Arumi cuma wanita biasa yang hidupnya sangat sederhana. Sampai akhirnya, sebuah kecelakaan membuat hidupnya berakhir. Bukannya tenang, Arumi malah bangun dengan kondisi yang bikin pusing. Jiwanya terjebak di dalam tubuh pria bernama Bagas.
Belum selesai kagetnya, di kepalanya muncul suara sistem yang menyebalkan dan hobi banget mengejeknya. Sistem itu menuntut Arumi harus jadi koki hebat, padahal Arumi sendiri nggak bisa masak apa-apa.
Lebih parah lagi, Bagas ternyata adalah siswa di sekolah tentara dengan jadwal latihan yang super padat. Arumi harus berusaha keras biar nggak ketahuan sifat aslinya, sambil diam-diam menjalankan misi memasak dari si sistem yang sangat menyebalkan.
Dapatkah Arumi melewati hari-harinya di sekolah tentara tanpa ketahuan, dan bertahan dari ocehan sistem yang bikin emosi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
lima ~
Setelah piring Ayam Cabe Garam yang tersisa hanya tulang-belulang, Bagas menyandarkan punggungnya ke dinding barak yang lembap. Napasnya masih tersengal, namun perut yang kenyang memberinya sedikit energi untuk sekadar merasa... terancam. Dia tahu, sebentar lagi perhitungan poin akan dimulai.
Ting!
Sebuah layar transparan muncul tepat di depan wajahnya, menampilkan statistik yang membuat Bagas ingin menahan napas.
[Evaluasi Misi Selesai.]
[Total Poin yang Diperoleh: 100 Poin.]
[Pengurangan Biaya Kelalaian (Beras Tumpah): -5 Poin.]
[Total Poin Akhir: 95 Poin.]
Bagas mematung. Matanya melebar, menatap angka "95" itu seolah-olah angka itu baru saja menghina martabatnya. "Hanya 95?" bisiknya dengan nada rendah yang berbahaya. "Kau memotong lima poin hanya karena beras yang tumpah itu? Padahal itu murni kecelakaan karena tubuh ini kelelahan akibat latihan fisik gila-gilaan tadi pagi!"
[Sistem tidak mengenal alasan kecelakaan. Sistem hanya mengenal hasil. Beras yang menyentuh lantai adalah sampah. Sampah adalah kerugian. Anda adalah Tuan Rumah yang ceroboh, maka Anda harus menanggung biayanya.]
"Lalu bagaimana dengan obat kuat itu?!" Bagas mulai mencak-mencak, suaranya naik satu oktaf. "Aku butuh 100 poin untuk membelinya! Sekarang aku cuma punya 95! Kau benar-benar merencanakan ini semua agar aku tidak bisa pulih, bukan?"
Ting!
Layar transparan itu sedikit berkedip, menampilkan sebuah opsi baru dengan desain yang sangat elegan, seolah-olah itu adalah brosur penawaran kartu kredit bank papan atas.
[Menanggapi kebutuhan mendesak Tuan Rumah, Sistem dengan senang hati menawarkan fasilitas pinjaman melalui "Koperasi Layanan Cepat Sistem".]
Bagas mengernyitkan dahi. "Koperasi?"
[Ya. Kami memfasilitasi Tuan Rumah yang sedang mengalami krisis likuiditas poin. Anda dapat meminjam poin dengan bunga hanya 5% per hari. Sebagai syarat administratif, minimal peminjaman adalah 100 Poin.]
Dunia seolah berhenti berputar bagi Bagas. "Minimal 100 poin? Tapi aku cuma butuh 5 poin untuk menutupi kekuranganku! Kenapa harus meminjam 100 poin?!"
[Itu adalah standar operasional prosedur dari pusat layanan. Kami tidak bisa meminjamkan nominal di bawah 100 Poin. Ini adalah kebijakan untuk menjaga stabilitas sirkulasi poin di dalam Sistem.]
Bagas tertawa getir, tawa yang terdengar sangat sinis bagi siapa saja yang mendengarnya. "Kebijakan stabilisasi? Jangan bercanda! Kau ini bukan hanya rentenir, kau ini bahkan lebih parah dari pinjol yang pernah aku hadapi saat masih menjadi budak korporat! Pinjol saja mungkin akan sungkem kalau melihat betapa liciknya kau dalam menjebak nasabah!"
[Analisis Sistem: Anda sedang melakukan perbandingan yang tidak relevan. Pinjaman ini adalah bentuk bantuan sukarela. Jika Anda meminjam 100 Poin hari ini, Anda hanya perlu mengembalikan 105 Poin besok. 5 Poin bunga bukanlah angka yang besar untuk pemulihan tubuh Anda yang sekarat, bukan?]
