NovelToon NovelToon
Don'T Say Goodbye

Don'T Say Goodbye

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Cintamanis / Badboy / Tamat
Popularitas:5.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: yu aotian

Perhatian! Kisah ini menyayat hati karena ditulis dari hati yang terdalam. Siapkan hatimu, karena aku akan membawamu hanyut dalam kisahnya. 💞💞

Sinopsis :

Aldrin Jefri seorang pemain biola berbakat. Cowok pembuat masalah dengan segala masa kecilnya yang menyedihkan. Lahir dari hasil hubungan terlarang antara aktris dan sutradara ternama. Lalu hidup bagai Cinderella yang mempunyai dua saudara tiri, Zaki dan Naufal. Masa remajanya dihabiskan untuk bermabuk-mabukan dan selalu membuat masalah. Hingga takdir mempertemukan cowok tampan itu dengan seorang gadis yang berpenampilan aneh di sekolahnya. Layaknya kisah Cinderella versi laki-laki, cerita sedih ini pun dimulai ....

"Dalam hidupku, aku mencintai dua hal. Biola dan Amaira." ~Aldrin


Percintaan, persahabatan, keluarga, dan cita-cita mewarnai kisah perjalanan setiap tokoh yang ada dalam novel ini. silakan nikmati kata demi kata yang ada dalam tulisan ini.


Genre : Teenlit, romance, family, Frienship, and drama.

status : End (156 Chapter)


Catatan Penulis ✍️

💞Bukan penulis pro... cuma seseorang yang punya imajinasi tinggi, lalu menuangkannya dalam bentuk kata-kata.

💞Bukan penulis Baperan, silahkan kritik dan sarannya.

baca juga novelku di sini, ya!

Don't forget: kisah pembalasan dendam ketua Yakuza terhadap mantan kekasih adiknya.

Gomen Aishiteru: kisah pencuri misterius yang jatuh cinta pada adik seorang detektif kepolisian.

Always Remember: Kisah gadis ceroboh bersama geng penipu ulung yang hendak mengambil berlian dari seorang idola terkenal.

Never Not: kisah pria bertopeng pemberantas pejabat korupsi yang gemar mencuri ciuman seorang gadis.

cover by pinterest, edit by me.

©2019, Aotian Yu.

Author melankolis yang suka bikin orang nangis 😎🙄

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yu aotian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 29 : Ayo Kita Bertemu!

"Aku suka kamu, Amaira. kamu mau tidak jadi pacarku?" ucap Naufal di depan cermin.

"Ulangi sekali lagi, ekspresimu terlalu tegang, kayak lihat hantu, tahu!" seru Aldrin yang duduk di tepi ranjang kamar Naufal.

"Aku menyukaimu, mau tidak jadi pacarku," ulang Naufal sekali lagi di depan cermin.

"Bagaimana?" tanya Naufal pada Aldrin.

"Ya ... bolehlah! Besok bisa praktek langsung di depannya. Ingat kamu harus tatap matanya dalam-dalam." Aldrin bangkit dari duduknya sambil memperagakan tatapan dalam yang ia maksud.

Setelah mengajari Naufal tata cara menyatakan cinta ke perempuan, Aldrin pun beranjak menuju pintu kamar.

"Kamu mau ke mana?" tanya Naufal.

"Ke kamarku lah! Mau menelepon pacar masa depan," jawab Aldrin seraya mengangkat kedua alisnya.

"Kamu masih pacaran sama Angel, ya?"

"Kenapa?"

"Tidak kenapa-kenapa sih. Tapi ... kamu harus putusin dia dulu sebelum menjalani hubungan baru."

"Tunggu, kamu suruh aku putus sama Angel karena dia sering ganggu orang yang kamu suka, 'kan?" tebak Aldrin seraya memiringkan dagunya.

Naufal menyangkal dengan menggeleng-geleng kepalanya. Namun, sesuai dugaan Aldrin, dia memang ingin Aldrin mengakhiri hubungannya dengan Angel. Sebab, dia kesal Angel selalu mengganggu Amaira.

"Okey, besok aku bakal putusin dia. Tenang saja!" ujar Aldrin sambil mengedipkan sebelah mata.

Aldrin keluar dari kamar Naufal menuju kamarnya. Ia berbaring di tempat tidurnya, seraya menatap jam walker di meja. Jam telah menunjukkan pukul sembilan malam. Artinya, sudah waktunya untuk menghubungi gadis itu. Aldrin mengambil ponselnya untuk menelepon.

"Kamu sudah selesai belajar, belum?" tanya Aldrin begitu telepon tersambung. Sepertinya, ia telah mengetahui jadwal belajar gadis itu.

