Linda menjalin hubungan dengan tiga orang pria sekaligus. Hingga ia tidak mengetahui bayi yang ada dalam kandungannya. Siapakah pria yang akan dipilih Linda untuk bertanggung jawab atas kehamilannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erdin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dijauhi
Berita heboh akan Linda dan Farhan, telah menciptakan kegaduhan dalam outlet. Beberapa rekan kerja Linda sesama pelayan. Mulai menjaga jarak dengan Linda. Mereka merasa Linda adalah sosok perempuan yang tidak baik-baik. Mengingat ia mendekati seorang Farhan yang sudah beristri.
Fiona yang seorang pelayan, mulai menunjukkan gelagat kurang sukanya pada Linda. Dia sengaja menyenggol Linda saat akan mengganti pakaian kerja. Tidak ada kata maaf yang di ucapkan oleh Fiona. Dia langsung pergi begitu saja. Fiona sama sekali tidak merasa bersalah dengan apa yang sudah di lakukan oleh dirinya.
Kesal bukan main. Tetapi Linda harus tetap bersabar. Mengingat ia anak baru di restoran itu. Sehingga ia menolerir apa yang di lakukan oleh Fiona. Mengingat Fiona adalah salah satu pelayan senior di restoran.
Tidak hanya Fiona yang bersikap kurang baik pada Linda. Sindi yang merupakan juru masak di dapur. Juga menunjukkan gelagat kurang sopan pada Linda. Sindi secara sengaja menyiramkan air teh yang di bawa olehnya ke tubuh Linda. Sontak seragam kerja Linda pun menjadi basah. Terkena air teh yang di bawa oleh Sindi.
Tidak ada itikad baik yang di tunjukkan oleh Sindi. Dia pergi begitu saja, meninggalkan Linda yang mulai kedinginan dengan air teh yang di siramkan oleh Sindi ke tubuhnya. Linda marah, tetapi dia hanya bisa mengumpat di dalam hatinya. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya. Begitu pun ekspresi marah yang harus di tahan olehnya. Sehingga ia hanya bisa mengelus dada melihat bagaimana teman kerjanya bersikap kurang baik pada Linda.
Tetap profesional, Linda tidak peduli dengan sikap yang di tunjukkan oleh teman-temannya. Dia berusaha melakukan yang terbaik untuk hari ini. Sama sekali tidak peduli dengan apa yang di lakukan oleh teman-temannya pada Linda. Ia menganggap teman-temannya hanya tidak paham dengan situasi yang ada. Sehingga mereka termakan akan tangkapan gambar yang di sebarkan oleh Fikri.
Melihat potensi buruk yang akan terjadi pada Linda. Pak Zayd segera memanggil Linda ke ruangan VIP. Di mana pak Zayd ingin berbicara empat mata dengan Linda. Perbincangan serius yang ingin di sampaikan oleh pak Zayd akan Linda.
Linda segera mendatangi pak Zayd yang sudah berada di ruangan VIP dengan laptop berwarna merah menyala. Terlihat pak Zayd sudah tidak sabar untuk segera berbincang dengan Linda. Mengingat Linda adalah seorang yang di kenal ramah. Sehingga pak Zayd berharap bisa berbincang dengan Linda sebaik mungkin.
"Pagi Pak," sapa Linda dengan lembut.
"Pagi Linda. Silakan duduk," ucap pak Zayd dengan lembut juga.
Linda segera duduk di kursi yang menghadap langsung pada pak Zayd. Dia terlihat begitu bingung, mengapa dirinya di panggil oleh pak Zayd di hari ini.
Pak Zayd tidak langsung mengutarakan semua persoalan yang ada akan Linda. Dia yang sebenarnya sedang sibuk dengan beberapa tugasnya. Menyelesaikan terlebih dahulu. Hingga saat tugasnya sudah selesai, pak Zayd baru mulai berbincang dengan Linda.
"Pagi Linda. Jadi saya memanggil kamu ke sini. Dengan maksud, ingin menanyakan suatu hal. Kamu tahu photo yang beredar saat ini. Di mana photo itu begitu hangat di perbincangkan oleh orang-orang. Sehingga saya harap akan tahu dari kamu secara langsung. Apakah photo itu asli atau hanya editan saja?" Tanya pak Zayd dengan wajah penasaran.
