NovelToon NovelToon
MEJA BUNDAR

MEJA BUNDAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Rumahhantu
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Meja bundar.. apa itu??"

"Meja yang jadi mitos kelam warga sini. Katanya, kalau sampai ada pendatang yang masuk ke sini dan hilang, udah pasti nggak akan balik, mereka semua pasti mati."

"Siapa kakek sebenarnya??"

"Kakek bukan orang biasa, dia.."

Kara, seorang gadis berusia tujuh belas tahun, terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan pindah ke desa terpencil bersama ayahnya. Desa itu sunyi, tertutup, dan dipenuhi tatapan curiga dari warga yang enggan berbicara tentang masa lalu. Di rumah peninggalan kakeknya, Kara menemukan sebuah meja bundar tua yang tergeletak di ruang bawah tanah berukuran pas untuk delapan orang, dengan ukiran aneh di setiap sisinya yang seolah menyimpan rahasia terpendam.

Bisakah Kara mengungkap apa sebenar nya meja bundar itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS.15. Siapa Dia.

Kara menemukan Caca yang sedang duduk sambil melipat kedua kaki nya dalam keadaan tidak sadarkan diri di dalam pintu besi hitam yang Kara buka, Kara pun akhir nya berteriak memanggil Usi yang sedang mencari di sisi lain rumah.

Caca kemudian di keluarkan dari dalam sana dengan susah payah oleh Kara di bantu Usi, dan saat ini Caca yang masih belum sadar itu sedang di bersihkan dengan air hangat oleh Usi. Kara merasa sangat bersalah karena keputusan nya yang mengundang teman nya untuk datang ke rumah kakek nya untuk menemani nya malah berujung membahayakan nyawa teman nya.

"Ca.. maafin aku." Ucap Kara, Usi yang melihat itu pun menepuk pundak Kara.

"Bukan salah kamu, Ra.. Caca pasti bengong makanya dia bisa begini." Ucap Usi, dia juga tidak tega melihat Kara yang menyalahkan dirinya sendiri.

"Sekarang gimana dong, Us?" Tanya Kara, dia takut sesuatu yang serius bisa terjadi pada Caca.

"Kita berdoa aja, semoga nggak sampe terjadi sesuatu sama Caca.. Udah, kita tenang aja dulu." Ucap Usi, meski sia juga panik tapi dia tidak mau membuat Kara makin tambah panik.

...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

Dan sore harinya, Caca akhir nya bangun.. tapi secara mengejutkan, Caca bangun dan langsung memuntahkan darah yang sangat banyak dari mulut nya, tidak hanya itu.. darah nya juga berwarna kehitaman.

"Huekk!!! Uhuk! uhuk! Uhuk!"

Melihat itu, Kara dan Usi pun terkejut! Dan setelah muntah itulah Caca kemudian menangis sesenggukan dan memeluk Kara yang memang ada di depan nya.

"Ra.. aku mau pulang, aku nggak mau di sini. Ada yang ngejar aku Ra, ada yang ngejar aku bawa golok!'' Ucap Caca dengan histeris.

Mendengar itu.. Kara dan Usi pun jadi terkejut dan  saling pandang, kenapa? Karena selama Kara dan Usi mencari Caca yang tiba - tiba menghilang itu.. mereka sama sekali tidak melihat ada orang lain di sekitar rumah itu, jadi.. siapa yang Caca maksud.

"Kamu liat di mana?" Tanya Usi, Caca yang menangis histeris hanya menjawab dengan gelengan.

"Nggak tau, pokok nya ada bapak - bapak  udah tua yang ngejar aku, dia bawa golok dan golok nya ada darah nya!" Ucap Caca masih dengan terisak - isak.

"Aku mau pulang, Ra.. aku mau pulang." Ucap Caca masih dengan histeris.

Mau tidak mau akhir nya Kara pun mengiyakan agar Caca bisa tenang dari tangis nya, dan saat hari mulai gelap.. Nurma yang memang biasa nya datang di sore hari itu pun sampai di sana. Mereka semua terkejut dengan kedatangan Nurma yang sama sekali tidak terdengar langkah nya.

Padahal saat Putri pulang tadi mereka bahkan bisa mendengar langkah suara kaki yang menginjak bebatuan yang ada di halaman rumah kakek nya Kara dan juga suara gerbang yang di dorong saat terbuka.. ada suara nya, tapi Nurma datang benar - benar tidak menimbulkan suara apapun.

"Di ganggu, ya? Kan saya sudah bilang, jangan berisik." Ucap Nurma, ucapan nya yang baru datang itu semakin memperkeruh keadaan. Tapi Caca yang sebelum nya menangis histeris itu tiba - tiba menahan tangis nya dan hanya bisa sembunyi memeluk Kara.

"Us, temenin Caca ke atas dulu gih." Ucap Kara, akhir nya Usi mengangguk dan kemudian mengambil alih Caca yang sedang ketakutan itu dan menggandeng nya ke atas, Usi sempat menoleh ke atah Nurma saat dia dan Caca berada di tengah tangga dan Nurma ternyata menatap nya juga.

Kara memperhatikan kedua teman nya yang sedang menaiki tangga ke atas, dan dia baru menglaihkan pandangan nya setelah dia mendengar suara pintu kamar nya yang tertutup. Nurma yang semula berdiri di sana berjalan ke belakang, menuju ke arah dapur.. Kara pun bangun dan memberanikan dirinya berinteraksi dengan Nurma.