"Iya, kamu lagi ngapain?"

"Aku baru selesai mengajar."

"Mengajar?" Gadis itu tampak terkejut.

"Iya, ngajarin orang buat katakan cinta."

"Oh, ya?" Gadis itu terkekeh. "Kayaknya kamu pengalaman banget, ya, dalam hal percintaan."

"Tidak juga. Oh, iya, kamu suka dengar musik biola, enggak?"

"Iya, aku suka. Apalagi kalau iramanya sendu terus menyayat hati."

"Kamu mau dengar aku main biola, enggak?" Aldrin bertanya kembali.

"Memangnya kamu bisa main biola?" tanya gadis itu terkejut.

"Iya, waktu kecil aku main biola di pinggir jalan buat menghasilkan uang," ujar Aldrin sambil mengenang masa kecilnya.

"Yang benar? Kamu pasti sudah banyak melewati masa-masa sulit," ucap gadis itu.

Aldrin tersenyum tipis mendengar ucapan gadis itu.

Sudah seminggu mereka saling berkomunikasi melalui telepon. Mereka selalu meluangkan waktu untuk mengobrol, dan bercerita kehidupan masing-masing. Meskipun hanya melalui telepon, entah kenapa Aldrin merasa nyaman ketika mengobrol dengan gadis yang belum ia ketahui namanya itu. Ia menceritakan apa pun pada gadis itu. Bahkan untuk hal-hal yang tidak pernah ia ceritakan pada gadis-gadis lain sebelumnya.

Baginya, si pemilik suara lembut itu berbeda dengan gadis-gadis yang ia temui sebelumnya. Gadis itu selalu menjadi pendengar yang baik, bahkan ketika dia menceritakan hal konyol. Gadis itu juga tak pernah menghakimi dirinya meskipun dia bercerita tentang kebiasaan buruknya.

"Hei, apa yang kamu takutkan di dunia ini?" tanya Aldrin dengan suara pelan.

Gadis itu berpikir sejenak. "Aku takut kegelapan, aku juga takut binatang kecil seperti kelabang, cacing tanah dan sejenisnya."

"Wah, imutnya!" Aldrin tertawa kecil.

Gadis itu menghela napas, lalu balik bertanya, "Kamu sendiri gimana? Apa yang kamu takutkan di dunia ini?"

"Aku takut ... jika seseorang mengucapkan selamat tinggal padaku," jawab Aldrin lirih.

"Apa ada yang pernah mengatakan itu sama kamu?"

Aldrin bergeming sesaat. Matanya mendadak berkaca-kaca. "Bahkan dia pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal padaku."

"Apa itu pacarmu?"

"Bukan, tapi ayahku."

Hening sesaat. Aldrin menarik napas panjang. Ia mendongakkan kepala agar air matanya tak menetes. Setiap berbicara tentang ayahnya, lelaki itu menjadi lemah dan cengeng.

"Maaf telah membuatmu sedih," ucap gadis itu pelan. Ia bisa merasakan jika Aldrin sangat sedih. Sesaat, keduanya sama-sama kembali terdiam. Hanya suara desahan napas yang terdengar dari balik saluran telepon.

"Hei .... " Aldrin memecahkan keheningan setelah keduanya cukup lama terdiam. Ia menarik napasnya, sambil menutup mata. "Aku menyukaimu," ucap Aldrin tiba-tiba.

Mendengar dua kata yang baru saja diungkapkan Aldrin, sontak membuat wajah gadis itu bersemu. Ia tersentak dari rasa keterkejutan yang menerpanya. Ini pertama kalinya ada seorang lelaki yang mengatakan suka padanya.

Mungkin terdengar konyol. Bagaimana tidak? Keduanya belum pernah bertemu satu sama lain. Tidak pula saling mengetahui nama masing-masing, dan sekarang lelaki yang selalu meneleponnya itu mengatakan bahwa ia menyukainya. Apakah ia harus senang mendengarnya? Ataukah ini sebuah candaan seperti yang sering lelaki itu lakukan padanya?

Gadis itu masih terdiam. Butuh waktu baginya untuk mencerna kalimat sederhana yang diungkapkan lelaki yang hanya dikenalnya melalui telepon. Hanya lewat telepon.

Bukankah lucu? Saat ini sosial media berkembang pesat. Ada Facebook, Twitter, WhatsApp, Instagram dan lain-lain. Namun, mereka hanya memilih berkenalan lewat telepon. Tidak lebih dari itu. Tidak juga saling mengirim foto seperti yang dilakukan pasangan sosial media lainnya. Benar-benar aneh!

