Dong Fang, seorang anak muda yang penuh penyesalan, memulai perjalanannya dengan tujuan yang buruk: membalaskan dendam. Didalam perjalanannya membalaskan dendam, dirinya belajar mengenai banyak hal, termasuk kebijaksanaan. Tanpa dia sadari, perjalanannya untuk bertambah kuat, menuntunnya kejalan Keabadian.
Namun, di tengah perjalanan yang panjang dan penuh rintangan, Dong Fang menyadari bahwa perjuangan sejati bukan hanya tentang mengalahkan musuh-musuhnya di medan perang, melainkan juga tentang mengalahkan diri sendiri dan menemukan kedamaian dalam hati.
Dalam novel ini, Dong Fang belajar tentang nilai-nilai kebijaksanaan dan kesabaran, dan tentang pentingnya menghargai semua makhluk hidup, bahkan musuh-musuhnya sekalipun.
Melalui perjalanan Dong Fang, novel ini mengajarkan kita bahwa kehidupan adalah perjalanan yang panjang dan penuh warna, dengan tantangan dan kegagalan yang tak terhindarkan. Namun, dengan tekad yang kuat, kesabaran, dan kerja keras, kita dapat menghadapi semua rintangan dan mencapai tujuan kita.
Perjalanan Pendekar Pedang Abadi juga mengajarkan kita tentang keindahan dan kekuatan alam semesta, dan betapa kita harus merenung dan belajar dari alam ini. Dong Fang menyadari bahwa setiap benda hidup di dunia ini memiliki perannya masing-masing, dan keberadaannya sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam.
Dalam keseluruhan novel, kita melihat bahwa keberanian, tekad, kebijaksanaan, dan kesabaran adalah kunci untuk mencapai keabadian sejati. Perjalanan Pendekar Pedang Abadi mengingatkan kita bahwa hidup adalah perjalanan yang tak terbatas, dan meskipun kita mungkin tak pernah mencapai tujuan kita, prosesnya lah yang memberikan arti sejati dalam hidup.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Taufik Ichsan Aditya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 28 - Mencari Informasi
Setelah kejadian mengejutkan itu, Liu Xiu terduduk, kemudian menatap Dong Fang dengan pandangan tak percaya, "Aku benar-benar tak percaya." ucapnya sambil menggeleng.
Dong Fang sendiri terkejut melihatnya, sepanjang pengetahuannya, belum pernah ada manusia yang lahir dan bisa menggunakan semua unsur elemen. Meskipun terkejut, wajahnya tetap tak berubah.
Liu Xiu perlahan bangkit dari posisi duduknya, "Aku harus memastikan kebenaran bola elemen ini." dia kemudian menyimpan telapak tangannya pada bola transparan itu.
Kemudian muncul warna cokelat kehijauan dan juga warna merah. Menunjukkan jika pedagang sepuh itu memiliki dua elemen berunsur kayu dan api.
Melihat itu, tatapan Liu Xiu pada Dong Fang semakin terkejut, sebelum akhirnya menggeleng kepalanya dan menghela nafas panjang.
"Aku benar-benar terkejut melihat bakat seseorang yang belum pernah ada sebelumnya. Selama aku hidup, aku belum pernah mengetahui jika ada seseorang yang memiliki elemen dengan delapan unsur. Kau benar-benar kejutan." Liu Xiu tertawa kecil, dalam beberapa detik, tawanya berhenti menjadi raut wajah yang serius, "Tapi, menurut analisisku, mempunyai delapan elemen bukan hanya keberuntungan, melainkan juga sebuah kelemahan."
"Kelemahan? Mengapa malah menjadi kelemahan?" Dong Fang bingung dengan isi dari pikiran pria sepuh dihadapannya.
"Kau tahu? Seseorang yang memiliki satu elemen, kebanyakan lebih kuat daripada seseorang yang mempunyai dua elemen?" tanya Liu Xiu, wajahnya masih terlihat serius.
Dong Fang menggelengkan kepalanya, ini informasi yang baru dia ketahui.
"Itu karena, elemen satu unsur lebih kuat daripada elemen dua unsur. Seseorang yang memiliki kemampuan elemen dua unsur, seakan memiliki satu kekuatan yang dibagi dua. Sedangkan yang memiliki satu unsur, memiliki satu kekuatan elemen yang utuh." Liu Xiu menghela nafas panjang, kemudian melanjutkan, "Jika kau memiliki delapan unsur elemen, artinya ibarat kau memiliki satu kekuatan elemen yang dibagi delapan."
Dong Fang mengangguk, meskipun bahasa yang digunakan Liu Xiu terdengar sulit, dirinya bisa mengerti, "Bukankah jika seperti itu, aku sangat tak beruntung?"
Liu Xiu menggeleng, wajahnya kemudian tersenyum lebar, "Kutukan itu hanya berlaku di awal saja, jika kau giat berlatih, dalam beberapa tahun, kau bisa membuat satu kekuatan yang dibagi delapan itu, menjadi delapan kekuatan yang utuh."
Dong Fang mengangguk pelan, dirinya bisa lega dengan pernyataan pria tua dihadapannya, "Aku pasti akan berlatih dengan giat."
Liu Xiu mengangguk puas sambil tertawa, "Kau bisa belajar alkemis nanti. Bukankah kau datang ke kota ini bukan tanpa alasan?"
Dong Fang mengangguk, dirinya memang berencana untuk pergi mencari informasi setelah Liu Xiu mengijinkannya berlatih dengannya.
"Ya, aku ingin mencari informasi mengenai seseorang." Dong Fang sambil mengangguk. Meskipun baru beberapa waktu dirinya bertemu dengan pria sepuh itu, Dong Fang merasa jika pria itu bisa dirinya percaya.
"Apa seseorang yang kau magsud itu berasal dari aliran hitam?" tanya pria sepuh itu dengan senyum lebar.
Pandangan Dong Fang pada pria sepuh itu berganti kembali, dirinya sedikit waspada, "Bagaimana senior mengetahuinya?"
"Aku hanya menebak." pria sepuh itu tersenyum sambil menjulurkan lidahnya. Ekspresi yang benar-benar tak pantas untuk seorang setua Liu Xiu.
"Jika seseorang yang kau cari berasal dari aliran hitam. Datanglah ke bangunan terbesar dikota ini, bangunan itu bernama Menara Matahari. Disana, kau bisa membeli beberapa informasi menganai orang yang kau cari. Kurasa mereka akan memilikinya." Liu Xiu terlihat mengusap kumisnya yang sudah setengahnya memutih, "Aku rasa koin emas didalam Pihebao mu lebih dari cukup untuk membeli informasi disana."
Dong Fang menggaruk kepalanya yang tak gatal, lagi-lagi pedagang sepuh didepannya dapat membaca hal yang dirinya lakukan.
Melihat tingkah Dong Fang, Liu Xiu tertawa, "Tak perlu dipikirkan, aku mengetahui jika kau membutuhkan uang diperjalanmu, sehingga tak memberikan seluruh koin emasmu dan menyisakan sedikit koin emas untuk kau pakai."
Dong Fang menghela nafas lega, "Kalau begitu, aku ingin menitipkan Pihebao ini disini." ucapnya sambil membawa sebuah kantung kulit berisi koin emas didalam Pihebaonya.
"Ya."
Setelah itu, Dong Fang pamit dan pergi mencari informasi tentang Yan Jiang.