Victoria yang baru saja lulus dari kuliah S1 nya harus menerima kenyataan pahit ketika tau orang tuanya telah dibunuh oleh seorang Mafia yang bahkan tak pernah ia jumpai sama sekali.
Dan hal lain yang lebih mengejutkan pun terjadi, sang ketua mafia yang membunuh kedua orang tua Victoria ternyata ingin menjadikan dia sebagai istrinya.
Lalu bagaimana dengan kehidupan Victoria selanjutnya? siapa sebenarnya si Mafia yang telah membunuh kedua orang tua Victoria? Akankah Victoria bisa membalaskan dendam atas kematian orangtuanya? atau justru dia akan jatuh ke dalam lubang cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiyah Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 27. Keluarga Mafia Baru
Dengan diam Deresta memandangi Kai yang pergi, lalu setelah Kai benar-benar sudah tidak dapat dilihat oleh matanya lagi, Deresta beralih melihat Victoria dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Victoria Lucche–" Deresta ingin menyebut nama Victoria, namun dia berhenti melanjutkan kalimatnya, karena baru teringat bahwa saat ini nama keluarga Victoria bukan lagi Lucchese.
"Cosa Nostra Victoria ... Sebenarnya siapa dirimu?" tanya Deresta dengan nada bicara dan tatapan yang dingin.
Victoria terdiam sejenak, lalu beberapa saat kemudian dia tersenyum dengan cukup mengerikan, "Mengapa kau menanyakan hal itu?" gumam Victoria lirih.
"Gerakan mu tadi, itu bukanlah gerakan seorang amatir. Bahkan dirimu mampu tanpa ragu menembak, dan membunuh Jake. Kau memiliki pengalaman yang cukup lama di dunia mafia, bukan?" Dengan suara yang tenang, Deresta mencoba menggali informasi tentang Victoria.
Ketika mendengar ucapan Deresta barusan, Victoria menundukkan kepalanya. Namun setelah Deresta selesai berbicara, Victoria langsung menatap Deresta.
Tatapan wanita itu terlihat begitu tajam, seperti tatapan seorang iblis yang sedang haus akan darah. Melihatnya saja sudah mampu membuat Deresta sulit untuk berkata-kata lagi.
"Kurasa itu tidak penting. Cukup ini yang perlu kau tahu dari diriku, aku adalah wanita yang telah kehilangan dunianya karena orang-orang yang disebut dengan mafia."
"Apa itu mafia? Bagiku mereka hanyalah sekumpulan penjahat yang senang merebut kebahagiaan orang lain!"
"Dan satu hal lagi! Aku adalah wanita yang akan membuat para penjahat itu diampuni oleh sang pencipta. Kau tau bagaimana cara aku melakukannya? Dengan memberikan darah segar mereka sebagai persembahan!"
Victoria berkata dengan datar dan tanpa perasaan, namun setiap kata-katanya itu terdengar begitu kejam.
Deresta pun diam membisu, dia benar-benar sulit mengikuti pola pikir dari Victoria. Bahkan dia hampir tidak mengerti dengan apa yang Victoria katakan.
Entah itu karena kata-kata Victoria yang sulit untuk dimengerti, atau karena dia terus di tekan oleh satu atmosfer yang begitu mengerikan.
Disaat Deresta masih terdiam, Victoria memalingkan wajahnya, "Huft ... Yasudah lah, terimakasih atas bantuan mu Deresta, karena kau sudah mau berpura-pura untuk menerimaku di Cosa Nostra Family. Sampai jumpa!" ucap Victoria dengan sikap, dan suara yang sudah kembali seperti Victoria biasanya.
Perlahan Victoria pun mulai melangkahkan kakinya untuk pergi, "Tunggu!" Disaat dirinya baru berjarak beberapa langkah dari Deresta, Deresta menghentikan langkah kakinya dengan cara menahan tangan Victoria.
Victoria membalikkan badannya untuk melihat orang yang telah menahannya itu, "Huh? Ada apa?" tanya Victoria bingung.
"Aku tidak berpura-pura dalam menerimamu di keluarga mafia ku. Kamu sendirilah yang meminta untuk bergabung, maka pantang bagimu untuk keluar begitu saja. Sejak kau mengatakan ingin bergabung dengan Cosa Nostra Family, maka disaat itu jugalah kau telah sah menjadi anggota dalam keluarga ini," ucap Deresta dengan penegasan di setiap katanya.
Mendengar hal itu Victoria membulatkan matanya tak percaya, "Kau yakin? Bukankah tadi sudah cukup jelas aku mengatakan bahwa aku membenci mafia?" Dengan raut wajah bingungnya, Victoria bertanya.