Beberapa detik berlalu hingga mengumpulkan satu menit. Gadis itu masih bergeming. Ia takut. Takut jika terlalu cepat menyimpulkan maksud lelaki itu. Takut jika dia terlalu percaya diri menganggap lelaki itu sedang menyatakan cinta.

"Aku serius, aku menyukaimu. Bahkan kalau ternyata wajah aslimu mirip zombie, aku tetap suka kamu." Aldrin meyakinkan kembali ucapannya setelah tak kunjung mendengar respon dari gadis itu.

Kata-kata Aldrin sukses membuat gadis itu terhanyut. Namun, ia masih saja tak dapat mengeluarkan suaranya. Tiba-tiba lidahnya teras kelu. Untuk sementara, tak ada suara lain yang di dengarnya selain suara detak jantungnya sendiri. Pada akhirnya, ia hanya mampu menggigit bibir bawahnya.

"Hei ...." Aldrin kembali menegurnya, dan itu membuatnya tersentak dari lamunan.

Hening lagi. Keduanya sama-sama memelihara keheningan.

Aldrin menelan ludahnya, menghela napas seraya menatap gelapnya langit yang berhiaskan cahaya dari bintang. "Ayo kita bertemu!" ucap lelaki itu secara tiba-tiba.

Belum selesai rasa keterkejutan yang menerpa gadis itu, kini Aldrin kembali menambah rasa itu dengan ajakan yang keluar dari mulutnya secara tiba-tiba. Tak ayal, jantung gadis itu kembali berdentam-dentam. Ini pertama kalinya sejak mereka berkenalan, Aldrin berinisiatif mengajaknya bertemu.

"Kamu serius?" ucapnya setelah sekian lama terdiam.

"Iya, aku menunggumu besok sore sepulang sekolah di bawah tugu monas. Masing-masing dari kita akan membawa setangkai bunga mawar sebagai tanda pengenal," terang Aldrin dengan nada serius.

Ada yang mengatakan cinta Berawal dari rasa nyaman. Sebab rasa nyaman pada seseorang itu lebih berbahaya dari sekedar jatuh cinta. Rasa nyaman akan membuatmu betah dengannya.

Untuk cowok seperti Aldrin, yang tak pernah merasakan kasih sayang ibunya, dan ditinggal pergi oleh Ayah yang membesarkannya, ia menyadari bahwa gadis ini telah memberinya kenyamanan dari sejak mereka berbicara. Ia menyadari mempunyai perasaan berbeda dengan gadis ini. Perasaan yang sebelumnya tidak pernah dia rasakan pada gadis-gadis lain.

"Baiklah, aku akan datang," ucap gadis itu

"Aku akan menunggumu," balas Aldrin.

1
VS
tiap hari kirim gift, demi apa 😄
A
baru nyadar yg versi suaranya dah ilang. atau msih ada tapi beda cara dengarnya? kan novel ini dah pernah ada yg rekam kong?
VS
😍
Ia Sari
hai kak maaf ya dari 2 novelmu yg aku baca itu ceritanya mirip2 flim jepang
Leon and Yuna 😸: novel yg terinspirasi film atau drama yg kunonton kusebutkan kok di dalam catatan author, silakan baca setiap catatan author. tapi bukan berarti alur dan konfliknya mirip.
total 1 replies
しょへい
menidurkannya 😭
luwih apik ngene je.. memindahkannya ke ranj
しょへい
waduu tangane ketok 😂 jarene jasan kembang kembang lah kok dadi oblongan 😂
しょへい
podo nyalahne tokohe aku dewe sg nyalahne sg gawe ceritone 😭 tego kwe thor 😭
しょへい
serakah sg ra bakal wareg iki.. serakah marang bondo, kaping pindhone serakah marang ilmu.. sepisan bakal ciloko, sijine bakal mulyo
しょへい
omah mbi villa ki yo akeh to jane po meneh ng bali, mbok ngelingi setaun urip mbi jefri kwe to dill.. dil... tambah tambahono lek mu syukur
しょへい
eeee bujug kaget awakku 🤣 agi lair iki kok jug ujug potone wis gedhe ngene
しょへい
tegelll tenaaan ra nduwe ati, nek kwi yangku yowis tak pegat lu-gua END 😒
しょへい
kok anyel yo ambek dilla iki ogak like 😒
しょへい
holaaa, nginthil daniel mrene 😂
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
ayah😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 smoga aldrin bertmu lgi dgn jefri
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
kasian naufal dan aldrin
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
jefri😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
😭😭😭😭 benerkah aldrin akan dibalikin ke ibu mata duitan itu
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
bagus jafriiii kerenn

nikmatilah karma mu dila
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
jangan ksih aldrin nya ibu nya jhaat
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
nyesek banget jdi jefri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!