"Hanya 5 poin hari ini?!" Bagas menyambar dengan cepat. "Dan bagaimana kalau besok aku tidak bisa melunasinya? Apa yang terjadi?"
[Sederhana. Utang Anda akan diakumulasikan. Bunga 5% akan dibebankan pada total utang Anda setiap hari. Jika besok Anda gagal bayar, maka esok lusanya, bunga 5% akan dihitung dari 105 Poin. Anda harus membayar 110,25 Poin.]
Bagas melongo. Rahangnya hampir jatuh ke lantai. "110,25? Kau bahkan tidak membulatkannya ke bawah? Kau menggunakan desimal seperti itu?!"
[Sistem menghargai ketepatan matematis. Namun, demi kenyamanan bersama dan untuk menjaga hubungan harmonis antara Sistem dan Tuan Rumah, saya bersedia mengambil kebijakan khusus. Karena tidak ada nominal koma dalam transaksi, saya akan membulatkannya ke atas menjadi 111 Poin. Ini sangat menguntungkan Anda Tuan Rumah.]
"Menguntungkan?! Kau membulatkan ke atas 0,75 poin dan menyebutnya menguntungkan?" Bagas bangkit berdiri, mondar-mandir di dalam barak yang sempit itu. "Kau benar-benar tidak punya hati! Ini adalah perbudakan digital! Jika aku meminjam 100 poin sekarang, dan aku tidak bisa melunasinya dalam dua hari, utangku akan terus meroket karena bunga berbunga. Ini adalah lingkaran setan!"
[Itulah gunanya Anda harus segera bekerja, Tuan Rumah. Sistem tidak memaksa. Anda bisa memilih untuk tidak meminjam, tidak membeli obat kuat, dan membiarkan tubuh Bagas tetap lemah dan tidak mampu menjalankan misi militer selanjutnya. Pilihan ada di tangan Anda.]
"Kau memeras! Kau benar-benar memeras!" Bagas menghentikan langkahnya, menatap layar dengan mata penuh kebencian. "Aku butuh obat itu untuk bertahan hidup di tempat ini. Kau tahu itu, dan kau menggunakannya sebagai senjata."
[Sistem tidak memiliki emosi. Sistem hanya menawarkan solusi. Apakah Anda ingin melanjutkan proses peminjaman 100 Poin, atau ingin membatalkan misi dan menerima konsekuensi fisik dari kelelahan kronis?]
Bagas memejamkan mata. Ingatannya kembali ke masa lalunya saat masih menjadi budak korporat. Dia ingat bagaimana dia sering terjebak dalam siklus utang karena biaya hidup yang tinggi dan gaji yang tidak masuk akal. Sekarang, bahkan di dunia ini, dalam tubuh seorang tentara yang tangguh, dia tetap tidak bisa lepas dari sistem yang menghisap darah.
"Jika aku meminjam 100 poin, aku mendapatkan 100 poin. Aku bisa membeli obat itu seharga 100 poin. Artinya aku punya sisa 95 poin ditambah 100 pinjaman, total 195 poin. Aku beli obat 100 poin, sisa 95 poin lagi." gumam Bagas, menghitung dengan logika korporatnya yang masih tajam. "Jika aku melunasi 105 poin besok, aku masih punya sisa poin dari hasil kerjaku nanti."
[Perhitungan Anda benar. Anda akan memiliki sisa poin setelah melunasi utang, asalkan Anda menyelesaikan misi berikutnya dengan sempurna. Jadi, apakah Anda akan mengambil bantuan baik hati dari Koperasi Sistem?]
Bagas menatap layar itu lama sekali. Dia membenci ini. Dia membenci sistem ini. Tapi dia juga sadar, tanpa obat itu, dia akan hancur besok. "Baiklah." desis Bagas. "Lakukan pinjamannya. Aku ambil 100 poin itu. Tapi ingat, Sistem... suatu hari nanti, saat aku sudah punya kekuatan penuh dan poin yang melimpah, aku akan mencari cara untuk menghapus utang ini dengan bunganya sekali."
[Sistem mencatat persetujuan Anda. 100 Poin telah dikreditkan ke saldo Anda. Jangan lupa, total utang Anda menjadi 105 Poin per besok. Selamat berbelanja, Tuan Rumah.]
Bagas jatuh terduduk. Dia baru saja menjual jiwanya kepada Koperasi Sistem. Dia memegang kepalanya yang berdenyut. Dia merasa seperti orang bodoh, tapi setidaknya, dia memiliki peluang untuk bertahan hidup.
kebalikan kita Thor,, aku cow yg masuk tubuh cew🤣
Ditunggu up berikutnya othor seksoy 😘