Ketika dua gadis kembar jatuh cinta pada pria yang sama. Andra yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arni, ternyata pertemuan keduanya dengan Agni membuatnya semakin jauh pada Arni. Saat menjelang pernikahannya dengan Agni, Andra mendapat informasi bahwa Agni sedang hamil. Reno asisten pribadi sekaligus sahabat dekat Andra dituduh sebagai ayah dari anak yang di kandung Agni karena kepergok satu kamar bersama Agni dalam keadaan mabuk. Arni yang bercadar terjebak masuk ke dalam sebuah ruangan yang hanya ada Andra di dalamnya membuat Andra harus menikahinya. Kebencian demi kebencian muncul terhadap wanita bercadar yang tidak diketahui Andra bahwa dia adalah wanita yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Arni yang merasa sangat sakit hanya bisa menerimanya. Nasibnya berubah saat Andra mengetahui bahwa wanita di balik cadar itu adalah cinta pertamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Rusmiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 29
Reno melihat Andra terbaring di kasur rumah sakit. Lebih sakit perasaannya karena melihat sahabat dekatnya dikhianati oleh perempuan bermuka dua.
"Bro, tinggalin dia. Gue yakin dia bisa bahagia sama orang lain." Ucap Reno saat mata Andra menatap Reno.
Andra mengernyitkan dahinya, merasa ragu dengan ucapan Reno. Beberapa hari terakhir pola makan Andra tidak terjaga. Dia makan tanpa pengawasan Noni karena jarang pulang ke rumah.
"Apa elo butuh ART baru di apartemen?" Tanya Reno saat melihat Andra tidak merespon kata-katanya.
Andra hanya menggeleng. Tidak ada kata yang keluar dari mulutnya. Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu.
Seorang perempuan cantik masuk dengan berlari dan memeluk Andra kemudian menangis di atas dada bidang Andra. Andra mengelus lembut kepala wanita itu. Siapa? Ya, Agni. Wanita yang masuk itu adalah wanita yang sangat baik di mata Andra sedangkan sangat busuk di mata Reno. Dengan menahan amarah Reno keluar dari ruangan itu dan membanting pintu.
Andra dan Agni saling menatap kemudian pandangannya mengarah pada daun pintu yang sudah menutup rapat.
"Ada apa dengan Reno?" Bisik Andra.
"Kak Reno kenapa ya kak?" Agni mengusap air matanya..
Tanpa jawaban, keduanya sama-sama berasumsi masing-masing. Andra yang berpikir Reno merasa terganggu dengan kehadiran Agni sedangkan Agni yang berpikir bahwa Reno cemburu padanya. Agni sering menangkap pandangan Reno menuju padanya beberapa kali. Tatapan selidik Reno diartikan sebagai rasa cinta oleh Agni.
Reno memang playboy kelas kakap, namun Agni bukan seleranya. Dia lebih suka ada wanita yang terang-terangan memanfaatkannya daripada harus bermuka dua seperti itu.
"Kak, istrirahat dulu ya! Aku mau keluar sebentar." Ucap Agni.
Andra mengangguk dan menatap Agni yang perlahan mulai menjauh kemudian dari pandangannya. Gadis itu, sangat polos dimata Andra. Padahal, Andra yang terlalu polos sehingga dengan sangat mudah untuk masuk dalam permainan Agni.
Agni keluar untuk mencari Reno. Matanya terlihat mengitari seluruh lorong yang dia lewati. Reno yang dicari tak kunjung ditemukan.
"Kemana dia? Apa yang terjadi? Apa dia cemburu?" Batin Agni.
Sampai di pintu luar rumah sakit Reno belum dapat ditemukannya. Agni kembali dengan raut bingung. Merasa tidak enak hati dengan sikap Reno yang tak seperti biasanya.
Agni menghentikan langkahnya saat mendengar ada obrolan dari dalam ruangan Andra. Mencoba mendengarkan apa yang dibicarakan dengan sedikit melihat ke arah dalam melalui celah kecil pada pintu, naas seorang suster mengagetkannya, "Apa yang anda lakukan Nona?"
"Ah, aku mau masuk suster." Jawab Agni dengan sedikit gemetar.
