cerita ini di mulai dari seorang gadis cantik bernama sindi..yang mempunyai pacar bernama alex
sindi dan alex menjalin hubungan selama 7 tahun ..
sindi sangat mencintai alex dan alex pun juga sangat mencintai sindi
hingga saat itu alex pun di perintah orang tua nya menikah dengan wanita yng mereka jodoh kan kepada nya .. karena wanita ini adalah anak teman papa nya alex yng mempunyai
banyak saham di perusahaan papa nya alex.. yang sangat lah kaya raya.. sehingga papa nya alex pun memaksa dan mengancam alex..untuk bunuh diri kalau alex tidak menuruti ke inginan nya
alex yang sangat sayang dengan orang tua nya pun menyetujui apa yng di katakan papa nya..
dia pun meninggal kan sindi.. dan menikah dengan wanita yng di jodoh kan papa nya kepada nya..
alex mempunyai sahabat bernama Tio.. dia menyuruh Tio untuk menikah dengan sindi karna alasan dia tidak mau sindi sakit hati terlalu dalam karena ulah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nandi ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
banyak makan
bab 29
"Huuhhhhhhhh ... Cape bangettttt. Ega kamu udah selesai bersihin kaca yang banyak debu nya itu?" tanya Nora kepada Ega yang sedang membersih kan debu di kaca.
"Hampir selesai, Nora! ayo semangat lagi. Tinggal seperempat lagi, hukuman kita akan segera selesai!" sahut Ega. Kini mereka sudah membersih kantor 75% hanya tinggal 25% lagi hukuman mereka akan segera selesai. Mereka ingin cepat pulang karna waktu sudah menunjukkan jam 08:12 WIB. Semua karyawan kantor sudah banyak yang pulang. Kecuali hanya beberapa orang yang sedang lembur.
"Badan ku sekarang sudah terasa remuk dan hancur. Ega, kok kamu masih semangat aja. Emang kamu gak cape apa?" tanya Nora ketika melihat Ega yang masih ber semangat mengerjakan hukuman nya.
"Kalo masalah cape sih, cape banget aku mah. Tapi aku mau cepet-cepet pulang, Nora! nanti orang rumah nungguin lagi," sahut Ega yang masih bersemangat membersih kan kantor yang lumayan luas itu dengan jurus seribu bayangan nya, Ega mengerjakan nya begitu cepat dan telaten.
Nora hanya bisa ber nafas sambil ter segal-segal. Karna hukuman yang ter lalu menguras tenaga, mereka hanya istirahat pada saat jam makan siang saja, setelah selesai makan mereka melanjut kan membersih kantor lagi.
*****
Sindi dan Tio kini sudah tiba di pekarangan rumah mereka, ingin segera masuk ke rumah. karna Mami dan Papi sudah menunggu mereka cukup lama.
"Mass ... Ayoo cepat!"
" Iya, Sin... Tunggu bentar."
Tok Tok Tok
Pintu pun di buka oleh bi Minah.
"Ehhhhh Tuan sama Nyonya sudah pulang. Ayo silah kan masuk Non sama Tuan," ucap bi Minah sambil mempersilahkan Sindi dan Tio masuk.
"Itu Papi sama Mami nya, sudah nungguin dari tadi Non."
"Dimana mereka, Bi?" tanya Sindi dengan manik mata nya yang kesana kesini mencari keberada'an Mami sama Papi nya itu.
"Itu ada di dalam, Non. Di ruangan tengah, lagi nonton drama korea." Bi Minah pun menunjukkan keberada'an Papi dan Mami. Sesampai nya ruangan tengah Sindi pun ter kejut.
"Lohh, Mi... Mami kenapa nangis?" ucap Sindi khwatir.
"Huhu, hikss hikss ... Nggak papa, Nakk. Mami hanya ter lalu menghayati flem drama korea ini."
"Gak usah di tanyain lagi, Nak Sindi. Mami kamu memang begitu setiap kali nonton drama korea." Papi pun ikut menimpali.
Dan benar saja ternyata Mami Inara selalu menangis setiap kali nonton drama Korea yang sedih sedih. Karena ter bawa perasa'an.
"Issshhhh!... Papi ini bikin malu Mami aja," ucap mami Inara sambil menghapus air mata drama Korea nya.
Papi pun cengengesan.
"Emang kamu belum tau, Sin? kalo Mami itu selalu menangis kalo nonton yang sedih-sedih?"
"Nggak tau aku, Mas! aku kira--"
Belum juga Sindi selesai bicara mami Inara sudah memutus pembicaraan nya. Karena malu kalau rahasia nya ketahuan sama menantu.
"Sudah-sudah! mending kita makan bareng aja kebetulan tadi Mami sudah masak kesukaan nya Tio," ucap Mami inara Mengalih Kan pembicaraan.
"Wahhhh ... Mas Tio suka makanan apa, Mi?"
"Itu si Tio ini, paling suka sama osengan sayur kangkung , ikan kakap asam manis, sama gorengan ayam, tahu ,dan tempe."
"Emmm nyamm- nyamm. Enak tuh, Mi," ucap Sindi yang tak sadar kalo sedang menelan saliva nya karna sangat ingin segera makan.
"Ayoo ... Kita langsung makan aja, nanti keburu dingin lagi."
Sesampai nya di meja makan Tio dan Sindi pun mempersilahkan Papi dan Mami untuk duduk duluan. Sebagai tanda hormat kepada yang lebih tua.
Tio makan dengan lahap nya tambah nasi terus. Sampai menghabis kan tiga piring nasi karna ini adalah makanan kesukaan nya.
"Alhamdulillah, untuk rejeki yang kita makan hari ini. Nikmat mana yang kau dustakan," ucap Tio sambil mengelus Perut nya yang sudah mulai buncit Akibat Selalu Makan Banyak. "Mi ... Perut ku makin buncit aja. Setelah ini aku harus selalu rajin olah raga , agar badan ku tidak gendut."
"Gendut juga gak papa, Mas. Aku akan tetap suka," ucap Sindi menyahut.
"Gak lah nak Sindi. Kasian Tio kalo gendut, kalo Mami sih pingin nya kita semua harus jaga berat badan biar selalu sehat," sahut Mami inara yang tak mau kalau badan elastis anak nya hilang gara-gara gendut.
Tio pun hanya manggut-manggut.
****
"Besok aku harus memulai aksi ku untuk menggoda, Tio." Ada seseorang yang sedang menyeringai ketika melihat foto Tio di tangan nya.
jadi penasaran gimana lanjutan nx.. mantappp
pertahan kan orang yg sdh tulus mecintai mun sin..alex masa depan mu sin ,jd lah wanita yg kokoh ,setia
sma pasangan nya.gk mudah goyah..
lanjut thor