"Hmmm... Pagi Pak. Saya bisa jelasin semuanya pada Pak Zayd. Di mana photo yang beredar itu, benar-benar photo asli saya dan bang Farhan. Saya tidak menampik itu. Oleh karena Saya bisa katakan photo itu asli. Bukan photo editan. Hanya saja, saya bisa jelaskan perihal photo yang ada. Di mana photo itu tidak seperti yang ada dalam pikiran orang-orang. Saya dan bang Farhan melakukan semuanya secara sengaja. Tentu tidak. Orang-orang salah menilainya," ucap Linda dengan penuh keyakinan.
"Maksudnya seperti apa?" Tanya pak Zayd dengan wajah bingung.
"Yeah, jadi saya tidak ada hubungan apapun dengan Bang Farhan. Saat itu, saya hanya spontan menggenggam tangan dia. Sebab dia sedang bercerita sedih pada saya. Saya hanya mendukung dia sebagai seorang teman. Bukan sebagai pasangan seperti yang di tuduhkan orang-orang pada saya. Kami tidak ada hubungan sama sekali. Hanya hubungan pertemanan saja yang kami lakukan," ucap Linda dengan tegasnya.
"Jadi kamu tidak ada hubungan apapun dengan dia?"
Tiba-tiba Farhan dengan santainya masuk ke dalam ruangan VIP. Dia segera menjawab pertanyaan dari pak Zayd dengan santainya.
"Susah Pak kalau jadi orang tampan seperti saya. Duduk sebentar bareng cewek, di tuduh pacaran. Padahal kami hanya mengobrol biasa saja. Tidak ada hubungan apapun. Memang terkadang manusia kalau memfitnah orang itu suka jahat-jahat. Tidak mengerti saya dengan mereka."
Pak Zayd pun terdiam dengan penjelasan yang di berikan oleh Farhan. Akhirnya dia paham, jika photo yang beredar itu adalah fitnah yang di tunjukkan untuk Farhan dan Linda. Sehingga tidak perlu di persoalkan lagi. Sebab keduanya tidak ada hubungan apapun, mereka sama sekali tidak memiliki hubungan apa-apa. Tidak ada yang harus di persoalkan sama sekali.
"Baiklah jika memang seperti itu. Supaya tidak terjadi salah paham lagi. Nanti saya akan sampaikan pada saat briffing. Di mana ini harus di jelaskan pada semuanya. Supaya tidak menuduh kalian macam-macam lagi," ucap pak Zayd.
"Harus Pak. Apalagi mulut anak sini sampah semua. Saya kasihan sama Linda. Masa dia di fitnah seperti ini. Dia anak baik-baik. Jadi tidak seharusnya di perlakukan seperti ini," ucap Farhan dengan teg
.asnya.
"Oleh karena itu saya akan perjelas saat briffing nanti. Supaya tidak ada yang menuduh Linda lagi. Kalau orang-orang menuduh kamu sih wajar. Memang kamu itu pria hidung belang," ucap pak Zayd sembari tertawa.
Linda yang tidak ingin berdekatan kembali dengan Farhan. Berpamitan pada pak Zayd untuk kembali melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai.
Farhan melirik ke arah Linda. Dia melihat kemarahan yang ada di dalam diri Linda akan Farhan. Tentu saja Linda marah, sebab kedekatan dengan Farhan membawa petaka bagi Linda saat ini. Itu cukup membuat Linda kesal dan sedikit marah.
Farhan ingin menjelaskan semuanya pada Linda. Tetapi sepertinya Linda tidak ingin mendengar penjelasan apapun dari Farhan. Linda lebih memilih menjauh dari Farhan. Menghindari hal buruk yang akan terjadi pada dirinya. Mengingat fitnah di sini begitu mudah terjadi. Sehingga Linda harus bisa menghindari hal-hal yang akan membuatnya dekat dengan fitnah dari seseorang. Termasuk kedekatan dia dengan Farhan yang di anggap bisa memicu fitnah tersebut. Linda tidak ingin itu menjadi penghambat bagi dirinya ketika bekerja nantinya.