Andra dan Reno yang mengetahui keberadaan Agni menatap ke arah pintu. Agni dan suster berjalan beriringan menuju tempat tidur Andra.
Suster memberitahukan bahwa malam ini dokter akan visit setiap satu jam sekali. Itu berarti malam ini Andra tidak boleh pulang. Ini menjadi kesempatan untuk Reno melihat bagaimana cara Agni merawat Andra saat sedang sakit.
"Kak Andra tenang aja, aku ada di sini. Kalau kakak ada perlu apa-apa bilang aja sama aku ya." Ucap Agni dengan manja.
Andra mengelus tangan Agni yang lembut dan meletakkannya di atas dadanya. Merasa bersalah atas sikapnya selama ini membuat Andra ingin memperbaiki sikap dinginnya pada Agni.
"Ren, elo boleh pulang. Istirahat, kantor butuh elo." Ucap Andra.
"Gue bisa tidur di sini. Kerjaan bakalan tetep beres ko." Ucap Reno. Baginya ini adalah kesempatan untuk dapat melihat setulus apa Agni pada Andra.
Agni yang merasa percaya diri tersenyum menatap Reno yang menurutnya ini adalah cara Reno untuk mencari kesempatan bisa bersama dengannya.
Sementara itu..
Arni dan Nenti sudah sampai di Jakarta. Mereka menuju alamat rumah yang tertera pada iklan yang mereka baca.
Tok.. Tok.. Tok..
Ceklekk...
Pintu terbuka dan Deggg..
Jantung Arni memompa lebih cepat.. Matanya terbelalak saat tahu siapa yang membuka pintu.
"Permisi Tuan, kami yang menghubungi Tuan untuk menjadi ART di sini." Ucap Nenti.
"Silahkan masuk, kita bicara di dalam." Jawab Pria itu. Pandangannya tak lepas dari wanita yang bercadar. Beberapa kali keningnya mengernyit melihat penampilan wanita bercadar yang akan menjadi ART barunya.
Nenti menarik tangan Arni dan masuk mengikuti ajakan pria itu.
"Ma, sayang, kemari. Ini ada tamu." Pinta pria itu.
Tak lama kemudian ibu dan istrinya datang duduk di kursi, dan mempersilahkan Arni dan Nenti duduk di kursi yang sama di hadapan mereka.
"Maaf Nyonya, kami yang menghubungi Tuan untuk menjadi ART baru." Ucap Nenti membuka percakapan.
Mata ibu dan istri pria tadi tertuju pada Arni yang diam dan menunduk..
"Dia anak saya nyonya, namanya Ami. Maaf jika penampilannya mengganggu anda. Jika sekiranya Nyonya keberatan biar dia mencari pekerjaan di tempat lain." Ucap Nenti yang melihat keraguan pada keluarga kaya yang sedang duduk menatapnya.
"Kenapa dia tidak bicara sama sekali? Apa dia bisu?" Tanya ibunya.
Ketika Nenti akan menjawab, Arni memegang keras tangan Nenti sebagai kode agar tidak menjawab apapun. Nenti melirik Arni yang mengangguk. Heran, namun Nenti pandai menyembunyikan itu semua. Dia menjelaskan bahwa Arni adalah anak bisu yang berusaha membantunya meringankan beban keluarganya.
Dengan penjelasan Nenti, kini ragu berubah menjadi haru. Tak perlu persetujuan dari siapapun, istri pria itu langsung mengiyakan, "Aku ingin kamu jadi pelayan ku. Apa kamu bisa memasak?"
Arni dengan mantap mengangguk karena selama di panti dia membantu Nenti untuk mempersiapkan sarapan atau makan malam anak panti.
Melihat istrinya senang dengan kedatangan wanita bercadar itu, pria tadi langsung menyuruhnya masuk dan bekerja mulai besok.
Mereka di antar ke kamar mereka masing-masing, namun Nenti ingin sekamar berdua dengan Arni. Nenti khawatir kalau Arni berbeda kamar dengannya, Nenti kehilangan pengawasannya. Nenti akan selalu berusaha melindungi dan membantu pekerjaan Arni kelak.
#Siapa pria itu?
#Kenapa Arni pura-pura bisu?