putri untuk bercerita, gadis itu menarik nafas dalam. Ada rasa takut dan malu untuk menceritakan semua nya.

" Saya, di paksa." ucap nya lemah sambil menunduk,

" Siapa yang memaksa kamu?" tanya bu Nining pelan, masih mengusap lembut bahu Putri.

Putri melirik Gibran, pemuda itu menggeleng samar, mata nya melotot memberi ancaman.

Putri menggeleng, kembali menangis ke dalam pelukan ibu Nining. " Tidak apa-apa, kalau Putri belum bisa cerita kita santai dulu ya, ayo minum air nya dulu,"

" Sebaik nya kita biar kan mereka pulang dulu pak, mungkin mereka sangat tertekan karena masalah ini. Biar kan mereka tenang dulu," usul bu Nining yang sekali lagi di setujui oleh semua orang.

Akhir nya pak Budi lah yang mendapat tugas mengantar Gibran dan Putri pulang dengan mobil pribadi nya.

" Biar saya temani kamu mengambil tas di kelas," bu Nining memegang tangan Putri, menuntun gadis itu keluar.

Zein yang sejak tadi berdiri di luar, menoleh saat melihat Putri keluar ruangan. Putri berlalu begitu saja tanpa menoleh sedikit pun. " Kamu masuk dulu, di dalam ada Gibran dan guru yang lain,"

" Baik bu," jawab Zein langsung masuk ke dalam.

" Kamu bikin masalah apa lagi?" tanya kepala sekolah sudah mengenal Zein dengan baik, tentu saja karena ulah nya selama ini yang selalu membuat masalah.

" Kamu kembali ke kelas saja, saya sudah pusing banyak masalah." kepala sekolah mengusir Zein, tentu saja pemuda itu langsung menurut.

Suasana kelas masih heboh saja, bahkan lebih heboh dari saat Zein pergi tadi. Teman-teman nya langsung menghampiri Zein.

" Dari mana aja lo," Aric langsung menarik tangan Zein, mendudukkan Zein di meja, lalu semua berkumpul untuk mengintrogasi nya.

Dilihat dari wajah nya, mereka semua menebak pasti Zein habis berkelahi lagi.

" Jangan bilang lo berantem sama ketos laknat itu?" tanya Pandu curiga, Tito dan Andre ikut menatap penuh selidik.

Zein mengedikkan bahu, mengusap keringat di dahi nya.

Bel berbunyi lima kali, membuat semua murid kehebohan. Tak lama terdengar pengumuman dari guru piket. " Hari ini semua murid di pulangkan lebih cepat, pelajaran hari ini dilanjutkan di rumah. Kami para guru harus mengadakan rapat." begitu kira-kira bunyi pengumumannya.

Zein yang masih di kerumuni, mendorong teman nya satu per satu. Kemudian mengambil tas nya di meja. " Hari ini gue gak ikut keluar, nanti malam aja kumpul di apartment gue," ucap Zein memberitahu. Semua mengangguk setuju, lalu mengambil tas mereka masing-masing.

" Lo ikut gue," Zein menarik tangan Nabila tanpa menunggu persetujuan gadis itu. Tentu saja yang ditarik melawan dan ingin di lepaskan.

" Gak mau, aku mau kerja. Lepasin," Nabila mengibas tangan Zein, namun cekalan nya justru menguat.

" Ck," berdecik dengan sorot mata nya yang tajam itu.

Apa? Memang kamu mau apa ha? Teriak Nabila kesal, tentu saja hanya dalam hati. Memang sejak kapan dia punya keberanian melawan Zein. Niat nya mau melawan, tapi kaki nya tanpa sadar malah ikut saja saat di tarik Zein.

🌸

🌸

🌸

Vote nya jangan males, masa minta up aja yang rajin🙂

Yhaaa tersinggung gak tuh😂🤸‍♀

1
Rizka Ajah
yaiyalah harus berakhir,, cantik tp gatau diri
Naylatul Maufiroh
mantap ceritanya bagus
Naylatul Maufiroh
😂😂seru seru
gah ara
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
gah ara
😂😂😂
gah ara
,kagak ada ponsel kasihan
gah ara
😂😂😂😂
gah ara
🤭🤭🤭🤭😂😂
yuhuuuu
keren karya² mu Thor...
Yanti
aku udah baca dua kali 🥰
mau tanya Thor , novel kisahnya anaknya si Zein ada gak ☺️
Grizelle
Om somplak ye😂🤣🤣
Grizelle
🤣😂😂😂 si Kevin emang bikin mood naik sih, nggak pernah gagal bikin ngakak
Grizelle
🤣😂😂😂😂 asli ni temen pada somplak, tapi bener juga sih kurang umur dekat dengan kematian
Grizelle
Masya Allah, jazakillah khairan katsiira untuk authornya
Apalagi ada cerita tentang nabi
Grizelle
Padahal yg nyari kesempatan malah dia sendiri 😂🤣 dasar Kevin
Grizelle
Makanya jangan terlalu percaya diri dan punya ekspektasi tinggi. Kalo kenyataan nggak sesuai harapan kan yg sakit juga diri sendiri, akhirnya kecewa
Grizelle
🤣😂😂
Grizelle
Udah omes ya
Grizelle
Emang curhat sama temen somplak mah gitu ye
Grizelle
Bisa-bisanya ya nanya gitu🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!