Tiga tahun menikah, Aize akhirnya dinyatakan hamil di saat suaminya, Cakra, divonis memiliki masalah kesuburan. Aize tak pernah berselingkuh, dia selalu setia dengan pernikahannya dan tak pernah menjalin hubungan dengan pria mana pun, sehingga dia yakin anak dalam kandungannya adalah anak sang suami.
Namun, saat Aize tengah berbahagia menantikan kelahiran anaknya, pria yang mengaku telah menghamili muncul. Dia adalah, Biru saudara kembar Cakra yang selama ini tak pernah Aize dan Cakra kenal. Tiba-tiba saja dia datang membawa dendam untuk Cakra atas kesalahan orang tua mereka di masa lalu.
Akankah Aize bersikap jujur pada Cakra tentang Biru yang menghamilinya? Apakah Carkra akan menerima anak dari orang lain yang telah menikmati tubuh istrinya?
follow ig aku ya @ittaharuka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DKS ^ Bab 29
Laki-laki yang telah melayangkan pukulan pada Birru itu ternyata adalah Cakra. Dia baru datang dari luar kota karena melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan Aize meninggalkan rumah bersama Birru. Sejak kejadian Birru yang membawa Arka, Cakra memang lebih memperketat keamanan rumahnya.
Tadinya, dia pikir Birru membawa kabur Aize karena tidak ada kabar apa pun yang ia terima. Akan tetapi, setelah melihat dan mendengar pengakuan Birru, ia jadi tahu apa yang terjadi. Cakra benar-benar merasa terhina karena istrinya sudah direndahkan oleh saudara kembarnya itu.
“Mas Cakra!”
Aize dan kedua orang tua si kembar itu tampak terkejut saat melihat Cakra yang tiba-tiba muncul dan langsung memberikan pukulan pada Birru. Dia langsung mendekati Aize dan memegang kedua pipi istrinya itu.
“Kamu nggak apa-apa, Aize?” Cakra sangat mengkhawatirkan Aize. Dia memeluk Aize sebentar sebelum akhirnya Birru membalas dengan menendangnya.
Cakra hampir saja ambruk di tubuh Aize, tapi untungnya dia berhasil mengendalikan diri dan menahan tubuhnya dengan menyentuh tembok agar tidak menindih Aize. Ia lalu berbalik badan dan bersiap menghajar Birru, tapi tangannya ditahan oleh Aize yang memeluknya dari belakang.
Melihat adegan mesra yang terjadi tepat di depan matanya, hati Birru terasa panas. Kepalanya yang dipenuhi dengan kebencian itu akhirnya meledak. Dia hampir menghajar Cakra, tapi untungnya sang ayah berhasil menahan gerakannya.
“Sudah! Sudah! Tolong jangan bertengkar!” seru sang ayah melerai kedua putranya yang hampir saling baku hantam.
“Mas, sabar, Mas!” Aize semakin mengeratkan pelukannya pada Cakra dan menyandarkan kepalanya di punggung sang suami.
“Di sini yang salah papa, Birru. Tolong berhenti mengganggu keluarganya!” teriak papa Cakra dengan suara keras. Jelas sekali dia tidak tahan melihat salah satu putranya menyakiti putranya yang lain.
“Iya, ini memang salahmu! Dan aku sedang menyiapkan bom waktu untuk membalasmu. Tapi dia ....” Birru menunjuk dengan jari telunjuknya yang mengarah tepat pada Cakra. “Aku juga ingin membuatnya merasakan apa yang aku rasakan!”
Cakra melepaskan pelukan Aize dan berjalan ke arah Birru. Kedua anak kembar yang sangat mirip itu kini saling berhadapan dengan mata yang saling memandang.
“Lakukan apa pun, asal kembalikan Arka padaku!” kata Cakra berusaha menekan nada bicaranya.
“Arka putraku. Aku akan membawanya pergi sebentar lagi!”
“Omong kosong macam apa ini? Secara hukum Arka adalah anakku dan Aize. Kamu sebagai paman tidak punya hak apa pun. Lagipula, kita belum pernah melakukan tes DNA, kenapa kamu percaya diri mengakui Arka sebagai anakmu hanya karena kamu sudah sekali mempeerkosa istriku?” Wajah Cakra berubah merah menahan amarah. Dia benar-benar membenci fakta bahwa Birru pernah meniduri Aize.
Birru tersenyum sinis. “Tidak perlu melakukan tes DNA kita semua bisa tahu kalau aku adalah ayahnya. Lihat matanya, alisnya, semua wajahnya itu mewarisi milikku. Dia benar-benar sempurna menjadi putraku. Kalau kamu tidak merasa mandul, coba hamili istrimu! Arka selalu bilang ingin punya adik, apa aku perlu tidur dengan Aize lagi supaya keinginan Arka terwujud?”
Cakra benar-benar kehilangan kesabaran. Dia kembali melayangkan bogem mentah ke wahah Birru hingga saudara kembarnya itu jatuh tersungkur.
“Bagaimana rasanya membesarkan anak hasil pengkhianatan istrimu? Seharusnya kamu bersyukur aku mengambil Arka dari kalian, kalau tidak, kamu akan selalu diingatkan dengan malam indahku saat menikmati istrimu!” balas Birru yang semakin gila membuat hati Cakra mendidih.
Aize yang mendengar semua kata-kata Birru itu juga merasa kesal. Dia melepas sepatunya dan melemparkannya ke wajah Birru dan tepat mengenai mulut dan hidungnya yang mancung.
“Dasar laki-laki jahat!” Aize melepaskan sebelah sepatunya dan memukul wajah Birru dengan sepatunya itu hingga membuat Birru terpaksa melindungi wajahnya dari amukan Aize.
***
Inpo nupel barunya Ratu Anu gaess
Layu sebelum berkembang, mungkin itu istilah yang pas untuk menggambarkan keadaan Amanda.
Karena belum juga menyatakan perasaan pada pria yang dicintainya, dia malah melihat surat undangan pernikahan, di mana ada nama Saga di sana.
Di merasa kalah telak dan tak memiliki harapan, karena dengan mata kepalanya sendiri dia menyaksikan pesta pernikahan pria pujaannya.
Dan tepat pada hari itu juga, dia merasakan sebuah kesialan karena harus bertemu dengan pria tua menyebalkan.
Bagaimana kisah mereka akan berlanjut, apakah Amanda akan bertemu dengan pria itu lagi dan move on dari Saga? Cus kepoin ceritanya.