Kara berjalan semakin mendekat pada Nurma yang sedang berdiri membelakangi nya, Nurma yang semula sedang mengambil ceret atau teko yang selalu di gunakan untuk merebus air tiba - tiba menghentikan gerakan nya saat dia menyadari kedatangan Kara. Nurma lalu berbalik kebelakang dan menatap Nurma sambil memiringkan kepalanya mendongak menatap Kara.

"Teteh.. apa teteh tau sesuatu tentang rumah ini?" Tanya Kara, Entah apa yang sedang Kara lakukan.. dia merasa konyol menanyakan hal itu pada Nurma tapi Kara yakin ada sesuatu yang salah dan yakin bahwa Nurma tau sesuatu itu.

Mendengar pertanyaan Kara aneh nya, Nurma tidak mengatakan apapun dan hanya mengulurkan tangan nya hendak menyentuh kepala Kara, tapi Kara yang menyadari itu pun spontan mundur. Melihat Kara yang mundur, Nurma kemudian menyunggingkan senyum nya.. senyum yang selalu membuat Kara merinding. Kara menelan ludah nya dengan susah payah dan bahkan dia mengepalkan tangan nya karena sebenar nya dia takut.

"Kara takut ya, sama Teteh?" Tanya Nurma dengan tempo bicara yang lambat dan pelan, seolah dia juga menyadari gestur tubuh Kara. Mendengar itu, Kara menggeleng pelan sambil tersenyum kikuk dengan tangan yang makin gemetar.

"Teh, temenku nggak salah apapun.. kenapa temenku bisa di ganggu kayak gitu?" Tanya Kara, dia masih kukuh dengan pendirian nya juga untuk bertanya.

"Kan teteh sudah bilang, jangan berisik." Ucap Nurma.. Kara terdiam, bagian mana yang di maksud berisik pikir nya.

"Kalau berisik, nanti akan di suruh diam." Ucap Nurma lagi, Kara pun mengernyit mendengar itu.

"Di suruh diam, sama siapa?" Tanya Kara, Tapi Nurma lagi - lagi tidak menjawab dan hanya tersenyum sambil lalu membalikan badan nya.

"Kara.. suruh temanmu pergi, dia suka dengan temanmu." Ucap Nurma, lalu dia berjelen keluar meinggalkan Kara dengan pertanyaan nya.

Kara naik ke atas.. dia masih memikirkan ucapan terkahir dari Nurma yang menekankan kata "Dia" dalam ucapan nya seolah Nurma menunjuk satu orang. Tapi Kara pun kebingungan.. "Dia" Yang di maksud oleh Nurma ini siapa? Kara bahkan tidak melihat ada orang lain yang tinggal di rumah itu terutama pada kejadian siang tadi saat Caca hilang.

"Krekk!" Kara membuka pintu dan melihat Usi yang sedang mengusap - usap kepala Caca yang sedang tidur di pangkuan Usi.

"Ra, Caca tidur.." Ucap Usi, Kara pun mendekat pada Usi dan duduk di sebelah Usi.

"Us.. kamu.. bawa Caca pulang, ya." Ucap Kara, Usi tertegun mendengar itu.

"Eh, kenapa kamu tiba - tiba nyuruh kita balik?" Tanya Usi, di tanya seperti itu.. Kara sendiri juga tidak punya jawaban nya, Tapi Kara takut terjadi sesuatu pada kedua teman nya.

"Kemarin kamu padahal yang mohon - mohon kami dateng, kok sekarang banget nyuruh kita balik?" Tanya Usi lagi, Kara makin terlihat gelisah.

"Aku rasa ada yang nggak bener di rumah kakek, Us. Caca gini, pasti ada kaitan nya sama rumah ini, Aku nggak mau kalian kenapa - kenapa, kalian pulang aja, ya.." Ucap Kara, mendengar itu sekarang malah Usi juga yang kebingungan.

"Terus aku ninggalin kamu sendiri di sini?! Gila kali, lagi chaos - chaos nya gini Ra.. kalo nanti malah kamu yang kenapa - kenapa gimana?!" Ucap Usi, Usi memiliki pertimbangan nya sendiri.

"Tapi, teh Nurma bilang.." Belum sempat Kara menyelesaikan ucapan nya, Usi sudah lebih dulu memotong ucapan nya.

"Teh Nurma.. aku merasa ada yang aneh sama dia." Potong Usi.

BERSAMBUNG!

1
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
hadir kk aq ketingalan
di aku g ada notif lho kk
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
sudah log out kayaknya mereka Ra 🤔🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
ayahnya bawa mayat meren 😱😱🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
ottan bisa bahasa sunda juga?
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
bisa jadi korban gumbal pertama itu nurma
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
jgn jgn sdh meninggal, krn kara aja hampir mau di bunih
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
kayak nya ayahnya psikopat deh
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
bener bener ya hesti nggak bisa menjaga harga dirinya sebagai perempuan, sebagai istri dan sebagai ibu dari anak-anak nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
broken home🥺
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
aduh serem nya 🥴
Teuing Saha🙃
Jadi, semua pohon yg ada di area rumah itu, sebenarnya adalah kuburan dari para korban..
Teuing Saha🙃
Bukan cuma dihabisi, tapi dimakan juga😤
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
selamat malam kak thor, semakin seru aja ceritanya, bisa jadi yang dibilang kara tadi kalau ada kuburan masal itu mungkin isinya para korban dulu 🙏🙏
SENJA
pasti beda2 cara pandang lah
SENJA
terus gimana?!?
SENJA
walau ngeselin nurma baik ternyata 🥺
Ayuk Witanto
bukan Rukmini kan
Ayuk Witanto
sepertinya ayahnya kara menyembunyikan sesuatu
Ayuk Witanto
kok ayahnya mau nikah anaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!