Su Yinyin adalah aktris cantik yang baru mekar. Ia banyak memghabiskan waktu bersama pria tampan dan mempermainkan mereka. Semua mengagumi dan mencintai nya. Namun, bagaimana jika ia harus masuk ke dalam novel berlatar kuno dan menakhlukan hati seorang pangeran kedua yang dingin dengan tingkat cinta minus seratus! Gila itu sih bukan cinta tapi sudah tidak cinta dari awal!
Belum lagi ditambah konflik Dikrit Kaisar yang mengharuskan pangeran kembali menikahi Putri Mahkota dari Utara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20 : Ketahuan
Bilah pedang perak milik Mo Jue berhenti tepat satu sentimeter di depan leher jenjang Putri Bailu. Logam dingin itu memantulkan cahaya lentera yang bergetar pelan di tengah keheningan kamar utama. Tidak ada suara napas yang terdengar dari para prajurit istana; semuanya terpaku, menahan diri di bawah tekanan aura membunuh sang pangeran.
Bailu menggigit bibirnya hingga nyaris berdarah. Manik mata biru esnya menatap tajam ke arah Mo Jue, lalu beralih menatap Su Yinyin dengan kebencian yang mendalam. Ia tahu, langkah pertamanya telah gagal total. Perangkap yang ia pasang dengan susah payah justru berbalik menjadi tali algojo yang menjerat lehernya sendiri.
"Yang... Yang Mulia," suara Bailu bergetar tipis, meski ia berusaha keras mempertahankan harga dirinya sebagai seorang putri dari utara. "Anda berniat membunuh seorang putri sekutu hanya berdasarkan tuduhan sepihak?"
Mo Jue tidak bergeming. Sudut bibir pangeran itu terangkat sebelah, membentuk senyuman sinis yang mengerikan. "Tuduhan sepihak? Botol berstempel serigala es milik keluargamu berada di kamarku, dan kau sendiri yang berlari paling depan memimpin pasukan untuk menemukannya sebelum malam berganti. Jika itu bukan bukti konspirasi, lalu apa namanya?"
Komandan pengawal istana menelan ludah dengan susah payah. Ia berada di posisi yang sangat sulit; membawa pulang Bailu dalam keadaan terikat berarti memicu kemarahan faksi utara, tetapi mengabaikan titah Mo Jue di kediaman ini sama dengan mencari mati.
Sebelum situasi bertambah runcing, Su Yinyin melangkah maju pelan, menyentuh pelan lengan baju Mo Jue. Pangeran itu melirik istrinya sekilas, lalu menurunkan pedangnya perlahan, meski sorot matanya masih menyimpan kemarahan yang pekat.
Su Yinyin menatap Bailu dengan senyuman tipis yang elegan. "Yang Mulia benar, Putri Bailu. Kami tidak akan membunuhmu malam ini. Bukan karena kami takut pada ancaman kerajaan utara, melainkan karena kematianmu di sini terlalu mudah untuk dinikmati."
Bailu mengerutkan kening. "Apa maksudmu?"
"Mulai hari ini," lanjut Su Yinyin dengan suara tenang namun penuh wibawa, "kau tidak akan ditahan di penjara bawah tanah. Kau akan tinggal di paviliun barat... sebagai tahanan rumah yang diawasi ketat selama dua puluh empat jam. Setiap gerak-gerikmu, setiap surat yang keluar, dan setiap orang yang menemuimu akan berada di bawah kendaliku."
[Ding!]
[Peringkat Kesukaan Mo Jue naik +5 menjadi -8!]
[Status Hubungan: Kemitraan strategis semakin erat.]
Bailu mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. Di dalam dunia politik istana, menjadi tahanan rumah di bawah pengawasan musuh yang cerdas adalah siksaan mental yang jauh lebih buruk daripada kematian itu sendiri.
"Bawa dia pergi dari hadapanku," titah Mo Jue mutlak kepada para pengawal.
Tanpa menunggu aba-aba dua kali, pengawal istana langsung menggiring Bailu keluar dari ruangan utama. Sebelum pintu tertutup rapat, wanita dari utara itu sempat melemparkan satu tatapan terakhir penuh ancaman—sebuah isyarat bisu bahwa perang di antara mereka bertiga baru saja dimulai.
Setelah kepergian Bailu, suasana di dalam kamar kembali hening. Prajurit istana membubarkan diri, meninggalkan Mo Jue dan Su Yinyin berdiri berdampingan di bawah temaram cahaya lampu.
Mo Jue menghela napas panjang, merilekskan otot-otot bahunya, lalu menatap Su Yinyin dengan tatapan yang jauh lebih lembut.
"Kau bermain-main dengan api, Su Yinyin," bisik Mo Jue pelan, merapikan helai rambut istrinya yang berantakan. "Wanita itu tidak sesederhana yang kau lihat. Di belakangnya, masih ada faksi Permaisuri dan para jenderal perbatasan yang mengincar posisi kita."
Su Yinyin tersenyum tipis, menengadah menatap mata kelam pria di hadapannya. "Justru karena mereka berbahaya, kita harus membiarkan mereka tetap berada di dekat kita. Musuh yang terlihat jauh lebih mudah dikendalikan daripada musuh yang bersembunyi di balik bayangan."
Mo Jue tertegun sejenak mendengar jawaban itu, lalu tertawa kecil—sebuah tawa tulus yang membuat wajah tampannya terlihat begitu memukau.
[Ding!]
[Peringkat Kesukaan Mo Jue resmi memasuki Zona Positif: +3!]
[Misi Utama Baru Terbuka: Menguak Jaringan Konspirasi Istana Utama.]
Tepat saat layar sistem menampilkan notifikasi tersebut, angin malam tiba-tiba berembus kencang, memadamkan salah satu lentera di sudut kamar. Di luar jendela, bayangan hitam seekor burung merpati pos tampak terbang cepat meninggalkan atap istana, membawa pesan rahasia menuju kediaman Permaisuri... membawa sebuah nama baru yang siap mengguncang kekaisaran pada musim semi mendatang.
***
Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih❤️
permaisuri
jika kau berdamai dgn mu jue pasti hidupmu akan tenang
TPI sayang sekali kau selalu mengusik singa yg sedang tidur
lalu kenapa seorang permaisuri begitu merasa terancam dgn kehadiran dan kesuksesan jendral joe
sehingga permaisuri hidup semena mena👊
kena kaisar begitu ceroboh
permaisuri👊
wah gawat, dua wanita dlm satu atap
yg terkadang sejalan😭😭
semoga putri mahkota bisa diajak kerja sama
pasti bisa meluluhkan pangeran kedua
su😁😁
gak tau apa gimana hantun su yinyin😁😁👊
sungguh belum tau rasanya jadi buucin yaa🤣
apa dia dicekik atau terpeleset di kamar🤔🤔🤔