"Karena kamu mengatakan hal itulah aku semakin ingin kamu bergabung dengan keluarga mafia ku, seseorang yang memiliki rasa benci yang sangat besar adalah orang yang sangat kuat!" balas Deresta.
"Aku menginginkan kekuatanmu Victoria, mari kita hancurkan seluruh musuhmu itu, dan juga musuhku bersama-sama, dan jika pada akhirnya hanya tersisa Cosa Nostra Family dan dirimu, maka disaat itulah kita akan berduel!" lanjut Deresta dengan senyum yang mengembang diwajahnya.
Selang beberapa detik Deresta pun menjulurkan tangannya, "Ikutlah bersamaku!" ucap Deresta, dan tanpa berpikir panjang Victoria langsung membalas dengan meraih tangan Deresta itu.
"Ya!" Dengan wajah yang sangat berseri, Victoria bersedia dibawa oleh Deresta ke kediaman Cosa Nostra Family.
......................
Malam hari tiba dengan begitu cepat, padahal pagi yang cukup melelahkan baru saja mereka lalui. Pada pagi hari mereka melakukan perkelahian, dan uniknya pada malam hari mereka malah berpesta.
Meja-meja bundar yang penuh dengan makanan, dan minuman di atasnya tersebar ke setiap sudut ruangan.
Satu meja bundar yang lebih besar diletakkan di tengah-tengah ruangan pesta, sebuah menara gelas yang berisi bir di dalamnya tertata di atas meja tersebut.
Semua orang yang ada di pesta itupun berdansa, menari, dan juga bernyanyi bersama-sama dengan alunan DJ yang menyertainya.
Semua orang terlihat bahagia karena kehadiran satu anggota baru di antara mereka.
"Semuanya! Bersulang untuk anggota keluarga baru kita! Cosa Nostra Victoria!" teriak Deresta sembari mengangkat tangannya yang memegang gelas berisi bir ke atas.
"Ya!" Semua orang yang ada di sana pun bersorak dengan riang, dan ikut mengangkat tangan mereka yang memegang gelas berisi minuman haram itu.
"Bukankah nyonya Victoria adalah wanita yang cantik?" bisik seseorang kepada temannya.
"Kau benar! Mungkinkah tuan besar Deresta menyukainya? Bagaimanapun dia adalah satu-satunya perempuan di kediaman ini," balas yang lainnya dengan suara yang kecil juga.
"Namun bukannya tuan besar Deresta tidak ingin menjalin kasih dengan perempuan manapun lagi? Kejadian kelam 5 tahun yang lalu benar-benar akan sangat sulit untuk beliau lupakan!" sahut pria yang lainnya.
Disaat mereka masih asyik-asyiknya berbisik, tiba-tiba muncul pria yang cukup mengerikan diantara mereka.
Pria muda dengan tinggi sekitar 185 cm, kulit putih bersih, dan wajah datar juga tatapan tajam yang terlihat begitu menyeramkan.
"Apa yang kalian bicarakan?!" ucap pria itu dengan datar tapi terdengar begitu menakutkan.
Ketika pria yang berbicara tadi pun langsung bergidik ngeri, seketika saja mereka langsung diam karena sangat ketakutan. "Apakah dia mendengar pembicaraan kami tadi?"
"Jawab pertanyaanku!" ucap pria itu lagi, dan kali ini dia menegaskan pengucapannya.
"T–tidak ada Consigliere! Kami hanya sedang membicarakan tentang kecantikan nyonya Victoria!" jawab salah satu dari ketiga pria yang berbisik-bisik tadi.
Mendengar hal tersebut, pria yang disebut sebagai Consigliere itu hanya mengangguk, dan langsung percaya begitu saja.
Selang beberapa saat Deresta berteriak memanggil namanya. "Kemari lah Reider!"
Pria yang bernama Reider itu, pria yang disebut sebagai Consigliere, dia langsung menghampiri Deresta yang memanggilnya.
"Kau belum menyapanya bukan? Mari ku kenalkan kalian berdua!" ucap Deresta ketika Reider sudah berdiri di hadapannya.
"Victoria, dia adalah Reider. Reider adalah Consigliere di Cosa Nostra Family, dan dia akan membantumu selama ada disini." Dengan suara yang ramah, Deresta memperkenalkan Victoria dengan Reider.
"Dan Reider, dia adalah Victoria anggota baru di keluarga kita. Jangan terlalu dingin dengannya, ya!" lanjut Deresta.
Reider pun menjulurkan tangannya kepada Victoria, dan Victoria langsung meraih jabatan tangan itu.
Victoria tersenyum, namun Reider tidak menunjukkan ekspresi sama sekali. "Huhu ... Orang ini sangat mirip dengan Daniel! Hanya saja dia jauh lebih mudah dan juga tampan!" gerutu hati Victoria.