Juara 🥉 Event Horor
Ayana Febriani Andriano adalah seorang indigo. Dia baru saja pindah sekolah di SMA Tunas Bangsa.
Tapi di sekolahannya yang baru, Ayana justru sering mengalami hal aneh. Sekolah itu mempunyai energi besar dan sangat mengerikan. Berulang kali dia melihat penampakan di sana.
Dia bahkan menemukan sebuah ruang rahasia yang membuatnya penasaran karena siapapun dilarang masuk kesana. Dia meminta bantuan teman nya yang bernama Riki untuk membantunya masuk kesana. Dan saat dia berhasil masuk keruangan tersebut, dia melihat bayangan mengerikan. Ada darah dan suara jeritan kesakitan.
Rahasia apa yang tersembunyi di ruang itu? Dan mampukah Ayana memecahkan misteri yang tersembunyi di sekolahan barunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 Tidak Ingat
Andra memapah Ayana kembali ke lokasi kemah. Dan hal itu dilihat langsung oleh Shelly dan Chandra. Mereka menghampiri keduanya untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Namun tidak untuk Shelly, dia justru melabrak Ayana.
"Ayana kenapa Ndra?" tanya Chandra
"Dia...."
"Heh!!" Shelly mendorong bahu Ayana hingga tubuh gadis itu terhuyung ke belakang. Beruntung ada Andra yang merangkul erat pundak gadis itu.
"Apa-apaan sih loe?" teriak Andra
"Gue mau buat perhitungan sama dia, Ndra. Dia udah bikin kita hampir mati ketakutan." seru Shelly
Andra menggeram kesal. Dia berdiri di depan Ayana dan berkata, "Sepertinya loe butuh cermin. Atau lho gak sanggup buat beli, hah? Perlu gue beliin?"
"Apa maksud loe, Ndra?" tanya Shelly bingung
"Liat penampilan loe!!! Loe sendiri nakut-nakutin dia. Sekarang loe malah nyalahin dia? Gak waras." Andra kembali memapah Ayana. "Ayo Ay!! Gue antar ke UKS aja." ajak Andra
Shelly menggeram kesal karena Andra membela Ayana. Sedangkan Chandra lebih memilih mengikuti Andra karena dia penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya.
Tanpa mereka ketahui, semua itu di lihat oleh seseorang. Dia adalah orang yang memberi ide pada Shelly untuk menakut-nakuti Ayana. Kalau perlu buat gadis itu menangis ketakutan. Hal itu ia lakukan karena malam ini akan ada upacara ritual persembahan tumbal yang akan di lakukan oleh kepala sekolah.
Dia meminta Shelly melakukan hal itu agar Ayana terpisah dari kelompoknya. Sehingga memudahkan Bu Asih dan pak Doni untuk membawa Ayana.
Namun yang membuatnya bingung adalah kenapa Ayana bisa bersama Andra? Yang dia tahu, saat ini Bu Asih dan pak Doni sudah berhasil membawa Ayana ke ruang kesenian. Lalu jika yang bersama Andra adalah Ayana, lalu siapa yang pak Doni bawa?
"Sial!! Kayaknya gue harus mastiin ke ruang kesenian." orang itu pergi secara diam-diam ke ruang kesenian agar tidak ada yang melihatnya. Dia harus memastikan siapa yang pak Doni bawa?
Sementara itu Andra membantu Ayana untuk berbaring di brankar. Dia menarik kursi dan duduk di samping Ayana berbaring.
"Sekarang cerita sama gue, apa yang terjadi?" tanya Andra
Chandra yang baru saja sampai juga ikut menyimak. Namun Ayana terlihat linglung. Dia sama sekali tidak ingat jika dirinya mengikuti acara kegiatan Jerit Malam.
"Ay!!" panggil Andra.
"Gue bener-bener gak ingat kak. Terakhir yang gue inget, kita semua kumpul di tenda dan saling bercerita tentang pengalaman jerit malam waktu SMP. Setelah itu gue gak inget apa-apa." seru Ayana
Andra dan Chandra saling pandang. Bagaimana mungkin gadis itu tidak ingat, padahal mereka melihat dengan mata kepala sendiri jika Ayana berada di barisan kelompok mawar saat mengikuti kegiatan tersebut. Tapi kenapa sekarang gadis itu bilang tidak ingat?
"Oke kalau gitu. Gak usah di bahas lagi. Sekarang yang penting elo baik-baik aja." seru Chandra
"Pasti loe di ganggu sama hantu penghuni ruang kesenian. Loe udah ganggu ketenangan mereka makanya loe di buat bingung. Upss..." Andra buru-buru menutup mulut menggunakan tangannya karena ada Chandra di sana.
"Apa maksud loe Ndra?" tanya Chandra bingung
"G-gak kok, gak ada apa-apa." sahut Andra
Mendengar Andra yang mengatakan tentang ruang kesenian, membuat Ayana jadi teringat dengan kamera yang ia sembunyikan di ruangan tersebut. Dia penasaran apakah benar malam ini mereka akan melakukan persembahan atau tidak. Jika memang begitu, bukankah lebih baik dia kesana untuk melihatnya secara langsung?
Tapi tunggu dulu!! Bukankah dia adalah target yang akan mereka jadikan tumbal untuk persembahan malam ini? lalu kenapa dia masih ada di sini? Apa mereka mencari tumbal lain?
"Gawat!!" seru Ayana tiba-tiba
"A-ada apa Ay?" tanya Andra
"Kita harus ke ruang kesenian kak." ajak Ayana
"Jangan gila Ay!! Kita di larang kesana." seru Chandra memperingatkan
"Tapi jika kita tidak kesana, seseorang akan mati karena di jadikan tumbal oleh kepala sekolah."
Deg
next judul berikutnya kk
kasian riki
tp gimana yah kelanjutan Andra dan aya