Ingin adalah karya yang sebelumnya dan Sudah direvisi di beberapa bagian.
Naura menerima tawaran kakak sahabatnya dengan imbalan tiga puluh juta rupiah. Tugasnya juga mudah hanya membatalkan pernikahan seseorang. Tanpa bertemu, hanya berbicara melalui telpon, dan uang muka juga sudah dia terima, Tentu saja gadis itu bersedia, dan pergi ke acara pernikahan dengan cara menyamar.
Tapi siapa sangka aksinya itu justru membuat dirinya terjebak pernikahan dengan pria yang dia batalkan pernikahan nya. Pria itu memaksanya, jika tidak mau di laporkan ke polisi. Tentu saja dia menolak karena takut identitas nya ketauan,
Bagaimana Naura menghadapi suaminya?
Bagaimana pernikahan nya?
Apakah akhirnya rahasia dia terbongkar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terbongkar
Naura tak sanggup memakan makanan yang tergeletak diatas meja, padahal semua adalah makanan kesukaannya.
Dia masih menunduk lesu, tak sanggup menghadapi ayahnya yang galak dan tegas.
Berulangkali Naura menarik napas dalam dan berat, kemudian dia membuangnya kasar, berharap beban yang tengah menghimpit dadanya akan berkurang setidaknya dia sudah siap untuk menghadapi sang ayah yang akan memarahinya nanti. Namun tetap saja rasa takut dan rasa bersalah menggerogoti hatinya.
Naura masuk kedalam kamar mandi, gadis itu mandi, tubuhnya sudah sangat lengket dan dia segera mengambil pakaian nya di dalam lemari, memakainya asal dan berjalan keluar siap untuk menemui sang ayah.
Naura terus merapalkan doa, semoga Allah menguatkan hatinya atas apa yang akan ayahnya lakukan padanya nanti dan jika ayahnya akan mengurungnya gadis itu juga sudah siap.
Dia membuka pintu dan berjalan pelan menuruni tangga, di ruang tamu sudah duduk menunggu ayah dan ibunya.
Mata Naura berkaca-kaca saat melihat wanita itu, wanita yang sangat doa rindukan, wanita yang selalu membelanya, menyayanginya dengan sangat tulus, meskipun dia selalu bandel, siapa lagi kalau bukan ibunya.
"Duduk!" suara tegas sang ayah menyurutkan niatnya untuk datang dan memeluk ibunya, dia hanya bisa duduk diam di salah satu sofa yang ada si depan sang ayah sedangkan ibunya duduk tepat di samping suaminya.
"Naura Anastasia," panggil sang ayah, suaranya tegas dan mengelegar, membuat nyali Naura menciut.
Gadis itu menunduk ragu dan takut, "Bagiamana kabarmu? selamat karena kau sudah menikah,"
Naura semakin menunduk lesu, dia sudah menduga jika arahnya mengetahui keberadaan nya dan mengetahui semuanya, termasuk pernikahan nya dengan Dewa.
"Apa yang membuatmu melakukan hal memalukan itu, hah!" terdengar suara bentakan sang ayah, Naura sampai terkejut dan hampir bangkit dari kursinya.
Gadis itu memilih diam dan terus menunduk, "Apa diam mu bisa mengembalikan semuanya menjadi seperti semula?
Apa pernikahan yang kau gagalkan akan kembali berjalan lancar?
Apa rasa malu dan aib yang kau corengkan ini akan hilang?
Apa hati yang kau patahkan bisa sembuh?
Jawab!!!" ucap sang ayah dengan nada tinggi, Naura sampai tersentak dari kursinya,
"Jawab!!!" lagi suara itu menggelegar.
"Apa yang kau pikirkan saat kau menerima tawaran itu! Hah!"
"Pa...sudah Pa, kasihan Naura Pa" sang ibu tak tega melihat putrinya di marahi dan di bentak seperti itu oleh sang ayah.
"Diam, dia manja juga karena mu!"
"Kau tau apa akibat dari ulahnya itu?" tanya Adiwijaya kepada istrinya
"Pernikahan seseorang hancur, keluarganya malu, dan ibunya jatuh sakit, itu..itu karena kebodohan mu, Naura!"
"Maafkan aku Pa, aku salah, maafkan aku." ucap Naura berlinang air mata, dia tidak bisa menahan airmatanya jatuh, rasa bersalah semakin dalam menggerogoti dirinya, membuatnya semakin sedih dan malu.
"Lalu kenapa kau kabur?"
"Aku..aku ingin bebas Pa, aku bosan diatur terus, aku..."
"Dan ini hasilnya?" sahut Adi santai.
"Dengarkan aku, mulai saat ini Papa akan mengurung mu di dalam kamar, tidak ada kuliah, atau apapun lagi. Papa akan segera menikahkan mu, jika itu yang kau inginkan.
"Menikah, tidak aku tidak mau, bukankah aku sudah menikah dengan Dewa," batin Naura
"Tapi Pa!"
"Keputusan Papa susah bulat, kau akan tetap menikah dengan pria pilihan Papa dan sebelum itu terjadi, kamu harus tetap tinggal di rumah jangan coba-coba lagi karena aku akan mematahkan kakimu jika sampai kau melakukannya lagi.
"Papa...papa..."
"Ma, bawa dia ke kamar dan jangan biarkan dia keluar sedikit pun"
"Baik Pa," sahut sang Mama..
"Tidak pa, ini tidak adil," protes gadis itu tapi dia tak bisa berbuat apa-apa.
nggak usah bikin cerita yang banyak tapi gantung 😔
ceritanya nanggung nih...